Thursday, September 26, 2013

[Repost] Rabu Tidak Kelabu

Hari ini patut diabadikan.
Begitulah kesimpulanku ketika pada malam hari akhirnya pulang ke kost. Semua kenangan bertumpuk-tumpuk di kepala. Aku tidak ingin melupakannya.
Dinamic Routing
Berawal dari bangun di pagi hari seperti biasa, yang membedakan adalah pagi ini aku tidak bisa bersantai-santai dulu karena ada mata kuliah praktik yang dimulai pukul 7. Apalagi aku belum selesai mengerjakan tugas pertemuan pertama terdahulu. Maklum, tugasnya tentang routing / networking, aku kurang lihai bermain-main dengannya. Minggu lalu juga aku pindah kelas praktik, ikut teman-teman F1. Berangkat kuliah pun sedikit dipenuhi oleh rasa panik. Aku harus minta diajarin !.
Sampai di kampus, wajah-wajah tengil menyambutku dengan gokil seperti biasanya. Pak Dosen juga ternyata belum datang. Yang membuat aku melongo adalah 
Wahyu : “Mbek, kemarin kamu ikut kelasnya F1 kan ? Kemarin materinya apa ?”
Aku : “Dinamic Routing, kenapa ?”
Wahyu : “Ajarin Mbek”
Aku : “Hah ? Emang kemarin kalian dapet materi apa ?”
Wahyu : “Static Routing”
Duaarrr.. Ternyata materi kelas F1 sudah selangkah lebih maju daripada F2. Jadilah malah teman-teman yang tanya ke aku. Hidup itu untebakable ya ?
Pak Dosen datang. Dan ternyata tepat, materi F2 untuk minggu ini sama persis dengan materi F1 minggu lalu yang aku ikuti. Akupun bertanya pada Pak Dosen :
Aku : “Pak, kemarin kan saya ikut kelas sebelah dan sudah mengerjakan materi ini. Sekarang saya mengerjakan apa ya Pak ?”
Pak Dosen : “O sudah mengerjakan yang ini ? Ya sudah sekarang ngobrol-ngobrol saja sama temannya”
Aku : (dalam hati “haaah”) “Kalau mengerjakan tugas pertama saja boleh Pak ?”
Pak Dosen : “Ah, nggak usah. Sekarang kamu free saja”
Ngekkk…
Jam Kosong
Terlihat Pak Djoko, dosen mata kuliah Metodologi Pembelajaran berjalan menuju ke kelas kami.
"Wah, tanda-tanda bakal kosong ni", kata Sobur.
Benarlah, Pak Djoko menghampiri kelas kami untuk memberitahukan bahwa kelas beliau nanti kosong karena beliau ada penataran (maklum, beliau adalah kaprodi Teknik Elektronika) dan memberikan kertas presensi serta kertas materi untuk kami pelajari. Dududu, bakal selo ni untuk beberapa jam ke depan.
Pukul 9 kami telah selesai praktikum. Pukul 12 nanti kami sekelas telah mengagendakan untuk Futsal bareng, baik cowok maupun cewek. Waktu 3 jam untuk menunggu cukup lama, bukan ? Ada yang makan, ngobrol di taman media, kumpul di perpus, dan tak lupa… foto-foto…. Syalalaa ~
Futsal at Lapangan RRI
Futsaaal di lapangan RRI. Anak-anak cowok main dari jam 12 sampai jam 13. Anak-anak cewek (dijadwalin) main dari jam 13 sampai jam 14. Ngeliat cowok futsal ? Udah biasa kali ya. Ngeliat cewek-cewek futsal ? Haha, ngakak. Awal masuk lapangan kita malah foto-foto dulu. Sampai yang cowok bilang, “Lah ini mau main futsal apa sesi foto e ?”. Piss lah mas bro.
Oke, mari kita main. Ada 10 cewek yang main : Ipeh, Annis, Rahma, Rifa, Fiani vs Disma, Akhi, Romafit, Mifta, Hilma (awalnya Budi, terus di menit-menit terakhir digantiin sama Hilma). Ngerubungin bola, tubruk-tubrukan, bolanya kena temen, bolanya kesrimpet rok, gemes karena hampir gol dan serentetan hal lain lah yang terjadi saat kami futsal. Hasil akhirnya : 3-2 apa ya kalo nggak salah ? Yang menang Rifa dkk dan Akhi yang jadi top scorer nya. Aku ? Aku ? Haha, jangan dibahas.
Selow motion at Alun-alun Kidul
Pulang futsal, di antara badan yang pegel-pegel, Ayong sama Hilzon ngajak ke Altar (yang kemudian jadinya malah ke Alkid) buat ngerjain tugas slowmotion nya mereka. Hayuk, sekalian bantuin sekalian refresh juga. Jadilah kita ber-4 (ditambah Budi) meluncur ke Alkid. 
