Menjaga Kesehatan Keluarga

Minggu lalu, aku baru saja menghadiri acara tahlilan mengenang 100 hari meninggalnya Om Ucup, omku.

Bulan Juli lalu kesehatan Om menurun drastis. Tepat seminggu setelah PPKM diberlakukan. Dan tepat dua minggu setelah acara pernikahan anak Om, yang juga adek sepupuku. Aku masih ingat. Kala itu hari Senin dini hari, sepupuku mengirim kabar di grup keluarga kalau Om dilarikan ke rumah sakit. Tak berselang lama, sebelum waktu Subuh, ada kabar lagi bahwa Om Ucup meninggal dunia.

Innalillahi wa innailihi rojiun.

Hasil tes Covid Om dinyatakan positif. Sehingga prosesi pemakaman pun dilakukan sesuai protokol Covid. Keluarga hanya bisa melihat prosesi pemakaman dari kejauhan.

Ah, sampai sekarang rasanya masih belum percaya Om sudah tiada. Kepergian Om sangat mendadak.

Fast forward… 

Mengikuti berita saat ini, katanya kasus Covid sekarang sudah menurun drastis. Sekolah sudah mulai dibuka lagi untuk kegiatan pembelajaran tatap muka. Mall dan tempat wisata sudah mulai menerima pengunjung. Perjalanan ke luar kota sudah mulai dilonggarkan. Tapi aku percaya  pandemi ini belum berakhir. Aku belum berani ber-euforia merayakannya.

 

Jaga Kesehatan Orang Tua Kita

Belajar dari pandemi Covid-19, aku sekarang jadi makin sadar bahwa kesehatan adalah prioritas utama. Aku pun menyadari pentingnya menjaga imun atau daya tahan tubuh. Imunitas tubuh yang kuat membuat kita lebih kebal dan nggak gampang terserang penyakit.

Dulu saat di awal pandemi, aku masih santai-santai saja. Pikirku saat itu, aku sehat kok, nggak punya komorbid (penyakit bawaan), tinggal di desa pula. Jauh lah dari Covid.

Hingga akhirnya satu per satu orang terdekat terkena Covid. Kakak, saudara, rekan kerja. Banyak yang positif maupun bergejala. Dari yang tua hingga yang muda. Dari yang bergejala ringan hingga…. meninggal dunia.

Hal itu yang membuat aku tersadar. Jangan sekali-sekali menyepelekan. Jangan sampai menyesal nantinya. Terlebih aku tinggal bersama Mama dan Papa yang usianya lebih rentan. Kehilangan Om “saja” sudah membuat hatiku pedih, apalagi kalau amit-amit, Mama dan Papa yang meninggalkan aku. Membayangkannya saja aku nggak sanggup.

Makanya, selain menjaga kesehatanku sendiri, menjaga kesehatan mereka juga PR untukku. The least I can do yang pasti jadi anak berbakti biar nggak menambah beban pikiran orang tua. Ikhtiar selanjutnya yaitu dengan memastikan asupan nutrisi  tercukupi supaya mereka selalu fit dan sehat.

Karena Mama dan Papa ini tipikal orang yang susah makan, bikin aku agak khawatir juga sih. Kita kan dapat asupan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi ya. Terus kalau makan aja jarang, gimana dong?.

 

Alternatif solusinya yaitu aku sedia multivitamin di rumah. Multivitamin adalah salah satu jenis suplemen yang memiliki ragam kandungan vitamin dan mineral. Selain untuk mencukupi asupan nutrisi, multivitamin juga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Memilih Multivitamin yang Tepat Untuk Orang Tua

Masalah muncul ketika memilih suplemen multivitamin apa yang cocok. Ternyata di toko online vitamin ada beragam jenis multivitamin dengan kandungan dan khasiat yang berbeda-beda. That’s why kita perlu tahu dulu apa kebutuhan nutrisi kita kemudian disesuaikan dengan kandungan multivitamin tersebut. Kita juga perlu tahu apa khasiat dari masing-masing vitamin.

Misalnya:

Vitamin B Kompleks

Vitamin B kompleks adalah stimulus yang mengubah makanan menjadi bahan bakar di dalam tubuh. Jenis vitamin yang satu ini menjaga fungsi tubuh agar tetap berjalan.

Sesuai dengan namanya, vitamin B kompleks memiliki beberapa turunan vitamin yang dibagi menjadi delapan jenis, yaitu:

B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B5 (asam pantotenat),B6 (piridoksin), B7 (biotin), B9 (asam folat), dan B12 (cobalamin).

Nutrisi vitamin B9 atau asam folat ini sangat penting bagi ibu hamil.

 

Vitamin C

Vitamin C adalah antioksidan terbaik yang dikenal memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.Vitamin C biasa kita temukan dalam sayuran dan buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, lemon, stroberi, brokoli, paprika, cabai, dan tomat.

 

Vitamin D

Vitamin D adalah nutrisi yang bermanfaat untuk pembentukan tulang. Vitamin D juga diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan otot.

Vitamin D terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Bahkan, sebagian besar kebutuhan vitamin D terpenuhi lewat paparan sinar matahari. Selain itu, vitamin D juga terkandung dalam beberapa jenis makanan, seperti jamur, kuning telur, serta ikan.

 

Vitamin E

Vitamin E dikenal dengan manfaatnya dalam memelihara kesehatan kulit. Tidak hanya itu, vitamin ini juga memiliki efek antioksidan, baik untuk sistem imun dan menjaga fungsi berbagai organ tubuh seperti saraf dan otak.

 

Zinc

Zinc adalah nutrisi penting yang membantu menjaga daya tahan tubuh. Nutrisi ini juga penting untuk menunjang fungsi metabolisme tubuh. Fungsi zinc di antaranya: mempercepat proses penyembuhan saat sakit, membantu penyembuhan luka, mencegah peradangan, dan meningkatkan kesehatan otak.


Karena peruntukannya untuk menjaga daya tahan tubuh orang tua, maka yang aku pilih adalah multivitamin yang kandungan utamanya vitamin B kompleks, vitamin C, dan Zinc. 

Jika peruntukannya untuk yang lain, maka jenis multivitamin yang dipilih pun bisa beda lagi.


Itulah makanya, banyak hal yang jadi aku pelajari karena pandemi Covid-19. Mungkin masih ada banyak pembelajaran lain yang menanti di depan sana. Who knows...

 

 


  

 

 

 

Post a Comment

1 Comments