Friday, July 20, 2018

,

Perempuan dalam Ketidakadilan Gender


Masih banyak di antara kita yang salah kaprah dalam memahami tentang gender. Acapkali kita, bahkan saya sendiri, menganggap bahwa gender itu sama dengan seks (jenis kelamin, -red) yaitu tentang laki-laki atau perempuan. Padahal gender berbeda dengan seks.

Perbedaan antara Gender dan Seks

Bicara tentang seks, maka sudah jelas yang dibahas adalah tentang  perbedaan bahwa laki-laki memiliki alat kelamin berupa penis, sedangkan perempuan memiliki vagina. (Apakah terlalu vulgar jika saya menuliskan hal ini? Atau bisakah kita samakan persepsi bahwa hal ini sudah menjadi pengetahuan umum?) Sedangkan bicara mengenai gender, berarti kita bicara tentang peran laki-laki dan perempuan.

Seks adalah ciptaan tuhan atau bersifat kodrati. Seks tidak dapat diubah, tidak dapat dipertukarkan dan berlaku sepanjang masa. Misalnya: hamil dan menyusui hanya dapat dilakukan oleh perempuan, tidak dapat digantikan oleh laki-laki. Sebaliknya, membuahi rahim hanya dapat dilakukan oleh laki-laki, tidak dapat dipertukarkan dengan perempuan karena perempuan tidak menghasilkan sperma.

Sementara itu, gender adalah buatan manusia, bukan kodrat, dapat dipertukarkan, dapat berubah, tergantung pada budaya dan waktu. Misalnya, secara budaya laki-laki bertugas bekerja mencari uang, sedangkan perempuan bertugas mengatur rumah tangga di rumah. Kedua peran ini dapat bertukar, perempuan pun dapat bekerja di luar rumah, dan laki-laki juga bisa saja mengatur rumah tangga di rumah.

Gender merupakan pembagian peran sosial antara laki-laki dan perempuan. Pembagian peran inilah yang kemudian menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi tradisi budaya.  Karena telah menjadi tradisi, maka ketika terdapat peran yang tidak lazim seperti contoh di atas: perempuan bekerja sedangkan laki-laki di rumah, akan dianggap aneh, tidak sewajarnya, tidak patut. Padahal sebenarnya sah-sah saja.

Bentuk-bentuk Ketidakadilan Gender pada Perempuan

Permasalahan yang kemudian muncul adalah, masih banyak terjadi ketidakadilan gender di masyarakat kita di mana perempuan menjadi pihak yang dirugikan. Sebut saja ketidakadilan tersebut dalam bentuk-bentuk seperti ini:

1.       Marginalisasi (peminggiran)

“Perempuan nggak usah sekolah tinggi-tinggi lah, toh nanti ujung-ujungnya masak di dapur”

Pernah mendengar ungkapan di atas?.

Saya pernah, bahkan sering. Walaupun kalimat tersebut tidak ditujukan untuk saya melainkan untuk sahabat perempuan yang lain. Tapi rasanya.... ah, begitukah jika jadi perempuan?.

Tentu saja TIDAK. Pendidikan adalah hak bagi semua orang, laki-laki maupun perempuan.

Tapi marginalisasi yang dialami perempuan bukan hanya dalam segi pendidikan saja. Kasus lain marginalisasi misalnya: perempuan tidak mendapat warisan, gaji perempuan lebih rendah, atau perempuan bekerja tidak mendapat tunjangan anak. Pernah mengalami kasus seperti ini?.

2.       Subordinasi (penomorduaan)

Perempuan adalah makhluk yang emosional, lebih mendahulukan hati daripada otak.

Nggak logis.
Irasional.
Lemah.
Cengeng.
Nggak mampu jadi pemimpin

Pernahkah pikiran seperti itu terbersit di pikiran kita?.

Jika jawabannya adalah iya, maka saat itu secara halus telah terjadi subordinasi terhadap kaum perempuan. Penomorduaan.

Baik perempuan maupun laki-laki, bukankah setiap insan di dunia ini memiliki kekurangan dan kelebihan?. Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi setiap manusia toh memiliki kesempatan yang sama. Untuk memimpin, misalnya.  Atau untuk berpendapat, misalnya. Dalam setiap aktivitas dan sendi kehidupan, kita semua bisa ambil peran. Kenapa enggak?

3.       Stereotipe (pelabelan)

Perempuan yang merokok, adalah perempuan yang nggak beretika.
Perempuan yang sering pulang malam, adalah perempuan “nggak bener”.
Perempuan memakai baju terbuka, adalah perempuan nakal.

Tapi ketika laki-laki merokok, dianggap jantan.
Ketika laki-laki pulang malam, dianggap biasa.
Ketika laki-laki celana pendek, bahkan tidak memakai baju, dianggap wajar.

Kenapa bisa berbeda?.
Kenapa kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya?.
Siapa kita yang kemudian berhak memberikan label pada seseorang?.

Pernah dalam suatu liburan, saya dan saudara-saudara berkumpul di rumah Budhe di Semarang. Di sana ikut juga sepupu perempuan saya yang tinggal di Bandung. Ketika di Semarang, saudara saya tersebut sering menggunakan celana pendek dan tank top. Kenapa?. Karena bagi dia yang terbiasa dengan udara sejuk di Bandung, Semarang terasa panas dan gerah.

Baju, pilihan berpakaian, gaya berpenampilan, ditentukan oleh banyak faktor. Bisa karena selera, kenyamanan, atau bahkan lingkungan. Terlalu naif jika kita berstigma negatif hanya karena apa yang dikenakan oleh seseorang.

Saya, ketika kuliah dulu aktif dalam organisasi. Seringkali saya dan kawan-kawan rapat hingga malam. Bahkan, pernah kami pulang rapat pukul 2 pagi karena harus mendiskusikan program kerja penting yang akan dilaksanakan. Apakah karena saya pulang malam lantas seketika saya menjadi perempuan yang tidak baik?.
4.       Kekerasan

Kasus kekerasan acapkali menimpa perempuan, baik itu kekerasan fisik, psikis bahkan kekerasan seksual.

Kekerasan fisik dapat berupa perlakuan kasar secara fisik kepada perempuan, misalnya: pemukulan.

Berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan psikis menyerang bagian mental, bisa dengan kata-kata kasar, penghinaan, perlakuan yang tidak menyenangkan juga termasuk kekerasan psikis.

Sementara itu, kekerasan seksual dapat terjadi sekalipun dalam ikatan pernikahan. Dalam lembaga perkawinan, tetap memungkinkan terjadinya “perkosaan” atau pemaksaan hubungan seksual.  Penyimpangan seksual yang tidak lazim dan tidak dilakukan secara semestinya oleh salah satu pihak kepada pasangan bisa termasuk dalam kategori kekerasan.

5.       Beban ganda

Perempuan memiliki beban kerja ganda, yaitu pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan di luar rumah.

Ketika seorang laki-laki bekerja, maka ya sudah, pekerjaannya hanya sebatas di tempat kerja. Akan tetapi, ketika seorang perempuan bekerja, ia memiliki beban pekerjaan ganda: satu, di tempat kerja, dan dua, pekerjaan di rumah.

Saya sendiri pun merasakannya, walaupun dalam batas yang sangat bisa ditolerir. Saya bekerja. Di sekolah, saya melaksanakan tugas-tugas mengajar seorang guru. Di rumah, saya mengerjakan pekerjaan rumah seperti membereskan rumah, memasak, dan tugas rumah tangga lainnya. Tapi hal itu saya lakukan dengan senang hati dan kesadaran penuh bahwa saya ingin rumah dalam keadaan baik selalu. Satu hal yang membesarkan hati saya adalah bahwa suami mau ikut membantu mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Saya menyapu, suami mengepel lantai. Saya memasak, suami mencuci piring. Kerja sama.

Tapi di luar sana...?

---

Memang bukan berarti ketidakadilan gender ini menimpa semua perempuan di negeri ini. Saya, mungkin termasuk yang beruntung karena tumbuh dan dikelilingi lingkungan yang tidak timpang sebelah antara laki-laki dan perempuan. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa di luar sana masih banyak jumlah perempuan yang mengalami ketidakadilan seperti yang saya tuliskan di atas.

Sekarang sudah tengah tahun 2018, sudah bukan masanya lagi perempuan dianggap hanya sebagai “konco wingking” bagi laki-laki. Sudah banyak tokoh perempuan Indonesia yang telah berprestasi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Sebut saja Ibu Sri Mulyani yang telah berkiprah menjadi salah satu dari Direktur Pelaksana di World Bank. Ibu Susi Pudjiastuti yang kini mengemban amanah sebagai menteri perikanan. Ibu Risma sebagai walikota yang disegani oleh masyarakat Surabaya. Bahkan Indonesia pun pernah memiliki presiden perempuan yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri.

Sungguh kuno orang-orang yang masih memandang sebelah mata perempuan. Sudah saatnya kita membangun kesadaran akan keadilan gender.

Bahwa perempuan dan Laki-laki memiliki derajat yang sama. Yang satu, tidak menjadi superior bagi yang lain.

Perempuan dan laki-laki dapat saling berjalan beriringan dengan peran masing-masing. Yang satu, tidak lantas menjadi lebih terdepan daripada yang lain.

***

Tulisan ini saya buat setelah mengikuti Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada awal Juli lalu. Data-data yang saya tuliskan bersumber dari pemaparan dalam pelatihan dengan saya tambahkan pemikiran pribadi. Tulisan tentang Kesadaran Gender akan saya buat dalam beberapa bagian, di mana ini adalah bagian pertama.