"Ngapain sih jauh-jauh take video ke Alkid ?" tanyaku pada Ayong dan Hilzon.
"Nyari yang ada bubble-bubble dari sabun" jawab mereka
"Oooh gitu. Emang konsep nya mau gimana ?" aku tanya lagi
"Nggak tau, yang penting ada bubblenya"
Gubrakkk.
Menit-menit awal Aku, Ayong, Hilzon masih semangat keliling Alkid, beli bubble, ngeliatin anak kecil lari-lari, ada yang lagi jogging juga, ada pasangan kekasih yang nyoba mecahin mitos “menyentuh 2 pohon di Alkid sambil ditutup matanya”, dll. Budi nggak ikut, dia cuma duduk di pinggir jalan sambil jagain motor. Menit demi menit berlalu dan konsepnya belum nemu juga. Hoaaem, aku yang nggak telaten inipun memilih bergabung bersama Budi saja. 
Dari tempat Aku dan Budi duduk, kami dapat melihat Ayong dan Hilzon yang kini membeli layangan dan bermain dengannya. Tiba-tiba Budi nyeletuk, “Main uno yuk, Mbek”. Hihi. “Ayok”. Jadilah kita semacam orang selo nan geje yang bermain Uno di pinggir jalan Alkid. Aku menang, Budi menang, Budi menang lagi, gantian aku yang menang, begitu seterusnya. Sekitar pukul 17 Ayong dan Hilzon mendekati kami, sepertinya mereka sudah berhasil mengambil beberapa video. Akhirnya kita berempat jadi main uno sambil makan bakso bakar dan tahu gejrot. Haha.
Pukul 18 kita pulang dari alkid, mampir dulu ke masjid buat sholat maghrib, dan mendarat ke “ibunya” Hilzon buat makan kremesan penyet. Kita udah sedikit paham sistem kerja di sana yang pesenannya dianter agak lama karena emang rame. Jadilah kita nunggu sambil…. main UNO !. Ngekk banget kan.
"…dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya…" ~ lagunya SID
Selalu ada banyak cerita kalo lagi sama teman-teman. Sayang, Fatonah nggak bisa ikut tadi. Berarti besok-besok perlu diagendain lagi nih biar komplit. Hehe.
"My level of maturity depends on who I am with." ~ @9gag 
Yogyakarta, 25 September 2013
Hari ini patut diabadikan.
Begitulah kesimpulanku ketika pada malam hari akhirnya pulang ke kost. Semua kenangan bertumpuk-tumpuk di kepala. Aku tidak ingin melupakannya.
Dinamic Routing
Berawal dari bangun di pagi hari seperti biasa, yang membedakan adalah pagi ini aku tidak bisa bersantai-santai dulu karena ada mata kuliah praktik yang dimulai pukul 7. Apalagi aku belum selesai mengerjakan tugas pertemuan pertama terdahulu. Maklum, tugasnya tentang routing / networking, aku kurang lihai bermain-main dengannya. Minggu lalu juga aku pindah kelas praktik, ikut teman-teman F1. Berangkat kuliah pun sedikit dipenuhi oleh rasa panik. Aku harus minta diajarin !.
Sampai di kampus, wajah-wajah tengil menyambutku dengan gokil seperti biasanya. Pak Dosen juga ternyata belum datang. Yang membuat aku melongo adalah 
Wahyu : “Mbek, kemarin kamu ikut kelasnya F1 kan ? Kemarin materinya apa ?”
Aku : “Dinamic Routing, kenapa ?”
Wahyu : “Ajarin Mbek”
Aku : “Hah ? Emang kemarin kalian dapet materi apa ?”
Wahyu : “Static Routing”
Duaarrr.. Ternyata materi kelas F1 sudah selangkah lebih maju daripada F2. Jadilah malah teman-teman yang tanya ke aku. Hidup itu untebakable ya ?
Pak Dosen datang. Dan ternyata tepat, materi F2 untuk minggu ini sama persis dengan materi F1 minggu lalu yang aku ikuti. Akupun bertanya pada Pak Dosen :
Aku : “Pak, kemarin kan saya ikut kelas sebelah dan sudah mengerjakan materi ini. Sekarang saya mengerjakan apa ya Pak ?”
Pak Dosen : “O sudah mengerjakan yang ini ? Ya sudah sekarang ngobrol-ngobrol saja sama temannya”
Aku : (dalam hati “haaah”) “Kalau mengerjakan tugas pertama saja boleh Pak ?”
Pak Dosen : “Ah, nggak usah. Sekarang kamu free saja”
Ngekkk…
Jam Kosong
Terlihat Pak Djoko, dosen mata kuliah Metodologi Pembelajaran berjalan menuju ke kelas kami.
