Sunday, January 12, 2020

,

Menabung Saham Syariah? Ini Informasi dan Tips Investasinya

Tahun 2020 baru berjalan 10 hari (ketika aku nulis post ini), tapi udah banyak kabar buruk yang mewarnai. Mulai dari banjir besar di Jadetabek sejak tanggal 1 Januari. Lalu ada kebakaran besar di Australia. Disusul serangan Amerika ke Iran yang menimbulkan isu World War III. 

So hectic even from the beginning, right?

Menghadapi keadaan yang rawan ketidakpastian gini, kayaknya kita perlu deh ambil langkah antisipasi untuk menghadapi krisis. Apalagi krisis ekonomi. Kerasa banget lho dari minggu kemarin harga emas tiba-tiba melonjak naik hanya dalam waktu singkat. 

Emas sering dianggap sebagai instrumen investasi paling aman. Makanya emas jadi pilihan investasi sejuta umat. Aku, salah satunya. Ada beberapa jenis instrumen emas yang aku simpan, mulai dari emas perhiasan, emas batangan, juga tabungan emas. 

Masalahnya, ketika harga emas lagi naik turun gini, aku pikir saatnya beralih dulu ke instrumen investasi lain. Misalnya ke: saham syariah

Saham Syariah

Di era saat ini, metode syariah bisa dikatakan begitu banyak. Hal ini berawal dari bank yang memiliki konsep syariah, tabungan dan sekarang ini saham syariah. Hal ini disebabkan karena metode ini bermula dari adanya anggapan bunga tabungan dan riba yang diperoleh dari bank. Lebih-lebih untuk saham, banyak yang menganggap jika saham mirip dengan judi. Namun, jika kita takut dengan hal tersebut, cara menabung saham syariah dapat dijadikan sebagai pilihan.




Bila dilihat kembali, saham dapat menjadi cara melakukan investasi dana agar bisa mencapai keuntungan yang diingini. Sebenarnya, apa saham syariah ini dan apa saja informasi yang harus diketahui sebelum menabung saham syariah? Berikut informasi lengkapnya.

Apa itu Saham Syariah?

Banyak orang yang menuturkan, saham adalah investasi yang cocok untuk mereka yang memiliki kantong dalam. Padahal, sekarang ini saham dapat dibeli dimana pun dengan modal yang tidak besar. Hanya bermodalkan uang Rp 5 jutaan, kita sudah dapat bermain saham. Inilah hal yang menjadikan saham memiliki daya tarik tersendiri. Adanya bayangan untung yang tak terbatas seperti menjadi hal menggiurkan.

Tetapi, alasan ini jugalah yang membuat orang enggan untuk bermain saham. Anggapan jika saham adalah tindakan judi, tentu saja tak tepat. Bila judi merupakan tindakan yang ilegal, sedangkan membeli saham merupakan tindakan sah serta diakui. Bahkan OJK telah memastikan tak ada unsur judi dalam permainan saham. Jika masih kurang yakin, kita bisa memilih saham syariah, yang sesuai dengan nilai agama.

Bagaimana Cara Berinvestasi Saham Syariah?

Untuk memulai berinvestasi saham, kita bisa: 
1. Mencari daftar emiten yang akan dibeli untuk melakukan investasi saham, 
2. Cek ketepatan emiten 
3. Pastikan jika saham sudah tercatat bebas dari praktik bertentangan dengan agama. 
4. Datangi perusahaan sekuritas yang menjual saham yang kita ingini. 
5. Pastikan perusahaan tersebut telah diakui oleh OJK.

Sebenarnya, untuk melakukan investasi saham dengan lebih mudah, kita dapat mengunjungi Tanamduit. Selain itu di sana kita bisa melakukan investasi Obligasi Ritel Indonesia.
Tahun 2020 baru berjalan 10 hari (ketika aku nulis post ini), tapi udah banyak kabar buruk yang mewarnai. Mulai dari banjir besar di Jadetabek sejak tanggal 1 Januari. Lalu ada kebakaran besar di Australia. Disusul serangan Amerika ke Iran yang menimbulkan isu World War III. 

So hectic even from the beginning, right?

Menghadapi keadaan yang rawan ketidakpastian gini, kayaknya kita perlu deh ambil langkah antisipasi untuk menghadapi krisis. Apalagi krisis ekonomi. Kerasa banget lho dari minggu kemarin harga emas tiba-tiba melonjak naik hanya dalam waktu singkat. 

Emas sering dianggap sebagai instrumen investasi paling aman. Makanya emas jadi pilihan investasi sejuta umat. Aku, salah satunya. Ada beberapa jenis instrumen emas yang aku simpan, mulai dari emas perhiasan, emas batangan, juga tabungan emas. 

Masalahnya, ketika harga emas lagi naik turun gini, aku pikir saatnya beralih dulu ke instrumen investasi lain. Misalnya ke: saham syariah

Saham Syariah

Di era saat ini, metode syariah bisa dikatakan begitu banyak. Hal ini berawal dari bank yang memiliki konsep syariah, tabungan dan sekarang ini saham syariah. Hal ini disebabkan karena metode ini bermula dari adanya anggapan bunga tabungan dan riba yang diperoleh dari bank. Lebih-lebih untuk saham, banyak yang menganggap jika saham mirip dengan judi. Namun, jika kita takut dengan hal tersebut, cara menabung saham syariah dapat dijadikan sebagai pilihan.




Bila dilihat kembali, saham dapat menjadi cara melakukan investasi dana agar bisa mencapai keuntungan yang diingini. Sebenarnya, apa saham syariah ini dan apa saja informasi yang harus diketahui sebelum menabung saham syariah? Berikut informasi lengkapnya.

Apa itu Saham Syariah?

Banyak orang yang menuturkan, saham adalah investasi yang cocok untuk mereka yang memiliki kantong dalam. Padahal, sekarang ini saham dapat dibeli dimana pun dengan modal yang tidak besar. Hanya bermodalkan uang Rp 5 jutaan, kita sudah dapat bermain saham. Inilah hal yang menjadikan saham memiliki daya tarik tersendiri. Adanya bayangan untung yang tak terbatas seperti menjadi hal menggiurkan.

Tetapi, alasan ini jugalah yang membuat orang enggan untuk bermain saham. Anggapan jika saham adalah tindakan judi, tentu saja tak tepat. Bila judi merupakan tindakan yang ilegal, sedangkan membeli saham merupakan tindakan sah serta diakui. Bahkan OJK telah memastikan tak ada unsur judi dalam permainan saham. Jika masih kurang yakin, kita bisa memilih saham syariah, yang sesuai dengan nilai agama.

Bagaimana Cara Berinvestasi Saham Syariah?

Untuk memulai berinvestasi saham, kita bisa: 
1. Mencari daftar emiten yang akan dibeli untuk melakukan investasi saham, 
2. Cek ketepatan emiten 
3. Pastikan jika saham sudah tercatat bebas dari praktik bertentangan dengan agama. 
4. Datangi perusahaan sekuritas yang menjual saham yang kita ingini. 
5. Pastikan perusahaan tersebut telah diakui oleh OJK.

Sebenarnya, untuk melakukan investasi saham dengan lebih mudah, kita dapat mengunjungi Tanamduit. Selain itu di sana kita bisa melakukan investasi Obligasi Ritel Indonesia.

Thursday, January 2, 2020

, ,

Program Hamil di Dokter Lusiana Irene, SpOG Jogja

Awalnya aku mau nulis tentang cerita program hamil saat udah positif hamil. Tapi ternyata sampai aku nulis sekarang, kabar baik itu belum datang. Ya udahlah ya, daripada semakin lama malah lupa.

Siklus Mens Nggak Teratur

Sejak bulan pertama menikah, aku sama mas Azaz udah punya planning untuk cek kesehatan reproduksi. Yaa belajar dari pengalaman orang lain, kan ceritanya macam-macam tuh. Ada yang ternyata punya kista, ada yang mengidap suatu virus di tubuhnya, apalagi waktu itu lagi hot berita tentang kanker serviks yang membuat mendiang Julia Perez meninggal. Ngeri lah kalo dibayangin mah. Jadi kita pikir nggak ada salahnya buat cek dulu. Apalagi aku punya masalah yaitu: mens nggak teratur.

Dari dulu sejak awal puber sampai sekarang, siklus menstruasiku emang random banget. Normalnya, siklus menstruasi tiap 28-35 hari sekali. Sedangkan siklus mens ku nggak tentu. Dalam sebulan, aku bisa mens, bisa juga enggak. Kadang bulan ini aku mens, lalu mens lagi 3 bulan kemudian, atau bahkan 6 bulan kemudian. Nggak "normal" kan?.

Yang aku tahu kala itu adalah setiap kali merasa stres, bisa aku pastikan menstruasi ku tidak datang. Padahal aku tipikal overthinker yang kalau ada apa-apa dikit, bawaannya langsung stres. Makanya aku sering banget nggak mens.

Hal ini sih yang mengganjal di pikiranku. Walaupun waktu masih pacaran pun aku udah bilang ke mas Azaz soal hal di atas. Tapi kita berdua belum tahu apakah ini adalah sebuah masalah atau enggak.

dr. Lusiana Irene, SpOG 

Setelah tanya-tanya ke teman, akhirnya kita dapat rekomendasi dokter kandungan yaitu dr. Lusiana Irene, SpOG atau Dokter Lusi. Di bulan Februari, memasuki usia 2 bulan pernikahan, barulah aku sama mas Azaz konsultasi buat program hamil ke dr. Lusi.

