Advertisement

Main Ad

Covid-19, Can We Panic Now??

Di salah satu postku awal Januari dulu, aku pernah nulis bahwa tahun 2020 adalah tahun yang kompleks. Di awal tahun kita dihadapkan dengan bad news seperti banjir Jakarta, kebakaran hutan di Australia, memanasnya isu World War III karena penembakan Jenderal Iran oleh Amerika, kasus Reynhard Sinaga, dll. Awal tahun yang begitu hectic. Could it be worse?.

The answer isyes, absolutely.

Siapa sangka di akhir bulan Januari, dunia digemparkan dengan berita tentang penyebaran virus baru bernama virus Corona di Wuhan, China. Jumlah pasien suspect Corona terus bertambah dari waktu ke waktu. Dalam waktu singkat virus tersebut menyebar dengan begitu masif. Tak hanya di China, bahkan juga ke negara-negara lain seperti Malaysia, Singapura, Jepang, Iran, Amerika Serikat, Italia dan berbagai belahan dunia lainnya.



Kita semua dibuat bingung, apa itu virus Corona?. Dari mana asalnya?. Kenapa banyak yang bisa terkena virus tersebut?. Bagaimana penularannya?. Dan berbagai pertanyaan lain hinggap di kepala.

Media berbondong-bondong memberitakan tentang virus ini. Kabar berhembus begitu kencangnya, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sayangnya, banjir informasi tentang virus Corona ini tak sepenuhnya membantu karena informasi-informasi yang penting dan valid kadang tertutupi oleh kabar hoax yang menyesatkan dan justru menimbulkan kepanikan.

Perkembangan Kasus Covid-19 di Indonesia

Sejak awal merebaknya kabar Covid-19 di bulan Januari hingga akhir bulan Februari, status Indonesia adalah zero case atau tidak ada laporan kasus Covid-19 yang positif. Hingga akhirnya kabar itu datang

2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan ada 2 WNI yang positif Covid-19.

6 Maret 2020, bertambah 2 kasus Covid-19. Jumlah kasus: 4.

8 Maret 2020, bertambah 2 kasus Covid-19. Jumlah kasus: 6

9 Maret 2020, bertambah 13 kasus Covid-19. Jumlah kasus: 19.

10 Maret 2020, bertambah 8 kasus Covid-19. Jumlah kasus: 27.

11 Maret 2020, bertambah 7 kasus Covid-19. Jumlah kasus: 34.
Juga diumumkan kasus kematian pertama akibat Covid-19 di Indonesia. Seorang WNA pasien kasus 25 positif Corona meninggal di Bali.

Update:
13 Maret 2020, bertambah 35 kasus Covid-19. Jumlah kasus: 69.
Juga diumumkan pasien meninggal bertambah menjadi 4 orang, salah satunya pasien yang dirawat di RS Moewardi Solo.

This thing escalated quickly, right?

Terus kita kudu kepiye??

Akhir bulan Februari lalu, tepatnya hari Sabtu (29/2), aku mendapat kesempatan untuk ikut acara dari Kementerian Kesehatan yang membahas tentang Covid-19. Ada beberapa hal yang aku pikir perlu untuk kita ketahui bersama. Supaya kita selalu waspada tapi tidak panik.

Mengenal Covid-19: Asal-Usul


Covid-19 atau Corona Virus Disease 2019 adalah virus jenis baru dari kelompok virus corona yang dikenal dapat menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia. Virus Corona sendiri adalah nama bagi virus yang memiliki bentuk seperti di gambar, yaitu pada permukaannya terdapat mahkota seperti ujung runcing. Contoh virus kelompok Corona lain yang pernah menginfeksi manusia dan mematikan adalah: SARS dan MERS.

Perlu diingat bahwa Covid-19 ini adalah virus, bukan bakteri. Virus sendiri adalah organisme yang tidak bisa hidup sendiri. Virus tidak bisa berkembang biak tanpa sel inang, berbeda dengan bakteri yang bisa berkembang biak sendiri karena tidak membutuhkan sel inang untuk tumbuh. Virus juga hidup di dalam sel, sehingga untuk bisa mendeteksi keberadaannya memerlukan pendekatan molekuler.


Covid-19 pertama kali diketahui pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan, China. Tepatnya di Huanan Seafood Market, yang menjual beragam satwa. Penularan Covid-19 diduga berasal dari kelelawar. Dugaan para ahli, virus ini awalnya menyebar antara hewan ke manusia lalu selanjutnya dari manusia ke manusia.

Penyebaran Covid-19

§ Penyebaran infeksi Coronavirus terutama dengan kontak erat
§ Melalui droplet respirasi (batuk & bersin) dengan jarak 6 feet (1.8 m)
§ Virus RNA juga dapat ditemukan pada feces pasien yang terinfeksi
§ Dugaan bahan makanan hewani sebagai reservoir karena pasien yang pertama kali teridentifikasi Covid-19 bekerja di Huanan Seafood Market



Tanda & gejala Covid-19

§ Mengalami gejala demam (38oC)/riwayat demam
§ batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas (ISPA)
§ Pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/atau gambaran
radiologis

Faktor risiko:
1. Riwayat perjalanan ke China atau wilayah/negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari sebelum timbul gejala
2. Memiliki riwayat paparan salah satu atau lebih:
- Riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19; ATAU
- Bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasienkonfirmasi COVID-19 di China atau wilayah/ negara yang terjangkit; ATAU
- Memiliki riwayat kontak dengan hewan penular (jika hewan penular sudahteridentifikasi) di China atau wilayah/negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit)*; ATAU
3. Memiliki riwayat perjalanan keWuhan dan memiliki (demam 38oC) atau adariwayat demam
  
Pencegahan Covid-19

1. Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik.
2. Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70- 80% handrub.
3. Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk menggunakan tisu, atau sisi dalam lengan atas. Tisu yang digunakan dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya.
4. Ketika memiliki gejala saluran napas, gunakan masker dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan.

Bagi yang akan bepergian:

1. Pemerintah perlu mengeluarkan travel advisory ketika sudah dilaporkan ada 1 kasus yang teridentifikasi dan apabila terjadi penambahan kasus maka perlu mempertimbangkan mengeluarkan travel warning.
2. Hindari kontak dengan hewan (baik hidup maupun mati).
3. Hindari mengonsumsi produk hewan mentah atau setengah matang.
4. Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan.
5. Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
6. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
7. Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat
perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.

Penanganan Covid-19 di Indonesia


Cek daftar RS rujukan untuk penanganan Covid-19.

DIY:
1. RSUP Dr. Sardjito
2. RSUD Kota Yogyakarta
3. RSUD Wates
4. RSUD Panembahan Senopati, Bantul

Jawa Tengah:
1. RSUP Kariadi Semarang
2. RS Soeradji Tirtonegoro Klaten
3. RSUD Margono Soekarjo Purworejo
4. RSUD Kraton Pekalongan
5. RSUD Soeselo Kabupaten Tegal
6. RSUD Soewondo Kendal
7. RSUD Tidar Magelang
8. RSUD Moewardi Surakarta
9. RSUD Banyumas
10. RSUD Loekmonohadi Kudus
11. RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang
12. RSUD Kardinah Tegal
13. RS Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga



Informasi hotline darurat:
§ Masyarakat umum: NCC 119, Halo Kemenkes 150057
§ Petugas kesehatan: EOC, PHEOC

Semoga kita sehat selalu, dan terhindar dari Covid-19 ini ya. Aamiin.

Post a Comment

3 Comments