"Wah, tanda-tanda bakal kosong ni", kata Sobur.
Benarlah, Pak Djoko menghampiri kelas kami untuk memberitahukan bahwa kelas beliau nanti kosong karena beliau ada penataran (maklum, beliau adalah kaprodi Teknik Elektronika) dan memberikan kertas presensi serta kertas materi untuk kami pelajari. Dududu, bakal selo ni untuk beberapa jam ke depan.
Pukul 9 kami telah selesai praktikum. Pukul 12 nanti kami sekelas telah mengagendakan untuk Futsal bareng, baik cowok maupun cewek. Waktu 3 jam untuk menunggu cukup lama, bukan ? Ada yang makan, ngobrol di taman media, kumpul di perpus, dan tak lupa… foto-foto…. Syalalaa ~
Futsal at Lapangan RRI
Futsaaal di lapangan RRI. Anak-anak cowok main dari jam 12 sampai jam 13. Anak-anak cewek (dijadwalin) main dari jam 13 sampai jam 14. Ngeliat cowok futsal ? Udah biasa kali ya. Ngeliat cewek-cewek futsal ? Haha, ngakak. Awal masuk lapangan kita malah foto-foto dulu. Sampai yang cowok bilang, “Lah ini mau main futsal apa sesi foto e ?”. Piss lah mas bro.
Oke, mari kita main. Ada 10 cewek yang main : Ipeh, Annis, Rahma, Rifa, Fiani vs Disma, Akhi, Romafit, Mifta, Hilma (awalnya Budi, terus di menit-menit terakhir digantiin sama Hilma). Ngerubungin bola, tubruk-tubrukan, bolanya kena temen, bolanya kesrimpet rok, gemes karena hampir gol dan serentetan hal lain lah yang terjadi saat kami futsal. Hasil akhirnya : 3-2 apa ya kalo nggak salah ? Yang menang Rifa dkk dan Akhi yang jadi top scorer nya. Aku ? Aku ? Haha, jangan dibahas.
Selow motion at Alun-alun Kidul
Pulang futsal, di antara badan yang pegel-pegel, Ayong sama Hilzon ngajak ke Altar (yang kemudian jadinya malah ke Alkid) buat ngerjain tugas slowmotion nya mereka. Hayuk, sekalian bantuin sekalian refresh juga. Jadilah kita ber-4 (ditambah Budi) meluncur ke Alkid. 
"Ngapain sih jauh-jauh take video ke Alkid ?" tanyaku pada Ayong dan Hilzon.
"Nyari yang ada bubble-bubble dari sabun" jawab mereka
"Oooh gitu. Emang konsep nya mau gimana ?" aku tanya lagi
"Nggak tau, yang penting ada bubblenya"
Gubrakkk.
Menit-menit awal Aku, Ayong, Hilzon masih semangat keliling Alkid, beli bubble, ngeliatin anak kecil lari-lari, ada yang lagi jogging juga, ada pasangan kekasih yang nyoba mecahin mitos “menyentuh 2 pohon di Alkid sambil ditutup matanya”, dll. Budi nggak ikut, dia cuma duduk di pinggir jalan sambil jagain motor. Menit demi menit berlalu dan konsepnya belum nemu juga. Hoaaem, aku yang nggak telaten inipun memilih bergabung bersama Budi saja. 
Dari tempat Aku dan Budi duduk, kami dapat melihat Ayong dan Hilzon yang kini membeli layangan dan bermain dengannya. Tiba-tiba Budi nyeletuk, “Main uno yuk, Mbek”. Hihi. “Ayok”. Jadilah kita semacam orang selo nan geje yang bermain Uno di pinggir jalan Alkid. Aku menang, Budi menang, Budi menang lagi, gantian aku yang menang, begitu seterusnya. Sekitar pukul 17 Ayong dan Hilzon mendekati kami, sepertinya mereka sudah berhasil mengambil beberapa video. Akhirnya kita berempat jadi main uno sambil makan bakso bakar dan tahu gejrot. Haha.
Pukul 18 kita pulang dari alkid, mampir dulu ke masjid buat sholat maghrib, dan mendarat ke “ibunya” Hilzon buat makan kremesan penyet. Kita udah sedikit paham sistem kerja di sana yang pesenannya dianter agak lama karena emang rame. Jadilah kita nunggu sambil…. main UNO !. Ngekk banget kan.
"…dan jika kami bersama nyalakan tanda bahaya…" ~ lagunya SID
Selalu ada banyak cerita kalo lagi sama teman-teman. Sayang, Fatonah nggak bisa ikut tadi. Berarti besok-besok perlu diagendain lagi nih biar komplit. Hehe.
"My level of maturity depends on who I am with." ~ @9gag 
Yogyakarta, 25 September 2013