***



Masih banyak di antara kita yang salah kaprah dalam memahami tentang gender. Acapkali kita, bahkan saya sendiri, menganggap bahwa gender itu sama dengan seks (jenis kelamin, -red) yaitu tentang laki-laki atau perempuan. Padahal gender berbeda dengan seks.

Perbedaan antara Gender dan Seks

Bicara tentang seks, maka sudah jelas yang dibahas adalah tentang  perbedaan bahwa laki-laki memiliki alat kelamin berupa penis, sedangkan perempuan memiliki vagina. (Apakah terlalu vulgar jika saya menuliskan hal ini? Atau bisakah kita samakan persepsi bahwa hal ini sudah menjadi pengetahuan umum?) Sedangkan bicara mengenai gender, berarti kita bicara tentang peran laki-laki dan perempuan.

Seks adalah ciptaan tuhan atau bersifat kodrati. Seks tidak dapat diubah, tidak dapat dipertukarkan dan berlaku sepanjang masa. Misalnya: hamil dan menyusui hanya dapat dilakukan oleh perempuan, tidak dapat digantikan oleh laki-laki. Sebaliknya, membuahi rahim hanya dapat dilakukan oleh laki-laki, tidak dapat dipertukarkan dengan perempuan karena perempuan tidak menghasilkan sperma.

Sementara itu, gender adalah buatan manusia, bukan kodrat, dapat dipertukarkan, dapat berubah, tergantung pada budaya dan waktu. Misalnya, secara budaya laki-laki bertugas bekerja mencari uang, sedangkan perempuan bertugas mengatur rumah tangga di rumah. Kedua peran ini dapat bertukar, perempuan pun dapat bekerja di luar rumah, dan laki-laki juga bisa saja mengatur rumah tangga di rumah.

Gender merupakan pembagian peran sosial antara laki-laki dan perempuan. Pembagian peran inilah yang kemudian menjadi kebiasaan dan berkembang menjadi tradisi budaya.  Karena telah menjadi tradisi, maka ketika terdapat peran yang tidak lazim seperti contoh di atas: perempuan bekerja sedangkan laki-laki di rumah, akan dianggap aneh, tidak sewajarnya, tidak patut. Padahal sebenarnya sah-sah saja.

Bentuk-bentuk Ketidakadilan Gender pada Perempuan

Permasalahan yang kemudian muncul adalah, masih banyak terjadi ketidakadilan gender di masyarakat kita di mana perempuan menjadi pihak yang dirugikan. Sebut saja ketidakadilan tersebut dalam bentuk-bentuk seperti ini:

1.       Marginalisasi (peminggiran)

“Perempuan nggak usah sekolah tinggi-tinggi lah, toh nanti ujung-ujungnya masak di dapur”

Pernah mendengar ungkapan di atas?.

Saya pernah, bahkan sering. Walaupun kalimat tersebut tidak ditujukan untuk saya melainkan untuk sahabat perempuan yang lain. Tapi rasanya.... ah, begitukah jika jadi perempuan?.

Tentu saja TIDAK. Pendidikan adalah hak bagi semua orang, laki-laki maupun perempuan.

Tapi marginalisasi yang dialami perempuan bukan hanya dalam segi pendidikan saja. Kasus lain marginalisasi misalnya: perempuan tidak mendapat warisan, gaji perempuan lebih rendah, atau perempuan bekerja tidak mendapat tunjangan anak. Pernah mengalami kasus seperti ini?.

2.       Subordinasi (penomorduaan)

Perempuan adalah makhluk yang emosional, lebih mendahulukan hati daripada otak.

Nggak logis.
Irasional.
Lemah.
Cengeng.
Nggak mampu jadi pemimpin

Pernahkah pikiran seperti itu terbersit di pikiran kita?.

Jika jawabannya adalah iya, maka saat itu secara halus telah terjadi subordinasi terhadap kaum perempuan. Penomorduaan.

Baik perempuan maupun laki-laki, bukankah setiap insan di dunia ini memiliki kekurangan dan kelebihan?. Tidak ada manusia yang sempurna. Tapi setiap manusia toh memiliki kesempatan yang sama. Untuk memimpin, misalnya.  Atau untuk berpendapat, misalnya. Dalam setiap aktivitas dan sendi kehidupan, kita semua bisa ambil peran. Kenapa enggak?

3.       Stereotipe (pelabelan)

Perempuan yang merokok, adalah perempuan yang nggak beretika.
Perempuan yang sering pulang malam, adalah perempuan “nggak bener”.
Perempuan memakai baju terbuka, adalah perempuan nakal.

Tapi ketika laki-laki merokok, dianggap jantan.
Ketika laki-laki pulang malam, dianggap biasa.
Ketika laki-laki celana pendek, bahkan tidak memakai baju, dianggap wajar.

Kenapa bisa berbeda?.
Kenapa kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya?.
Siapa kita yang kemudian berhak memberikan label pada seseorang?.

Pernah dalam suatu liburan, saya dan saudara-saudara berkumpul di rumah Budhe di Semarang. Di sana ikut juga sepupu perempuan saya yang tinggal di Bandung. Ketika di Semarang, saudara saya tersebut sering menggunakan celana pendek dan tank top. Kenapa?. Karena bagi dia yang terbiasa dengan udara sejuk di Bandung, Semarang terasa panas dan gerah.

Baju, pilihan berpakaian, gaya berpenampilan, ditentukan oleh banyak faktor. Bisa karena selera, kenyamanan, atau bahkan lingkungan. Terlalu naif jika kita berstigma negatif hanya karena apa yang dikenakan oleh seseorang.

Saya, ketika kuliah dulu aktif dalam organisasi. Seringkali saya dan kawan-kawan rapat hingga malam. Bahkan, pernah kami pulang rapat pukul 2 pagi karena harus mendiskusikan program kerja penting yang akan dilaksanakan. Apakah karena saya pulang malam lantas seketika saya menjadi perempuan yang tidak baik?.
4.       Kekerasan

Kasus kekerasan acapkali menimpa perempuan, baik itu kekerasan fisik, psikis bahkan kekerasan seksual.

Kekerasan fisik dapat berupa perlakuan kasar secara fisik kepada perempuan, misalnya: pemukulan.

Berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan psikis menyerang bagian mental, bisa dengan kata-kata kasar, penghinaan, perlakuan yang tidak menyenangkan juga termasuk kekerasan psikis.

Sementara itu, kekerasan seksual dapat terjadi sekalipun dalam ikatan pernikahan. Dalam lembaga perkawinan, tetap memungkinkan terjadinya “perkosaan” atau pemaksaan hubungan seksual.  Penyimpangan seksual yang tidak lazim dan tidak dilakukan secara semestinya oleh salah satu pihak kepada pasangan bisa termasuk dalam kategori kekerasan.

5.       Beban ganda

Perempuan memiliki beban kerja ganda, yaitu pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan di luar rumah.

Ketika seorang laki-laki bekerja, maka ya sudah, pekerjaannya hanya sebatas di tempat kerja. Akan tetapi, ketika seorang perempuan bekerja, ia memiliki beban pekerjaan ganda: satu, di tempat kerja, dan dua, pekerjaan di rumah.

Saya sendiri pun merasakannya, walaupun dalam batas yang sangat bisa ditolerir. Saya bekerja. Di sekolah, saya melaksanakan tugas-tugas mengajar seorang guru. Di rumah, saya mengerjakan pekerjaan rumah seperti membereskan rumah, memasak, dan tugas rumah tangga lainnya. Tapi hal itu saya lakukan dengan senang hati dan kesadaran penuh bahwa saya ingin rumah dalam keadaan baik selalu. Satu hal yang membesarkan hati saya adalah bahwa suami mau ikut membantu mengerjakan pekerjaan rumah tersebut. Saya menyapu, suami mengepel lantai. Saya memasak, suami mencuci piring. Kerja sama.

Tapi di luar sana...?

---

Memang bukan berarti ketidakadilan gender ini menimpa semua perempuan di negeri ini. Saya, mungkin termasuk yang beruntung karena tumbuh dan dikelilingi lingkungan yang tidak timpang sebelah antara laki-laki dan perempuan. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa di luar sana masih banyak jumlah perempuan yang mengalami ketidakadilan seperti yang saya tuliskan di atas.

Sekarang sudah tengah tahun 2018, sudah bukan masanya lagi perempuan dianggap hanya sebagai “konco wingking” bagi laki-laki. Sudah banyak tokoh perempuan Indonesia yang telah berprestasi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional. Sebut saja Ibu Sri Mulyani yang telah berkiprah menjadi salah satu dari Direktur Pelaksana di World Bank. Ibu Susi Pudjiastuti yang kini mengemban amanah sebagai menteri perikanan. Ibu Risma sebagai walikota yang disegani oleh masyarakat Surabaya. Bahkan Indonesia pun pernah memiliki presiden perempuan yaitu Ibu Megawati Soekarno Putri.

Sungguh kuno orang-orang yang masih memandang sebelah mata perempuan. Sudah saatnya kita membangun kesadaran akan keadilan gender.

Bahwa perempuan dan Laki-laki memiliki derajat yang sama. Yang satu, tidak menjadi superior bagi yang lain.

Perempuan dan laki-laki dapat saling berjalan beriringan dengan peran masing-masing. Yang satu, tidak lantas menjadi lebih terdepan daripada yang lain.

***

Tulisan ini saya buat setelah mengikuti Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada awal Juli lalu. Data-data yang saya tuliskan bersumber dari pemaparan dalam pelatihan dengan saya tambahkan pemikiran pribadi. Tulisan tentang Kesadaran Gender akan saya buat dalam beberapa bagian, di mana ini adalah bagian pertama.