Salah satu hal yang aku suka dari dr. Lusi yaitu: kita bisa daftar antrian via WA. Jam 12 malam dibela-belain bangun tidur buat daftar lewat WA. Kekeke. Anehnya, walaupun daftarnya udah pas jam 00.00, tetap aja dapat nomor antrian ke-5, bukan ke-1. Goks.

Praktek dr. Lusi di daerah Banguntapan, dekat JEC. Dulu belum ada tuh di Maps, jadi pertama dateng ke sana kita bingung sendiri. Muter-muter karena rumah (tempat prakteknya) masuk ke gang-gang. Tapi sekarang udah ada kok.



Konsultasi Pertama

Singkat cerita, setelah registrasi dan cek kesehatan awal (tensi dan berat badan), akhirnya giliranku masuk ke ruangan dokter.

Waktu itu aku bilang ingin program hamil. Kemudian ditanya oleh dr. Lusi, sudah berapa lama menikah?.

Karena baru 3 bulan, saat itu dr. Lusi menyarankan untuk menunggu setahun. Kalau setahun belum juga hamil, nanti baru mulai program.

Terus aku juga konsultasi soal masalah siklus menstruasiku yang nggak teratur. Kemudian sama dr. Lusi aku diminta untuk USG Transvagina (bukan USG biasa yang dari luar perut, ini USG yang alatnya berbentuk stik dimasukkan ke vagina).



Dari hasil USG, dr. Lusi menjelaskan kalau sel telurku itu kecil-kecil, jadi susah untuk matang. Nah karena di setiap bulan belum tentu ada sel telur yang matang, maka nggak ada sel telur yang dilepas ke indung telur. Jadi nggak terjadi menstruasi karena nggak ada sel telur yang luruh.

Kata dr. Lusi, ini adalah gejala PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome). PCOS adalah sindrom ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon (definisi dari halodoc.com). Dijelaskan oleh dr. Lusi, penyebabnya karena hormon androgen (hormon maskulin yang biasa dimiliki pria) yang berlebihan. Kelebihan hormon androgen ini yang mengakibatkan  sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

Actually, dengar "vonis" begini bikin aku tercengang sih. Aku tanya, bisa disembuhkan nggak?. Mungkin dengan konsumsi makanan apa gitu.

Jawaban dari dr Lusi, nggak bisa, karena hormon adalah bawaan genetika. Sebenarnya nggak masalah, tapi kelemahan dari siklus mens yang nggak teratur itu, kita jadi nggak tahu kapan masa suburnya. Padahal kalau nggak dalam masa subur, akan susah terjadi pembuahan.

Kalau ingin hamil, bisa dengan program hamil. Nanti ada obat khusus untuk membuat sel telur matang sesuai siklus normal. Tapi ya itu tadi, ditunggu dulu dalam periode 1 tahun pernikahan. Siapa tahu bisa terjadi fertilisasi alami.

Saran dari dr. Lusi kala itu, aku diminta untuk menjaga berat badan. Untuk suplemen yang perlu diminum yaitu Metformin 500 mg sama Folavit untuk asupan asam folat.



Karena menurutku udah cukup, konsultasi pertama pun selesai.

Biaya konsultas di Dokter Lusi (saat itu): Rp 80.000. 
(((Ini termasuk murah sih, apalagi udah termasuk USG. Percayalah, di tempat dokter kandungan lain tarifnya jauh di atas ini.)))

Harga obat  (di apotek)
Metformin: Rp 2.500/ 10 tablet
Harga Folavit: lupa, tapi murah kok, sekitar ribuan.

Konsultasi Kedua

Sekitar bulan Oktober, ternyata aku belum "isi" juga. Karena udah mendekati setahun, kita datang lagi ke Dokter Lusi. Kebetulan waktu itu aku baru saja selesai menstruasi.

Kali kedua ke Dokter Lusi, aku bilang lagi mau program. Ternyata, aku telat. Kalau mau program hamil harusnya datang waktu lagi mens, maksimal hari ketiga menstruasi.

Karena udah telat, jadinya aku cuma di-USG aja sama diminta buat lanjut minum Metformin sama Folavit.

Konsultasi Ketiga

Bulan November akhir/Desember awal, aku mens lagi. Kali ini aku langsung daftar di hari kedua supaya nggak terlambat seperti sebelumnya.

Singkat cerita, aku konsultasi untuk ketiga kalinya ke dokter Lusi. Oleh Dokter Lusi, aku dibuatkan resep

5 x Profertil untuk ku minum. Nah, minum profertil ini maksimal dimulai hari ketiga menstruasi. Makanya di konsultasi kedua kemarin aku terbilang telat.
10 x Oligocare untuk suami
Tak ketinggalan juga metformin dan asam folat.

Kata dokter Lusi, Profertil itu untuk memacu supaya sel telurku matang di siklus normal. Dengan begini jadi bisa dihitung kapan waktu ovulasi dan masa subur. Sedangkan Oligocare untuk memastikan kualitas sperma suami adalah sperma yang baik.

Setelah itu kita diberitahu tanggal-tanggal untuk berhubungan suami istri (2 hari sekali) yang "berpeluang" supaya "jadi". Only if you know what I mean (takut dibaca murid nih).

Dan kunci utamanya yaitu: nggak boleh stres.

Profertil. Gambar dari Google.

Oligocare. Gambar dari Google.

Pulang dari dokter Lusi, aku sama abang ke apotek untuk nebus resep di atas. Habisnya Rp 200.000++ . Rinciannya:

Profertil @Rp 20.000
Oligocare @Rp 10.000an


Program Hamil 1

Program hamil pun dimulai. Waktu itu bulan Desember tahun 2018. Aku minum obat sesuai anjuran dokter. Sedangkan mas Azaz agak bandel, minum obat cuma mendekati "D-Day".

Unexpectedly, waktu itu muncul pengumuman tes SKB CPNS dalam waktu dekat.

Baca juga:
Ujian SKB CPNS

Aku lupa tanggal pastinya, tapi kira-kira gini gambarannya.

Rentang masa suburku (katakanlah) antara tanggal 4-12 Desember. Sedangkan aku tes SKB tanggal 9 Desember. Entah kenapa feelingku nggak well banget waktu itu. Yah...namanya juga akan tes. Stres berat. Belajar ini itu. Ndilalah pas ada saudara nikahan di waktu yang sama jadi harus menempuh perjalanan dari Jogja ke Magelang baru ke Semarang. Capek.

Selesai tes SKB pun pikiran masih belum los. Sejujurnya hasil tesku nggak tinggi, cuma betul 55 dari 100 soal. Keluar dari ruang tes aku langsung cabut pergi, tanpa liat hasil tes "saingan". Cemen akutu, wqwq. Karena ini malah bikin aku kepikiran berlarut-larut.

Ya udah deh. Program hamil pertama ini pun gagal total.

Tapi emang bener sih, mensku jadi tepat sesuai siklus di bulan berikutnya.

Program Hamil 2

Berhubung program hamil pertama gagal, aku sama mas Azaz belum nyerah. Bulan berikutnya kita program lagi, dengan formula seperti program 1 walaupun tanpa konsultasi ke dokter Lusi.

Lagi-lagi, tanpa terduga, akhir bulan Desember pengumuman CPNS keluar. Alhamdulillah aku lolos. Seneng dong?. Iya, seneng.

Tapii.... ada tapinya. Lolos CPNS itu artinya: lanjut tahap pemberkasan!.

Ommo... Pemberkasan itu stressnya lebih luar biasa. Harus nyiapin banyak berkas dengan beragam pritilan-pritilannya.

Endingnya sudah tertebak kan?. Iya, program hamil kita gagal lagi.

Karena itu, aku sama mas Azaz nggak mencoba program lagi karena satu dan lain hal. Sibuk nyiapin pindahan, LDR, latsar, dll. Apalagi kita berdua udah nggak di Jogja jadi harus cari dokter lain, selain dokter Lusi.

Next time akan aku ceritain gimana pengalaman konsultasi di dokter kandungan di Magelang.











Awalnya aku mau nulis tentang cerita program hamil saat udah positif hamil. Tapi ternyata sampai aku nulis sekarang, kabar baik itu belum datang. Ya udahlah ya, daripada semakin lama malah lupa.

Siklus Mens Nggak Teratur

Sejak bulan pertama menikah, aku sama mas Azaz udah punya planning untuk cek kesehatan reproduksi. Yaa belajar dari pengalaman orang lain, kan ceritanya macam-macam tuh. Ada yang ternyata punya kista, ada yang mengidap suatu virus di tubuhnya, apalagi waktu itu lagi hot berita tentang kanker serviks yang membuat mendiang Julia Perez meninggal. Ngeri lah kalo dibayangin mah. Jadi kita pikir nggak ada salahnya buat cek dulu. Apalagi aku punya masalah yaitu: mens nggak teratur.

Dari dulu sejak awal puber sampai sekarang, siklus menstruasiku emang random banget. Normalnya, siklus menstruasi tiap 28-35 hari sekali. Sedangkan siklus mens ku nggak tentu. Dalam sebulan, aku bisa mens, bisa juga enggak. Kadang bulan ini aku mens, lalu mens lagi 3 bulan kemudian, atau bahkan 6 bulan kemudian. Nggak "normal" kan?.

Yang aku tahu kala itu adalah setiap kali merasa stres, bisa aku pastikan menstruasi ku tidak datang. Padahal aku tipikal overthinker yang kalau ada apa-apa dikit, bawaannya langsung stres. Makanya aku sering banget nggak mens.

Hal ini sih yang mengganjal di pikiranku. Walaupun waktu masih pacaran pun aku udah bilang ke mas Azaz soal hal di atas. Tapi kita berdua belum tahu apakah ini adalah sebuah masalah atau enggak.

dr. Lusiana Irene, SpOG 

Setelah tanya-tanya ke teman, akhirnya kita dapat rekomendasi dokter kandungan yaitu dr. Lusiana Irene, SpOG atau Dokter Lusi. Di bulan Februari, memasuki usia 2 bulan pernikahan, barulah aku sama mas Azaz konsultasi buat program hamil ke dr. Lusi.

Salah satu hal yang aku suka dari dr. Lusi yaitu: kita bisa daftar antrian via WA. Jam 12 malam dibela-belain bangun tidur buat daftar lewat WA. Kekeke. Anehnya, walaupun daftarnya udah pas jam 00.00, tetap aja dapat nomor antrian ke-5, bukan ke-1. Goks.

Praktek dr. Lusi di daerah Banguntapan, dekat JEC. Dulu belum ada tuh di Maps, jadi pertama dateng ke sana kita bingung sendiri. Muter-muter karena rumah (tempat prakteknya) masuk ke gang-gang. Tapi sekarang udah ada kok.



Konsultasi Pertama

Singkat cerita, setelah registrasi dan cek kesehatan awal (tensi dan berat badan), akhirnya giliranku masuk ke ruangan dokter.

Waktu itu aku bilang ingin program hamil. Kemudian ditanya oleh dr. Lusi, sudah berapa lama menikah?.

Karena baru 3 bulan, saat itu dr. Lusi menyarankan untuk menunggu setahun. Kalau setahun belum juga hamil, nanti baru mulai program.

Terus aku juga konsultasi soal masalah siklus menstruasiku yang nggak teratur. Kemudian sama dr. Lusi aku diminta untuk USG Transvagina (bukan USG biasa yang dari luar perut, ini USG yang alatnya berbentuk stik dimasukkan ke vagina).



Dari hasil USG, dr. Lusi menjelaskan kalau sel telurku itu kecil-kecil, jadi susah untuk matang. Nah karena di setiap bulan belum tentu ada sel telur yang matang, maka nggak ada sel telur yang dilepas ke indung telur. Jadi nggak terjadi menstruasi karena nggak ada sel telur yang luruh.

Kata dr. Lusi, ini adalah gejala PCOS (Polycystic Ovarian Syndrome). PCOS adalah sindrom ketika ovum atau sel telur pada perempuan tidak berkembang secara normal karena ketidakseimbangan hormon (definisi dari halodoc.com). Dijelaskan oleh dr. Lusi, penyebabnya karena hormon androgen (hormon maskulin yang biasa dimiliki pria) yang berlebihan. Kelebihan hormon androgen ini yang mengakibatkan  sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

Actually, dengar "vonis" begini bikin aku tercengang sih. Aku tanya, bisa disembuhkan nggak?. Mungkin dengan konsumsi makanan apa gitu.

Jawaban dari dr Lusi, nggak bisa, karena hormon adalah bawaan genetika. Sebenarnya nggak masalah, tapi kelemahan dari siklus mens yang nggak teratur itu, kita jadi nggak tahu kapan masa suburnya. Padahal kalau nggak dalam masa subur, akan susah terjadi pembuahan.

Kalau ingin hamil, bisa dengan program hamil. Nanti ada obat khusus untuk membuat sel telur matang sesuai siklus normal. Tapi ya itu tadi, ditunggu dulu dalam periode 1 tahun pernikahan. Siapa tahu bisa terjadi fertilisasi alami.

Saran dari dr. Lusi kala itu, aku diminta untuk menjaga berat badan. Untuk suplemen yang perlu diminum yaitu Metformin 500 mg sama Folavit untuk asupan asam folat.



Karena menurutku udah cukup, konsultasi pertama pun selesai.

Biaya konsultas di Dokter Lusi (saat itu): Rp 80.000. 
(((Ini termasuk murah sih, apalagi udah termasuk USG. Percayalah, di tempat dokter kandungan lain tarifnya jauh di atas ini.)))

Harga obat  (di apotek)
Metformin: Rp 2.500/ 10 tablet
Harga Folavit: lupa, tapi murah kok, sekitar ribuan.

Konsultasi Kedua

Sekitar bulan Oktober, ternyata aku belum "isi" juga. Karena udah mendekati setahun, kita datang lagi ke Dokter Lusi. Kebetulan waktu itu aku baru saja selesai menstruasi.

Kali kedua ke Dokter Lusi, aku bilang lagi mau program. Ternyata, aku telat. Kalau mau program hamil harusnya datang waktu lagi mens, maksimal hari ketiga menstruasi.

Karena udah telat, jadinya aku cuma di-USG aja sama diminta buat lanjut minum Metformin sama Folavit.

Konsultasi Ketiga

Bulan November akhir/Desember awal, aku mens lagi. Kali ini aku langsung daftar di hari kedua supaya nggak terlambat seperti sebelumnya.

Singkat cerita, aku konsultasi untuk ketiga kalinya ke dokter Lusi. Oleh Dokter Lusi, aku dibuatkan resep

5 x Profertil untuk ku minum. Nah, minum profertil ini maksimal dimulai hari ketiga menstruasi. Makanya di konsultasi kedua kemarin aku terbilang telat.
10 x Oligocare untuk suami
Tak ketinggalan juga metformin dan asam folat.

Kata dokter Lusi, Profertil itu untuk memacu supaya sel telurku matang di siklus normal. Dengan begini jadi bisa dihitung kapan waktu ovulasi dan masa subur. Sedangkan Oligocare untuk memastikan kualitas sperma suami adalah sperma yang baik.

Setelah itu kita diberitahu tanggal-tanggal untuk berhubungan suami istri (2 hari sekali) yang "berpeluang" supaya "jadi". Only if you know what I mean (takut dibaca murid nih).

Dan kunci utamanya yaitu: nggak boleh stres.

Profertil. Gambar dari Google.

Oligocare. Gambar dari Google.

Pulang dari dokter Lusi, aku sama abang ke apotek untuk nebus resep di atas. Habisnya Rp 200.000++ . Rinciannya:

Profertil @Rp 20.000
Oligocare @Rp 10.000an


Program Hamil 1

Program hamil pun dimulai. Waktu itu bulan Desember tahun 2018. Aku minum obat sesuai anjuran dokter. Sedangkan mas Azaz agak bandel, minum obat cuma mendekati "D-Day".

Unexpectedly, waktu itu muncul pengumuman tes SKB CPNS dalam waktu dekat.

Baca juga:
Ujian SKB CPNS

Aku lupa tanggal pastinya, tapi kira-kira gini gambarannya.

Rentang masa suburku (katakanlah) antara tanggal 4-12 Desember. Sedangkan aku tes SKB tanggal 9 Desember. Entah kenapa feelingku nggak well banget waktu itu. Yah...namanya juga akan tes. Stres berat. Belajar ini itu. Ndilalah pas ada saudara nikahan di waktu yang sama jadi harus menempuh perjalanan dari Jogja ke Magelang baru ke Semarang. Capek.

Selesai tes SKB pun pikiran masih belum los. Sejujurnya hasil tesku nggak tinggi, cuma betul 55 dari 100 soal. Keluar dari ruang tes aku langsung cabut pergi, tanpa liat hasil tes "saingan". Cemen akutu, wqwq. Karena ini malah bikin aku kepikiran berlarut-larut.

Ya udah deh. Program hamil pertama ini pun gagal total.

Tapi emang bener sih, mensku jadi tepat sesuai siklus di bulan berikutnya.

Program Hamil 2

Berhubung program hamil pertama gagal, aku sama mas Azaz belum nyerah. Bulan berikutnya kita program lagi, dengan formula seperti program 1 walaupun tanpa konsultasi ke dokter Lusi.

Lagi-lagi, tanpa terduga, akhir bulan Desember pengumuman CPNS keluar. Alhamdulillah aku lolos. Seneng dong?. Iya, seneng.

Tapii.... ada tapinya. Lolos CPNS itu artinya: lanjut tahap pemberkasan!.

Ommo... Pemberkasan itu stressnya lebih luar biasa. Harus nyiapin banyak berkas dengan beragam pritilan-pritilannya.

Endingnya sudah tertebak kan?. Iya, program hamil kita gagal lagi.

Karena itu, aku sama mas Azaz nggak mencoba program lagi karena satu dan lain hal. Sibuk nyiapin pindahan, LDR, latsar, dll. Apalagi kita berdua udah nggak di Jogja jadi harus cari dokter lain, selain dokter Lusi.

Next time akan aku ceritain gimana pengalaman konsultasi di dokter kandungan di Magelang.











Saturday, December 28, 2019

,

Review Tanya Kopi





Tiap ke coffee shop buat wifian gratis nongki cantik, aku selalu pesen... menu selain kopi. Ehe ehe ehe. Ya monmaap, bukan coffee person akutu.

Pernah suatu waktu gegayaan pesen signature coffee di salah satu coffee shop. Pas ngicip, ya amplopp ternyata kopinya arabica. Wakkk... aku doyannya kopi robusta doang. Salah sendiri sih nggak pake acara tanya dulu. Endingnya kopinya diminum suami, aku pesen lagi menu latte.

Kebalikan dari aku, suami tuh kopi mania.... mantapp.  Hidup dia berasa ada yang kurang kalo sehari aja nggak ngopi.

Ngomong-ngomong soal kopi, sekarang yang namanya coffee shop atau kedai kopi emang lagi hype banget. Keberadaannya menjamur di mana-mana, termasuk di Jogja. Kayak gini nih yang bikin senang, sekaligus bingung. Senang karena jadi punya banyak pilihan. Tapi bingung pilih mau ke mana, soalnya setiap coffee shop punya karakter yang beda-beda. Entah itu konsep tempat, varian menu, atau bahkan rasa dari kopi atau minumannya. Kayaknya semua kok pada lucu-lucu gituu.

Nah, kemarin aku nemu salah satu coffee shop yang oke. Minumannya enak, ada kopi buat Abang, ada non kopi buat aku. Wifi-nya kencang. Harganya ramah di kantong pula. Nama coffee shopnya: Tanya Kopi.

Nongki di Tanya Kopi

Tanya Kopi Jogja

Barangkali ada dari kamu yang belum pernah dengar tentang Tanya Kopi. Tanya Kopi memang terhitung baru. Berumur kurang dari satu tahun, Tanya Kopi berdiri sejak 20 Juli 2019 dan berlokasi di Jalan Lembu Andini Pakuncen, Wirobrajan.



Kedai Tanya Kopi

Meskipun brand Tanya Kopi adalah new comer di circle perkopian Jogja, tapi Tanya Kopi nggak kalah dari kopi-kopi yang lain. Dengan mengusung konsep kopi kekinian express, Tanya Kopi tetap menjunjung kualitas produk. Bahan baku yang digunakan berupa fresh bean sehingga rasa yang dihasilkan dari minumannya menjadi lebih autentik.

Dari segi harga, seperti yang aku bilang di atas, harga yang ditawarkan di sini lebih terjangkau dibandingkan kedai kopi tetangga. Harga satu cup minumannya dibanderol mulai dari Rp 10.000.

Menu Tanya Kopi

Minuman

Buat kamu Tim Kopi, Tanya kopi menyuguhkan variasi berbagai minuman es kopi susu dengan berbagai varian mulai dari es kopi susu ori hingga es kopi susu aren, hazelnut, tiramisu dan karamel.

Es Kopi Susu Aren
  
Nah buat kamu Tim Non Kopi kayak aku, di sini ada berbagai variasi menu diantaranya Matcha, Taro dan Red Velvet.

Kalau lagi pengen yang segar-segar, bisa juga pesan varian Tanya Buah, yaitu fresh juice dan juga minuman segar dengan variasi buah di dalamnya, seperti Orange Juice, Es Lecy tea, Telang tea dll.


Varian Tanya Buah

Kemarin aku cobain 2 varian Tanya Buah terfavorit, yaitu: Sunrise dan Sunset. Sunrise ini perpaduan antara fresh lemon dan fresh orange, menghasilkan rasa asam dan manis. Sedangkan Sunset itu mix strawberry, orange, selasih, dan soda. Sensasi sodanya bikin segar.

Sunset
Sunrise
Makanan

Nah buat kamu Tim Non Kopi kayak aku, di sini ada berbagai variasi menu diantaranya Matcha, Taro dan Red Velvet.

Kalau lagi pengen yang segar-segar, bisa juga pesan varian Tanya Buah, yaitu fresh juice dan juga minuman segar dengan variasi buah di dalamnya, seperti Orange Juice, Es Lecy tea, Telang tea dll.

#InginSegeraBertanya


Satu yang "lucu" dari Tanya Kopi adalah taglinenya: #InginSegeraBertanya 

Apaan tuh?

Sesuai namanya, konsep Tanya Kopi yaitu tentang pertanyaan. Jadi di setiap cup minuman dari Tanya Kopi, ada berbagai pertanyaan yang akan customer terima. Tapi kita sebagai customer nggak tahu kita akan dapat pertanyaan apa. Kayak Pandora Box gitu lho, customer dibuat menebak-nebak pertanyaan apa yang diberikan oleh barista.

Nih kemarin aku dapet pertanyaan yang bikin baper. Kekeke. Buat lucu-lucuan bisa, buat modus juga bisa. Eh.



Nggak cuma itu, pertanyaan ini nggak cuma sekadar pertanyaan. Ada hadiah menarik buat customer yang bisa menjawab berbagai pertanyaan kejutan dari Pandora Box Tanya Kopi dan membagikannya via instastory. Jawaban yang paling unik dan menarik akan mendapat hadiah berupa kopi gratis dari Tanya Kopi setiap minggunya. Mayan banget kan!?. 

Jam operasional: Buka pukul 10 pagi - 10 malam.

OVO Payment 👍
Go-Jek 👍



Lokasi

Jalan Lembu Andini Pakuncen, Wirobrajan. 







Tiap ke coffee shop buat wifian gratis nongki cantik, aku selalu pesen... menu selain kopi. Ehe ehe ehe. Ya monmaap, bukan coffee person akutu.

Pernah suatu waktu gegayaan pesen signature coffee di salah satu coffee shop. Pas ngicip, ya amplopp ternyata kopinya arabica. Wakkk... aku doyannya kopi robusta doang. Salah sendiri sih nggak pake acara tanya dulu. Endingnya kopinya diminum suami, aku pesen lagi menu latte.

Kebalikan dari aku, suami tuh kopi mania.... mantapp.  Hidup dia berasa ada yang kurang kalo sehari aja nggak ngopi.

Ngomong-ngomong soal kopi, sekarang yang namanya coffee shop atau kedai kopi emang lagi hype banget. Keberadaannya menjamur di mana-mana, termasuk di Jogja. Kayak gini nih yang bikin senang, sekaligus bingung. Senang karena jadi punya banyak pilihan. Tapi bingung pilih mau ke mana, soalnya setiap coffee shop punya karakter yang beda-beda. Entah itu konsep tempat, varian menu, atau bahkan rasa dari kopi atau minumannya. Kayaknya semua kok pada lucu-lucu gituu.

Nah, kemarin aku nemu salah satu coffee shop yang oke. Minumannya enak, ada kopi buat Abang, ada non kopi buat aku. Wifi-nya kencang. Harganya ramah di kantong pula. Nama coffee shopnya: Tanya Kopi.

Nongki di Tanya Kopi

Tanya Kopi Jogja

Barangkali ada dari kamu yang belum pernah dengar tentang Tanya Kopi. Tanya Kopi memang terhitung baru. Berumur kurang dari satu tahun, Tanya Kopi berdiri sejak 20 Juli 2019 dan berlokasi di Jalan Lembu Andini Pakuncen, Wirobrajan.



Kedai Tanya Kopi

Meskipun brand Tanya Kopi adalah new comer di circle perkopian Jogja, tapi Tanya Kopi nggak kalah dari kopi-kopi yang lain. Dengan mengusung konsep kopi kekinian express, Tanya Kopi tetap menjunjung kualitas produk. Bahan baku yang digunakan berupa fresh bean sehingga rasa yang dihasilkan dari minumannya menjadi lebih autentik.

Dari segi harga, seperti yang aku bilang di atas, harga yang ditawarkan di sini lebih terjangkau dibandingkan kedai kopi tetangga. Harga satu cup minumannya dibanderol mulai dari Rp 10.000.

Menu Tanya Kopi

Minuman

Buat kamu Tim Kopi, Tanya kopi menyuguhkan variasi berbagai minuman es kopi susu dengan berbagai varian mulai dari es kopi susu ori hingga es kopi susu aren, hazelnut, tiramisu dan karamel.

Es Kopi Susu Aren
  
Nah buat kamu Tim Non Kopi kayak aku, di sini ada berbagai variasi menu diantaranya Matcha, Taro dan Red Velvet.

Kalau lagi pengen yang segar-segar, bisa juga pesan varian Tanya Buah, yaitu fresh juice dan juga minuman segar dengan variasi buah di dalamnya, seperti Orange Juice, Es Lecy tea, Telang tea dll.


Varian Tanya Buah

Kemarin aku cobain 2 varian Tanya Buah terfavorit, yaitu: Sunrise dan Sunset. Sunrise ini perpaduan antara fresh lemon dan fresh orange, menghasilkan rasa asam dan manis. Sedangkan Sunset itu mix strawberry, orange, selasih, dan soda. Sensasi sodanya bikin segar.

Sunset
Sunrise
Makanan

Nah buat kamu Tim Non Kopi kayak aku, di sini ada berbagai variasi menu diantaranya Matcha, Taro dan Red Velvet.

Kalau lagi pengen yang segar-segar, bisa juga pesan varian Tanya Buah, yaitu fresh juice dan juga minuman segar dengan variasi buah di dalamnya, seperti Orange Juice, Es Lecy tea, Telang tea dll.

#InginSegeraBertanya


Satu yang "lucu" dari Tanya Kopi adalah taglinenya: #InginSegeraBertanya 

Apaan tuh?

