Monday, April 15, 2019

,

Go Cashless, Yes or No?

Beberapa waktu yang lalu, aku selesai membaca buku baru dari kak Trinity yang sekaligus menjadi buku terakhirnya: Naked Traveller 8. Seperti biasa, selalu ada banyak hal menarik yang ada di series Naked Traveller. Salah satu yang paling berkesan untukku ada di bab Hidup Tanpa Uang Tunai di Nordik.

Di bab itu, kak Trinity bercerita pengalaman saat mengunjungi negara-negara Nordik yaitu Swedia, Finlandia, Demark, Norwegia dan Islandia.

Selain alamnya yang spektakuler dan tipe desainnya yang minimalis fungsionalis, orang-orang di sana telah menganut cashless society, tulis kak Trinity.

Berbagai transaksi keuangan dilakukan secara digital, tidak lagi menggunakan uang kertas atau logam. Cashless ini berlaku hampir di setiap aspek kehidupan di sana. Literally setiap aspek kehidupan. Contoh yang paling umum, seperti transaksi beli tiket kereta, bayar bus, bayar hotel, beli makan, dll. Nah ada juga contoh yang agak nggak wajar nih, at least buat di masyarakat kita: di sana bayar toilet umum juga cashless lho!. Jadi untuk membuka pintu toilet, kita perlu gesek kartu di mesin EDC yang sudah tersedia di tiap bilik pintu. Ommo, bisa aja ya kepikiran kayak gitu.

Kata kak Trinity lagi, saking cashlessnya di sana kalo bayar menggunakan uang tunai malah kena charge lebih mahal. Selain itu tiap penyedia jasa atau toko juga sedia mesin EDC (Electronic Data Capture, yang biasa untuk gesekkartu debit/kredit itu tuh, -red).

Ketika kak Trinity tanya ke temannya yang orang sana, Kenapa sih mereka harus cashless?

Begini jawaban temannya, Selain untuk efisiensi dan kenyamanan, kita membantu pemerintah untuk menghemat pengeluaran negara dalam pencetakan uang kertas dan koin. Namun, yang terpenting sih adalah transparansi untuk mencegah korupsi karena semuanya terintegrasi ke bank dan pemerintah. Makanya aku heran kamu bisa bayar makan pakai uang tunai. Kemungkinan besar dia tidak melaporkan pajaknya tuh.

*Angguk-angguk*

Aku jadi membayangkan, bagaimana jika cashless yang seperti itu diterapkan di Indonesia ya?


Keuntungan Cashless

Secara bahasa, cashless berarti tanpa uang tunai. Sedangkan secara istilah, cashless adalah sebuah sistem transaksi pembayaran dengan menggunakan uang digital alih-alih menggunakan uang tunai.


Go cashless sendiri semakin familiar bagi kita di Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Kini alat pembayaran dengan cashless pun lebih beragam, tidak hanya dengan gesekkartu kredit atau debit. Sebut saja pembayaran tol kini wajib menggunakan e-toll, beli pulsa bisa via Go-Pay, bayar belanjaan di mall menggunakan e-money, atau dengan berbagai aplikasi pembayaran.

Aku sendiri sebenarnya lebih menyukai pembayaran dengan cashless.

Pertama, menurut aku cashless itu lebih praktis, nggak perlu ambil uang ke ATM, nggak perlu repot ngitung kembalian, dan nggak perlu takut uangnya kurang. Aku pernah lho nggak jadi beli galon air minum cuma karena abis beli mie ayam, eh terus uang buat beli galonnya kurang 500 perak. Kudu pulang dulu ke rumah terus balik lagi ke warung. Huhu.

Kedua, lebih mudah manage uang karena ada history transaksi. Kadang dalam sebulan kan kita perlu tracking uang kita itu perginya ke mana aja sih. Idealnya setiap pengeluaran dicatat biar tahu anggaran kita tuh udah tepat guna atau belum, kalaupun meleset, melesetnya itu wajar atau keterlaluan. Ye kan. Masalahnya, kalau pakai cash itu lebih sering males buat mencatat pengeluaran. Jadi ya nggak ke-tracking deh. Kalau pakai cashless kan kita nggak perlu catat sendiri, tinggal lihat history transaksi.