Monday, September 23, 2013

[Repost] Himanika "On Vacation" Ceria

Kalau minggu kemarin sudah pergi naik gunung, minggu ini saatnya ke pantai. Ibarat lagunya Ninja Hatori “mendaki gunung..lewati lembah… syalala” *duh malah nyanyi. Setelah minggu lalu jalan-jalan sama temen-temen BEM KM, sekarang waktunya have fun sama temen-temen Himanika. Sehari bersama Himanika untuk yang kesekian kalinya.
Bangun pagi-pagi dan koordinasi sedikit sama temen-temen bertujuh via sms. Fix nya : Tisha dan Ayong belanja ke pasar. Aku ? Tralalaa. Mari berangkat ke PKM. Ternyata di PKM sudah cukup ramai walaupun belum semua pengurus yang akan ikut datang. Skip
Pengondisian, penjelasan singkat, berdoa bersama and then… let’s go !. Berangkatlah kita berombongan naik motor. Ada sekitar 40an orang yang ikut dan 20an motor yang melaju. Untung baju kita beda-beda, coba kalo sewarna, bisa dikira lagi kampanye nih.
Adit sama Aya di depan memimpin barisan (eh, apa sih istilah yang pas ? rombongan aja kali ye), David selaku panitia mengawal di paling belakang, dan Imron yang boncengan sama aku diminta buat di tengah. Hihi, panitia ngiranya Iim apal jalan, padahal kan…. haha. Piss Im. Ya kalo aku sih bersyukur aku sama Iim dapet di tengah, jadi peluang kita nyasar ato ketinggalan lebih kecil.
Berangkat pukul 9 kurang, sampai di destinasi pukul 10 lebih. Perjalanan kita sekitar 1,5 jam. Cukup lama sih emang, tapi nice kok. Sepanjang jalan kita bisa melihat panorama yang bisa bikin mata jadi seger. Secara, biasanya kan yang kita-kita liat paling layar laptop gitu. Melihat pemandangan Jogja dari atas, hamparan bukit, batuan yang unik, laut yang biru. Aaak, pengen nyemplung rasanya.
Pantainya serasa milik sendiri. We're like a boss of private beach