***


Saturday, July 7, 2018

, ,

Mengenal Hafidz Qur’an Cilik dari Rumah Syaamil Qur’an Sleman



Selama Ramadhan kemarin, aku suka menonton acara Hafidz Indonesia di salah satu stasiun TV di Indonesia. Betapa hebat anak dan orang tua yang telah mendidik putra-putrinya tersebut. Anak-anak yang masih berusia belia sudah begitu fasih bahkan hafal kandungan ayat dalam Al-Qur’an. Seketika berkaca pada diri sendiri yang pada usia segini justru masih jauh dari hal itu.

Namun, jika biasanya aku hanya melihat para hafidz dan hafidzah cilik di televisi, kemarin aku berkesempatan untuk bertemu langsung. Memang bukan bertemu dengan peserta Hafidz Indonesia di televisi, tapi bertemu dengan para penghafal Al-Qur’an cilik beserta orang tua di Rumah Syaamil Qur’an Sleman. Kamis (5/7) pagi itu akan ada kegiatan ceremonial penyerahan Hadiah Juara Umum Lomba MTQ Syaamil Qur’an yang dimenangkan oleh Rumah Syaamil Qur’an Sleman.

Tak kalah dengan mereka yang tampil di TV, anak-anak di sini pun walaupun usianya masih kecil namun sudah akrab dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ada yang di usia yang baru 2,5 tahun sudah ikut kajian tahfidz bersama ibunya. Ada pula yang berusia 9 tahun sudah hafal 7 juz. 

Salah satu yang menarik perhatianku adalah seorang anak laki-laki dan ayahnya yang kompak mengenakan baju koko warna hijau. Ia adalah dek Dandan Nir Ruasji, yang pada MTQ Syaamil Qur’an lalu menjadi juara 1 lomba video murottal kategori anak. Dek Dandan lebih banyak diam selama acara, tapi ketika maju membacakan tartil Al-Qur’an, masya Allah merdu suaranya.



Lomba MTQ Syaamil Qur’an

Lomba MTQ Syaamil Qur’an sendiri merupakan kegiatan perlombaan MTQ tingkat nasional yang diadakan oleh perusahaan penerbitan Qur’an: PT Sygma Examedia Arkanleema atau Syaamil Qur’an. Pesertanya berasal dari seluruh perwakilan Rumah Syaamil Qur’an se Indonesia yang seluruhnya berjumlahnya 141 pada saat ini. Sasaran target peserta pada program ini adalah anak usia SD, SMP dan SMA. Hal ini dilakukan karena Syaamil Qur’an ingin generasi muda saat ini menjadi generasi muda yang Qur’ani, berprestasi serta semakin mencintai Al-Qur’an.

Tahun 2018 menjadi kali pertama diadakannya kegiatan lomba MTQ Syaamil. Perlombaan yang diusung yaitu lomba video murottal dalam 2 kategori: kategori anak dan remaja. Periode perlombaan telah dilaksanakan sejak tanggal 17 Mei hingga 10 Juni 2018.

Besarnya antusiasme peserta terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 163 peserta, dengan rincian 134 peserta kategori anak dan 29 peserta kategori remaja. Tepat pada tanggal 25 Juni 2018 pemenang lomba diumumkan. Berikut ini daftar para juara lomba MTQ Syaamil:

Kategori Anak
Juara 1: Dandan Nir Ruasji, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Sleman
Juara 2: Salsabiila Tirta Adyani, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Sukoharjo
Juara 3: Melkya Khailana Tantri, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Sampang

Kategori Remaja
Juara 1: M. Aziden Herlambang, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Malang
Juara 2: Hajratun Nisa’, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Tebing Tinggi
Juara 3: Muhammad Hanif Ibadurrahman, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Panghegar

Video Kreatif
Juara: Rumah Syaamil Qur’an Sleman (Ibu Rully Theristawati)

Juara Umum: Rumah Syaamil Qur’an Sleman (Ibu Rully Theristawati)



Rumah Syaamil Qur’an Sleman




Ketika ada pemikiran masyarakat, "Saya mau belajar quran, di mana ya?"
Rumah Syaamil Qur'an menjadi jawabannya.

Rumah Syaamil Qur’an Sleman sendiri merupakan salah satu dari 141 Rumah Syaamil Qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia. Rumah Syaamil Qur’an awalnya memiliki fungsi utama sebagai salah satu outlet resmi distributor produk Syaamil Qur’an. Namun di samping itu, Rumah Syaamil Qur’an juga memegang amanah untuk melaksanakan program-program pembelajaran Al-Qur’an, seperti: baca, tulis, hafal, tafsir serta kajian Al-Qur’an.

Rumah Syaamil Qur’an Sleman yang diprakarsai oleh Ibu Ully Theristawati pun juga mengadakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yaitu:

Tabuba (Tahfidz Ibu dan Balita) untuk Ibu beserta putra-putri balitanya

Talia (Tahfidz Belia) untuk anak-anak usia 6-12 tahun, dan

Tamimah (Tahfidz dan Tahsin Muslimah).



Program andalan dari Rumah Syaamil Qur’an Sleman adalah Tabuba yang dilaksanakan 2x dalam satu minggu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu ibu dan anak balitanya untuk menghafal Al-Qur’an. Jadi tak hanya anak saja yang belajar tahfidz Al-Qur’an, namun sang ibu juga wajib mendampingi. Program Tabuba memiliki proses pembelajaran sebagai berikut:

Bagi balita, pembelajaran yang dilaksanakan berupa kegiatan talaqi mulai juz 30, belajar huruf Hijaiyyah, membaca Qur’an question dan answer.

Bagi orang tua, pembelajaran tak hanya membaca Al-Qur’an melainkan juga adanya diskusi materi seputar manajemen kerumahtanggaan dan parenting.

Ketika kemarin aku dan teman-teman berkunjung ke RSQ Sleman, kami pun diajak untuk ikut melihat jalannya kegiatan Tabuba dan Talia. Di program Tabuba, adek-adek yang memang masih di usia balita terlihat sangat aktif beraktivitas ke sana ke mari. Ada cara tersendiri supaya bisa mengajak mereka untuk duduk mengikuti proses pembelajaran tahfidz.

A little intermezzo. Aku belajar dari bu Ully cara menghadapi anak yang "rewel" (sebenarnya bukan rewel juga sih, tapi membujuk anak yang ogah-ogahan mengikuti perintah orang tua). Alih-alih memarahi anak supaya menurut, ternyata anak akan lebih mudah manut dengan cara dipeluk lalu. beritahu dengan bisikan yang lembut di dekat telinga supaya mereka mendengarkan.

Namanya juga anak-anak balita, moodnya kadang tak menentu. Kebetulan kemarin saat aku ke sana, adek-adek program Tabuba sedang tidak dalam mood yang baik untuk memulai kajian tahfidz. Maka kegiatan pembelajaran pun dialihkan dengan orang tua membacakan buku cerita islami dan diselipi dengan materi do'a atau penggalan ayat Al-Qur'an yang sesuai dengan cerita yang sedang djbaca. Anak-anak pun tetap dapat belajat dengan gembira


Sedangkan untuk program Talia, karena anak-anak yang mengikuti program ini usianya sudah lebih besar maka mereka pun lebih mudah dikondisikan untuk belajar. Hasil belajar Al-Qur'an nya tidak main-main. Di usia belia mereka sudah fasih membaca Al-Qur'an, bahkan sudah menghafal beberapa juz. Masya Allah.

Bergaul dengan penjual minyak wangi, berharap mendapat bau harumnya.

Bergaul dengan sholeh-sholehah hafidz-hafidzah ini, semoga juga ikut mendapat kebaikan. Aamiin aamiin yaarabbalalamin.

Rumah Syamil Qur’an
Instagram: @syaamil_quran 



Selama Ramadhan kemarin, aku suka menonton acara Hafidz Indonesia di salah satu stasiun TV di Indonesia. Betapa hebat anak dan orang tua yang telah mendidik putra-putrinya tersebut. Anak-anak yang masih berusia belia sudah begitu fasih bahkan hafal kandungan ayat dalam Al-Qur’an. Seketika berkaca pada diri sendiri yang pada usia segini justru masih jauh dari hal itu.

Namun, jika biasanya aku hanya melihat para hafidz dan hafidzah cilik di televisi, kemarin aku berkesempatan untuk bertemu langsung. Memang bukan bertemu dengan peserta Hafidz Indonesia di televisi, tapi bertemu dengan para penghafal Al-Qur’an cilik beserta orang tua di Rumah Syaamil Qur’an Sleman. Kamis (5/7) pagi itu akan ada kegiatan ceremonial penyerahan Hadiah Juara Umum Lomba MTQ Syaamil Qur’an yang dimenangkan oleh Rumah Syaamil Qur’an Sleman.

Tak kalah dengan mereka yang tampil di TV, anak-anak di sini pun walaupun usianya masih kecil namun sudah akrab dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Ada yang di usia yang baru 2,5 tahun sudah ikut kajian tahfidz bersama ibunya. Ada pula yang berusia 9 tahun sudah hafal 7 juz. 

Salah satu yang menarik perhatianku adalah seorang anak laki-laki dan ayahnya yang kompak mengenakan baju koko warna hijau. Ia adalah dek Dandan Nir Ruasji, yang pada MTQ Syaamil Qur’an lalu menjadi juara 1 lomba video murottal kategori anak. Dek Dandan lebih banyak diam selama acara, tapi ketika maju membacakan tartil Al-Qur’an, masya Allah merdu suaranya.



