Saturday, September 14, 2019

,

Pengalaman Latsar CPNS Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019



Setelah 6 bulan terima SK sebagai seorang CPNS Provinsi Jawa Tengah (tsah), akhirnya bulan September ini aku mendapat panggilan untuk latsar (pelatihan dasar, -red) di BPSDMD Jawa Tengah di Srondol, Semarang. 

Baca juga: 
Tips Lolos Tes CPNS


Mengikuti dan lulus latsar adalah syarat wajib untuk bisa menghilangkan huruf C, dari CPNS menjadi PNS. Alhasil rasanya antara semangat tapi ogah-ogahan. Semangat karena selangkah lebih dekat menuju status PNS (selama masih jadi calon tuh rasanya nggantung gaes… bayangin perasaan kamu jadi calon istri/suami sama jadi istri/suami beneran, pasti beda kan??). Ogah-ogahan karena kudu asrama selama 21 hari kerja, ngerjain aktualisasi dan habituasi selama 30 hari, plus perlu bikin laporan aktualisasi juga. Padat kegiatan gitu lho.

Ya udahlah ya, dijalani aja. Ikut latsar dengan senang hati atau susah hati toh sama capeknya, jadi mending dibawa senang aja. Macak ikhlas. Cie cie.

Baca juga:
Pengalaman Ujian SKD CPNS Provinsi Jawa Tengah

Pengalaman Ujian SKB CPNS Formasi Guru TIK

Aku masuk latsar periode 23 angkatan 227, bisa terbilang angkatan tengah-tengah. Dari sekolahku, bapak ibu guru CPNS lainnya sudah terlebih dahulu mengikuti latsar periode sebelumnya jadi aku bisa mendapat gambaran tentang pelaksanaan latsar dari cerita-cerita mereka. Agak takut sih awalnya membayangkan cerita dari bapak ibu guru. Katanya tidur sekamar berempat yang kasurnya ranjang tingkat, apel sampai malam jam 9 terus pagi sebelum jam 5 harus udah kumpul lagi, olahraga naik turun melewati jurang, jalan-jalan jauh,bela negara lari selama 12 menit, dan banyak cerita lain termasuk cerita horror di asrama.

I’m wondering

Apakah latsar aslinya seseram cerita yang beredar?
Nanti teman sekamarku “penakan” nggak ya orangnya?.
Aku betah nggak ya tinggal di asrama?.
Kuat nggak ya ikut aktivitas fisik yang kayak gitu?.
Materinya susah nggak ya?

Hari Pertama

Sehari sebelum pelaksanaan latsar, peserta harus daftar ulang dan sudah menginap di asrama. Tanggal 3 September pagi aku berangkat ke Semarang. Sampai di asrama Sindoro sekitar jam 11 siang. Pas ndilalah sampai di parkiran ketemu sama mbak-mbak bawa koper yang juga lagi kebingungan. Inilah kali pertama aku ketemu mbak Bella. Lalu kami berdua nyari tempat daftar ulang yang katanya di gedung Bundar. Karena sama-sama nggak tau area sana, jadilah kita muter-muter ngelewatin asrama Sindoro I, Sindoro II, Sindoro III sampai tempat jemuran. Eh ternyata Gedung Bundarnya deket dari parkiran!!, tinggal lurus lewat jalan kecil juga sampai!!!.

Di tempat pendaftaran ulang kita mengisi formulir, memilih kamar, dan mengumpulkan berkas-berkas persyaratan (fotokopi surat tugas, ijazah, surat keterangan sehat dan biodata diri). Di sini kita dapat tas seragam berisi modul dan name tag yang nantinya akan kita pakai setiap hari.

Selesai daftar ulang, kita langsung menuju ke kamar. Benar kata cerita teman-teman guru, di asrama Sindoro ini kasurnya tingkat 2. Beruntung aku dan mbak Bella berangkat gasik jadi dapat tempat tidur di bawah.