Sampailah kita di pantai pertama (duh, lupa namanya). pantainya nyelip-nyelip, dan pas sampai di sana, sepiii. Kita pun bisa berpuas-puas menjajah tanah pantai. Hehe. Panitia memberi instruksi supaya lomba masak segera dimulai. Temen-temen panitia ini sudah menyiapkan tikar buat masing-masing departemen, arang panas buat bakar-bakar dan ikan tentunya. Lomba masak pun dimulai…

Imron membawa 8 ikan. Kita ber7 berpandang-pandangan, “mau diapain ni ? ??” Haha. Aya yang paling parah, dia nggak mau deket-deket sama si ikan. Hihi. Jadilah aku sama Tisha membelah si ikan, Adit ngolesin bumbu ke ikan, Imron, Revan, Arif yang bakar, dan Aya yang bikin bumbu-resep-rahasia. Siang itu kami memasak sate-ikan-bakar dan ikan-bakar-bumbu-rahasia-resep-turun-temurun (Padahal bumbunya beli di pasar). Hasilnya : terengtengtengtengtengteng… enak dong, tapi berasa banget kunyitnya. Hihi. Ngawur sih, bumbunya masih kentel langsung diolesin gitu aja.
Ceritanya lagi masak

Skip.
Plating alias masakannya ditaruh di piring, dihias dan disajikan ke dewan juri (aka kakak-kakak DPO). Trio Kwek-Kwek kita : Abang Iim, Surip dan Revan kebagian jatah buat presentasi. Soal filosofi mah jangan ditanya lagi, mereka bertiga jago ngarang semua. Hehe.
Ini nih.. sate ikan bakar 
Presentasi nya heboh

Skip.
Presentasi, penjurian, sholat, beres-beres tempat, lalu… here we go. Cap cus ke Pantai Ngobaran buat outbound. Peserta dibagi jadi 4 kelompok gitu dan nantinya akan ngegame di garis pantai. Aku dapet bagian jaga pos istana-pasir sama Repang. Di sini, games nya adalah temen-temen sekelompok dibagi lagi jadi dua kelompok kecil dan disuruh berkompetisi bikin istana pasir Himanika serealistis mungkin. Ternyata temen-temen pengurus jan kreatif. Ada yang bikin bentuk kayak candi, bentuk love, bentuk gurita, bentuk UFO (senangkepku sih), bentuk roda, dan yang paling ngawur, kelompoknya Budi cs yang malah bikin tulisan HIMANIKA dari pasir. Woo, Donk Ora E ?.

Lebih cantik pantainya daripada orangnya

Skip. 
Adit berlari tunggang langgang menjauhi Budi dan temen-temen staf yang mengejarnya. Dia berhasil kabur. Yaaah, jadi nggak bisa diceburin ke air deh. Eits, tapi dengan sigapnya yang lain berganti sasaran jadi menangkap Surip yang lagi lengah. Surip nggak berdaya “dicelupin” ke air laut. Nggak cukup sampai di situ, Surip yang nggak terima akhirnya nyeret Revan. Nasib Revan pun berakhir sama dengan Surip. 
Makin banyak yang basah, makin banyak pula yang pengen orang lain basah. Akhirnya Adit tertangkap, Imron tertangkap, disusul Aris, Agus Satrio, Bimbing, lupa siapa lagi.