Lomba MTQ Syaamil Qur’an

Lomba MTQ Syaamil Qur’an sendiri merupakan kegiatan perlombaan MTQ tingkat nasional yang diadakan oleh perusahaan penerbitan Qur’an: PT Sygma Examedia Arkanleema atau Syaamil Qur’an. Pesertanya berasal dari seluruh perwakilan Rumah Syaamil Qur’an se Indonesia yang seluruhnya berjumlahnya 141 pada saat ini. Sasaran target peserta pada program ini adalah anak usia SD, SMP dan SMA. Hal ini dilakukan karena Syaamil Qur’an ingin generasi muda saat ini menjadi generasi muda yang Qur’ani, berprestasi serta semakin mencintai Al-Qur’an.

Tahun 2018 menjadi kali pertama diadakannya kegiatan lomba MTQ Syaamil. Perlombaan yang diusung yaitu lomba video murottal dalam 2 kategori: kategori anak dan remaja. Periode perlombaan telah dilaksanakan sejak tanggal 17 Mei hingga 10 Juni 2018.

Besarnya antusiasme peserta terbukti dengan jumlah peserta yang mencapai 163 peserta, dengan rincian 134 peserta kategori anak dan 29 peserta kategori remaja. Tepat pada tanggal 25 Juni 2018 pemenang lomba diumumkan. Berikut ini daftar para juara lomba MTQ Syaamil:

Kategori Anak
Juara 1: Dandan Nir Ruasji, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Sleman
Juara 2: Salsabiila Tirta Adyani, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Sukoharjo
Juara 3: Melkya Khailana Tantri, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Sampang

Kategori Remaja
Juara 1: M. Aziden Herlambang, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Malang
Juara 2: Hajratun Nisa’, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Tebing Tinggi
Juara 3: Muhammad Hanif Ibadurrahman, perwakilan Rumah Syaamil Qur’an Panghegar

Video Kreatif
Juara: Rumah Syaamil Qur’an Sleman (Ibu Rully Theristawati)

Juara Umum: Rumah Syaamil Qur’an Sleman (Ibu Rully Theristawati)



Rumah Syaamil Qur’an Sleman




Ketika ada pemikiran masyarakat, "Saya mau belajar quran, di mana ya?"
Rumah Syaamil Qur'an menjadi jawabannya.

Rumah Syaamil Qur’an Sleman sendiri merupakan salah satu dari 141 Rumah Syaamil Qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia. Rumah Syaamil Qur’an awalnya memiliki fungsi utama sebagai salah satu outlet resmi distributor produk Syaamil Qur’an. Namun di samping itu, Rumah Syaamil Qur’an juga memegang amanah untuk melaksanakan program-program pembelajaran Al-Qur’an, seperti: baca, tulis, hafal, tafsir serta kajian Al-Qur’an.

Rumah Syaamil Qur’an Sleman yang diprakarsai oleh Ibu Ully Theristawati pun juga mengadakan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yaitu:

Tabuba (Tahfidz Ibu dan Balita) untuk Ibu beserta putra-putri balitanya

Talia (Tahfidz Belia) untuk anak-anak usia 6-12 tahun, dan

Tamimah (Tahfidz dan Tahsin Muslimah).



Program andalan dari Rumah Syaamil Qur’an Sleman adalah Tabuba yang dilaksanakan 2x dalam satu minggu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu ibu dan anak balitanya untuk menghafal Al-Qur’an. Jadi tak hanya anak saja yang belajar tahfidz Al-Qur’an, namun sang ibu juga wajib mendampingi. Program Tabuba memiliki proses pembelajaran sebagai berikut:

Bagi balita, pembelajaran yang dilaksanakan berupa kegiatan talaqi mulai juz 30, belajar huruf Hijaiyyah, membaca Qur’an question dan answer.

Bagi orang tua, pembelajaran tak hanya membaca Al-Qur’an melainkan juga adanya diskusi materi seputar manajemen kerumahtanggaan dan parenting.

Ketika kemarin aku dan teman-teman berkunjung ke RSQ Sleman, kami pun diajak untuk ikut melihat jalannya kegiatan Tabuba dan Talia. Di program Tabuba, adek-adek yang memang masih di usia balita terlihat sangat aktif beraktivitas ke sana ke mari. Ada cara tersendiri supaya bisa mengajak mereka untuk duduk mengikuti proses pembelajaran tahfidz.

A little intermezzo. Aku belajar dari bu Ully cara menghadapi anak yang "rewel" (sebenarnya bukan rewel juga sih, tapi membujuk anak yang ogah-ogahan mengikuti perintah orang tua). Alih-alih memarahi anak supaya menurut, ternyata anak akan lebih mudah manut dengan cara dipeluk lalu. beritahu dengan bisikan yang lembut di dekat telinga supaya mereka mendengarkan.

Namanya juga anak-anak balita, moodnya kadang tak menentu. Kebetulan kemarin saat aku ke sana, adek-adek program Tabuba sedang tidak dalam mood yang baik untuk memulai kajian tahfidz. Maka kegiatan pembelajaran pun dialihkan dengan orang tua membacakan buku cerita islami dan diselipi dengan materi do'a atau penggalan ayat Al-Qur'an yang sesuai dengan cerita yang sedang djbaca. Anak-anak pun tetap dapat belajat dengan gembira


Sedangkan untuk program Talia, karena anak-anak yang mengikuti program ini usianya sudah lebih besar maka mereka pun lebih mudah dikondisikan untuk belajar. Hasil belajar Al-Qur'an nya tidak main-main. Di usia belia mereka sudah fasih membaca Al-Qur'an, bahkan sudah menghafal beberapa juz. Masya Allah.

Bergaul dengan penjual minyak wangi, berharap mendapat bau harumnya.

Bergaul dengan sholeh-sholehah hafidz-hafidzah ini, semoga juga ikut mendapat kebaikan. Aamiin aamiin yaarabbalalamin.

Rumah Syamil Qur’an
Instagram: @syaamil_quran 

Wednesday, July 4, 2018

, ,

Review Mezzanine Eatery and Coffee, Tempat Makan Unik Ala Rumah Kaca

 Mezzanine Eatery & Coffee

Jalan Palagan memang surganya tempat makan tematik. Tempat makan dengan berbagai konsep dan karakter seolah ada semua di sini. Mulai dari seafood sampai street food ada. Kuliner Jogja hingga kuliner mancanegara, ada. Konsep tempat makan berbentuk rumah Joglo hingga rumah kaca pun ada.

Mezzanine Eatery and Coffee

Adalah Mezzanine Eatery and Coffee, tempat makan yang terbilang cukup baru ini memiliki konsep unik yang berbeda dari tempat makan lain. Usianya belum genap setahun sejak soft launching pada 27 November 2017 lalu. Mengusung konsep greenhouse dan industrial pop art, Mezzanine berbentuk seperti layaknya rumah kaca yang sering kita lihat. Bangunannya berdiri dengan rangka baja ringan berdinding kaca dengan sentuhan tanaman di dalam ruangan dan artistik mural. Honestly, ini pertama kalinya lho aku ketemu tempat makan dengan implementasi rumah kaca asli. Apa piknikku yang kurang jauh?

Lokasi dan Jam Operasional

Mezzanine berlokasi di Jalan Palagan, tepatnya di Jalan Palagan km 8. Tak sulit menemukan Mezzanine, karena bentuk bangunannya yang full kaca terlihat kontras dengan bangunan lain di sekitarnya. Tersedia tempat parkir yang luas, untuk parkir mobil bisa juga menggunakan area parkir khusus tepat di seberang bangunan resto.



Jam Operasional
Senin – Kamis: 9.00 – 23.00
Jumat – Sabtu: 9.00 – 24.00

Available on Go-Food for sure.

Tempat yang Eye Catching dan Instagrammable


Dari luar, daya tarik utama Mezzanine tentu pada bentuk rumah kacanya. Namun, tak hanya itu saja. Ketika masuk ke dalam, kita akan mendapati berbagai interest dalam 1 tempat. Bagi penggemar tanaman, mural dan seni, akan dimanjakan dengan suasana tempat di sini.

Pohon-pohon Pule asli, dalam ukuran sebenarnya, menghiasi sudut-sudut ruangan. Peran tirai pun digantikan dengan tumbuhan hidup yaitu tanaman Lee Kuan Yew yang bentuknya menjuntai manja *tsah. Bahkan ada pula yang menggunakan sayuran seperti seledri hingga kangkung untuk menutupi dinding-dinding kaca. Tanaman-tanaman ini bikin ruangan jadi lebih sejuk walaupun di dalam tidak menggunakan AC.

Asri yah

Selain tanaman, Mezzanine juga sarat sentuhan mural dan seni. Dinding-dindingnya dipenuhi coretan mural. Karya-karya seni ditata apik menjadi dekorasi. Bagi yang pernah mengunjungi Art Jog, akan menemukan karya seni yang pernah ditampilkan di sana dan kini dapat kita temui di Mezzanine.



Jangan lewatkan kesempatan untuk foto-foto atau selfie di sini karena tempatnya kece banget. Kata orang nih, instagrammable. Signature spot dari Mezzanine yaitu sangkar merah ini. Hihi, lucu kan.

Iconic spot of Mezzanine: Sangkar Merah.
Mezzanine memiliki area yang luas dalam 2 lantai. Tak jarang Mezzanine dijadikan tempat meeting skala kecil hingga menengah. Tersedia beberapa pilihan meeting room lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan seperti sound system, proyektor, stage, dll. Mulai dari area kaca yang muat 15 orang,  private room dengan latar pemandangan sawah untuk 25 orang, meeting room khusus non smoking room berkapasitas 45 orang, hingga stage area untuk 150 orang.