Sesuai namanya, konsep Tanya Kopi yaitu tentang pertanyaan. Jadi di setiap cup minuman dari Tanya Kopi, ada berbagai pertanyaan yang akan customer terima. Tapi kita sebagai customer nggak tahu kita akan dapat pertanyaan apa. Kayak Pandora Box gitu lho, customer dibuat menebak-nebak pertanyaan apa yang diberikan oleh barista.

Nih kemarin aku dapet pertanyaan yang bikin baper. Kekeke. Buat lucu-lucuan bisa, buat modus juga bisa. Eh.



Nggak cuma itu, pertanyaan ini nggak cuma sekadar pertanyaan. Ada hadiah menarik buat customer yang bisa menjawab berbagai pertanyaan kejutan dari Pandora Box Tanya Kopi dan membagikannya via instastory. Jawaban yang paling unik dan menarik akan mendapat hadiah berupa kopi gratis dari Tanya Kopi setiap minggunya. Mayan banget kan!?. 

Jam operasional: Buka pukul 10 pagi - 10 malam.

OVO Payment 👍
Go-Jek 👍



Lokasi

Jalan Lembu Andini Pakuncen, Wirobrajan. 



Monday, December 23, 2019

, ,

Merawat Kesehatan Diri Saat Kondisi Hamil Dengan Konsumsi Vitamin

Saat dalam kondisi hamil, seorang wanita memang harus menjaga kondisi tubuhnya dengan sebaik mungkin. Hal yang paling harus dijaga salah satunya adalah menjaga asupan gizi dan juga nutrisi selama masa kehamilannya. Bagi kita yang masih dalam masa kehamilan pertama maka kita bisa banyak belajar tentang pemenuhan asupan nutrisi secara online. Salah satunya kita bisa kunjungi laman https://www.guesehat.com/penuhi-7-zat-gizi-ini-saat-hamil-jika-ingin-anak-cerdas-/slideshow/kalsium.

Selain belajar tentang makanan atau minuman apa yang harus dikonsumsi saat hamil, kita juga perlu belajar tentang vitamin untuk ibu hamil. Hal ini mengingat kondisi ibu hamil yang satu dengan lainnya pasti memiliki perbedaan. Ada kalanya kondisi ibu hamil tersebut akan lebih banyak membutuhkan asupan vitamin. Akan tetapi kita tidak bisa sembarangan membeli vitamin atau mengkonsumsinya tanpa resep dari dokter.

Photo by JESHOOTS.com from Pexels


Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Konsumsi Vitamin Saat Hamil

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kondisi setiap ibu hamil adalah berbeda-beda. Bagi kondisi ibu hamil yang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang bagus maka kemungkinan besar tidak akan membutuhkan vitamin tambahan selain makanan dan minuman yang sehat untuk dikonsumsinya.

Sebaliknya, bagi ibu hamil yang memiliki daya tahan tubuh yang kurang maka kemungkinan besar akan membutuhkan asupan vitamin tambahan agar selama kehamilan tetap bisa sehat dan kuat. Lantas apakah baik bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi vitamin tambahan? Di bawah ini bisa kita simak beberapa hal yang harus kita pastikan sebelum kita mengkonsumsi vitamin tambahan tersebut :

1. Konsultasi pada dokter kehamilan. 

Konsultasi kepada dokter spesialis kehamilan dirasa sangat penting untuk kita lakukan saat kita dalam masa hamil. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan kita dan juga calon bayi kita yang ada dalam kandungan kita. Saat kondisi kesehatan kita semasa hamil melemah, maka dokter kehamilan pun akan memberikan resep vitamin yang dirasa aman untuk dikonsumsi. Dan bukan sembarang vitamin.

2. Membeli vitamin sesuai resep dokter. 

Seorang dokter tentu sudah memikirkan vitamin mana yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi oleh pasiennya dengan kondisi yang telah diketahuinya. Maka jangan sampai kita membeli atau mengkonsumsi vitamin lainnya selain dari resep yang telah dituliskan oleh dokter kita.

3. Pilihlah apotek terpercaya untuk mendapatkan vitamin yang kita butuhkan. 

Saat ini ada banyak sekali apotek yang menyediakan beragam vitamin. Bahkan kita juga bisa membelinya pada apotek via online. Namun hal yang perlu kita garis bawahi adalah pilihlah apotek online yang memang sudah memiliki lisensi resmi dan telah mendapatkan gelar terpercaya. Hal ini mengingat ada banyak tindak kriminal dalam dunia online yang dilakukan oleh orang-orang yang hanya menginginkan keuntungan bagi dirinya sendiri.


Saat dalam kondisi hamil, seorang wanita memang harus menjaga kondisi tubuhnya dengan sebaik mungkin. Hal yang paling harus dijaga salah satunya adalah menjaga asupan gizi dan juga nutrisi selama masa kehamilannya. Bagi kita yang masih dalam masa kehamilan pertama maka kita bisa banyak belajar tentang pemenuhan asupan nutrisi secara online. Salah satunya kita bisa kunjungi laman https://www.guesehat.com/penuhi-7-zat-gizi-ini-saat-hamil-jika-ingin-anak-cerdas-/slideshow/kalsium.

Selain belajar tentang makanan atau minuman apa yang harus dikonsumsi saat hamil, kita juga perlu belajar tentang vitamin untuk ibu hamil. Hal ini mengingat kondisi ibu hamil yang satu dengan lainnya pasti memiliki perbedaan. Ada kalanya kondisi ibu hamil tersebut akan lebih banyak membutuhkan asupan vitamin. Akan tetapi kita tidak bisa sembarangan membeli vitamin atau mengkonsumsinya tanpa resep dari dokter.

Photo by JESHOOTS.com from Pexels


Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Konsumsi Vitamin Saat Hamil

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kondisi setiap ibu hamil adalah berbeda-beda. Bagi kondisi ibu hamil yang sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang bagus maka kemungkinan besar tidak akan membutuhkan vitamin tambahan selain makanan dan minuman yang sehat untuk dikonsumsinya.

Sebaliknya, bagi ibu hamil yang memiliki daya tahan tubuh yang kurang maka kemungkinan besar akan membutuhkan asupan vitamin tambahan agar selama kehamilan tetap bisa sehat dan kuat. Lantas apakah baik bagi ibu hamil untuk mengkonsumsi vitamin tambahan? Di bawah ini bisa kita simak beberapa hal yang harus kita pastikan sebelum kita mengkonsumsi vitamin tambahan tersebut :

1. Konsultasi pada dokter kehamilan. 

Konsultasi kepada dokter spesialis kehamilan dirasa sangat penting untuk kita lakukan saat kita dalam masa hamil. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan kita dan juga calon bayi kita yang ada dalam kandungan kita. Saat kondisi kesehatan kita semasa hamil melemah, maka dokter kehamilan pun akan memberikan resep vitamin yang dirasa aman untuk dikonsumsi. Dan bukan sembarang vitamin.

2. Membeli vitamin sesuai resep dokter. 

Seorang dokter tentu sudah memikirkan vitamin mana yang aman dan tidak aman untuk dikonsumsi oleh pasiennya dengan kondisi yang telah diketahuinya. Maka jangan sampai kita membeli atau mengkonsumsi vitamin lainnya selain dari resep yang telah dituliskan oleh dokter kita.

3. Pilihlah apotek terpercaya untuk mendapatkan vitamin yang kita butuhkan. 

Saat ini ada banyak sekali apotek yang menyediakan beragam vitamin. Bahkan kita juga bisa membelinya pada apotek via online. Namun hal yang perlu kita garis bawahi adalah pilihlah apotek online yang memang sudah memiliki lisensi resmi dan telah mendapatkan gelar terpercaya. Hal ini mengingat ada banyak tindak kriminal dalam dunia online yang dilakukan oleh orang-orang yang hanya menginginkan keuntungan bagi dirinya sendiri.


,

Pameran Tunggal Seni Rupa Karya Ekwan Marianto, "The Journey of Happiness"

Happy Holiday!!

Setelah melewati satu semester yang penuh lika-liku: PPDB zonasi, latsar, rancangan aktualisasi, PIGP, proktor, PDSS dan terakhir ada e-raport. Akhirnya.... ketemu libur juga.

Liburan kali ini pun tetap dibumbui dengan drama. Jadwal awal libur sekolah dimulai tanggal 19 Desember sampai 1 Januari, dan jadwal piketku sehari di tanggal 30 Desember. Eh tiba-tiba ada nota dinas, tanggal 19 Desember masuk buat upacara Hari Bela Negara. Okelah, masuk. Eh ada nota dinas lagi, guru minimal piket 3 hari dan harus fingerprint. Di sini mulai: ha???. Disusul dengan nota dinas yang lain: tanggal 23 Desember ada upacara peringatan Hari Ibu. Ditambah pula nota dinas yang menerangkan libur guru disamakan dengan PNS lain yaitu maksimal 12 hari kerja dalam setahun.

Polemik.

Pusing lah kalau dipikirin. Makanya mending nggak usah dipikir aja. Wqwq. Sungguh mengatasi masalah tanpa solusi.

Singkat cerita, hari Sabtu kemarin menjadi hari pertama aku libur. Nggak tanggung-tanggung, hari itu juga aku sama mas Azaz meluncur ke Jogja. Tepatnya kita hinggap (haha, kumbang kalik, hinggap) di Taman Budaya Yogyakarta alias TBY.  

Ngapain kita ke TBY? Karena ada pembukaan Pameran Tunggal Seni Rupa Karya Ekwan Marianto yang bertajuk “The Journey of Happiness”.

I’m bad at arts but I’m enjoying it.

Akutu paling nggak bisa deh yang namanya berkreasi apalagi membuat-karya-seni. Makanya aku senang kalau bisa berkesempatan mengapresiasi karya seni dari seorang seniman. Datang ke pameran seni kayak gini adalah momen-momen di mana aku seketika jadi orang gumunan dengan isi kepala penuh pertanyaan

“Ya amplopp keren banget. Gimana cara bikinnya ya?”

“Kok bisa kepikiran sih??”

“Ini maknanya apa kira-kira???”

Endesbre.

Entah kenapa aku merasa berubah jadi sosok Cinta di AADC. Walaupun kalau dipikir yha... apa hubungannyaa???.


Setiap orang punya wajah yang berbeda-beda (?)

Mengenal Sosok Ekwan Marianto

Bersama Pak Ekwan Marianto

Ternyata aku beruntung bisa bertemu langsung dengan “sang seniman”, Bapak Ekwan Marianto. (Pak) Ekwan, begitu beliau kerap disapa, lahir di Tuban (18 Desember 1977). Akan tetapi beliau telah menetap di Jogja selama 25 tahun lamanya.

Pak Ekwan, yang kini tinggal di Nitiprayan bersama sang istri, mulai mempelajari seni di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). Di sinilah beliau belajar dasar-dasar menggambar, melukis, mengukir kayu, membatik, membuat cetakan, membuat ilustrasi dan sebagainya. Tak butuh waktu lama bagi beliau untuk memutuskan untuk terjun dalam dunia lukis.

Beragam teknik dan gaya lukis telah ditekuni oleh beliau. Awalnya pak Ekwan melukis dengan aliran realis. Namun, kini beliau beralih ke aliran naif. Saat ditanya,

“Kenapa Bapak lebih memilih aliran (naif) ini?. Bukannya aliran realis lebih mudah diterima oleh masyarakat kita?”

Jawab pak Ekwan,

“Karena hati saya sreknya saat menggambar seperti (aliran naif) ini. Polos, seperti gambar anak-anak”

Oooo...

Dalam benakku, aku mengangguk-angguk kecil. Sebenarnya pertama kali aku melihat karya beliau dari akun Instagram. Saat itu aku kaget, karena sebagai orang awam, lukisan pak Ekwan kok malah terlihat seperti gambar anak kecil. Aku baru tahu kalau ternyata namanya aliran naif.

Tapi kemudian, setelah aku perhatikan lebih seksama, ternyata justru lukisan pak Ekwan ini menyimpan banyak makna. Memperlihatkan kepolosan. Kesan yang ceria. Cerita yang relatable. Multi tafsir. Serta teknik yang mengagumkan.

Ternyata apa yang aku pikirkan juga diamini oleh Jean Couteau (penulis)

Kesederhanaan karya Ekwan tak hanya menyamarkan kepekaan sang seniman yang luar biasa namun juga keahlian yang dilatih selama bertahun-tahun serta, yang paling penting, beragam lapis interpretasi terhadap karya-karyanya. Lukisan Ekwan yang tampaknya kekanakan justru menyimpan rahasia kegembiraan yang selalu dicari-cari oleh manusia layaknya sebuah pencapaian.


“The Journey of Happiness”

Ruang Galeri Pameran di TBY
Pameran kali ini adalah pameran tunggal Ekwan Marianto yang ke 5. Menggandeng Bapak Agung Tobing (kolektor seni sekaligus promotor pameran), di pameran “The Journey of Happiness” ini Pak Ekwan menampilkan lebih dari 40 karya terbarunya, baik dua dimensi (lukisan) maupun tiga dimensi (patung fiber, perunggu, relief kayu).

Proses persiapan pameran ini memakan waktu 2 tahun lebih karena perlu waktu untuk berkarya”

Pak Ekwan dan karya lukisan dengan media kayunya

Jika biasanya lukisan beliau dituangkan dalam kanvas, kini pak Ekwan juga melukis di media lain seperti patung hingga kayu. Hal ini membawa tantangan tersendiri bagi pak Ekwan. 


Relief di atas kayu karya Ekwan Marianto
Selain itu, di pameran ini juga akan menghadirkan buku tentang perjalanan berkesenian Ekwan Marianto.

Apa maksud dari tema pameran “The Journey of Happiness”?

Karya-karya yang ada di sini membawa pesan “kebahagiaan”. Bahkan pak Ekwan selaku kreator pun mengakui bahwa dalam membuat karya-karya tersebut beliau harus dalam keadaan bahagia. Karena jika dalam berkarya pelukis merasa tidak bahagia, bagaimana bisa kebahagiaan itu muncul di karya yang dihasilkan?

Hal senada juga dikemukakan oleh Sri Rahayu (nama panggilan ms. Gabrielle, penikmat seni)

Happiness, kebahagiaan, bukan hal yang mudah untuk ditemukan, apalagi untuk bertahan bahagia. Karya-karya di pameran ini menunjukkan unsur inspiratif. Contohnya, dari pemilihan warna saja telah dapat memperlihatkan kebahagiaan itu....”

“Kita juga diajak untuk merasakan. Bahwa kadang kita menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan.


Melihat lukisan ini aku teringat masa kecil saat dibonceng Papa jalan-jalan. Juga saat naik komedi putar di taman hiburan. Entah kenapa.

Bahagia bermain di dalam air, berenang, menyelam, bertemu ikan (?)

Bahagia bermain dengan hewan peliharaan (?)


Bahagia seorang Ibu mendampingi masa tumbuh kembang sang anak (?)

Bahagia saat berdua bersama pasangan (?)


Melihat lukisan ini aku jadi teringat masa kecil yang bahagia saat libur Lebaran di rumah mbah, bertemu saudara, ngasih makan ayam, metik rambutan
Akhir kata...

Jangan lupa bahagia !! 

Pameran Tunggal Seni Rupa Ekwan Marianto 
“The Journey of Happiness”.
21 Desember 2019 - 4 Januari 2020
Buka pukul 09.00 - 21.00
di Taman Budaya Yogyakarta
Jl Sriwedani No 1 Yogyakarta

Informasi & narahubung :
Nunuk Ambarwati – 081.827.7073


Happy Holiday!!

Setelah melewati satu semester yang penuh lika-liku: PPDB zonasi, latsar, rancangan aktualisasi, PIGP, proktor, PDSS dan terakhir ada e-raport. Akhirnya.... ketemu libur juga.

Liburan kali ini pun tetap dibumbui dengan drama. Jadwal awal libur sekolah dimulai tanggal 19 Desember sampai 1 Januari, dan jadwal piketku sehari di tanggal 30 Desember. Eh tiba-tiba ada nota dinas, tanggal 19 Desember masuk buat upacara Hari Bela Negara. Okelah, masuk. Eh ada nota dinas lagi, guru minimal piket 3 hari dan harus fingerprint. Di sini mulai: ha???. Disusul dengan nota dinas yang lain: tanggal 23 Desember ada upacara peringatan Hari Ibu. Ditambah pula nota dinas yang menerangkan libur guru disamakan dengan PNS lain yaitu maksimal 12 hari kerja dalam setahun.

Polemik.

Pusing lah kalau dipikirin. Makanya mending nggak usah dipikir aja. Wqwq. Sungguh mengatasi masalah tanpa solusi.

Singkat cerita, hari Sabtu kemarin menjadi hari pertama aku libur. Nggak tanggung-tanggung, hari itu juga aku sama mas Azaz meluncur ke Jogja. Tepatnya kita hinggap (haha, kumbang kalik, hinggap) di Taman Budaya Yogyakarta alias TBY.  

Ngapain kita ke TBY? Karena ada pembukaan Pameran Tunggal Seni Rupa Karya Ekwan Marianto yang bertajuk “The Journey of Happiness”.

I’m bad at arts but I’m enjoying it.

Akutu paling nggak bisa deh yang namanya berkreasi apalagi membuat-karya-seni. Makanya aku senang kalau bisa berkesempatan mengapresiasi karya seni dari seorang seniman. Datang ke pameran seni kayak gini adalah momen-momen di mana aku seketika jadi orang gumunan dengan isi kepala penuh pertanyaan

“Ya amplopp keren banget. Gimana cara bikinnya ya?”

“Kok bisa kepikiran sih??”

“Ini maknanya apa kira-kira???”

Endesbre.

Entah kenapa aku merasa berubah jadi sosok Cinta di AADC. Walaupun kalau dipikir yha... apa hubungannyaa???.


Setiap orang punya wajah yang berbeda-beda (?)

Mengenal Sosok Ekwan Marianto

Bersama Pak Ekwan Marianto

Ternyata aku beruntung bisa bertemu langsung dengan “sang seniman”, Bapak Ekwan Marianto. (Pak) Ekwan, begitu beliau kerap disapa, lahir di Tuban (18 Desember 1977). Akan tetapi beliau telah menetap di Jogja selama 25 tahun lamanya.