Ketiga, banyak penawaran promo. Sekarang ada banyak tuh diskon kalau kita bayar pakai uang digital, sebut saja Go-Pay. Beli donat, diskon 40%. Beli makan, diskon 50%. Bukan main.. Jajan di mall nggak lagi jadi nightmare.

Sempat kepikiran, Enak kalik ya kalau di Indonesia sistem cashless bisa lebih menyebar. Kalau bisa, inginnya makin banyak tempat usaha mendukung sistem cashless, baik di kota maupun di desa, bahkan di setiap bidang usaha. Susah nggak ya?.

I mean, kalau negara lain bisa, negara kita juga bisa dong ya. Toh cashless memang banyak keuntungannya, baik untuk pribadi maupun negara. Teknologi memang hadir untuk memberikan kemudahan kan, bukan sebaliknya. Termasuk teknologi yang baru aku tahu nih, yaitu tentang Point of Sales.


SPOTS, Aplikasi Kasir dari GOJEK untuk Membantu Usaha Kuliner



Dalam dunia usaha, Point of Sale diartikan sebagai sebuah sistem yang digunakan untuk mendukung transaksi jual beli. Secara istilah, Point of Sales merupakan titik penjualan di mana pembeli melakukan pembayaran atas barang/jasa yang sudah diterima, kemudian penjual mengeluarkan tanda terima/struk sehingga transaksi dapat dikatakan selesai. Point of Sales ini identik dengan tempat kasir dan mesin kasir.

Dulu, tempat kasir hanya menggunakan kalkulator manual atau aplikasi komputer biasa. Sedangkan kini, aplikasi POS hadir secara terkomputerisasi dan terintegrasi sehingga memudahkan penjual dalam berbagai aspek.

SPOTS adalah sistem Point of Sale dari grup perusahaan GOJEK.  Aplikasi kasir SPOTS menghemat waktu dan uang dengan mengotomatisasi banyak tugas penjualan sehari-hari.  SPOTS dilengkapi dengan beragam fitur dalam satu aplikasi kasir untuk membantu operasional usaha, terutama usaha kuliner. Fitur SPOTS termasuk mengatur menu, merima pesanan GO-FOOD secara real time (khusus bagi GO-FOOD Partner), merima pembayaran GO-PAY, mencatat ragam tipe pembayaran, cek resi instan, serta mendapatkan laporan harian.Untuk mendapatkan layanan SPOTS, pemilik usaha cukup membayar biaya pendaftaran Rp 290.000, setelah itu biaya operasional hanya Rp 2.900/hari. Sangat terjangkau kan?.



Semoga dengan SPOTS ini makin banyak pemilik usaha yang mendukung transaksi cashless ya :)



Share:

28 comments:

  1. Wah keren yaaa... Owalah, ini produknya gojek to mbak. Kayaknya belum ada yg menyamai yaaa... Thank infonya mbak 😁👍

    ReplyDelete
  2. Makin hari pembayaran tanpa uang tunai mulai dikenalkan di Indonesia. Saya juga lebih suka sama pembayaran sistem ini karena lebih praktis dan banyak promonya :)

    ReplyDelete
  3. Berarti yang lansia juga udah terbiasa Cashless ya? Mantap ya. Aku kebayang kalau di sini apa kabar yang buta huruf, yg usia lanjut? Semoga aja bisa Cashless smuanya. Aamiin

    ReplyDelete
  4. menjawab pertanyaannya: CASHLESS: YES!!!!
    aku setuju sama poin2 yang kamu utarain disma. cashless ini juga lebih aman buat para traveller perempuan, karena kt jadi ngga bawa cash banyak2 yang menarik perhatian orang yg ga bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  5. Jadi ini semacam e-money begitu, ya? Kalau UMKM pakai ini berarti memang sudah ada edukasinya?
    Soalnya jujur selama ini aku belum familiar dengan gaya macam ini.

    ReplyDelete
  6. Kalau aku belum terlalu bisa cashless, hehehe, satu2nya benda yang kupunya untuk cashless adalah mandiri e-money udah itu aja, paling poll buat ke indomaret atau pas lewat toll aja

    ReplyDelete
  7. Sekarang hampir semua transaksi sudah mulai pakai sistem cashless ya. Aku pun sebenernya suka dengan sistem ini, apa-apa gesek pake debit card.. tapi kalau pake yang semacam e-money gitu belom pernah...