Area kaca di lantai 2

Non-smoking meeting room di lantai 2

Stage area

Menu dan Harga: Drink, Finger Food, Western Food, Asian Food, Special Rice Box

Petite Beef Tenderloin
Pertama kali ke Mezzanine, aku mendapati daftar menu yang didominasi oleh menu western seperti steak, pasta, soup, dll. Tapi saat kali kedua di akhir bulan Juni ini, ternyata ada varian menu baru dengan cita rasa Indonesian. Sebut saja ada tambahan menu ragam varian nasi goreng seperti nasi goreng buntut, lalu ada udang bakar pedas manis, beef tenderloin satay, dan sop iga kacang merah.

Udang Cumi Saus Pedas
Di samping menu main course atau makan besar, Mezzanine juga menyediakan menu salad, soup, dan finger foods alias makanan kecil. Oh iya ada satu lagi yang nggak boleh ketinggalan: gelato. Untuk pilihan menu minuman juga tak kalah banyak, ada teh, kopi, jus, smoothie, hingga beer (yang terakhir ini fyi aja sih, aku mah nggak ikut-ikutan).

Range harga minuman berkisar antara belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah. Sedangkan untuk makanan dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Daftar menu dan harga Mezzanine yang lengkap aku share di bawah ya.

Berikut ini beberapa menu baru dan menu unggulan Mezzanine

Western



Chicken Breast and Pasta

Brown Crostini with Sauted Mushroom, Onion and Arugula. Good for vegetarian.

Asian

Beef Tenderloin Satay



Drink

Strawberry Mojito

Tutti Fruit Tea

Blueberry Smoothie

Mezzabox, Spesial Go-Food Menu

Ada 9 menu Mezzabox yang bisa kita pesan: fish and chips, calamary, chicken five spice, tuna aglio, dan lainnya. Seperti namanya, menu spesial go-food ini hanya tersedia untuk pemesanan melalui aplikasi Gojek. Jadi jangan cari menu rice box untuk dine-in, nggak nemu nanti. Huehue.

Calamary

Chicken Five Spice

Tuna Aglio

Promo dan Event

Untuk kalangan anak muda Jogja, Mezzanine menghadirkan berbagai program menarik seperti regular live music setiap hari Jumat. Selain itu, Mezzanine juga rutin mengadakan event 2 bulanan yang menampilkan performance band atau talent dari ibukota. Event tersebut telah dimulai sejak bulan Januari, Maret, Mei dan akan ada lagi tanggal 24 Juli ini dengan bintang tamu The Virgin dan Braves Boy.


Tidak ada HTM khusus untuk menonton performance ini, hanya saja untuk dapat masuk ke stage area kita perlu reservasi dulu dengan memesan makanan atau minuman dengan minimum harga yang telah ditentukan (misal: Rp 100.000). Pengunjung di stage area pada saat ada event pun dibatasi hanya sekitar 150 orang.

Review

Dari segi tempat, Mezzanine ini “lucu”, kece, dan cozy asli. Konsep rumah kacanya niat banget. Tapi karena nggak ber-AC (AC hanya ada di ruangan-ruangan tertentu), alangkah baiknya kamu make sure cari tempat duduk yang sejuk supaya lebih nyaman dan nggak kepanasan terutama saat siang hari. Sekedar berjaga-jaga walaupun telah disediakan kipas angin sebagai penyejuk udara.

Dari segi rasa, makanan dan minumannya nggak ada yang failed, everything is delicious here. Dengan catatan, makanan di sini tastenya western oriented ya, kalaupun ada menu sate ya jangan dibayangin rasa sate yang so tasty ala Indonesian. Menu nya pun variatif dan up to date. Aku seneng banget nemu Ice Latte (yang kopi dibekukan jadi es terus cara minumnya dicampur susu) di sini. Dulu pernah lihat menu kayak gini di Jakarta, tapi di Jogja belum pernah cobain.

Ice Latte

Dari segi harga, memang cukup pricey (at least for me, sobat missqueen mana suaranyaaa??). Tapi kalo Cuma buat sesekali cobain, masih shanggup lah. Crew dan service nya so good pula. Oh iya, setiap pesanan kita dikenakan pajak ya.

Boleh lah coba ke sini. Worth to try. 

Daftar Menu Mezzanine












Mezzanine Coffee & Eatery Jogja
Jalan Palagan Tentara Pelajar km 8, Ngaglik, Sleman
Instagram: @mezzanine.jogja
 Mezzanine Eatery & Coffee

Jalan Palagan memang surganya tempat makan tematik. Tempat makan dengan berbagai konsep dan karakter seolah ada semua di sini. Mulai dari seafood sampai street food ada. Kuliner Jogja hingga kuliner mancanegara, ada. Konsep tempat makan berbentuk rumah Joglo hingga rumah kaca pun ada.

Mezzanine Eatery and Coffee

Adalah Mezzanine Eatery and Coffee, tempat makan yang terbilang cukup baru ini memiliki konsep unik yang berbeda dari tempat makan lain. Usianya belum genap setahun sejak soft launching pada 27 November 2017 lalu. Mengusung konsep greenhouse dan industrial pop art, Mezzanine berbentuk seperti layaknya rumah kaca yang sering kita lihat. Bangunannya berdiri dengan rangka baja ringan berdinding kaca dengan sentuhan tanaman di dalam ruangan dan artistik mural. Honestly, ini pertama kalinya lho aku ketemu tempat makan dengan implementasi rumah kaca asli. Apa piknikku yang kurang jauh?

Lokasi dan Jam Operasional

Mezzanine berlokasi di Jalan Palagan, tepatnya di Jalan Palagan km 8. Tak sulit menemukan Mezzanine, karena bentuk bangunannya yang full kaca terlihat kontras dengan bangunan lain di sekitarnya. Tersedia tempat parkir yang luas, untuk parkir mobil bisa juga menggunakan area parkir khusus tepat di seberang bangunan resto.



Jam Operasional
Senin – Kamis: 9.00 – 23.00
Jumat – Sabtu: 9.00 – 24.00

Available on Go-Food for sure.

Tempat yang Eye Catching dan Instagrammable


Dari luar, daya tarik utama Mezzanine tentu pada bentuk rumah kacanya. Namun, tak hanya itu saja. Ketika masuk ke dalam, kita akan mendapati berbagai interest dalam 1 tempat. Bagi penggemar tanaman, mural dan seni, akan dimanjakan dengan suasana tempat di sini.

Pohon-pohon Pule asli, dalam ukuran sebenarnya, menghiasi sudut-sudut ruangan. Peran tirai pun digantikan dengan tumbuhan hidup yaitu tanaman Lee Kuan Yew yang bentuknya menjuntai manja *tsah. Bahkan ada pula yang menggunakan sayuran seperti seledri hingga kangkung untuk menutupi dinding-dinding kaca. Tanaman-tanaman ini bikin ruangan jadi lebih sejuk walaupun di dalam tidak menggunakan AC.

Asri yah

Selain tanaman, Mezzanine juga sarat sentuhan mural dan seni. Dinding-dindingnya dipenuhi coretan mural. Karya-karya seni ditata apik menjadi dekorasi. Bagi yang pernah mengunjungi Art Jog, akan menemukan karya seni yang pernah ditampilkan di sana dan kini dapat kita temui di Mezzanine.



Jangan lewatkan kesempatan untuk foto-foto atau selfie di sini karena tempatnya kece banget. Kata orang nih, instagrammable. Signature spot dari Mezzanine yaitu sangkar merah ini. Hihi, lucu kan.

Iconic spot of Mezzanine: Sangkar Merah.
Mezzanine memiliki area yang luas dalam 2 lantai. Tak jarang Mezzanine dijadikan tempat meeting skala kecil hingga menengah. Tersedia beberapa pilihan meeting room lengkap dengan fasilitas yang dibutuhkan seperti sound system, proyektor, stage, dll. Mulai dari area kaca yang muat 15 orang,  private room dengan latar pemandangan sawah untuk 25 orang, meeting room khusus non smoking room berkapasitas 45 orang, hingga stage area untuk 150 orang.

Area kaca di lantai 2

Non-smoking meeting room di lantai 2

Stage area

Menu dan Harga: Drink, Finger Food, Western Food, Asian Food, Special Rice Box

Petite Beef Tenderloin
Pertama kali ke Mezzanine, aku mendapati daftar menu yang didominasi oleh menu western seperti steak, pasta, soup, dll. Tapi saat kali kedua di akhir bulan Juni ini, ternyata ada varian menu baru dengan cita rasa Indonesian. Sebut saja ada tambahan menu ragam varian nasi goreng seperti nasi goreng buntut, lalu ada udang bakar pedas manis, beef tenderloin satay, dan sop iga kacang merah.

Udang Cumi Saus Pedas
Di samping menu main course atau makan besar, Mezzanine juga menyediakan menu salad, soup, dan finger foods alias makanan kecil. Oh iya ada satu lagi yang nggak boleh ketinggalan: gelato. Untuk pilihan menu minuman juga tak kalah banyak, ada teh, kopi, jus, smoothie, hingga beer (yang terakhir ini fyi aja sih, aku mah nggak ikut-ikutan).

Range harga minuman berkisar antara belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah. Sedangkan untuk makanan dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Daftar menu dan harga Mezzanine yang lengkap aku share di bawah ya.

Berikut ini beberapa menu baru dan menu unggulan Mezzanine

Western



Chicken Breast and Pasta

Brown Crostini with Sauted Mushroom, Onion and Arugula. Good for vegetarian.