Pak Ekwan, yang kini tinggal di Nitiprayan bersama sang istri, mulai mempelajari seni di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR). Di sinilah beliau belajar dasar-dasar menggambar, melukis, mengukir kayu, membatik, membuat cetakan, membuat ilustrasi dan sebagainya. Tak butuh waktu lama bagi beliau untuk memutuskan untuk terjun dalam dunia lukis.

Beragam teknik dan gaya lukis telah ditekuni oleh beliau. Awalnya pak Ekwan melukis dengan aliran realis. Namun, kini beliau beralih ke aliran naif. Saat ditanya,

“Kenapa Bapak lebih memilih aliran (naif) ini?. Bukannya aliran realis lebih mudah diterima oleh masyarakat kita?”

Jawab pak Ekwan,

“Karena hati saya sreknya saat menggambar seperti (aliran naif) ini. Polos, seperti gambar anak-anak”

Oooo...

Dalam benakku, aku mengangguk-angguk kecil. Sebenarnya pertama kali aku melihat karya beliau dari akun Instagram. Saat itu aku kaget, karena sebagai orang awam, lukisan pak Ekwan kok malah terlihat seperti gambar anak kecil. Aku baru tahu kalau ternyata namanya aliran naif.

Tapi kemudian, setelah aku perhatikan lebih seksama, ternyata justru lukisan pak Ekwan ini menyimpan banyak makna. Memperlihatkan kepolosan. Kesan yang ceria. Cerita yang relatable. Multi tafsir. Serta teknik yang mengagumkan.

Ternyata apa yang aku pikirkan juga diamini oleh Jean Couteau (penulis)

Kesederhanaan karya Ekwan tak hanya menyamarkan kepekaan sang seniman yang luar biasa namun juga keahlian yang dilatih selama bertahun-tahun serta, yang paling penting, beragam lapis interpretasi terhadap karya-karyanya. Lukisan Ekwan yang tampaknya kekanakan justru menyimpan rahasia kegembiraan yang selalu dicari-cari oleh manusia layaknya sebuah pencapaian.


“The Journey of Happiness”

Ruang Galeri Pameran di TBY
Pameran kali ini adalah pameran tunggal Ekwan Marianto yang ke 5. Menggandeng Bapak Agung Tobing (kolektor seni sekaligus promotor pameran), di pameran “The Journey of Happiness” ini Pak Ekwan menampilkan lebih dari 40 karya terbarunya, baik dua dimensi (lukisan) maupun tiga dimensi (patung fiber, perunggu, relief kayu).

Proses persiapan pameran ini memakan waktu 2 tahun lebih karena perlu waktu untuk berkarya”

Pak Ekwan dan karya lukisan dengan media kayunya

Jika biasanya lukisan beliau dituangkan dalam kanvas, kini pak Ekwan juga melukis di media lain seperti patung hingga kayu. Hal ini membawa tantangan tersendiri bagi pak Ekwan. 


Relief di atas kayu karya Ekwan Marianto
Selain itu, di pameran ini juga akan menghadirkan buku tentang perjalanan berkesenian Ekwan Marianto.

Apa maksud dari tema pameran “The Journey of Happiness”?

Karya-karya yang ada di sini membawa pesan “kebahagiaan”. Bahkan pak Ekwan selaku kreator pun mengakui bahwa dalam membuat karya-karya tersebut beliau harus dalam keadaan bahagia. Karena jika dalam berkarya pelukis merasa tidak bahagia, bagaimana bisa kebahagiaan itu muncul di karya yang dihasilkan?

Hal senada juga dikemukakan oleh Sri Rahayu (nama panggilan ms. Gabrielle, penikmat seni)

Happiness, kebahagiaan, bukan hal yang mudah untuk ditemukan, apalagi untuk bertahan bahagia. Karya-karya di pameran ini menunjukkan unsur inspiratif. Contohnya, dari pemilihan warna saja telah dapat memperlihatkan kebahagiaan itu....”

“Kita juga diajak untuk merasakan. Bahwa kadang kita menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan.


Melihat lukisan ini aku teringat masa kecil saat dibonceng Papa jalan-jalan. Juga saat naik komedi putar di taman hiburan. Entah kenapa.

Bahagia bermain di dalam air, berenang, menyelam, bertemu ikan (?)

Bahagia bermain dengan hewan peliharaan (?)


Bahagia seorang Ibu mendampingi masa tumbuh kembang sang anak (?)

Bahagia saat berdua bersama pasangan (?)


Melihat lukisan ini aku jadi teringat masa kecil yang bahagia saat libur Lebaran di rumah mbah, bertemu saudara, ngasih makan ayam, metik rambutan
Akhir kata...

Jangan lupa bahagia !! 

Pameran Tunggal Seni Rupa Ekwan Marianto 
“The Journey of Happiness”.
21 Desember 2019 - 4 Januari 2020
Buka pukul 09.00 - 21.00
di Taman Budaya Yogyakarta
Jl Sriwedani No 1 Yogyakarta

Informasi & narahubung :
Nunuk Ambarwati – 081.827.7073


Wednesday, December 4, 2019

Another Life Crisis Hit Me (Again)!

(((Nb. Post ini hanya berisi sambat)))

Nggak usah pake pembukaan deh. Langsung aja ke poin-poin inti sambat. Wqwq.

1. Berat badanku naik!!!

Sebenernya naiknya nggak seberapa, paling 1 kilo. Tapi komentar dari orang-orang sekitar tuh bikin insecure.

Iya iya aku gendut. So???




Gampang banget bilang, "Kok gendut sih, coba agak dikurusin biar bagusan".

Ya amploppp siapa sih yang nggak pengen kurusan. I've tried. Tapi emang
- badanku tipikal yang gampang gendut walaupun makan cuma dikit.
- ditambah males olahraga, ya maap.

Gegara jengkel sekarang aku bawaannya jadi laper mulu malahan. Huff.

Auk ah.

2. Ngerasa nggak punya temen

Ada banyak orang di sekitarku, tapi nggak ada seseorang yang temen-able. Maksud akutu yang kayak temen-temen dulu waktu zaman sekolah, atau kuliah, atau ngekos. Temen yang bisa diajak curhat bareng, ghibah bareng, main bareng, or do some other friend thingy.

Dari dulu belum nemu yang klik mulu. Kapan aku punya temennya???.

Atau emang kalo makin tua gini makin susah punya temen yang sejati???.

Di kerjaan banyak drama "politik" (politik intern sekolah maksudnya). Si A hard feeling sama si B. Si B kontra sama si C. Si C nggak sejalan sama si D. Pusing.


Temen-temen yang lama (eh apa sih namanya?, temen kuliah, temen sekolah gitu maksudnya) udah punya kesibukan masing-masing. Apalagi baru pada berkeluarga, baru pada punya baby. Mau sering-sering ngontak juga nggak enak, takut ngganggu.



Kalo aku sama keluarga beda cerita yaa. Keluarga kan bukan temen.

Baca juga: Curhat Random

3. LDM sama suami

Di kala nggak punya temen gini, suami adalah tempat bersandar paling nyaman (ceilah).

Masalahnya.... suami saya ada nun jauh di sana dong. Kapan aku bersandarnya?. Ketemu aja paling cuma Sabtu siang sampai Senin pagi. Alhasil hal-hal yang pengen dilakukan berdua bisanya dirapel selama waktu itu. Jajan mi ayam, nyari batagor, belanja, dkk. So much things to do, so little time we have.



En again, suami tuh orangnya ngeselin kalo di telepon. Nggak tau, ngeselin aja. Aku jadi males telepon-telepon video call doi. Kalo udah gitu resikonya intensitas komunikasi berkurang.

Baca juga: Awal Cerita Ketemu Suami

4. Feeling useless

Begini guys...

Aku kan ceritanya seorang guru TIK ya. Nah, di sekolah itu aku cuma ngajar 1 jam per minggu untuk 6 kelas XI, dan 2 jam per minggu untuk 1 kelas X. Kalau ditotal 1 minggu aku cuma ngajar 8 jam.

Bandingkan dengan guru yang lain, normalnya minimal beban mengajar guru itu 24 - 40 jam per minggu. 8 jam jelas nggak ada apa-apanya.

1 jam buat pelajaran TIK itu sangat sangat kurang pastinya. Bayangkan: siswa harus jalan dulu dari kelasnya ke lab komputer, siswa mempersiapkan diri, apalagi kalau komputernya masih mati perlu dinyalakan dulu, terus menyampaikan materi, terus siswa coba praktek, yang sebagian sudah bisa, yang sebagian lagi masih bingung jadi harus diulang-ulang. Eh tiba-tiba waktunya udah abis.

Belum lagi kalau jam pertama ada pembacaan asmaul husna, kajian hadist, sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, kepotong berapa menit tuh. Terus kalau jam siang kepotong 15 menit untuk literasi. Terus kalau hari Senin/Jumat ada pembinaan nanti jam pelajarannya dipotong dari 45 menit jadi 40 menit/35 menit.



Hmmmmm *inhale* *exhale*.

Tapi emang nggak bisa diapa-apain lagi. Pembelajaran di kelas mengikuti aturan Kurikulum. Hebatnya, di Kurikulum sekarang emang nggak mengakomodir jam khusus untuk TIK. Kenapa? Karena TIK dianggap udah include di masing-masing mapel.

Oke.

Banyak tuh yang tadinya guru TIK sekarang beralih jadi guru mapel lain. Kewirausahaan, misalnya.

