Sunday, March 10, 2019

Be a Creativepreneur di Era Digital Bersama Qwords



Selamat datang di revolusi industri 4.0......

Istilah “Revolusi Industri 4.0” ini bisa dibilang sedang hits akhir-akhir ini. Topik tentang Revolusi Industri 4.0 sering diangkat dalam forum-forum kependidikan atau bahkan forum diskusi umum. Sejujurnya aku sendiri baru tahu tentang istilah ini pada bulan Oktober 2018 lalu - tepatnya pada saat aku mengikuti diklat pembelajaran STEM untuk guru.

Barangkali ada yang bertanya-tanya, memang apa sih revolusi industri 4.0 itu? Jika sekarang memasuki 4.0, lalu apa revolusi industri 1.0, 2.0 dan 3.0?.

Secara istilah, revolusi industri berarti perubahan terhadap cara memproduksi barang. Dalam sejarah, tercatat telah tercatat 3 kali perubahan tentang industri ini. Begini gambaran singkatnya:

Revolusi Industri 1.0 à tenaga manusia dalam industri digantikan oleh mesin uap

Revolusi industri 2.0 à produksi dengan mesin uap digantikan dengan tenaga listrik

Revolusi industri 3.0 à diberlakukannya otomasi, yaitu mesin yang bergerak dan dapat berpikir secara otomatis dengan menggunakan komputer atau robot.

Kini kita telah memasuki Revolusi industri 4.0 (bahkan kabarnya Jepang sudah bersiap untuk Revolusi Industri 5.0). Ciri dari revolusi industri 4.0 adalah internet of things (atau bisa dibilang, segala sesuatu kini terhubung dalam internet), big data (berhubungan dengan informasi user), cloud computing (penyimpanan data menggunakan internet), dan AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) serta machine learning (mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar). Dari ciri-ciri tersebut, dapat kita tarik benang  merahnya pada 1 hal, yaitu: internet.

Creativepreneur. pic by: pexels.com

Ya, internet memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat di era modern sekarang, atau kita sebut saja era digital. Setiap hari, setiap waktu, kita bebas mengakses internet. Pertanyaannya, apa yang dapat kita lakukan dengan internet?.

Be Creativepreneur



Sebelum membahas tentang creativepreneur, mari kita singgung sedikit tentang kakaknya, entrepreneur. Istilah entrepeneur tentu tidak asing lagi kita dengar. Entrepeneur dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai wirausaha, atau seseorang yang menciptakan sebuah peluang usaha. Tahu Gibran Rakabuming, anak Presiden Jokowi, yang juga memiliki usaha martabak Markobar?. Nah, bolehlah mas Gibran ini kita jadikan salah satu contoh entrepreneur. Lainnya? Ya masih banyak lagi, lihat saja di sekeliling kamu, pasti ada.

Namun di era digital, era Revolusi Industri 4.0, ada pekerjaan baru yang tumbuh subur dan berkembang pesat, yakni: Creativepreneur.

Apa pula itu Creativepreneur?

Creativepreneur berasal dari kata creative yang berarti kreatif dan entrepeneur yang berarti pengusaha atau wirausaha. Creativepreneur adalah wirausaha yang bisnisnya bergerak di bidang kreativitas. Maksudnya, usaha yang dijalani tidak hanya sekadar menyediakan barang atau jasa, tapi ada usaha kreatif di dalamnya.

Bidang usaha kreatif ada banyak macamnya, seperti: bidang animasi, desain, arsitektur, fotografi, videografi, musik, dll. Usaha kreatif yang dilakukan bisa mulai dari menemukan ide, gagasan, konsep dari sebuah inovasi yang baru. Kuncinya yaitu sebuah bisnis kreatif yang tidak hanya menghasilkan produk atau jasa, tapi juga menawarkan sebuah inovasi terbaru.

Contoh creativepreneur ada apa aja sih?

Kayak entrepreneur tadi, creativepreneur juga ada banyak di sekitar kita. Misalnya secara mikro, ada temanku yang punya start-up bernama Inipagi Studio, sebuah start-up desain ikon di Jogja. Kerjaannya apa?. Bikin desain ikon. Tahu ikon?. Bukan nama boyband korea ya, ikon ini gambar kecil untuk interface. Misalnya, ikon Facebook itu huruf F warna putih di dalam kotak berwarna biru, ikon Twitter bentuknya burung, atau ikon menu Make-up di Shopee itu berbentuk kotak ada gambar lipstik, dll.