Asian

Beef Tenderloin Satay



Drink

Strawberry Mojito

Tutti Fruit Tea

Blueberry Smoothie

Mezzabox, Spesial Go-Food Menu

Ada 9 menu Mezzabox yang bisa kita pesan: fish and chips, calamary, chicken five spice, tuna aglio, dan lainnya. Seperti namanya, menu spesial go-food ini hanya tersedia untuk pemesanan melalui aplikasi Gojek. Jadi jangan cari menu rice box untuk dine-in, nggak nemu nanti. Huehue.

Calamary

Chicken Five Spice

Tuna Aglio

Promo dan Event

Untuk kalangan anak muda Jogja, Mezzanine menghadirkan berbagai program menarik seperti regular live music setiap hari Jumat. Selain itu, Mezzanine juga rutin mengadakan event 2 bulanan yang menampilkan performance band atau talent dari ibukota. Event tersebut telah dimulai sejak bulan Januari, Maret, Mei dan akan ada lagi tanggal 24 Juli ini dengan bintang tamu The Virgin dan Braves Boy.


Tidak ada HTM khusus untuk menonton performance ini, hanya saja untuk dapat masuk ke stage area kita perlu reservasi dulu dengan memesan makanan atau minuman dengan minimum harga yang telah ditentukan (misal: Rp 100.000). Pengunjung di stage area pada saat ada event pun dibatasi hanya sekitar 150 orang.

Review

Dari segi tempat, Mezzanine ini “lucu”, kece, dan cozy asli. Konsep rumah kacanya niat banget. Tapi karena nggak ber-AC (AC hanya ada di ruangan-ruangan tertentu), alangkah baiknya kamu make sure cari tempat duduk yang sejuk supaya lebih nyaman dan nggak kepanasan terutama saat siang hari. Sekedar berjaga-jaga walaupun telah disediakan kipas angin sebagai penyejuk udara.

Dari segi rasa, makanan dan minumannya nggak ada yang failed, everything is delicious here. Dengan catatan, makanan di sini tastenya western oriented ya, kalaupun ada menu sate ya jangan dibayangin rasa sate yang so tasty ala Indonesian. Menu nya pun variatif dan up to date. Aku seneng banget nemu Ice Latte (yang kopi dibekukan jadi es terus cara minumnya dicampur susu) di sini. Dulu pernah lihat menu kayak gini di Jakarta, tapi di Jogja belum pernah cobain.

Ice Latte

Dari segi harga, memang cukup pricey (at least for me, sobat missqueen mana suaranyaaa??). Tapi kalo Cuma buat sesekali cobain, masih shanggup lah. Crew dan service nya so good pula. Oh iya, setiap pesanan kita dikenakan pajak ya.

Boleh lah coba ke sini. Worth to try. 

Daftar Menu Mezzanine












Mezzanine Coffee & Eatery Jogja
Jalan Palagan Tentara Pelajar km 8, Ngaglik, Sleman
Instagram: @mezzanine.jogja

Tuesday, June 5, 2018

,

Ini Dia 4 Aksesoris untuk Jilbab yang Wajib Kamu Punya


Pakai Jilbab Putih, Why Not?. Image from pexels.com


Penggunaan jilbab merupakan hal yang penting bagi seorang muslimah. Saat ini, jilbab juga terdapat berbagai macam model dan warna. Namun, salah satu warna jilbab yang kerap kali dihindari adalah jilbab berwarna putih. Penggunaan jilbab putih dihindari karena menimbulkan kesan polos dan tidak modis ketika digunakan. Padahal, kita dapat membuat jilbab putih yang kita kenakan tetap terlihat hidup dan modis dengan menggunakan beberapa aksesoris berikut ini:

Bros

Aksesoris pertama yang dapat kita gunakan agar jilbab putih yang kita kenakan terkesan lebih hidup adalah Bros. Bros memang telah lama dikenal sebagai aksesoris yang dapat mempermanis para pengguna jilbab. Selain dapat membuat tampilan menjadi lebih manis, bros juga berfungsi sebagai pengait agar jilbab menjadi lebih rapi saat kita kenakan.

Gunakan bros cantik untuk mempercantik jilbab putih kamu. Image from: MatahariMall.com

Penggunaan bros pada jilbab putih bisa kita lakukan pada berbagai tempat. Kita dapat menggunakan bros pada bagian bawah atau sekitar leher untuk mengaitkan jilbab dengan atasan. Selain itu, kita dapat menggunakan bros pada bagian atas jilbab kita sebagai pemanis. Sebaiknya, pilihlah bros dengan ukuran yang kecil dan tidak terlalu besar. Ukuran bros sangat penting untuk diperhatikan karena ukuran bros yang terlalu besar akan membuat aksesoris yang Kita kenakan justru terlihat aneh.

Renda

Renda-renda di ujung jilbab putih membuat jilbab terlihat lebih modis. Image from: MatahariMall.com

Cara lain untuk membuat jilbab putih terlihat lebih hidup lagi adalah dengan menggunakan bahan renda pada jilbab tersebut. Penggunaan bahan renda dapat membuat jilbab putih yang tadinya polos terlihat lebih bermotif dan hidup. Dalam penerapannya, kita dapat mencari material renda yang tersedia di pasaran untuk dijahit. Jahitlah renda tersebut pada bagian bawah jilbab agar terlihat lebih hidup. Untuk pemilihan warna, kita dapat menggunakan renda yang memiliki warna senada, pastel atau krem untuk memberikan variasi warna yang membuat penggunaan jilbab putih terlihat lebih modis lagi.

Headband

Aksesoris headband untuk jilbab putih. Image from: vemale.com

Salah satu aksesoris lainnya yang dapat digunakan agar jilbab putih menjadi lebih hidup adalah headband. Headband atau ikat kepala dikenal mampu menghidupkan jilbab yang kita kenakan karena motifnya yang melingkar. Penggunaan ikat kepala selain dapat menghidupkan jilbab yang Kita kenakan juga dapat menjadi ciri khas yang menunjukkan selera kita dalam berpakaian.

Sebagai contoh, apabila kita seorang yang menyukai alam, kita dapat mengenakan headband yang berkaitan dengan alam atau yang terbuat dari bahan rotan sebagai aksesoris. Atau jika kita adalah seorang yang girly atau sangat feminin, kita dapat mengenakan headband yang bermotif bunga di sekeliling jilbab kita. Jika kita seorang yang sangat mencintai estetika, kita juga dapat mengenakan headband yang bermotif etnik atau terbuat dari hasil tenun. Karena headband dapat dijadikan sebagai penunjuk identitas sekaligus aksesoris, maka jangan pernah lupakan headband jika kita tengah mengenakan jilbab putih untuk aktivitas sehari-hari.

Bordir

Aksesoris lainnya yang dapat kita kenakan untuk membuat jilbab putih menjadi lebih hidup lagi adalah bordir. Kita dapat menggunakan bordir pada bagian atas jilbab putih kita dengan menciptakan motif tertentu yang dapat membuat jilbab terkesan lebih hidup. Sebaiknya, gunakanlah jasa bordir agar hasil yang didapat lebih bagus dan sesuai harapan. Untuk warna bordir, sebaiknya gunakan warna yang senada atau tidak mencolok agar jilbab putih yang kita kenakan tetap terlihat modis saat dikenakan.

Itulah beberapa aksesoris yang dapat kita gunakan untuk membuat jilbab putih yang kita miliki menjadi lebih hidup lagi. Sedang mencari jilbab putih dengan desain dan kualitas yang baik? Kunjungi Matahari Mall untuk menemukan jilbab putih dengan model terbaik yang sesuai dengan gaya busana kita, dear ;).



Pakai Jilbab Putih, Why Not?. Image from pexels.com


Penggunaan jilbab merupakan hal yang penting bagi seorang muslimah. Saat ini, jilbab juga terdapat berbagai macam model dan warna. Namun, salah satu warna jilbab yang kerap kali dihindari adalah jilbab berwarna putih. Penggunaan jilbab putih dihindari karena menimbulkan kesan polos dan tidak modis ketika digunakan. Padahal, kita dapat membuat jilbab putih yang kita kenakan tetap terlihat hidup dan modis dengan menggunakan beberapa aksesoris berikut ini:

Bros

Aksesoris pertama yang dapat kita gunakan agar jilbab putih yang kita kenakan terkesan lebih hidup adalah Bros. Bros memang telah lama dikenal sebagai aksesoris yang dapat mempermanis para pengguna jilbab. Selain dapat membuat tampilan menjadi lebih manis, bros juga berfungsi sebagai pengait agar jilbab menjadi lebih rapi saat kita kenakan.

Gunakan bros cantik untuk mempercantik jilbab putih kamu. Image from: MatahariMall.com

Penggunaan bros pada jilbab putih bisa kita lakukan pada berbagai tempat. Kita dapat menggunakan bros pada bagian bawah atau sekitar leher untuk mengaitkan jilbab dengan atasan. Selain itu, kita dapat menggunakan bros pada bagian atas jilbab kita sebagai pemanis. Sebaiknya, pilihlah bros dengan ukuran yang kecil dan tidak terlalu besar. Ukuran bros sangat penting untuk diperhatikan karena ukuran bros yang terlalu besar akan membuat aksesoris yang Kita kenakan justru terlihat aneh.