Oh iya karena mapelku adalah BK TIK jadi nggak ada ulangan/ ujian sebagai bentuk laporan penilaian untuk siswa. Nggak ada bahan evaluasi selama pelajaran TIK.

Udahlah. Akumah guru apaan atuh.


Kadang sering kangen ngajar di sekolah lama aja karena ngerasa lebih punya meaning daripada di sini. Ya dulu kan aku ngajar mapel produktif di SMK. Jam ngajar turah-turah. Berasa jadi orang penting.

Baca juga: Cah Kerjo

5. Nggak punya sesuatu yang digemari.

Dulu aku senang baca apa aja, buku segala genre, majalah, komik, bahkan label keterangan di produk shampoo. Sekarang masih seneng baca sih, tapi intensitasnya jauh berkurang dan jauh lebih picky sama apa yang aku baca.

Dulu aku senang nonton film ataupun drama, genre apapun. Mau film horror kek, romance kek, bahkan yang receh kek, aku suka. Sekarang aku nggak suka nonton. Sama kayak baca buku di atas, aku juga picky sama tontonan, apalagi tontonan yang baru. Nggak kuat nonton konfliknya. Malahan aku lebih pilih nonton film-film lawas yang udah aku tau ceritanya.

Dulu aku aktivis sosmed. FB, IG, Twitter, Path, Line, hampir di semua sosmed aku aktif. Sekarang udah jarang banget buka sosmed. Paling sesekali buka Twitter buat sambat. Sesekali juga buka Quora buat baca-baca. Lainnya nganggur.



Dulu aku main at least 1 game, yang walaupun mainnya simpel kayak Pou, 2048, Ball Breaker, Candy Crush, dll. Sekarang aku udah bosen main game dan nggak punya aplikasi game yang bisa aku mainkan.

Dulu aku senang kulineran, foto-foto makanan, diupload di IG, bikin post di blog, dst. Sekarang udah jarang banget kulineran. Sekalinya kulineran di tempat baru paling cuma update di Google Local Guide.

Sekarang juga udah nggak pernah lagi ikutan event blogger. Padahal aku kangen keseruannya. Huhu.

Entah deh.

I think I need new hobby.

Nggak punya gairah untuk melakukan sesuatu itu petaka.

Yah... itulah beberapa sambatanku hari ini. Sambat bukan bermaksud nggak bersyukur, tapi sebagai pengingat kalau hidup ini kadang naik kadang turun. Ndilalah ini kok lagi ngerasa down.

At last.... remember one thing, that's okay not to be okay.

Gif from giphy.com 
(((Nb. Post ini hanya berisi sambat)))

Nggak usah pake pembukaan deh. Langsung aja ke poin-poin inti sambat. Wqwq.

1. Berat badanku naik!!!

Sebenernya naiknya nggak seberapa, paling 1 kilo. Tapi komentar dari orang-orang sekitar tuh bikin insecure.

Iya iya aku gendut. So???




Gampang banget bilang, "Kok gendut sih, coba agak dikurusin biar bagusan".

Ya amploppp siapa sih yang nggak pengen kurusan. I've tried. Tapi emang
- badanku tipikal yang gampang gendut walaupun makan cuma dikit.
- ditambah males olahraga, ya maap.

Gegara jengkel sekarang aku bawaannya jadi laper mulu malahan. Huff.

Auk ah.

2. Ngerasa nggak punya temen

Ada banyak orang di sekitarku, tapi nggak ada seseorang yang temen-able. Maksud akutu yang kayak temen-temen dulu waktu zaman sekolah, atau kuliah, atau ngekos. Temen yang bisa diajak curhat bareng, ghibah bareng, main bareng, or do some other friend thingy.

Dari dulu belum nemu yang klik mulu. Kapan aku punya temennya???.

Atau emang kalo makin tua gini makin susah punya temen yang sejati???.

Di kerjaan banyak drama "politik" (politik intern sekolah maksudnya). Si A hard feeling sama si B. Si B kontra sama si C. Si C nggak sejalan sama si D. Pusing.


Temen-temen yang lama (eh apa sih namanya?, temen kuliah, temen sekolah gitu maksudnya) udah punya kesibukan masing-masing. Apalagi baru pada berkeluarga, baru pada punya baby. Mau sering-sering ngontak juga nggak enak, takut ngganggu.



Kalo aku sama keluarga beda cerita yaa. Keluarga kan bukan temen.

Baca juga: Curhat Random

3. LDM sama suami

Di kala nggak punya temen gini, suami adalah tempat bersandar paling nyaman (ceilah).

Masalahnya.... suami saya ada nun jauh di sana dong. Kapan aku bersandarnya?. Ketemu aja paling cuma Sabtu siang sampai Senin pagi. Alhasil hal-hal yang pengen dilakukan berdua bisanya dirapel selama waktu itu. Jajan mi ayam, nyari batagor, belanja, dkk. So much things to do, so little time we have.



En again, suami tuh orangnya ngeselin kalo di telepon. Nggak tau, ngeselin aja. Aku jadi males telepon-telepon video call doi. Kalo udah gitu resikonya intensitas komunikasi berkurang.

Baca juga: Awal Cerita Ketemu Suami

4. Feeling useless

Begini guys...

Aku kan ceritanya seorang guru TIK ya. Nah, di sekolah itu aku cuma ngajar 1 jam per minggu untuk 6 kelas XI, dan 2 jam per minggu untuk 1 kelas X. Kalau ditotal 1 minggu aku cuma ngajar 8 jam.

Bandingkan dengan guru yang lain, normalnya minimal beban mengajar guru itu 24 - 40 jam per minggu. 8 jam jelas nggak ada apa-apanya.

1 jam buat pelajaran TIK itu sangat sangat kurang pastinya. Bayangkan: siswa harus jalan dulu dari kelasnya ke lab komputer, siswa mempersiapkan diri, apalagi kalau komputernya masih mati perlu dinyalakan dulu, terus menyampaikan materi, terus siswa coba praktek, yang sebagian sudah bisa, yang sebagian lagi masih bingung jadi harus diulang-ulang. Eh tiba-tiba waktunya udah abis.

Belum lagi kalau jam pertama ada pembacaan asmaul husna, kajian hadist, sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, kepotong berapa menit tuh. Terus kalau jam siang kepotong 15 menit untuk literasi. Terus kalau hari Senin/Jumat ada pembinaan nanti jam pelajarannya dipotong dari 45 menit jadi 40 menit/35 menit.



Hmmmmm *inhale* *exhale*.

Tapi emang nggak bisa diapa-apain lagi. Pembelajaran di kelas mengikuti aturan Kurikulum. Hebatnya, di Kurikulum sekarang emang nggak mengakomodir jam khusus untuk TIK. Kenapa? Karena TIK dianggap udah include di masing-masing mapel.

Oke.

Banyak tuh yang tadinya guru TIK sekarang beralih jadi guru mapel lain. Kewirausahaan, misalnya.

Oh iya karena mapelku adalah BK TIK jadi nggak ada ulangan/ ujian sebagai bentuk laporan penilaian untuk siswa. Nggak ada bahan evaluasi selama pelajaran TIK.

Udahlah. Akumah guru apaan atuh.


Kadang sering kangen ngajar di sekolah lama aja karena ngerasa lebih punya meaning daripada di sini. Ya dulu kan aku ngajar mapel produktif di SMK. Jam ngajar turah-turah. Berasa jadi orang penting.

Baca juga: Cah Kerjo

5. Nggak punya sesuatu yang digemari.

Dulu aku senang baca apa aja, buku segala genre, majalah, komik, bahkan label keterangan di produk shampoo. Sekarang masih seneng baca sih, tapi intensitasnya jauh berkurang dan jauh lebih picky sama apa yang aku baca.

Dulu aku senang nonton film ataupun drama, genre apapun. Mau film horror kek, romance kek, bahkan yang receh kek, aku suka. Sekarang aku nggak suka nonton. Sama kayak baca buku di atas, aku juga picky sama tontonan, apalagi tontonan yang baru. Nggak kuat nonton konfliknya. Malahan aku lebih pilih nonton film-film lawas yang udah aku tau ceritanya.

Dulu aku aktivis sosmed. FB, IG, Twitter, Path, Line, hampir di semua sosmed aku aktif. Sekarang udah jarang banget buka sosmed. Paling sesekali buka Twitter buat sambat. Sesekali juga buka Quora buat baca-baca. Lainnya nganggur.



Dulu aku main at least 1 game, yang walaupun mainnya simpel kayak Pou, 2048, Ball Breaker, Candy Crush, dll. Sekarang aku udah bosen main game dan nggak punya aplikasi game yang bisa aku mainkan.

Dulu aku senang kulineran, foto-foto makanan, diupload di IG, bikin post di blog, dst. Sekarang udah jarang banget kulineran. Sekalinya kulineran di tempat baru paling cuma update di Google Local Guide.

Sekarang juga udah nggak pernah lagi ikutan event blogger. Padahal aku kangen keseruannya. Huhu.

Entah deh.

I think I need new hobby.

Nggak punya gairah untuk melakukan sesuatu itu petaka.

Yah... itulah beberapa sambatanku hari ini. Sambat bukan bermaksud nggak bersyukur, tapi sebagai pengingat kalau hidup ini kadang naik kadang turun. Ndilalah ini kok lagi ngerasa down.

At last.... remember one thing, that's okay not to be okay.

Gif from giphy.com