Skip.
Sholat Ashar, ngobrol sebentar untuk menunggu yang lain siap, pengondisian, lalu pengumuman pemenang !. Congrats buat Medinfo as Juara 3 (nggak move on dari tahun lalu), DJO as Juara 2 (sungguh aku kaget banget) dan Kesma as Juara 1 (masakannya Kesma emang enak sih). Sempet ada insiden nih, jadi hadiah buat para juara sempet ngilang dan dicari-cari sama panitia tapi nggak ketemu. Terreeeng, ternyata hadiahnya ada di plastik yang tak bawa. Gubrakk.
Skip.
Mampir ke rumahnya Udin. Kita disambut dengan super ramah dan amat terbuka di sana. Rombongan se-RW ini cukup lho di rumahnya Udin. Udah numpang sholat, nunut ke kamar mandi, dikasih cemilan gatot (makanan dari singkong gitu), peyek kacang, teh, eh kita disuruh makan nasi juga. Lauknya sama kayak tema kita tadi siang : ikan. Tapi bedanya ikan nya digoreng dan rasanya juga nggak kayak masakan kita tadi siang, *uhuk. Udah kenyang banget, Udin masih nyuruh kita mbungkus gatot nya buat dibawa pulang. Ya amplop, makasih banget Udiiin :D *kedip-kedip*.
Jam sudah hampir menunjukkan pukul 20.00. Mari pulaaaang. Coba deh liat langitnya, gelap, tapi di sana bertabur banyak bintang, ada juga bulan yang menggantung tinggi. Cantiknyaaa… secantik kebersamaan kita hari ini :)
Yogyakarta - Saptosari, Gunung Kidul
Minggu, 22 September 2013
Kalau minggu kemarin sudah pergi naik gunung, minggu ini saatnya ke pantai. Ibarat lagunya Ninja Hatori “mendaki gunung..lewati lembah… syalala” *duh malah nyanyi. Setelah minggu lalu jalan-jalan sama temen-temen BEM KM, sekarang waktunya have fun sama temen-temen Himanika. Sehari bersama Himanika untuk yang kesekian kalinya.
Bangun pagi-pagi dan koordinasi sedikit sama temen-temen bertujuh via sms. Fix nya : Tisha dan Ayong belanja ke pasar. Aku ? Tralalaa. Mari berangkat ke PKM. Ternyata di PKM sudah cukup ramai walaupun belum semua pengurus yang akan ikut datang. Skip
Pengondisian, penjelasan singkat, berdoa bersama and then… let’s go !. Berangkatlah kita berombongan naik motor. Ada sekitar 40an orang yang ikut dan 20an motor yang melaju. Untung baju kita beda-beda, coba kalo sewarna, bisa dikira lagi kampanye nih.
Adit sama Aya di depan memimpin barisan (eh, apa sih istilah yang pas ? rombongan aja kali ye), David selaku panitia mengawal di paling belakang, dan Imron yang boncengan sama aku diminta buat di tengah. Hihi, panitia ngiranya Iim apal jalan, padahal kan…. haha. Piss Im. Ya kalo aku sih bersyukur aku sama Iim dapet di tengah, jadi peluang kita nyasar ato ketinggalan lebih kecil.
Berangkat pukul 9 kurang, sampai di destinasi pukul 10 lebih. Perjalanan kita sekitar 1,5 jam. Cukup lama sih emang, tapi nice kok. Sepanjang jalan kita bisa melihat panorama yang bisa bikin mata jadi seger. Secara, biasanya kan yang kita-kita liat paling layar laptop gitu. Melihat pemandangan Jogja dari atas, hamparan bukit, batuan yang unik, laut yang biru. Aaak, pengen nyemplung rasanya.
Pantainya serasa milik sendiri. We're like a boss of private beach

Sampailah kita di pantai pertama (duh, lupa namanya). pantainya nyelip-nyelip, dan pas sampai di sana, sepiii. Kita pun bisa berpuas-puas menjajah tanah pantai. Hehe. Panitia memberi instruksi supaya lomba masak segera dimulai. Temen-temen panitia ini sudah menyiapkan tikar buat masing-masing departemen, arang panas buat bakar-bakar dan ikan tentunya. Lomba masak pun dimulai…

Imron membawa 8 ikan. Kita ber7 berpandang-pandangan, “mau diapain ni ? ??” Haha. Aya yang paling parah, dia nggak mau deket-deket sama si ikan. Hihi. Jadilah aku sama Tisha membelah si ikan, Adit ngolesin bumbu ke ikan, Imron, Revan, Arif yang bakar, dan Aya yang bikin bumbu-resep-rahasia. Siang itu kami memasak sate-ikan-bakar dan ikan-bakar-bumbu-rahasia-resep-turun-temurun (Padahal bumbunya beli di pasar). Hasilnya : terengtengtengtengtengteng… enak dong, tapi berasa banget kunyitnya. Hihi. Ngawur sih, bumbunya masih kentel langsung diolesin gitu aja.
Ceritanya lagi masak