Renda

Renda-renda di ujung jilbab putih membuat jilbab terlihat lebih modis. Image from: MatahariMall.com

Cara lain untuk membuat jilbab putih terlihat lebih hidup lagi adalah dengan menggunakan bahan renda pada jilbab tersebut. Penggunaan bahan renda dapat membuat jilbab putih yang tadinya polos terlihat lebih bermotif dan hidup. Dalam penerapannya, kita dapat mencari material renda yang tersedia di pasaran untuk dijahit. Jahitlah renda tersebut pada bagian bawah jilbab agar terlihat lebih hidup. Untuk pemilihan warna, kita dapat menggunakan renda yang memiliki warna senada, pastel atau krem untuk memberikan variasi warna yang membuat penggunaan jilbab putih terlihat lebih modis lagi.

Headband

Aksesoris headband untuk jilbab putih. Image from: vemale.com

Salah satu aksesoris lainnya yang dapat digunakan agar jilbab putih menjadi lebih hidup adalah headband. Headband atau ikat kepala dikenal mampu menghidupkan jilbab yang kita kenakan karena motifnya yang melingkar. Penggunaan ikat kepala selain dapat menghidupkan jilbab yang Kita kenakan juga dapat menjadi ciri khas yang menunjukkan selera kita dalam berpakaian.

Sebagai contoh, apabila kita seorang yang menyukai alam, kita dapat mengenakan headband yang berkaitan dengan alam atau yang terbuat dari bahan rotan sebagai aksesoris. Atau jika kita adalah seorang yang girly atau sangat feminin, kita dapat mengenakan headband yang bermotif bunga di sekeliling jilbab kita. Jika kita seorang yang sangat mencintai estetika, kita juga dapat mengenakan headband yang bermotif etnik atau terbuat dari hasil tenun. Karena headband dapat dijadikan sebagai penunjuk identitas sekaligus aksesoris, maka jangan pernah lupakan headband jika kita tengah mengenakan jilbab putih untuk aktivitas sehari-hari.

Bordir

Aksesoris lainnya yang dapat kita kenakan untuk membuat jilbab putih menjadi lebih hidup lagi adalah bordir. Kita dapat menggunakan bordir pada bagian atas jilbab putih kita dengan menciptakan motif tertentu yang dapat membuat jilbab terkesan lebih hidup. Sebaiknya, gunakanlah jasa bordir agar hasil yang didapat lebih bagus dan sesuai harapan. Untuk warna bordir, sebaiknya gunakan warna yang senada atau tidak mencolok agar jilbab putih yang kita kenakan tetap terlihat modis saat dikenakan.

Itulah beberapa aksesoris yang dapat kita gunakan untuk membuat jilbab putih yang kita miliki menjadi lebih hidup lagi. Sedang mencari jilbab putih dengan desain dan kualitas yang baik? Kunjungi Matahari Mall untuk menemukan jilbab putih dengan model terbaik yang sesuai dengan gaya busana kita, dear ;).


Monday, June 4, 2018

, ,

Review Bakpia Wong Jogja, Oleh-oleh dari Baim Wong

Udah tau belum?. Baim Wong, mantan gueh, aktor, presenter, sekaligus kandidat Presiden Jomblo Indonesia (kekeke) mulai bulan Mei tahun ini membuka gerai pusat oleh-oleh di Jogja lho. Mengambil nama belakang dari Baim Wong, brand yang diusung pun bernama "Bakpia dan Batik Wong Jogja". Iya, beda dari artis-artis lain yang memilih kue kekinian sebagai cabang bisnis, Baim Wong mengangkat bakpia yang notabene adalah makanan khas Jogja dan batik yang juga merupakan kekayaan lokal Jogja.

Bakpia Wong Kumbu Hitam


Kamis (31/5) kemarin akhirnya aku dapet kesempatan buat ke store BW langsung. Ternyata di sana nggak cuma ada bakpia sama batik, ada juga produk-produk lain yang bisa dijadiin oleh-oleh. Mulai dari aneka oleh-oleh khas Jogja dan sekitarnya: wedang-wedangan, kripik-kripikan, jajanan-jajanan, aksesoris, mainan, tas, sepatu, kaos lucu, dan masih banyak lagi. Pas banget dengan konsep sebagai one stop shopping oleh-oleh khas Jogja.

Setelah puas keliling-keliling, akhirnya aku bawa pulang bakpia rasa kumbu hitam, bakpia rasa kacang hijau, bakpia premium rasa choco hazelnut, dan minuman jeruk nipis. Tapi sebelumnya kebetulan aku sempat icip bakpia rasa keju dan bakpia premium rasa choco almond juga. Kekeke.

Mau tau review lengkapnya?. Aku tulis di bawah ya ;)

Lokasi dan Jam Operasional


BW Store Jogja


Pusat Oleh-oleh Bakpia dan Batik Wong Jogja berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto no. 149, Tegalrejo, Kota Yogyakarta (bersebelahan dengan Hotel Top Malioboro). Mudah menemukan store BW ini karena letaknya tepat di pinggir jalan utama.

Tak perlu khawatir jika datang ke sini bersama rombongan besar karena tempat parkirnya luas. Motor, mobil, bahkan bus pun bisa muat. Tempatnya juga traveller friendly, selain toko yang luas, juga dilengkapi dengan toilet, mushola, tempat bermain anak, bahkan juga ada spot-spot selfie lucu dari De Mata Trick Eye Museum.

Jam operasional
Weekdays: 08.00 - 21.00
Weekend: 08.00 - 22.00

Harga dan Varian Rasa

Di sini, ada 2 macam bakpia: bakpia regular dan bakpia premium. Bakpia regular itu ya semacam bakpia pada umumnya, isian kacang hijau dengan berbagai varian rasa dibalut dengan kulit pia. Sedangkan untuk bakpia premiumnya, menurutku ini lucu sih, beda dari yang lain. Di bagian luar, dibalut dengan - i don't know ini kulit pia atau bukan - kulit coklat tebal yang krispi dengan bentuk meliuk-liuk, di dalamnya terdapat isian rasa coklat dan cacahan kacang (hazelnut atau almond).

Bakpia regular 

Varian rasa:

  • Rasa kacang hijau
  • Rasa kumbu hitam
  • Rasa coklat
  • Rasa keju
  • Rasa susu

Harga: Rp 55.000 per box isi 15

Bakpia Wong reguler rasa kacang hijau


Bakpia premium

Varian rasa:

  • Rasa choco almond
  • Rasa choco hazelnut

Harga: Rp 65.000 per box isi 15

Bakpia Wong premium rasa choco hazelnut


Daya Tahan

Di kemasan, sudah lengkap tercantum expired date dari bakpia. Jangan khawatir, karena daya tahannya cukup lama yakni sekitar 8 hari. Biasanya daya tahan bakpia akan lebih panjang jika disimpan di dalam kulkas.

Kemasan box Bakpia Wong ini cukup sturdy, ukuran box kecil tapi efisien. Bakpia disusun dengan rapat jadi saat dibawa bepergian jauh bakpia tetap aman dari goncangan. Dari segi desain, kemasan bakpia reguler dan bakpia premium berbeda. Kemasan Bakpia Wong reguler dalam box merah dengan cover menampilkan sketsa suasana Tugu Jogja. Sedangkan kemasan bakpia premium berwarna hitam dengan tulisan emas yang terkesan elegan.

Informasi yang tertera di kemasan cukup lengkap. Ada informasi mengenai varian rasa, expired date, komposisi, alamat, akun sosial media dan logo halal.

Review

Pertama, aku akan review bakpianya ya. Bakpia Wong yang regular ukurannya cukup besar, bukan ukuran kecil yang 1-2 kali gigit habis, melainkan bakpia berukuran cukup besar untuk 4-5 gigitan. Makan 2 bakpia udah cukup membuat perut kita terisi. Kulit pianya nggak terlalu keras, tapi cukup crunchy. Walaupun dimasukkan ke kulkas, bakpia nggak lantas jadi mengeras, tetap lembut dan empuk saat digigit. Isian dari bakpia juga legit, rasa manisnya pas. Lalu teksturnya itu "mempur", duh mempur bahasa Indonesianya apa ya?. Jadi pas dimakan, isiannya kayak pecah gitu di dalam.

Dari sekian rasa, favorit aku yang rasa kumbu hitam. Suka aja. Walaupun rasa lain tetap nggak kalah enaknya. Pas aku bawa bakpia ke Solo, terus kata Ibu, "Bakpiane kok enak biyanget, bedo karo konco-koncone" (Bakpianya kok enak banget, beda dari bakpia-bakpia yang lain). Kekeke.

Btw, kamu udah tau belum kumbu hitam itu dibuat dari apa?. Kekeke. Coba siapa yang tau, tulis di kolom komen.


Untuk bakpia premiumnya, kulit luarnya lebih crunchy. Kres kres gitu waktu dimakan. Kalau isiannya cukup beda sih dari yang bakpia reguler. Bakpia premium ini isiannya rasa coklat ditambah cacahan-cacahan kacang. Rasanya legit, lebih moist. Kalau disuruh milih yang choco hazelnut atau choco almond, kayaknya menurutku lebih mantep yang choco almond. Secara, pesona kacang almond kan yaa pasti enak. Tapi selera sih.

Oke, secara keseluruhan menurut aku bakpianya: enakkkk.

Lanjut ke storenya. Di dalam 1 gedung toko, semacam disekat jadi 3 bagian, 1 bagian untuk makanan (bakpia dan kawan-kawan), 1 bagian untuk aksesoris (gelang, kalung, mainan, pajangan, tas, sandal, dll), 1 bagian lagi untuk batik (baju batik, kaos, dress, baju anak, dll). Sebagai one stop shopping, BW store ini memiliki banyak pilihan bagi wisatawan yang datang dari luar kota dan mau beli buah tangan untuk orang rumah.

