Tuesday, July 30, 2013

Analogikan dengan Membeli Sepatu

Sebagai seorang perempuan, tentunya aku pernah merasakan yang namanya belanja. Beli logistik , beli baju, beli tas, beli buku, beli aksesoris, beli sepatu, dan banyak beli lainnya. Membeli sepatu adalah salah satu kegiatan yang punya tantangan tersendiri buatku. Kenapa ?

Kata salah satu tokoh di salah satu drama yang pernah aku tonton, kurang lebih dia bilang seperti ini “Sepatu yang bagus akan menuntun kita ke tempat yang bagus juga". Di salah satu film juga ada dialog, “Pacaran itu kayak memilih sepatu…". Ternyata, quote tentang sepatu cukup populer juga ya.

Terlepas dari pemikiran orang lain, buat aku, sepatu emang unik sih. Sepatu itu kita pakai untuk diinjak. Kasian ya. Padahal, dia yang selalu mempermanis langkah kita. Definisi manis di sini bisa diartikan berbeda oleh orang yang berbeda. Sama seperti banyak jenis sepatu : ada high heels, platform, peep-toe, pump shoes, wedges, boots, flat shoes, loafers vantofel, kets, dan yang lain yang aku belum tau. Semua punya tingkat “kelucuan" masing-masing, tapi juga punya tingkat kenyamanan masing-masing.
Duh, sebelum aku ngelantur mending be right back buat fokus lagi. Saat beli sepatu di toko sepatu (ya iya dong, masa’ beli sepatu di toko buku). Dilema banget rasanya untuk menentukan pilihan. Sepatu yang ini warnanya bagus, sepatu yang itu bentuknya unik, sepatu yang anu nyaman di kaki, bla bla bla. Kadang juga pernah tu, pas udah srek sama satu sepatu, eh ukuran yang pas ternyata nggak ada. Mau nggak mau ya terima ukuran itu atau pilih model lain. Nyesek deh.

Jadi… jadi apanya ?
Iya, kasus membeli sepatu itu semacam salah satu pembuatan keputusan yang penting juga kan. Di antara banyak pilihan, kita nggak bisa mengambil semua pilihan itu (kalopun bisa, mau buat apa beli sepatu banyak-banyak. hei, kaki kita kan cuma ada 2). Apapun pilihan kita, yang penting adalah gimana kita bisa memperkuat pilihan itu supaya nggak menyesal. Kalau memilih sepatu yang bentuknya biasa tapi nyaman, oke kok itu, berarti kaki kita bakal selamat. Kalau memilih sepatu yang bentuknya cantik (hak tinggi misalnya) tapi agak nggak nyaman karena nanti bisa bikin jatuh, itu juga oke kok. Toh berarti kita bisa belajar untuk melatih keseimbangan. Hehe.

Dan, jangan lupa. Kalau segala sesuatu di dunia ini tu nggak semua sama dengan apa-yang-jadi-ideal-nya-kita. Iya, nggak semua hal berjalan sesuai yang kita ingin. Sama kayak kasus “nggak-ada-ukuran-yang-pas-padahal-sepatunya-cantik-banget-tur-nyaman-banget-itu-tadi". Lagi-lagi, kita harus memilih dan mengambil keputusan.

Andai praktek menentukan pilihan dan pengambilan keputusan itu sesederhana membeli sepatu ya. Yang kalaupun nantinya nggak cocok, bisa pilih lagi dan beli lagi. Eh, tapi siapa bilang membeli sepatu itu sederhana ?. 

Buatku, sepatu itu spesial. Sepatu yang tepat membuat penampilan kita terlihat tepat, membuat kita merasa tepat pula untuk melangkah.


Share:

0 comments:

Post a Comment