    ReplyDelete
  8. bener-bener mempermudah konsumen untuk bertransaksi ya, apalagi buat pengusaha

    ReplyDelete
  9. Nah, sistem cashless seperti ini yang memudahkan pihak penjual dan pembeli ya. Praktis, gak pake ribet :)

    ReplyDelete
  10. Aku pun sudah membiasakan diri cashless :D
    Menurutku memang lebih praktis dan tertib administrasi.
    Tapi karena hidup di Indonesia, ya bagaimanapun tetep kudu sedia uang tunai di tas (buat jaga-jaga).

    ReplyDelete
  11. Jadi catatan keuangan menjadi lebih teratur ya dengan spots ini... Inovasi gojek semakin memudahkan umkm yang ingin berkembang ya... Tfs

    ReplyDelete
  12. Oooo baru tau kalo GOJEK bikin produk ini buat para pengusaha kuliner. Makin banyak produk cashless kayanya makin memudahkan kita sebagai pelanggan juga :D

    ReplyDelete
  13. Bakal makin banyak yang bisa cashless nih.Apalagi pakai aplikasi begini

    ReplyDelete
  14. jawabannya YES dong, setuju banget dengan cashless karena itu mempermudah dalam transaksi dan juga meminimalkan resiko kehilangan, perampokan atau pencurian. lebih save lagi apalagi aku seorang solo traveller, ini sangat bermanfaat banget niy, kemana-mana ga perlu bawa uang banyak, cukup scan atau gesek saja, as simple as that.

    ReplyDelete
  15. Gojek makin menginspirasi aja ya, makin memudahkan semua kebutuhan kita

    ReplyDelete
  16. Kalau aku kondisional sih Mbak, kadang cashless kadang tunai. Hihii. Tapi pengalaman aku lebih hemat cashless. Kalau pegang uang tunai justru boros

    ReplyDelete
  17. Kalau aku kondisional sih Mbak, kadang cashless kadang tunai. Hihii. Tapi pengalaman aku lebih hemat cashless. Kalau pegang uang tunai justru boros

    ReplyDelete
  18. Pernah tuh kurang duit fisik jadi kudu bolak-balik ke rumah. Huuu. Kadang, emang enak cashless.

    ReplyDelete
  19. Antara setuju dan gak, tapi karena perkembangan teknologi sepertinya cashless ada baiknya sih. Untuk SPOTS sendiri menurutku ini beneran inovasi banget deh dari gojek, satu alat dengan banyak fungsi.

    ReplyDelete
  20. Pakai cashless ternyata selain mempermudah transaksi, memudahkan konsumen dan penjual, juga menghemat anggaran negara ya. Okehlah bakal tambah sering aku cashless aja :D

    ReplyDelete
  21. Aplikasi kasir punyanya SPOTS ini sepertinya memang perlu dimanfaatkan para pemilik usaha, terutama UMKM dan kuliner ya, karena sistemnya yang bisa rekap transaksi akan memudahkan proses pencatatan keuangan, selain itu, bisa memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran

    ReplyDelete
  22. Era digital saat ini memang sudah seharusnya semua lini bisnis terutama kuliner menerapkan cashless/non tunai karena memberi kemudahan juga untuk bertransaksi termasuk aplikasi kasi SPOTS ini :)

    ReplyDelete
  23. Yes or No? Yeslah kalo aku. Habis memudahkan sih..

    ReplyDelete
  24. Orang-orang Indonesia mau tak mau harus ikut juga go cashless ya, Mbak .. baik untuk pelaku usaha (juga UMKM) dan customer

    ReplyDelete
  25. Kalau aku sih Yes.. karena emang suka sama cashless.. wkwk

    ReplyDelete
  26. yang ketiga bener banget mba.. biasanya lebih pake casgless karena biar dapet potongan harga.. mayan meski 10 %kaang bisa sampe 50% lebih

    ReplyDelete
  27. Aku sih setuju aja mba mungkin bertahap kali ya harus ada edukasi khusus apalagi buat ortu dan spots ini inovasi yang keren bangey, salam kenal mba

    ReplyDelete
  28. Aplikasinya memudahkan banget siapapun yang ingin membuka usaha. Semoga semakin memfasilitasi para entreprenenur.

    ReplyDelete