Berbagai pilihan oleh-oleh makanan di Bakpia Wong Jogja


Ada berbagai pilihan minuman tradisional juga di sini


Accessories section. Banyak barang-barang lucu di sini

Kalung ini harganya cuma Rp 12.000 lho

Batik section, ada kain batik, baju pria, wanita, dress, outer, celana batik


Beberapa produk yang di-display di Batik Wong

Kemarin aku liat-liat harga barang di sana, cukup terjangkau. Aku nemu dress batik harganya cuma 150.000, ada celana batik cuma 25.000, kalung gede harga 12.000, yaa harga wajar lah. Mbak-mbak dan mas-mas karyawannya juga ramah-ramah. Jangan ragu untuk tanya kalau kita bingung nyari sesuatu.

Nah sebelum atau setelah belanja, kita bisa banget foto-foto di spot selfie yang sudah disediakan. Nggak main-main, spot selfie ini didatangkan dari De Mata Trick Eye Museum lho. Bahkan di dalam store juga instagrammable. Ada unsur kekiniannya. Penasaran?. Jangan lupa kalo ke Jogja mampir juga di Bakpia dan Batik Wong Jogja.

Berfoto di salah satu sudut BW store


Bakpia dan Batik Wong Jogja
Jl. HOS Cokroaminoto no 149, Tegalrejo, Yogyakarta
08.00-21.00 / 08.00-22.00
IG: @bakpiawongjogja

Udah tau belum?. Baim Wong, mantan gueh, aktor, presenter, sekaligus kandidat Presiden Jomblo Indonesia (kekeke) mulai bulan Mei tahun ini membuka gerai pusat oleh-oleh di Jogja lho. Mengambil nama belakang dari Baim Wong, brand yang diusung pun bernama "Bakpia dan Batik Wong Jogja". Iya, beda dari artis-artis lain yang memilih kue kekinian sebagai cabang bisnis, Baim Wong mengangkat bakpia yang notabene adalah makanan khas Jogja dan batik yang juga merupakan kekayaan lokal Jogja.

Bakpia Wong Kumbu Hitam


Kamis (31/5) kemarin akhirnya aku dapet kesempatan buat ke store BW langsung. Ternyata di sana nggak cuma ada bakpia sama batik, ada juga produk-produk lain yang bisa dijadiin oleh-oleh. Mulai dari aneka oleh-oleh khas Jogja dan sekitarnya: wedang-wedangan, kripik-kripikan, jajanan-jajanan, aksesoris, mainan, tas, sepatu, kaos lucu, dan masih banyak lagi. Pas banget dengan konsep sebagai one stop shopping oleh-oleh khas Jogja.

Setelah puas keliling-keliling, akhirnya aku bawa pulang bakpia rasa kumbu hitam, bakpia rasa kacang hijau, bakpia premium rasa choco hazelnut, dan minuman jeruk nipis. Tapi sebelumnya kebetulan aku sempat icip bakpia rasa keju dan bakpia premium rasa choco almond juga. Kekeke.

Mau tau review lengkapnya?. Aku tulis di bawah ya ;)

Lokasi dan Jam Operasional


BW Store Jogja


Pusat Oleh-oleh Bakpia dan Batik Wong Jogja berlokasi di Jl. HOS Cokroaminoto no. 149, Tegalrejo, Kota Yogyakarta (bersebelahan dengan Hotel Top Malioboro). Mudah menemukan store BW ini karena letaknya tepat di pinggir jalan utama.

Tak perlu khawatir jika datang ke sini bersama rombongan besar karena tempat parkirnya luas. Motor, mobil, bahkan bus pun bisa muat. Tempatnya juga traveller friendly, selain toko yang luas, juga dilengkapi dengan toilet, mushola, tempat bermain anak, bahkan juga ada spot-spot selfie lucu dari De Mata Trick Eye Museum.

Jam operasional
Weekdays: 08.00 - 21.00
Weekend: 08.00 - 22.00

Harga dan Varian Rasa

Di sini, ada 2 macam bakpia: bakpia regular dan bakpia premium. Bakpia regular itu ya semacam bakpia pada umumnya, isian kacang hijau dengan berbagai varian rasa dibalut dengan kulit pia. Sedangkan untuk bakpia premiumnya, menurutku ini lucu sih, beda dari yang lain. Di bagian luar, dibalut dengan - i don't know ini kulit pia atau bukan - kulit coklat tebal yang krispi dengan bentuk meliuk-liuk, di dalamnya terdapat isian rasa coklat dan cacahan kacang (hazelnut atau almond).

Bakpia regular 

Varian rasa:

  • Rasa kacang hijau
  • Rasa kumbu hitam
  • Rasa coklat
  • Rasa keju
  • Rasa susu

Harga: Rp 55.000 per box isi 15

Bakpia Wong reguler rasa kacang hijau


Bakpia premium

Varian rasa:

  • Rasa choco almond
  • Rasa choco hazelnut

Harga: Rp 65.000 per box isi 15

Bakpia Wong premium rasa choco hazelnut


Daya Tahan

Di kemasan, sudah lengkap tercantum expired date dari bakpia. Jangan khawatir, karena daya tahannya cukup lama yakni sekitar 8 hari. Biasanya daya tahan bakpia akan lebih panjang jika disimpan di dalam kulkas.

Kemasan box Bakpia Wong ini cukup sturdy, ukuran box kecil tapi efisien. Bakpia disusun dengan rapat jadi saat dibawa bepergian jauh bakpia tetap aman dari goncangan. Dari segi desain, kemasan bakpia reguler dan bakpia premium berbeda. Kemasan Bakpia Wong reguler dalam box merah dengan cover menampilkan sketsa suasana Tugu Jogja. Sedangkan kemasan bakpia premium berwarna hitam dengan tulisan emas yang terkesan elegan.

Informasi yang tertera di kemasan cukup lengkap. Ada informasi mengenai varian rasa, expired date, komposisi, alamat, akun sosial media dan logo halal.

Review

Pertama, aku akan review bakpianya ya. Bakpia Wong yang regular ukurannya cukup besar, bukan ukuran kecil yang 1-2 kali gigit habis, melainkan bakpia berukuran cukup besar untuk 4-5 gigitan. Makan 2 bakpia udah cukup membuat perut kita terisi. Kulit pianya nggak terlalu keras, tapi cukup crunchy. Walaupun dimasukkan ke kulkas, bakpia nggak lantas jadi mengeras, tetap lembut dan empuk saat digigit. Isian dari bakpia juga legit, rasa manisnya pas. Lalu teksturnya itu "mempur", duh mempur bahasa Indonesianya apa ya?. Jadi pas dimakan, isiannya kayak pecah gitu di dalam.

Dari sekian rasa, favorit aku yang rasa kumbu hitam. Suka aja. Walaupun rasa lain tetap nggak kalah enaknya. Pas aku bawa bakpia ke Solo, terus kata Ibu, "Bakpiane kok enak biyanget, bedo karo konco-koncone" (Bakpianya kok enak banget, beda dari bakpia-bakpia yang lain). Kekeke.

Btw, kamu udah tau belum kumbu hitam itu dibuat dari apa?. Kekeke. Coba siapa yang tau, tulis di kolom komen.


Untuk bakpia premiumnya, kulit luarnya lebih crunchy. Kres kres gitu waktu dimakan. Kalau isiannya cukup beda sih dari yang bakpia reguler. Bakpia premium ini isiannya rasa coklat ditambah cacahan-cacahan kacang. Rasanya legit, lebih moist. Kalau disuruh milih yang choco hazelnut atau choco almond, kayaknya menurutku lebih mantep yang choco almond. Secara, pesona kacang almond kan yaa pasti enak. Tapi selera sih.

Oke, secara keseluruhan menurut aku bakpianya: enakkkk.

Lanjut ke storenya. Di dalam 1 gedung toko, semacam disekat jadi 3 bagian, 1 bagian untuk makanan (bakpia dan kawan-kawan), 1 bagian untuk aksesoris (gelang, kalung, mainan, pajangan, tas, sandal, dll), 1 bagian lagi untuk batik (baju batik, kaos, dress, baju anak, dll). Sebagai one stop shopping, BW store ini memiliki banyak pilihan bagi wisatawan yang datang dari luar kota dan mau beli buah tangan untuk orang rumah.

Berbagai pilihan oleh-oleh makanan di Bakpia Wong Jogja


Ada berbagai pilihan minuman tradisional juga di sini


Accessories section. Banyak barang-barang lucu di sini

Kalung ini harganya cuma Rp 12.000 lho

Batik section, ada kain batik, baju pria, wanita, dress, outer, celana batik


Beberapa produk yang di-display di Batik Wong

Kemarin aku liat-liat harga barang di sana, cukup terjangkau. Aku nemu dress batik harganya cuma 150.000, ada celana batik cuma 25.000, kalung gede harga 12.000, yaa harga wajar lah. Mbak-mbak dan mas-mas karyawannya juga ramah-ramah. Jangan ragu untuk tanya kalau kita bingung nyari sesuatu.

Nah sebelum atau setelah belanja, kita bisa banget foto-foto di spot selfie yang sudah disediakan. Nggak main-main, spot selfie ini didatangkan dari De Mata Trick Eye Museum lho. Bahkan di dalam store juga instagrammable. Ada unsur kekiniannya. Penasaran?. Jangan lupa kalo ke Jogja mampir juga di Bakpia dan Batik Wong Jogja.

Berfoto di salah satu sudut BW store


Bakpia dan Batik Wong Jogja
Jl. HOS Cokroaminoto no 149, Tegalrejo, Yogyakarta
08.00-21.00 / 08.00-22.00
IG: @bakpiawongjogja