Monday, April 16, 2018

,

Mengatur Keuangan Keluarga Ala Dismo

Note:
Aku nulis ini bukan karena udah jago masalah mengatur keuangan keluarga. Justru nulis ini biar dapet masukan / share dari pembaca, yang pastinya lebih berpengalaman.

---

Ada banyak hal yang berbeda saat kita masih "sendiri" dan saat kita sudah berkeluarga (ya walaupun baru berdua sih). Salah satunya yaitu masalah keuangan.

Ketika masih single dulu, keuanganku nggak kekontrol. Bukan yang borosnya nggak tau diri atau gimana, tapi lebih ke: dapet gaji, cukup buat sebulan, ga nombok, bisa nabung atau nggak pikir nanti deh (kecuali setahun terakhir aku nabung buat biaya resepsi, wqwq). Dulu, liat apa, pengen, liat dompet, masih ada uang, ya udah beli. Liat apa, kayaknya butuh, ada uang di dompet, langsung beli. Outputnya cuma ke jangka pendek-menengah, nggak punya investasi untuk jangka panjang.

Setelah menikah, urusan keuangan mulai aku benahi. Seolah secara naluriah, setelah menikah seorang istri juga berperan sebagai manajer keuangan. Apalagi sekarang uang yang aku pegang bukan cuma dari-dan-untuk diri sendiri, tapi juga dari-dan-untuk berdua. Belum lagi kebutuhan setelah berkeluarga jadi berbeda dengan kebutuhan saat sendiri.

Poin-poin yang ada dalam manajemen keuangan keluarga ala aku, kurang lebih begini:

- Gaji suami dipercayakan ke aku

Sebagai istri, aku nggak pernah nagih uang bulanan ke suami. Alhamdulillah suami udah sadar sendiri untuk memberi nafkah ke istri, ceilah. Abis ngambil gaji gitu, uangnya langsung dikasih ke aku. Berapapun yang dikasih, aku terima dengan senang hati. I don't need to know how much, exactly, is his income. Walaupun biasanya dikasih semua sih, lengkap sama slip gajinya. Ehehe.

- Gajiku juga masuk ke keuangan berdua

Sebenernya istri kan nggak wajib ya buat kerja. Ketika istri kerja pun, penghasilannya bisa untuk dirinya sendiri karena nggak ada kewajiban istri buat menafkahi keluarga. Correct me if I'm wrong.

Tapi buat aku, biarlah gajiku juga dimasukin ke keuangan keluarga. Kalo buat sendiri, bingung gimana ngabisinnya. Kekeke.

Orang tua ngasih nasihat begini:
Gaji suami buat urusan rumah. Gaji istri buat makan sehari-hari.

Nasihat ini aku simpan dan aku coba terapkan tentunya dengan caraku sendiri.

- Bagi menjadi 4, kebutuhan jangka pendek, menengah dan panjang, lalu kebutuhan darurat.

1. Jangka pendek. 

Misalnya: masak, kebutuhan dapur (gas, galon, beras, dll), kebutuhan kamar mandi (shampoo, sabun, dll), kebutuhan pribadi (pulsa), dll

2. Jangka menengah, misalnya: rumah (karena kita masih ngontrak jadi masuknya ke menengah), listrik, PAM, dll

3. Jangka panjang, misalnya: zakat dan infak (ini jangka panjang lho, hubungannya sama akhirat), tabungan, investasi, jaminan kesehatan.

Zakat
Segera setelah terima gaji, langsung sisihkan 2,5% diniatkan untuk zakat. Karena kadang aku dapat tambahan nggak terduga dari blogging atau yang lain, aku tambahkan juga ke jumlah zakatnya.

Untuk infak nggak ada anggaran pasti, toh makin sering makin banyak makin ikhlas lebih bagus.

Tabungan

Untuk nabung, aku tahu cara nabung kayak yang aku praktekkan sekarang ini dari kakak kelas, sebut saja mas Amir. Aku nggak tau istilah yang resmi buat cara nabung ini, tapi aku nyebutnya sih tabungan-satu-nominal.



Metodenya gini. Pertama, kita tentuin dulu nominal uang yang akan masuk ke tabungan, misalnya aku pilih uang 5.000. Terus nantinya, setiap aku punya uang 5.000 (yang warna coklat), uang itu akan aku masukin ke kotak "celengan". Kalau aku pilih 20.000, berarti setiap aku punya uang 20.000 (yang warna hijau) aku bakal masukin ke celengan. Gitu. Maksa nggak maksa sih, yaa namanya juga tabungan. Nabung gini berlaku buat aku dan mas Azaz.

Selain menabung dengan cara di atas, aku juga menyisihkan uang di awal siklus untuk ditabung. Aku lebih suka menabung di awal daripada menunggu uang yang sisa di akhir bulan. Kalau di akhir bulan, takutnya uang udah habis duluan.

Investasi

Investasi ini penting ya, jadi kita nggak boleh pandang sebelah mata. Kenapa?. Karena ada inflasi. Apa itu inflasi?. Aku bukan orang ekonomi, jadi mohon maaf nih kalo salah jelasinnya. Tapi gampangnya, nilai mata uang kita akan berubah. Misalnya, uang Rp 500 jaman dulu bisa buat beli bakso semangkok, kalau kita belanjakan di masa sekarang uang Rp 500 paling cuma bisa beli cilok 1 biji, untuk beli bakso semangkok paling nggak kita butuh uang Rp 10.000. Kalau cuma banyakin tabungan uang tanpa investasi, nanti nilai uang kita akan tergerus, kan rugi.

Untuk investasi, aku baru berani invest beli emas (tapi yang batangan, bukan perhiasan). Soalnya kalo emas kan harganya masih affordable dan harganya juga stabil, dengan kecenderungan naik mengikuti inflasi. Kata mas Priyo, emas itu buat mengamankan uang kita dari inflasi supaya nilainya nggak turun di masa mendatang.

Kalau mau yang nilainya naik tinggi, beli tanah tuh. Yah, tapi hamba sekarang belum mampu, Tuan. Selain itu, sempat terbersit keinginan invest ke reksadana, tapi masih pikir-pikir lagi karena belum terlalu paham urusan begituan. And i'm not the one who can take any risk. 

Investasi kecil-kecilan yang lain adalah: spend money for your hobby. In my case, aku beli buku. Buat orang lain mungkin nggak penting. Tapi karena aku suka baca buku, makanya aku beli buku buat menyalurkan hobi juga sebagai "pengayaan jiwa". Tsah. Atau kadang beli peralatan masak buat eksperimen.

In mas Azaz's case, dia biasanya spend money buat beli alat-alat vapor atau perlengkapan kamera. Hobinya dia mah mahal T_T . But that's okay. 

Work is about your need. Hobby is about your passion. Be balance. 

Jangan cuma harta yang kita jaga supaya nilainya nggak turun di masa depan, pastikan juga diri kita punya nilai tambah di masa yang akan datang.

Jaminan kesehatan

Nah kalau untuk yang satu ini, masih bingung banget sih. Sekarang kan ada BPJS dan segala macem ya. Tapi mau bikin, kok banyak kisah-kisah nggak enak tentang penggunaan BPJS. Mungkin next time akan bikin, termasuk kalau udah selo untuk mengurus kebutuhan administrasi. Sekarang ini jaminan kesehatannya dengan jaga kesehatan dan keselamatan dulu. Juga dengan memperbanyak sedekah.