Kalau kita masih hidup di masyarakat zaman dahulu, mungkin mikirnya, “Halaaah buat apa bikin ikon? Mending jadi PNS”. Boom.

Tapi karena kita adalah masyarakat digital, kita sadar dong bahwa, “Desain ikon juga adalah salah satu usaha kreatif”. Mungkin ikon bukanlah suatu benda yang nyata adanya, nggak bisa disentuh, apalagi dimakan. Desain ikon juga bukan suatu jasa yang langsung terasa hasilnya, nggak kayak jasa pijat, yang setelah dipijat pegal-pegalnya jadi hilang. Namun dengan start-up desain ikon ini, jadi ada beragam varian ikon di dunia digital kita. Ikon “Call atau telepon” di HP Xiaomi bisa beda dengan ikon “Call” di HP Samsung. Ikon “Chat” di Whatsapp bisa beda dengan ikon “Chat” di Line.

Atau kalau mau contoh skala makro, mari kita sebut nama Gojek, Bukalapak, Traveloka, dkk di sini. Om Nadiem Makarim (CEO Gojek) itu punya apa sih?. Punya ratusan unit motor?. Enggak. Punya puluhan outlet restauran?. Enggak juga.

Tapi Om (eh gapapa kan ya aku nyebutnya Om?) Nadiem punya sebuah ide dan inovasi untuk menjawab masalah transportasi di sekitar kita. Orang mau bepergian tapi macet, nggak ada kendaraan, jarang angkutan umum lewat, jauh. Bisa order ojek dengan Go-Ride atau Go-Car lewat aplikasi Gojek. Orang mau makan tapi males jalan ke tempat makan, bisa order makanan lewat Go-Food.

Begitu kira-kira gambaran creativepreneur.

Nggak jauh-jauh dari ciri Revolusi Industri 4.0, creativepreneur juga nggak bisa lepas dari kunci utama: internet, big data, cloud computing, - dan learning machine.

Kenapa sih internet melulu?

Sederhana. Karena dengan internet, kita dapat terhubung dalam jaringan besar.

Branding dapat kita sebarkan melalui internet. Promosi dapat kita lakukan melalui internet. User dapat mengetahui tentang usaha kita melalui internet.

Memiliki eksistensi dalam internet adalah koentji. Nah untuk menjaga eksistensi ini, salah satu cara yang perlu creativepreneur lakukan yaitu dengan memiliki website sebagai sebuah rekam jejak dalam dunia digital.

Misalnya ada temanku seorang creativepreneur dengan menjadi seorang blogger. Ia memiliki penawaran berupa kreativitas dalam bentuk tulisan untuk menjadi sebuah media pengenalan atau bahkan promosi sebuah brand. Portofolio berupa tulisan-tulisannya ter-publish dalam situs. Sehingga ketika seorang klien akan mengajak kerja sama, bisa melihat rekam jejak tulisan sang blogger cukup dengan membuka situs websitenya tersebut. Hal ini pun dapat berlaku pula untuk bidang usaha creativepreneur yang lain.

Jual sambel aja sekarang bisa via online. Sambel bu Rudy, contohnya.

Atau bolen Kartika Sari. Kita yang di luar Bandung kalau pengen beli bolen Kartika Sari, gampang aja sekarang tinggal pesan online di websitenya.

Apa sih sekarang yang nggak ada di internet?

Qwords Mendukung Creativepreneur



Sabtu (2/3) lalu, Qwords baru saja mengadakan talkshow "Be Creativepreneur in Digital Era". Qwords, sebagai penyedia Web Hosting dan Domain Name mendukung pegiat creativepreneur di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya di dunia digital. Dukungan dari Qwords diwujudkan dalam bentuk peningkatan layanan melalui update fitur serta peluncuran produk-produk baru.

Di awal tahun 2019, Qwords telah meluncurkan Paket Unlimited Hosting, sebuah paket hosting yang dapat diandalkan dan tanpa batasan. Fitur Unlimited Hosting ini tidak lagi mengisolasi pengguna dengan batasan disk space. Nama domain & sertifikat keamanan SSL juga tersedia gratis. Selain itu, Paket Unlimited Hosting ini sudah dilengkapi dengan web accelerator yang membuat website lebih cepat diakses.