Skip.
Plating alias masakannya ditaruh di piring, dihias dan disajikan ke dewan juri (aka kakak-kakak DPO). Trio Kwek-Kwek kita : Abang Iim, Surip dan Revan kebagian jatah buat presentasi. Soal filosofi mah jangan ditanya lagi, mereka bertiga jago ngarang semua. Hehe.
Ini nih.. sate ikan bakar 
Presentasi nya heboh

Skip.
Presentasi, penjurian, sholat, beres-beres tempat, lalu… here we go. Cap cus ke Pantai Ngobaran buat outbound. Peserta dibagi jadi 4 kelompok gitu dan nantinya akan ngegame di garis pantai. Aku dapet bagian jaga pos istana-pasir sama Repang. Di sini, games nya adalah temen-temen sekelompok dibagi lagi jadi dua kelompok kecil dan disuruh berkompetisi bikin istana pasir Himanika serealistis mungkin. Ternyata temen-temen pengurus jan kreatif. Ada yang bikin bentuk kayak candi, bentuk love, bentuk gurita, bentuk UFO (senangkepku sih), bentuk roda, dan yang paling ngawur, kelompoknya Budi cs yang malah bikin tulisan HIMANIKA dari pasir. Woo, Donk Ora E ?.

Lebih cantik pantainya daripada orangnya

Skip. 
Adit berlari tunggang langgang menjauhi Budi dan temen-temen staf yang mengejarnya. Dia berhasil kabur. Yaaah, jadi nggak bisa diceburin ke air deh. Eits, tapi dengan sigapnya yang lain berganti sasaran jadi menangkap Surip yang lagi lengah. Surip nggak berdaya “dicelupin” ke air laut. Nggak cukup sampai di situ, Surip yang nggak terima akhirnya nyeret Revan. Nasib Revan pun berakhir sama dengan Surip. 
Makin banyak yang basah, makin banyak pula yang pengen orang lain basah. Akhirnya Adit tertangkap, Imron tertangkap, disusul Aris, Agus Satrio, Bimbing, lupa siapa lagi.

Skip.
Sholat Ashar, ngobrol sebentar untuk menunggu yang lain siap, pengondisian, lalu pengumuman pemenang !. Congrats buat Medinfo as Juara 3 (nggak move on dari tahun lalu), DJO as Juara 2 (sungguh aku kaget banget) dan Kesma as Juara 1 (masakannya Kesma emang enak sih). Sempet ada insiden nih, jadi hadiah buat para juara sempet ngilang dan dicari-cari sama panitia tapi nggak ketemu. Terreeeng, ternyata hadiahnya ada di plastik yang tak bawa. Gubrakk.
Skip.
Mampir ke rumahnya Udin. Kita disambut dengan super ramah dan amat terbuka di sana. Rombongan se-RW ini cukup lho di rumahnya Udin. Udah numpang sholat, nunut ke kamar mandi, dikasih cemilan gatot (makanan dari singkong gitu), peyek kacang, teh, eh kita disuruh makan nasi juga. Lauknya sama kayak tema kita tadi siang : ikan. Tapi bedanya ikan nya digoreng dan rasanya juga nggak kayak masakan kita tadi siang, *uhuk. Udah kenyang banget, Udin masih nyuruh kita mbungkus gatot nya buat dibawa pulang. Ya amplop, makasih banget Udiiin :D *kedip-kedip*.
Jam sudah hampir menunjukkan pukul 20.00. Mari pulaaaang. Coba deh liat langitnya, gelap, tapi di sana bertabur banyak bintang, ada juga bulan yang menggantung tinggi. Cantiknyaaa… secantik kebersamaan kita hari ini :)
Yogyakarta - Saptosari, Gunung Kidul
Minggu, 22 September 2013