4. Yang keempat, kebutuhan insidental. Sebagian uangnya aku sisihkan untuk keperluan yang di luar rencana. Misalnya: undangan nikahan, takziah, sumbangan, dan lain-lain.

Kebutuhan dadakan macam gini kadang nggak terduga, tapi sekalinya ada biasanya menguras kocek juga. Seperti bulan Februari yang lalu, karena ada tanggal cantik jadi ada banyak teman yang menikah. Dalam 1 hari, kita dapat 3 undangan pernikahan. Kalau per undangan kita anggarkan Rp 50.000, berarti minimal perlu punya Rp 150.000 . Dengan menganggarkan kebutuhan insidental dari awal, ini cukup membantu sih.

- Menyimpan uang di beberapa amplop

Setelah gaji aku bagi dalam 4 kebutuhan di atas, berikutnya aku simpan di beberapa amplop yang berbeda. Jangan lupa beri keterangan di masing-masing amplop. Ada amplop untuk anggaran masak, beli pulsa listrik dan pam, kebutuhan insidental, anggaran suami, dll. Nanti ketika perlu beli beras, ambil uangnya di amplop "anggaran masak". Ketika ada kondangan, ambil uangnya di amplop "kebutuhan insidental". Begitulah.

Sedia uang di dompet secukupnya aja. Jangan terlalu sedikit, juga jangan terlalu banyak. Biar nggak tergoda buat beli macam-macam.

Sepertinya cukup sekian dulu share cara mengatur keuangan dari aku. Kalau ada yang punya tips n trik mengatur keuangan yang lain, share di kolom komentar ya ;)

Thursday, April 12, 2018

,

Review Powerbank Asus ZenPower Slim 6000, Kecil-Kecil Cabe Rawit

Penggunaan smartphone maupun gadget lain sekarang ini telah menjadi kebutuhan sehari-hari. Terasa ada yang kurang jika smartphone tidak berada di genggaman kita. Banyak di antara kita yang kemudian merasa perlu memastikan indikator baterai smartphone berada dalam jumlah yang aman untuk bisa digunakan. Maka dari itu, keberadaan powerbank seolah menjadi pelengkap yang tepat agar kita dapat mengisi daya gadget sewaktu-waktu.

Asus ZenPower Slim 6000 mAh perlu mendapatkan perhatian bagi para pengguna smartphone. Powerbank besutan Asus ini memiliki fitur FastCharging yang memungkinkan pengguna smartphone mengisi daya dengan lebih cepat. Tak hanya itu, Asus juga membekali powerbanknya dengan fitur-fitur unggulan lain yang dapat diandalkan.



Mengusung daya 6000 MaH yang tidak terlalu besar memang sekilas terasa disayangkan. Akan tetapi di sisi lain daya yang cukupan ini justru menguntungkan jika kita perlu membawa powerbank untuk bepergian. Hal ini mengingat adanya kebijakan baru tentang pelarangan membawa powerbank berdaya besar ke dalam pesawat.

Bagaimana review lengkap Asus ZenPower Slim 6000? Simak penjabaran berikut.

Spesifikasi

Spesifikasi Asus ZenPower Slim 6000













Body

Membawa embel-embel "Slim" dalam namanya, dibuktikan Asus dengan menghadirkan desain yang ramping. Berdimensi 110.9 x 67.6 x 14.82 mm serta berat 170g, membuat body powerbank Asus tak hanya terlihat kecil, namun juga ringan. 

Seri Asus ZenPower Slim 6000 tersedia dalam 2 varian warna, yaitu Merah Burgundy dan Sand Gold. Pilihan warna yang membuat body Asus terlihat cantik dan elegan. Didukung balutan material aluminium anodized sehingga menjadikan ZenPower nyaman untuk digenggam tanpa takut terlihat kotor.

Informasi di kardus belakang Asus ZenPower Slim 6000

Pada sisi atas Asus ZenPower terdapat 1 port USB, 1 microUSB,  4 lampu indikator, dan tombol power. Port USB digunakan untuk menghubungkan powerbank dengan gadget. Micro USB digunakan untuk menghubungkan powerbank dengan charger. Tombol power berfungsi untuk menyalakan ataupun mematikan powerbank. Sedangkan 4 lampu indikator menandakan kuantitas energi yang sedang tersimpan dalam Asus ZenPower. Ketika power bank terhubung dengan gadget, lampu indikator akan otomatis menyala sebagai penanda bahwa powerbank sedang memberikan daya listrik terhadap gadget.

Kelengkapan

Kelengkapan paket penjualan Asus ZenPower Slim


Kelengkapan yang kita dapatkan dalam paket penjualan Asus ZenPower Slim ini terdiri dari kotak dus, powerbank, kabel microUSB, buku petunjuk, dan buku garansi. Garansi yang diberikan berlaku selama 1 tahun. Sayangnya, Asus tidak menyertakan kepala charger untuk charging powerbank ini. Namun tidak perlu khawatir karena pengguna dapat menggunakan kepala charger dari gadget / smartphone lain.


Fitur

- High Capacity

Kapasitas powerbank yang cukup besar mampu menjaga baterai gadget kita tetap terisi penuh

- Quick Charging

ZenPower ini mendukung output berkapasitas 2.4A sehingga pengisian daya menjadi lebih cepat

- Look and Feel

Desain yang ramping memberikan kenyamanan bagi pengguna, terutama karena mudahnya untuk dibawa saat bepergian

- Safety

Mengusung ASUS PowerSafe membuat ZenPower unggul dalam keselamatan, terutama saat penggunaan powerbank. Salah satu keunggulan paling terlihat dari powerbank  ini yaitu bodynya tidak menjadi panas baik saat dicharge maupun saat digunakan untuk charge gadget.

Teknologi Asus PowerSafe

Harga

ASUS membanderol ZenPower Slim 6000 dengan harga Rp 229.000,-. Kita bisa mendapatkan produk ini di gerai-gerai Asus maupun melalui website online resminya.




Kelebihan 

+  Fast charging. Saat mencoba charging powerbank, hanya dibutuhkan waktu 30 menit untuk mengisi daya powerbank dari kosong menjadi terisi 75% (3 indikator lampu LED menyala).

+ Safe charging. Ketika mencoba charging smartphone dengan powerbank ini, powerbank secara otomatis berhenti menyuplai daya ketika baterai smartphone sudah terisi penuh. Hal ini sangat menguntungkan karena baterai gadget terhindar dari over-charge.

+ Body alumunium membuat powerbank ini tidak mudah kotor dan tidak gampang panas, tetap dingin saat digunakan untuk charging.


Kekurangan

- Tidak adanya kepala charger, sehingga pengguna harus mencari-cari kepala charger dari gadget lain

- Hanya tersedia 1 port USB, sehingga hanya dapat digunakan untuk charge 1 gadget dalam 1 waktu

Perbedaan Roti, Kue dan Tart

By the way, sudah pada tahu belum apa bedanya roti, kue, dan tart?.