Pada bulan Februari 2019, Qwords juga telah melakukan upgrade jaringan (Network Upgrade) sehingga memungkinkan akses website/aplikasi dari seluruh penjuru dunia kini semakin cepat. Selain itu, Qwords juga memberikan tawaran menarik melalui paket Bundling Hosting 1 GB dan domain .com dengan biaya mulai IDR 10.500/bulan. Kombinasi yang praktis dan ekonomis bagi pemula yang ingin membangun website baru.

Peningkatan yang dilakukan Qwords juga meliputi layanan WordPressHosting. Kini Paket Hosting yang didesain khusus untuk engine WordPress terbaru ini bisa dinikmati dengan Disk Space yang lebih besar, gratis domain & SSL, serta dukungan ekstra CloudPop. Hal ini membuat website yang berbasis WordPress bekerja jauh lebih optimal.

Sesuai dengan tagline “Reliable Fast Web Hosting with Reasonable Price”, Qwords selalu memberikan layanan Hosting Indonesia yang dapat diandalkan, cepat diakses, serta harga yang terjangkau.

Di masa mendatang, Qwords akan selalu berupaya menjadi partner terbaik bagi pelanggan, komunitas, rekan blogger, pemerintahan, UKM dan perusahaan.

“Kami akan senantiasa memberikan layanan web hosting yang berkualitas serta dapat diandalkan demi mewujudkan masyarakat go online di era digital.” ~ Qwords, 2019



Share:

14 comments:

  1. Alhamdulillah, ini tulisan mencerahkan kesuraman pemahamanku....tengkiyu.

    ReplyDelete
  2. Woalah. Creativepreneur jadi kek gini ya mbak. Jadi tahu seluk beluk dunia bisnis di industri 4 ini. Emg sih ya, bisnis digital sangat menggiurkan Krn bnyk yg butuh.

    ReplyDelete
  3. mudah-mudahan Indonesia siap menghadapi perubahan ini. kecanggihan dan kemajuan teknologi harus diimbangi juga dengan kreatifitas manusianya, agar tidak tertinggal dan tidak hanya sebagai user tapi sebagai creativepreneur juga dalam menciptakan sebuah teknologi

    ReplyDelete
  4. Banyak sekali contoh creativepreneur di sekitar kita. Sayang saya masih jadi konsumen bukan pelakunya.

    ReplyDelete
  5. Siap-siap take off menuju Creativepreneur, girls.. udah bukan jamannya lagi ngelamar kerja kesana kemari :)

    ReplyDelete
  6. Keren ya kayak gojek itu dia menjual ide dengan sebuah aplikasi. Dan terbukti mengurangi banyak pengangguran

    ReplyDelete
  7. Makin semangat berselancar nih, be a creativepreneur, siapa takut?

    ReplyDelete
  8. Eh mbak Disma ngapain ngeblog? mending jadi PNS aja deh. Boom. Hahaha

    ReplyDelete
  9. wah cocok ni ya, semoga para creative preneur bisa bangga dengan profesinya. Tentunya bangga karena mampu menghasilkan konten2 yg positif dan bermanfaat.

    ReplyDelete
  10. Bahkan Jepang sudah bersiap menghadapi teknologi5.0? kebayang kayak gimana otomatisasi ( basis digital/internet) sudah diaplikasikan ke berbagai lini kehidupan mereka.

    ReplyDelete
  11. kayak menggiurkan banget nih jadi creative preneur, pengen menekuni itu tapi sehari-hari masih ngantor *lah malah curhat

    ReplyDelete
  12. Wahhh emang selalu mantap sih acaranya Qwords, masalahnya kemarin aku ga dapat undangan nih hiksss curcollll

    ReplyDelete
  13. thanks infonya mengenai CreativePreneur...
    memasuki awal era industry 4.0 ... sangat penting untuk memberikan postingan bermanfaat, salah satunya seperi CreativePreneur ini...

    ReplyDelete
  14. Makasih Mbak penjelasannya. Jadi paham. Btw, jadi pengen nyobain Qwords.

    ReplyDelete