Sekitar jam 2 lebih, datang 2 mbak-mbak ke kamar yang konon berasal dari sekolah yang sama. Lengkap sudah kamar kita sekarang punya 4 anggota: aku dari Magelang, mbak Bella perawat dari Sukoharjo yang penempatan di Jepara, mbak Ima guru matematika dan mbak Ilmi guru PKWU penempatan di SMA di daerah Kebumen sana.




Enaknya kamarku depan kamar mandi, jadi kalau mau ke kamar mandi tinggal “mak cluk”. Terus balkon kita menghadap ke area kebun, nggak dilewati orang banyak. Positifnya, kita bisa jemur baju di balkon kamar tanpa malu diliat orang lain. Negatifnya, ya kalo malam a bit creepy cuy.




Berhubung baru hari pertama, masih perlu adaptasi sama lingkungan baru. Setelah daftar ulang di gedung bundar itu kita peserta latsar yang baru datang masih free sampai jam 6 sore. Aku juga sempat keluar dulu cari makan sama bro Azaz. Nah jam 6nya kita disuruh kumpul di lapangan pakai baju hitam putih lengkap (pakai dasi, lencana korpri, name tag dan co-card).

Sampai di lapangan, kita satu angkatan masih bingung dong kudu gimana. Celingak-celinguk, nunggu sambil salam-salaman kenalan sama teman lain walaupun abis itu langsung lupa lagi siapa namanya, kekeke. Kaget kita pas barisan angkatan lain tiba-tiba naruh tas di bawah, teriak “LATSAR” dengan lantang, masuk ke kantin sebelum makan pakai acara hentak kaki, jalan ke area masjid sambil nyanyi-nyanyi, dll. Awkward banget dah, gelik kalau sekarang ingat masa-masa itu.

Barulah di akhir apel malam ada angkatan atas (mewakili binsuh) ngasih tahu kita peraturan-peraturan nggak tertulis yang berlaku di sini. Aku jadi ingat zaman Pramuka SMK dulu. Vibenya mirip: disiplin, korsa, PBB, yaa gitu-gitu lah. Lama-lama juga terbiasa.

Pertanyaan, “Apakah teman sekamarku orangnya penakan?”.

Jawabannya adalah: BIG YES. Klop deh kitatuh. Yang nggak klop cuma bagian cuci baju. Mereka bertiga rajin nyuci, aku enggak :3

Nggak cuma teman sekamar, 39 teman satu angkatan juga baik-baik semua orangnya. Kooperatif, bisa diajak kerja sama, seneng bareng, susah bareng, tipikal teman-teman yang menurutku “satu frekuensi”.

Rutinitas



Pertanyaan, “Apakah latsar se-mengerikan cerita-cerita orang?”

Ternyata setelah menjalani sendiri, rasanya biasa aja. Kekeke.

Emang nggak senyaman kehidupan kita sehari-hari, tapi nggak se”horror” itu juga. A bit boring sih actually karena rutinitasnya gitu-gitu mulu. Kira-kira ini rangkuman rutinitas harian diklatsar.


Jam 03.30: bangun, mandi pagi
Jam 04.30: sholat Subuh, berangkat ke lapangan apel
Jam 05.00: olahraga pagi
Jam 05.45: selesai olahraga, kembali ke kamar untuk persiapan
Jam 06.15: kumpul apel pagi
Jam 06.30: apel pagi
Jam 06.45: makan pagi
Jam 07.15: selesai makan pagi, baris, bersama berangkat ke ruang kelas
Jam 07.30 sampai siang: materi
Jam 09.45: coffee break 1
Waktu antara 11.30 - 13.00: makan siang
13.00 - 15.30 / 18.00: materi
Jam 15.00: coffee break 2
18.00: apel makan malam
19.15 (setelah sholat Isya): apel malam
20.30: selesai apel, istirahat
Repeat

Hal yang paling kerasa adalah waktu tidur yang berkurang. Biasanya di rumah aku abis sholat Isya tidur terus bangun jam setengah 5. Tapi ada kalanya kita bisa istirahat ekstra kalau ada jadwal materi yang dipadatkan. Kalau ada waktu kosong sering aku pakai buat leyeh-leyeh, kalau temen satu kamarku kayak mbak Bella, mb Ima dan mb Ilmi seringnya buat nyuci. Ehe.