Ada banyak salah kaprah yang berkembang di masyarakat kita. Salah satunya yaitu anggapan bahwa makanan yang berasal dari tepung, yang rasanya manis, terutama yang dipanggang, semuanya disebut sebagai: roti. Padahal makanan dengan bahan utama tepung belum tentu roti, bisa jadi d

Kalau aku sih gampangnya gini, roti (dalam bahasa inggris: bread) terbuat dari adonan dengan bahan tepung dan ragi sebagai "pengembang".  Roti biasanya berwarna coklat di luar karena hasil proses pemanggangan tapi berwarna putih di bagian dalam yang merupakan warna tepung sebagai bahan utamanya. Contoh roti: roti tawar, roti sobek.

Roti

Roti



Sedangkan kue (dalam bahasa inggris: cake) terbuat dari adonan dengan bahan yang lebih beragam, ada tepung, telur, gula, bisa juga ditambahkan bahan-bahan lain seperti mentega, perasa, baking powder, dll. Maka dari itu tekstur dan rasa kue berbeda dari roti. Kue lebih padat walaupun tetap bisa mengembang, selain itu rasa kue juga lebih beraneka ragam. Kue bisa dimasak dengan dipanggang ataupun dikukus. Contoh kue: bolu, brownies, prol tape, dll.

Kue

Ada 1 lagi yaitu tart. Tart sebenarnya hampir sama dengan kue tapi bagian luarnya diberikan hiasan, bisa dihias menggunakan krim maupun icing. Contoh: kue tart ulang tahun.

Kue Tart

Kalau kue kering (dalam bahasa inggris: cookies) ?. Dari namanya saja sudah kelihatan ya kue kering berasal dari adonan seperti kue yang kemudian dipanggang hingga hasil akhirnya kering. Contoh: kue kastengel, nastar, putri salju, dll.
, ,

Review Cikis Cake & Bakery, Si Lezat Harga Bersahabat


Sebagai pecinta kue, aku paling nggak bisa menolak setiap ada kesempatan buat makan makanan manis ini. Seperti ketika minggu lalu ada ajakan buat review Cikis Cake & Bakery, toko roti dan aneka kue yang baru buka di Jogja, langsung gercep deh bilang "ikuut". 



Kitchen Tour

Jadilah hari Sabtu (7/4) lalu aku bersama kakak-kakak blogger menyambangi outlet Cikis Cake & Bakery di daerah Pringgokusuman. Sesampainya di sana, kami disambut dengan hangat oleh crew Cikis. Tak hanya itu, kami bahkan diajak untuk masuk ke dapur supaya bisa melihat langsung pembuatan roti Cikis, mulai dari pemilihan bahan-bahan yang digunakan, membuat adonan, membuat bentuk roti, pemanggangan, hingga roti yang baru matang alias baked fresh from the oven

Chef Tarsono meracik bahan-bahan untuk membuat roti

Chef Tarsono membuat adonan roti

Adonan roti yang sudah jadi, siap untuk dipanggang
Oven besar untuk memanggang roti

Yeay. Cikis' bread fresh from the oven



Cikis Cake & Bakery


Tak berapa lama setelah dari dapur, kami bertemu dengan Pak Yudi, selaku GM dari Bale Ayu Group. Bagi masyarakat Jogja, tentu sudah familiar dengan nama-nama restoran di bawah naungan manajemen BaleAyu Group seperti resto Bale Ayu, Bale Bebakaran, Bale Bebek, dan Rumah Makan Giwangan. Cikis merupakan "anak bungsu" dari manajemen BaleAyu Group. Cikis Cake & Bakery baru saja dibuka pada 13 Februari 2018 lalu dengan outlet pertama di Jalan Pringgokusuman. Berbeda dengan kakak-kakaknya yang mengusung makan besar, Cikis menyediakan aneka roti dan kue dengan harga terjangkau.

Nama Cikis sendiri berasal dari bahasa Turki yang memiliki arti jalan keluar. Harapannya, Cikis dapat menjadi solusi bagi masyarakat Jogja dalam mendapatkan roti untuk berbagai keperluan. Roti-roti dan kue Cikis bisa dijadikan konsumsi harian, snackbox untuk acara rapat, hantaran, maupun oleh-oleh. Lokasinya yang berada di kota dan dekat dengan pasar Pathuk membuat Cikis mudah diakses. 

Lokasi dan Jam Operasional Outlet


Outlet Cikis Cake & Bakery
Lokasi Outlet Cikis Cake & Bakery:
Jl. Pringgokusuman no. 16 Yogyakarta 55272
Jam operasional: 07.00 - 21.00 WIB

Belum tersedia di Go-Food, namun bisa ditemukan di Go-Shop.

Menu dan Harga

Cikis menyediakan aneka roti (mulai dari roti bijian, roti sobek, hingga roti tawar), kue (bolu, cake, slice cake), kue tart, dan kue kering.

Baca juga: Perbedaan Roti, Kue, dan Tart

Seperti yang udah aku tulis di atas, Cikis membanderol produk-produknya dengan harga terjangkau.

Misalnya aneka roti, harganya mulai dari Rp 4.000 hingga Rp 9.000 saja. Sedangkan beragam roti tawar mulai dari roti tawar gandum hingga roti tawar coklat, kisaran harganya cukup belasan ribu rupiah. 

Aneka Roti Cikis Cake & Bakery

Untuk harga kue juga ramah di kantong. Kue andalan dari Cikis yaitu Banana Cheese Cake dan Japanese Cheese Cake, keduanya dihargai Rp 30.000. Ada juga slice cake (potongan kue) yang harganya belasan ribu rupiah.



Bagi yang ingin membeli kue tart, Cikis menyediakan banyak pilihan kue tart dengan hiasan yang cantik maupun lucu.



Untuk aneka kue kering, ada beragam jenis kue kering yang bisa kita pilih. Ada kue yang telah biasa kita santap seperti kue kastengel. Ada juga kue-kue lucu yang baru aku icip saat di sana, seperti kue berbentuk ulat yang rasanya seperti kue salju, harganya sangat ekonomis hanya Rp 25.000 per toples 250gram.





Kue kering signature dari Cikis yaitu Choco Square Stick. Rasanya unik karena menghadirkan perpaduan kue kastengel yang asin dan coklat yang manis. Harga setoples Choco Square Stick Rp 65.000.



Untuk pemesanan snackbox, harga per box mulai dari Rp 7.000 atau sesuai permintaan pembeli. Pembeli tinggal menyesuaikan harga dengan budget yang dimiliki. Namun perlu diperhatikan bahwa pemesanan dalam jumlah banyak sebaiknya dilakukan pada H-1.

Cikis juga melayani free delivery order alias pengiriman gratis. Jangkauan areanya mencakup area Yogyakarta dan sekitarnya.

Daya Tahan

Karena tanpa menggunakan pengawet buatan, daya tahan roti Cikis masih baik selama 3 hari di suhu ruangan.

Review

Di Jogja, kita bisa menemui banyak toko bakery dengan ciri khasnya masing-masing. Selain pilihan produk pastry yang ditawarkan, kisaran harga dari tiap toko bakery pun berbeda. Ada yang mem-branding bakery nya sebagai kelas premium, ada yang kelas menengah ke atas, ada pula yang kelas menengah ke bawah.

Cikis menyasar kalangan menengah ke bawah, terbukti dengan harga produk roti hingga kuenya dipatok dengan harga ekonomis. Namun dengan harga yang terjangkau tersebut, menurutku kualitas produk Cikis nggak kalah dari brand bakery menengah ke atas. Kalaupun ada yang membedakan, paling hanya dari segi tampilan. Roti maupun kue-kue Cikis memang tidak tampil "wah", tapi tetap menarik bahkan beberapa di antaranya dibuat menjadi unik.

Kue Kering berbentuk ulat, gelik-gelik enak
Roti berbentuk Love. Eaak


Kemarin aku mencoba beberapa produk Cikis, seperti: roti Kopi, roti Coklat, roti ala Pizza, kue Japanese Cheese Cake, Banana Cheese Cake, Kue Mandarin (atau Lapis Surabaya), Cookies "Ulat" dan Choco Cheese Stick. Cukup banyak ya, karena ada yang aku bawa pulang ke rumah juga, hehe.
Setiap rotinya memiliki tekstur yang sama: lembut. Bahkan karena tak segera habis, ada roti yang baru aku makan keesokan harinya namun teksturnya masih tetap baik. Favoritku roti Kopinya, karena aromanya yang enak dan rasa manis serta nuansa kopinya yang pas.

Varian roti rasa kopi


Dari sekian kue yang aku coba, favoritku yang Banana Cheese Cake. Nggak salah kalau kue ini jadi andalan Cikis Bakery. Dari tampilannya, aku pikir tekstur kuenya kasar. Ah tapi ternyata penampilan memang bisa menipu. Sewaktu diicip, si kue Banana Cheese Cake ini padat tapi lembut ternyata. Rasa pisang yang khas berpadu dengan rasa keju yang salty menghasilkan kombinasi yang pas di lidah. Hmm yummy.

Untuk kue kering, udahlah, Choco Cheese Stick emang paling juara. Kue kastengel yang krenyes bertemu dengan coklat yang manisnya pas membuat satu rasa baru yang unik tapi tetap lezat. Bikin pengen makan lagi dan lagi.

Beli lagi nggak?. 

Pastinya.

Duh, kalo Cikis ini buka outlet di dekat rumahku, tiap minggu aku bakal beli stok roti terus. Hehehe, siapa tau kalo sering makan roti nanti kulitku jadi putih terus jadi fasih ngomong Inggris kan. Jadi mirip bule :3. *ngimpii*.

Btw selama bulan April ini di Cikis ada promo diskon 30% all item tanpa maksimum pembelian. Wih mayan banget lho promonya. Gih jangan sampai kelewatan. Borong-able inih :9


Friday, April 6, 2018

Flashblogging Bersama Kominfo: Mencintai Indonesia, Menuju Indonesia Maju


Hari Jum’at (6/4) kali ini, aku mendapat kesempatan mengikuti acara Flash Blogging yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (KemKominfo) bekerja sama dengan Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik serta Dinas Kominfo DI Yogyakarta. Acara yang mengusung tema “Menuju Indonesia Maju” ini diikuti oleh 75 blogger dan penggiat media sosial (netizen) dari Jogja dan sekitarnya.




Netizen Zaman Now



Jogja menjadi salah satu kota yang dibidik oleh Kominfo karena potensi penggiat media sosialnya yang begitu besar. Seperti disampaikan oleh Bapak Drs. Februarino Putro (Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik DI Yogyakarta), jumlah netizen di Jogja termasuk tinggi. Pemerintah DI Yogyakarta, memberikan perhatian secara khusus kepada netizen karena netizen memiliki potensi yang luar biasa. Salah satu bentuk perhatian pemerintah yaitu dengan pembangunan co-working space untuk kegiatan IT yang ramah difabel. Co-working space ini direncanakan dapat mulai beroperasi pada bulan Agustus depan.

Hal yang serupa juga diamini oleh Bapak Dedet Surya Nandika (Direktur Kemitraan Komunikasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik). Menurut Bapak Dedet, dunia sekarang ini kecil, bahkan ada istilah yang menyebut “small village”. Munculnya istilah tersebut karena di dunia sekarang ini informasi dapat tersebar luas dengan amat mudah. Apa yang terjadi di Amerika, dapat diketahui oleh penduduk Indonesia, begitupun dengan negara-negara di belahan dunia lain. 


Lanjut Bapak Dedet, netizen memegang peran dalam penyebaran informasi di dunia maya. Maka dari itu, penting bagi netizen agar menyebarkan konten-konten positif agar tercipta kondisi masyarakat yang optimis. Sedangkan hal yang urgent untuk digarisbawahi oleh Netizen adalah: katakan tidak pada Hoax. Jangan sampai netizen terjerumus bahkan menjerumuskan orang lain ke dalam Hoax alias berita bohong. Tidak dapat dipungkiri, pada masa sekarang jumlah hoax semakin banyak dan dapat tersebar dengan sangat cepat yang menimbulkan keresahan di masyarakat luas.

Asiknya Ngeblog versi Agus Mulyadi

Pembicara pertama yaitu mas Agus Mulyadi (blogger, redaktur Mojok.co). Kiprah mas Gus Mul, sapaan mas Agus Mulyadi yang diambil dari singkatan namanya, di dunia blogging tentunya sudah tidak diragukan lagi. Tulisan-tulisan mas Agus yang mayoritas bernuansa kocak dapat kita baca di blog beliau www.agusmulyadi.web.id ataupun di beberapa artikel di mojok.co.



Selain aktif ngeblog, tulisan mas Agus juga telah dibukukan. Mas Agus telah menerbitkan 3 buku dan akan ada 2 judul buku lain yang menyusul diterbitkan tahun ini. Mengambil genre personal-literature, mas Agus bercerita tentang kisah-kisah keseharian yang dialaminya sendiri. 

Tips blogging kreatif versi Agus Mulyadi yaitu sebagai berikut:

1. Ide bisa diambil dari berbagai hal, termasuk hal-hal yang kita alami sehari-hari

Ada banyak hal unik yang terjadi di sekitar kita, hanya saja kita sering luput tidak mengindahkan hal tersebut. Padahal jika kita perhatikan, banyak inspirasi yang bisa kita ambil dari keseharian kita. 

2. Kontekstual

Kita juga bisa menulis tentang hal-hal yang kontekstual kemudian kita bahas dengan sudut pandang yang berbeda.

3. Memanfaatkan gimmick

Maksudnya gimmick di sini yaitu mengambil isu tertentu yang sedang hangat diperbincangkan kemudian dikaitkan dengan tulisan kita sendiri. 


4. Memperhatikan gaya bahasa. 

Blog adalah media penulisan yang pada dasarnya bersifat personal, sehingga penulisan pada blog lebih mudah disesuaikan dengan gaya bahasa pribadi. Menggunakan gaya bahasa sendiri justru menjadi hal yang menarik dan menjadikan blog kita memiliki karakter tersendiri.

5. Membuat tulisan yang “Quote-able”

Dalam menulis di blog, membubuhkan quote bisa menjadi daya tarik bagi pembaca. Pembaca mungkin tidak ingat keseluruhan tulisan kita, tapi pembaca akan lebih mudah mengingat quote kita buat.

Menuju Indonesia Maju

Pembicara berikutnya yaitu Pak Andoko Darta (staf Tim Komunikasi Presiden). Materi dari Pak Andoko dibuka dengan tulisan besar di layar “Menuju Indonesia Maju”.

“Inillah cita-cita dari Presiden kita, Bapak Joko Widodo, untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara maju”, ujar Pak Andoko, “Supaya kita, rakyat Indonesia, lebih sejahtera daripada saat ini”

Untuk menuju Indonesia yang maju, ada proses-proses yang perlu kita usahakan untuk memenuhi syarat sebagai negara maju, seperti:  infrastruktur baik dan pembangunan manusia. Dimulai sejak tahun 2015, program pemerintah pada tahun itu yaitu membentuk pondasi pembangunan. Kemudian pada tahun 2016, dilanjutkan dengan program pemerintah berupa percepatan pembangunan. Tak berhenti di sana, program pemerintah berlanjut pada tahun 2017, 2018, dan 2019 yaitu pemerataan berkeadilan pembangunan manusia. 

Pemerataan berkeadilan tidak dapat dicapai dengan kesamaan perlakuan, tapi dengan perlakuan yang adil antara yang kecil/lemah dengan yang kuat. Berikut ini kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mewujudkan pemerataan yang berkeadilan: 

  1. Keberpihakan pada 40% lapisan masyarakat terbawah
  2. BBM 1 harga, terutama masyarakat di Kalimantan dan Papua dapat menikmati harga sama
  3. Peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui vokasi
  4. Revitalisasi pasar agar dapat bersaing dengan pasar modern
  5. Kartu indonesia sehat, KIP, Program pemberian makanan tambahan untuk anak dan ibu hamil
  6. Bangun sentra pertumbuhan ekonomi baru di luar Jawa
  7. Subsidi lebih tepat sasaran untuk masyarakat berpenghasilan rendah
  8. KUR tersalurkan Rp 94,4 triliun untuk kesejahteraan UMKM
  9. Pembangunan pos lintas batas negara, agar rakyat di perbatasan merasakan kehadiran negara
  10. Membangun manusia. Indeks pembangunan manusia naik.
  11. Peningkatan rasio elektrifikasi  (jumlah warga negara yang menggunakan listrik) nasional 92% pada bulan Maret 2017


Lanjut pak Andoko, “Menuju Indonesia Maju bukanlah cita-cita jangka pendek. Cita-cita ini mungkin tidak dapat terwujud dalam satu periode pemerintahan. Bisa jadi baru akan terwujud pada tahun 2030, menjadi Indonesia maju, bukan Indonesia bubar”.

Bagi yang mengikuti berita tentang pidato salah satu politikus yang meramalkan Indonesia akan bubar pada tahun 2030 tentunya paham apa yang dimaksud pak Andoko.

Untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan bernegara, kita sebagai rakyat Indonesia dapat menyampaikan aspirasi, masukan, kritik maupun saran kepada staf kepresidenan dengan mengirim email ke lasmi.purnawati@setkab.go.id / lasmipurnawati@yahoo.com

Tak kalah penting, ada 1 quote yang ditampilkan pak Andoko yang diambilkan dari pernyataan Bapak Sukardi Rinakit (staf kepresidenan). Quote tersebut singkat, namun membulatkan kembali semangat semua peserta yang hadir. Quote tersebut berbunyi,

"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia"

Wednesday, March 14, 2018

,

Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Selamatkan Penglihatan di Usia Senja

"Mata adalah salah satu bentuk cinta kasih Allah kepada manusia..."

"...Dengan mata, kita bisa melihat dunia dan seisinya. Terbayangkan betapa hari-hari menjadi tak sama lagi jika mata kita kehilangan fungsinya untuk melihat karena kebutaan. Maka dari itu dokter-dokter Perdami senantiasa meningkatkan upaya untuk mengobati kebutaan, salah satu upayanya yaitu operasi katarak seperti ini."



Begitulah kata sambutan dari dr. Subroto, kepala RS Puri Husada, dalam pembukaan kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharmais pada hari Minggu (11/3) yang lalu. Dalam kegiatan baksos ini, Yayasan Dharmais juga turut bekerja sama dengan Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia) dan Fakultas Kedokteran UGM. 


Puluhan peserta baksos, termasuk penderita katarak yang akan mengikuti operasi, anak-anak panti asuhan, dan ibu-ibu pengurus duduk mengikuti acara pembukaan di halaman depan RS Puri Husada, Sleman. Ada pula beberapa orang peserta, penderita katarak yang telah menunggu giliran operasi di ruang tunggu rumah sakit. Jumlah peserta yang akan dioperasi yaitu sebanyak 25 orang.



Kegiatan Operasi Katarak ini adalah kali kedua aku ikut ambil bagian dalam kegiatan baksos Yayasan Dharmais. Tahun 2017 lalu, Yayasan Dharmais juga telah menyelenggarakan Operasi Katarak gratis di RS Holistika Medika, Sleman. Operasi katarak gratis memang telah menjadi program tahunan dari Dharmais.


Katarak

Katarak merupakan salah satu penyakit mata di yang bisa menyebabkan kebutaan. Salah satu penyebab seseorang menderita penyakit katarak adalah karena faktor usia. Biasanya penderita katarak didominasi oleh orang tua yang sudah memasuki masa senja. Oleh karena itu jumlah penderita katarak terus susul menyusul.


Faktor yg menyebabkan banyaknya penderita katarak seperti berikut:

1. Sikap pasrah.

Sikap pasrah ini karena mayoritas penderita katarak berada di usia senja. Banyak penderita yang kemudian pasrah dengan keadaan dan menganggap, "Ya sudah, nggak bisa melihat juga nggak apa-apa. Memang sudah tua, sudah waktunya".

Tentu saja anggapan seperti perlu diluruskan. Apalagi karena katarak sangat mungkin untuk disembuhkan.

2. Biaya operasi katarak mahal. 

Menurut keterangan dari Bapak Murti selaku perwakilan dari Perdami, biaya untuk operasi katarak mandiri dimulai dari 8 juta rupiah. Memang bukan jumlah nominal yang sedikit.

Kendala biaya pada masa sekarang ini dapat diatasi dengan menggunakan fasilitas BPJS. Selain itu, masyarakat kurang mampu dapat juga mengikuti operasi katarak gratis seperti kegiatan baksos kali ini. 

3. Takut operasi 

Tidak dapat dipungkiri, mendengar kata operasi tak jarang membuat seseorang sudah takut terlebih dahulu. Akan tetapi, sebenarnya penderita tidak perlu takut operasi karena teknologi kedokteran sekarang telah canggih. Operasi katarak dapat dilakukan menggunakan teknologi laser. Waktu operasinya pun terhitung pendek, hanya sekitar 15-25 menit saja.

Meskipun demikian, ternyata hingga sekarang masih tetap ada penumpukan penderita katarak. Maka dari itu baksos dari Yayasan Dharmais, Perdami dan FK UGM ini menjadi salah satu upaya aktif untuk mengurangi penderita katarak. 

Operasi Katarak

Dokter Wasisdi, dokter mata dari RSUP Dr.  Sardjito menjelaskan, penyakit katarak menyebabkan adanya kekeruhan pada lensa mata penderita sehingga membuat penglihatan menjadi kabur. Melalui operasi katarak, dokter akan menanamkan lensa buatan pada mata penderita sehingga penglihatan penderita dapat normal kembali. 

Dokter Wasisdi juga menjelaskan tahapan-tahapan operasi katarak. Ada 2 metode operasi, yaitu dengan jahitan dan tanpa jahitan. Operasi disesuaikan dengan kondisi katarak pasien.



Di akhir penjelasan, dr. Wasisdi menekankan tidak ada yang perlu ditakutkan dalan operasi katarak karena pengobatan sekarang sudah canggih. Operasi dapat dilakukan menggunakan laser, bahkan waktu operasi hanya sekitar 20-30 menit.

Yang perlu dijadikan catatan, sebelum menjalani operasi katarak, penderita perlu mengikuti screening terlebih  dahulu untuk mengetahui kondisi mata pasien. Jika kondisi pasien tidak memungkinkan atau tidak perlu untuk dilakukan operasi, pasien akan diberikan kacamata.

Salah satu pasien yang akan menjalani operasi adalah bapak Petrus, 61 tahun, yang berasal dari Sleman. Sebelumnya, Bapak Petrus pernah menjalani operasi katarak di mata kanannya dan telah namun siang. Ternyata setelah itu, pak Petrus  juga merasakan gejala katarak pada mata kirinya,

"Mata kiri saya untuk melihat rasanya kabur, semuanya juga berwarna kuning", tukas Pak Petrus.

Pak Petrus, 3 dari kiri.

Beberapa waktu yang lalu, pak Petrus mendapat informasi dari petugas apotek tentang Operasi Katarak gratis ini. Keesokan harinya, pak Petrus pergi ke puskesmas untuk mengurus surat keterangan dan segera mendaftar ke panitia. Minggu kemarin, pak Petrus menunggu giliran operasi dengan semangat. Pak Petrus menggenggam keyakinan akan sembuh dan penglihatannya dapat pulih kembali.

Yayasan Dharmais

Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais) adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Yayasan Dharmais didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Agustus 1975. Pendiri yayasan yaitu Presiden kedua RI, H.M Soeharto (Pak Harto), beserta H. Sudharmono dan H. Bustanul Arifin. Putri Pak Harto, Ibu Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana (Titiek Suharto) kini meneruskan roda perjalanan Yayasan Dharmais sebagai pembina. 

Hingga sekarang Yayasan Dharmais masih aktif menjalankan berbagai program kemasyarakatan. Program-program tersebut seperti: bantuan kepada panti asuhan, bantuan anak asuh, pelatihan usaha, perpustakaan keliling, operasi katarak gratis, operasi sumbing bibir dan langit-langit gratis, operasi thalassemia gratis, bank mata, dll.

Yayasan Dharmais
Gedung Granadi lantai 5
Jl. H Rasuna Said kav 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan 12950
Telp. 021-2522745 Fax. 021-2521625
Website. http://www.yayasandharmais.or.id

Monday, March 12, 2018

,

Cerita Menikah: Ketika Jalan Rezeki Dimudahkan Oleh Allah


Setahun yang lalu, yaa bulan-bulan Januari Februari gini lah, rasanya menikah itu masih jauuuuuhh banget. Keinginannya udah ada, tapi kesanggupannya yang belum. Dari segi usia, ngerasa masih muda, masih aman dari tuntutan menikah. Dari segi ilmu, masih cethek pengetahuan tentang biduk rumah tangga (ceilah). Dan secara materi, masih belum punya apa-apa, jauh dari kata mampu.

Sebelum Menikah

Di antara sekian ke-belum-sanggupanku tentang menikah, masalah materi ini yang paling mengganjal. Usia akan bertambah dengan sendirinya. Ilmu bisa dicari kapan aja, di mana aja. Tapi kalau materi?. Kan nggak bisa saat ini kita butuh uang banyak, terus langsung dapet uang saat itu juga. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

Apalagi setahun yang lalu, gajiku sebulan (alhamdulillah) "cuma" 900ribuan. Lebih kurang sedikit. Uang segitu masih harus buat bayar kos 325ribu. Sisanya buat makan, beli kebutuhan bulanan, dan lain-lain.

No, no, aku nggak ngeluh. Karena ndilalah, ketika pendapatan kita sedikit, kebutuhan kita juga ikutan sedikit. 900ribuan menurut aku waktu itu udah lebih dari cukup, karena tahun sebelumnya gajiku cuma 700ribuan. Tapi dengan pendapatan segitu, aku belum bisa nabung banyak. Nabung buat resepsi nikah? Mana kebayang??.

Baca juga: Referensi Biaya Pernikahan Sederhana

Nggak jauh beda sama aku, waktu itu mas Azaz baru lulus kuliah dan baru nyari-nyari kerjaan. Akhirnya bulan Februari tahun lalu dia diterima jadi freelancer marketing di salah satu yayasan, dengan gaji yang nggak jauh beda sama gajiku.

Satu hal yang enak dari kerjaan kita masa itu adalah: jam kerjanya selo. Aku cuma ada jadwal ngajar 3 hari, per  hari nya ngajar sekitar 3-4 jam aja. Kalau mas Azaz cuma perlu kerja dari hari Senin-Jumat, jam 7.30 - 12.30. Selo banget kan kita. Pulang ngantor, kita masih punya banyak waktu buat dolan atau mager.

Tapi yang namanya rejeki, udah diatur sama Allah. Akhirnya aku dapet tanggung jawab buat jadi proktor UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di 2 sekolah sekaligus. Satu di SMK, satunya lagi di SMP 4 Ngaglik. Selama jadi proktor UNBK itu, prosesnya ada banyak. Ada beberapa kali sinkronisasi, simulasi, setting lab, dan lain-lain sampai hari H UNBK di bulan April. Dan... uang sakunya banyak, huehehe. Setting lab dan simulasi beberapa hari di 2 sekolah, uang sakunya hampir setara gajiku sebulan. Alhamdulillahirobbilalamin.

Mas Azaz pun ada perkembangan di tempat kerjanya. Dari seorang freelancer, dia akan diangkat jadi pegawai tidak tetap di tahun ajaran baru (sekitar bulan Juli/Agustus). Walaupun baru sebagai pegawai tidak tetap, tapi akan ada peningkatan pendapatan.

Dengan adanya peningkatan pendapatan, dari situ kita mulai berani ngobrol tentang rencana pernikahan dengan lebih serius. Kita mulai nabung untuk acara lamaran. Singkat cerita, akhir Juni 2017, mas Azaz datang ke rumah untuk melamar. Bulan Desember 2017 kita tetapkan sebagai hari berlangsungnya pernikahan.

Setelah Lamaran

Setelah lamaran, segala sesuatu yang berkaitan dengan materi seolah diberi jalan yang mudah sama Allah.

Mas Azaz teken kontrak menjadi karyawan, bukan lagi sebagai freelancer. Sebagai karyawan, jam kerja mas Azaz berubah jadi lebih panjang. Tapi gajinya juga jadi lebih banyak. Yaa katakanlah UMR Jogja (eh, UMRnya berapa sih?).

Akupun begitu. Beberapa hari setelah lamaran, Afriana, teman SMPku, mengirim chat lewat DM Instagram. Dia meminta aku untuk membantu menyebarkan info lowongan guru TKJ di sekolahnya. Kebetulan dia mengajar di salah satu SMK swasta di daerah Jetis. Mendapat kabar itu, aku langsung sambar "Buat aku aja Af lowongannya".

Akhirnya mulai Juli 2017 aku mengajar di 2 sekolah, di mana otomatis sejak saat itu besaran gajiku jadi (katakanlah) 2 kali lipat. Apalagi di sekolah satunya gajiku juga naik beberapa nominal.

Nggak hanya pendapatan dari gaji bulanan, keran pendapatan juga seolah mengalir dengan lancar. Misalnya, aku dapet tawaran jadi content writer di salah satu perusahaan IT di Jogja. Tugasnya cuma bikin artikel aja, nanti disubmit  via online. Aku juga ikut beberapa event blogger dan dapet fee (Kalo dulu ikut event blogger dapet makan gratis sama goodiebag aja udah bahagia). Sekali ada job, feenya lumayan. Lagi-lagi Alhamdulillahirobbilalamin. Disyukuri.

Jeda waktu antara lamaran dan hari pernikahan kita gunakan untuk persiapan, ya persiapan mental maupun materi. Nyicil bayar ini bayar itu sedikit demi sedikit. Nggak kerasa pas hari H semua udah beres. Ada kekurangan sedikit tapi bisa segera diselesaikan.

Setelah hari H pernikahan, jalan menggapai rezeki juga terasa semakin dimudahkan. Benar kata orang tua, jangan takut hidup susah karena menikah, justru menikah itu membuat rezeki 2 orang menjadi satu.

Rumah Kontrakan

Sebelum menikah, PR terbesar kita adalah: cari tempat tinggal. Sempat kepikiran untuk "Sekalian beli properti di Jogja". Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya kita putuskan untuk "Cari kontrakan aja deh".

Cari kontrakan di Jogja itu gampang-gampang susah. Gampang, karena ada banyaak banget pilihannya: mau yang paviliun atau bentuk rumah, yang kamar berapa aja, yang di dekat kota atau pinggiran, semua ada. Susah, nyari yang "srek" di hati. Ada yang tempatnya di deket tempat kerja kita berdua, harganya terjangkau, eh rumahnya nggak kerawat. Ada yang tempatnya strategis, rumahnya nyaman, eh harganya over-budget.

Segala macam grup di Facebook tentang kontrakan udah aku join. Iklan baris di koran aku baca satu per satu. Muter-muter nyari kontrakan langsung di sekitar tempat kerja kita pun sudah. Tapi hasilnya masih nihil. Hingga awal Desember, kita masih belum juga dapat rumah kontrakan. Padahal kita menikah akhir Desember.

Sampailah di suatu sore, aku coba buka OLX. Ada 1 iklan yang menarik perhatianku. Iklan itu baru diposting di hari yang sama beberapa jam yang lalu. Aku baca deskripsinya, tertulis keterangan "Oper Kontrak" untuk 6 bulan ke depan dengan harga yang sesuai budget kami. Lokasinya di dekat Denggung, tidak terlalu dekat dengan tempat kerja kami berdua, tapi juga tidak terlalu jauh.  Aku lihat foto-fotonya, rumahnya seperti minimalis tetapi bersih dan terawat. Waktu aku kasih lihat ke mas Azaz, mas Azaz juga langsung interest.

Akhirnya aku save nomor yang ada di OLX dan aku hubungi saat itu juga via WhatsApp. Aku tanya-tanya tentang rumahnya, dan dijawab langsung oleh masnya, ternyata namanya mas Tyo. Tidak sengaja, aku memperhatikan foto profil di akun WhatsApp mas Tyo, berupa handlettering nama Tyo & Vivy. Aku merasa familiar dengan nama tersebut dan rasanya pernah melihat font yang digunakan itu.

Aku coba buka kembali DM instagram. Lusa kemarin, aku dikirimi undangan nikah dari salah satu kakak angkatan kuliah, namanya mbak Vivy. Aku hanya tau calon suami mbak Vivy bernama mas Hermantyo. Font di undangan sama persis dengan font di foto profil mas Tyo. Aku tanyakan kepada mas Tyo, apakah beliau calon suami mbak Vivy dan ternyata benar adanya.

Singkat cerita sekarang aku dan mas Azaz menempati mantan kontrakan mas Tyo dan mbak Vivy. Tempatnya nyaman, lokasinya tidak jauh dari tempat kerja kami, tidak jauh dari kota tapi masih terbilang sepi. Nyaman sekali.

Resign

Akhir bulan Februari 2018, aku akhirnya memutuskan untuk resign dari salah satu sekolah tempat aku mengajar, sebut aja sekolah B. Alasan resignnya karena apa, akan aku ceritain di next post.

Resign ini bukan perkara mudah tentu saja. Ada suatu masa di mana aku  maju-mundur maju-mundur untuk resign. Selain karena faktor rekan-rekan kerja yang baik di sana, faktor yang membuat aku ragu untuk resign adalah faktor ekonomi. Dengan aku resign berarti akan mengurangi pendapatan kita berdua. Bagaimana kalau nanti kita jadi kekurangan?

Saat berdiskusi dengan mas Azaz tentag resign ini, aku mendapat dukungan untuk apapun yang aku pilih. Lah, bingung dong aku, karena posisinya waktu itu aku masih bimbang, seimbang antara jadi resign atau nggak. Untuk memantapkan hati, aku pun bilang gini ke mas Azaz,

"Kak, percaya nggak kalau rezeki diatur sama Allah?"

"Percaya"

"Dulu aku pernah baca tulisan kayak gini, 'Ketika istri bekerja dan suami bekerja, pendapatan keluarga 3 juta. Ketika istri nggak bekerja dan suami bekerja, pendapatan keluarga juga 3 juta. Ternyata rezeki istri dititipkan melalui suami'. Percaya cerita kayak gini nggak kak?"

"Percaya"

Karena kita berdua udah punya kepercayaan yang sama, aku jadi mantap buat resign.

Siapa sangka, hanya selang beberapa jam setelah pagi hari aku ketemu pak Kepala Sekolah buat minta resign, -dan dikasih, eh aku cek email ternyata ada job blogger dengan fee lumayan (buat beli beras 5 kilo masih sisa). Sore harinya, mas Azaz dapet job motret, juga dengan fee lumayan. Nggak hanya itu, keesokan harinya, tau aku udah nggak ngajar di sekolah B, Kepala Sekolah A ngasih tugas ke aku buat jadi proktor UNBK seperti tahun kemarin. Insya Allah jadi jalan rezeki. Alhamdulillah.


Dear,  pernah dengar "Ketika satu pintu rezeki tertutup, pintu yang lain terbuka?". Kalimat tersebut makin terasa benar  adanya setelah aku alami sendiri. Ada banyak pedoman di agama tentang rezeki yang jika kita yakini akan terasa menentramkan hati. Rezeki setiap makhluk sudah diatur oleh Allah. Dengan menikah, insya Allah perkara rezeki dimudahkan pula oleh Allah.

Wednesday, February 28, 2018

, ,

Review Bakpia Pathok Mutiara, Oleh-oleh Recommended dari Jogja

Oleh-oleh dari Jogja?. Pastinya bakpia dong.  Kue bulat-bulat kecil dengan isian kacang hijau lembut di dalamnya ini memang tidak pernah mati gaya. Selalu berhasil menjadi buah tangan yang manis.

Di Jogja, ada buanyakk banget merk bakpia dengan ciri khasnya masing-masing. Dari yang murah sampai yang mahal, ada. Yang bentuknya kecil-kecil atau agak besar, ada. Yang rasanya manis aja sampai manis banget, ada. Tinggal pilih.

Sebelum-sebelumnya, aku pikir semua bakpia itu rasanya sama, kalaupun beda paling Cuma beda sedikit. Sampai akhirnya kemarin aku random beli bakpia dan ternyata rasanya kurang menyenangkan. Padahal toko bakpianya di area Malioboro lho. Kan aku udah berekspektasi pengen makan bakpia yang enak, ujungnya malah kecewa. Huhu.

Bingung pilih bakpia yang tepat?. 

Jangan bingung dong. Aku punya 1 rekomendasi bakpia nih. Rasanya enak, teksturnya pas, harganya terjangkau, outletnya juga ada banyak. Namanya Bakpia Pathok Mutiara Jogja.

Bakpia Pathok Mutiara Jogja



Varian rasa dan Harga

Bakpia Kacang Hijau: Rp 33.000/pc isi 20

Bakpia Coklat Spesial: Rp 33.000/pc isi 15

Bakpia Keju Spesial: Rp 33.000/pc isi 15

Bakpia Kumbu Hitam: Rp 33.000/pc isi 20

Bakpia Greentea: Rp 33.000/pc isi 20

All variants (campuran berbagai rasa): Rp 38.000/pc isi 20

Outlet Bakpia Mutiara Jogja

Rumah Produksi:
Jl. Manisrenggo km 0,5, Tlogo, Prambanan
(Utara Stasiun Prambanan)

Outlet 1
Jl. Jogja-Solo km 9 (100m Timur Pasar Sambilegi)

Outlet 2
Jl. Jogja-Solo km 10 (100m Timur Bandara Adi Sucipto)

Outlet 3
Jl. Jogja-Solo km 10,5 (Depan Patung Garuda AAU)

Outlet 4
Jl. Jogja-Solo km 17 (Timur Candi Prambanan), Klaten

Outlet 5
Jl. Kebun Raya no. 1, Yogyakarta (Timur Kebun Binatang Gembira Loka)

Outlet 6
Jl. Dagen 61, Malioboro, Yogyakarta

Outlet 7
Jl. Laksda Adi Sucipto km 7, Yogyakarta (200m timur Fly Over Janti)

Layanan Delivery

Oh iya, Bakpia Mutiara juga melayani pesan antar dalam Jogja kota dan paket Bakpia ke seluruh Indonesia lho. Jadi kalau kamu pengen bawa oleh-oleh bakpia, tapi kok mager, kamu bisa pesan delivery aja. Atau kalau kamu lagi di luar kota Jogja dan ngidam pengen makan bakpia asli Jogja, kamu bisa pesan aja ke Bakpia Mutiara, nanti bakpia nya dikirim deh ke kota kamu.

Layanan pesan antar dalam Jogja kota
Contact Person: 081215126319 / 08777444022

Layanan pengiriman paket Bakpia ke luar kota
Contact Person: 081328513800 / 08773481007

Daya tahan

Waktu itu, aku dapet bakpianya hari Kamis (22/2) dan tanggal kadaluarsanya sampai dengan Kamis (1/3). Walaupun tanpa bahan pengawet, Bakpia Mutiara bisa tahan hingga 7 hari. Tapi punyaku belum sampai 7 hari, eh udah abis. Huehehe itu mah doyan.

Dengan daya tahan yang lama, Bakpia Mutiara tetap aman kita bawa ke luar kota sebagai oleh-oleh. Daya tahannya juga bisa bertambah kalau kita masukkan ke kulkas kok. Percaya nggak? Walaupun dimasukkan ke kulkas, Bakpia Mutiara tetap terasa empuk. Cobain aja.

Review

Ceritanya, Kamis (22/2) kemarin, sepulang kerja mas Azaz bawain aku sekardus Bakpia Mutiara isi 5 kotak dengan 5 varian rasa yang berbeda. Wiiii love banget kan. Seketika bahagia.
Jangan tanya 5 kotak itu gimana ngabisinnya, pokoknya abis. Ahak.

Tekstur bakpia mutiara ini kulitnya agak crunchy, tapi isiannya lembuuut banget. Seriously lembut banget, jadi u-nya harus banyak biar keliatan. Ketika dimakan, bakpianya terasa empuk.

Kayak yang aku sebutin di atas, varian rasanya ada kacang hijau, keju, coklat spesial, kumbu hitam, dan greentea. Aku bahas satu per satu ya.

1. Kacang hijau




Ini favorit aku nomor 1. Mau rasa bakpia ada 100 macam, favorit aku tetap kacang hijau. Percayalah, bakpia rasa kacang hijau itu nggak pernah salah.

Rasa Bakpia Mutiara yang kacang hijau ini manisnya juga pas menurutku. Very recommended. 

2. Kumbu Hitam




Rasa kumbu hitam adalah rasa nomor 2 favorit aku. Enakkkk deh. Buat bakpia, aku suka yang rasa-rasa tradisional begini.

Bakpia kumbu hitam dibuat dari kacang merah (kacang tholo) sebagai bahan utama, dicampur dengan susu, gula dan bahan tambahan lain. Warna hitamnya berasal dari warna hasil rebusan kacang merah, tanpa menggunakan pewarna makanan. Jadi aman dong dikonsumsi.

3.Keju Spesial


Mas Azaz suka banget sama Bakpia Mutiara yang rasa keju ini. Dia yang ngabisin bakpia keju paling banyak. Padahal biasanya dia nggak suka keju-keju-an gitu. Kata mas Azaz, kejunya kayak di kastengel.

Bisa gitu ya???.

4. Coklat


Rasa coklatnya Bakpia Mutiara ini beda dari coklat kebanyakan, mungkin karena udah bercampur dengan kacang hijau. Makanya menurutku rasa coklatnya nggak familiar. Sebenarnya tetap enak, tapi aku kurang suka. Eeeh tapi kata Ipeh, yang ikutan cobain, katanya rasa coklat ini favorit banget. Berarti emang masalah selera ya.

5. Greentea


Menurutku, ini rasa yang paling lucu. Bakpia kok rasa greentea. Kekinian banget ya Bakpia Mutiara sebagai Bakpia Jaman Now.

Tenang aja, rasanya tetep enak. Satu hal yang bikin beda dari bakpia greentea ini adalah, ketika kita makan akan ada sensasi dinginnya gitu di mulut. Lucu deh, asli.

Kesimpulannya, semua rasa enak dan patut dicoba. Kalo bingung mau pilih rasa  apa dan ingin coba semua, bisa  pilih yang all variants aja, 5 rasa dalam 1 kotak. Biar bisa icip semua rasanya. 

Review dari pemirsa yang lain

Biar makin lengkap reviewnya, aku tambahin juga nih review dari Ipeh dan Andri. Kemarin mereka juga ikut ngicipin niih.

Ipeh

Yang coklat favorit banget bakpianya. Rasa coklatnya pas banget, nggak bikin lengket atau rasa nggak enak di langit2. Teksturnya empuk sampai ke dalem-dalem. Kemasannya mewah, ukuran per kotaknya juga pas banget buat bingkisan, oleh2 atau buat cemilan yang bisa dibawa-bawa. Sehari langsung habis aku bawa ke Kalibawang 😂”

Andri

Enak, isiannya lembut banget. Aku suka yang rasa kacang ijo”

Iya, reviewnya Andri begitu doang. Singkat, padat, jelas.

Mas Azaz

"........ Aku abisin ya?" 

Zzz

---


Bakpia Mutiara Jogja

Telepon: 0274 496976
No izin Depkes (No PIRT): 306331001285
Sertifikat Halal MUI no 12100000310409