Selain itu nggak jauh beda kayak diklat biasa. Penyampaian materi di kelas. Kadang tugas berkelompok, presentasi, dll.

Apel



Dalam sehari, kita peserta latsar bisa apel berkali-kali. Mau olahraga pagi, apel. Pagi, apel. Mau makan malam, apel. Malam, apel lagi. Coba diitung, berapa kali tuh apelnya.

Terus di sini kita baris-berbaris all the time. Masuk ke kantin, baris. Mau makan, kudu nunggu semua sudah ambil makanan dulu, disiapkan dulu, baru mulai makan. Berangkat ke kelas, baris. Masuk kelas, baris. Sholat isya di masjid, baris. Selesai kegiatan mau ke kamar, baris dulu baru dibubarkan.

Pernah ada satu kejadian angkatan kita datang ke kantin untuk makan. Di kantin ada angkatan lain (214 kalau nggak salah) yang sudah datang lebih dulu. Mereka udah selesai ambil makan, sedangkan angkatanku baru aja ngambil makanan. Angkatan 214 mendahului makan. Menurut kamu ada yang salah nggak?.

Menurut kita waktu itu juga nggak ada masalah. Toh mereka datang duluan dan udah siap.

Tapi ternyata kayak gitu tuh salah dong. Pas apel malam hal ini dibahas. Katanya kita peserta latsar setiap angkatan semua harus kompak. Kalau pas waktunya makan, kita udah siap terus ada angkatan lain yang nyusul datang ya ditunggu, nggak egois mendahului makan. Semenjak itu kita kalau makan terutama makan siang jadi lebih hati-hati lagi.

Bela Negara



Di jadwal ada 3 hari khusus untuk kegiatan bela negara. Dari namanya mungkin serem ya, BELA NEGARA, kayak yang berat banget. Nyatanya bela negara ini malah asyik. 




Hari pertama bela negara kita masih kegiatan di dalam kelas. Kita dibagi jadi 4 kelompok, terus diawali kegiatan untuk menjalin kekompakan antar anggota kelompok seperti membuat yel-yel kelompok, nama kelompok, menggambar bendera kelompok dan mini games untuk problem solving bersama dengan kelompok. Kita dikasih 1 buah telur dan sedotan terus permasalahannya: gimana caranya supaya telur bisa nggak pecah saat dilempar dengan menggunakan sedotan tersebut??.

Dari kelompok kita sih bikin jadi bentuk kayak gini



Dan beneran nggak pecah dong waktu telurnya dilempar dari ketinggian +- 2 meter. Prok prok prok.

Masih hari pertama, setelah istirahat makan siang, baru kegiatan bela negara di luar kelas. Nyanyi lagu wajib nasional, musikalisasi puisi, presentasi gambar pahlawan, juga mini games.

Hari kedua, baru kita kegiatan full di lapangan. Pagi harinya kita lari keliling lapangan selama 12 menit. Tapi nggak harus lari terus, kalau nggak kuat juga boleh jalan kaki. Lumayanlah aku bisa keliling lapangan 4 kali, lainnya ada yang 5 ataupun 6 kali.

Abis itu dilanjutkan dengan games-games antar kelompok. Capek, tapi seru abis. Sayangnya pas hari kedua ini aku malah sakit jadinya nggak bisa ikutan main game.


Hari ketiga kita persiapan upacara penutupan bela negara. Setelah upacara penutupan, bela negara resmi selesai.

Gitu doang. Nggak berat kan.

Cerita latsar selama 18+30+3 hari kayaknya terlalu singkat buat ditulis dalam 1 post. Next time aku post lagi kalo pas selo. Minggu-minggu ini udah mulai materi dan mulai nyicil ngerjain Rancangan Aktualisasi soalnya. Kira-kira ada yang mau baca nggak yaaa….???





Share:

2 comments: