Program Hamil di Dokter Narko, Living Legend Obgyn di Magelang

Disclaimer

This is another episode of "sebenarnya aku pengen nulis post tentang program hamil kalau udah hamil, tapi karena belum juga, jadi aku post aja". Alias, aku belum hamil ya guys. Aku cuma nulis tentang program hamil aja. 

------------------------------------------------------

Buat temen-temen yang pernah baca post ku tentang program hamil sebelumnya, barangkali sudah tahu kalau aku sempat didiagnosis PCOS dengan gejala siklus menstruasi yang tidak teratur

Baca juga: 

Program Hamil di Dokter Lusi

Alhamdulillah, sudah beberapa waktu ini siklus menstruasi ku rutin datang setiap bulan setelah konsultasi ke dr. Narko. 

Gini ceritanya...


Konsultasi pertama

Setelah hampir setahun pindah ke Magelang, aku sama suami sempat mencari-cari rekomendasi dokter kandungan di sini. Singkat cerita, kami berdua akhirnya memutuskan untuk ke dokter Narko. Soalnya emang hampir semua teman yang aku tanya, rata-rata memberi saran untuk ke dr. Narko. 

Living legend, kata Mamad.

Pertengahan Desember 2019, aku dan suami ke tempat praktik dr. Narko di RSB Puri Agung, Potrobangsan. 



Jadwal Dokter Narko (info April 2021)

Di sini nggak bisa daftar online. Tapi sistem antreannya cukup bagus kok. Masuk ke dalam langsung ambil nomor antrean di sistem, lalu kita cukup menunggu untuk dipanggil ke bagian pendaftaran, kemudian menunggu lagi untuk dipanggil ke ruangan. Overall nggak terlalu lama walaupun di sana terbilang ramai.

Di bagian pendaftaran, karena aku baru pertama, jadi diminta isi biodata untuk dibuatkan kartu berobat. Aku juga dicek tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah.

Setelah itu aku diarahkan ke ruang tunggu lagi untuk menunggu panggilan ke ruang dokter.

First impression ketemu dr. Narko 

Namanya ketemu dokter, apalagi dokter baru, ya pasti deg-degan. Tapi pembawaan dr. Narko yang tenang dan menyenangkan bikin aku sama suami jadi rileks.

Kira-kira gini konsultasi aku sama dr. Narko:

Aku: (cerita permasalahan) 

  • sudah menikah 2 tahun dan infertil (tidak ada pembuahan)
  • hubungan suami istri tidak rutin karena long-distance
  • siklus menstruasi tidak teratur, kadang 3 bulan, kadang 6 bulan
  • didiagnosis PCOS oleh dokter sebelumnya

Dokter Narko:

  • mengarahkan untuk USG
  • sambil USG, dr. Narko justru cerita begini,

"Menantu saya juga mensnya nggak teratur. Dulu waktu koas (atau apa gitu) malah setahun nggak mens. Tapi sekarang udah punya 3 anak, yang 2 kembar"

  • Saat melihat hasil USG rahim, dr. Narko bilang

"Rahimnya bagus, tidak ada masalah"

  • Setelah itu, dr. Narko membuatkan resep obat, menjelaskan cara minumnya, dan tanggal masa subur. Obat yang waktu itu diresepkan adalah Cripsa
  • Kata dr. Narko, obat ini bisa untuk 4 kali resep. Kalau setelah 4 kali tetap belum hamil, gantian suami yang perlu cek ke lab.

Hal yang aku suka dari dr. Narko, yaitu apa yang disampaikan itu menenangkan. Dokter Narko nggak menyinggung tentang PCOS sama sekali. Justru menenangkan dengan cerita tentang menantu beliau tersebut. Positive vibes pokoknya.

Biaya

Biaya Pendaftaran: Rp 10.000
Konsultasi dokter  : Rp 200.000 (Desember 2020)
Obat : 20.000 x 10 = Rp 200.000
-----------------------
Total: 410.000

Setelah konsultasi pertama

Sebulan setelah konsultasi pertama dan minum obat, yaitu bulan Januari 2021, aku mens. Langkah berikutnya yang perlu dilakukan ya... berhubungan dengan suami. 

Ternyata semesta belum mendukung (tsah). Namanya pasangan long distance, belum lagi kondisiku yang terforsir kerjaan, singkat cerita... belum berhasil.

Bulan Februari. Berbeda dengan bulan sebelumnya yang "tepat waktu", ternyata mensku justru terlambat datang, bahkan sampai bulan Maret.  

Lalu, muncul lah Covid-19 outbreak

Aku dan suami pun berhenti program dengan berbagai pertimbangan.

Siklus Mens Mendadak Datang Teratur

Beberapa waktu kemudian, ada yang berubah dari tubuhku. Semenjak bulan September 2020 sampai sekarang tulisan ini ku tulis (Mei 2021), siklus menstruasiku tiba-tiba jadi teratur!. Sejak itu setiap bulan mensku datang, walaupun kadang bergeser beberapa hari. 

Mungkin buat orang lain hal ini biasa saja. Tapi buat aku yang notabene mensnya nggak pernah teratur, ini semacam miracle aja gitu. 

Perbedaan kedua, sebelumnya tiap mens perutku pasti sakit luar biasa di hari pertama (dismenorea, -red). 

Baca juga: Kala Dismenorea di Tempat Kerja

Sekarang, ketika hari pertama mens, ya aku merasakan sakit juga, tapi sakit biasa. Kalau dibandingkan dengan rasa sakit sebelumnya, sakit saat mens yang sekarang bisa dibilang nggak ada apa-apanya.

Perbedaan ketiga, durasi menstruasi. Dulu, jika mensku datang, paling durasinya hanya 7 hari. Sekarang, durasinya jadi panjang, lebih dari 7 hari. 

Seingatku, aku justru nggak minum obat atau melakukan treatment apa-apa beberapa waktu ke belakang.

Bulan April 2021 lalu, akupun konsultasi lagi ke dokter Narko. Nanti ya hasilnya aku share di post lain.

Post a Comment

1 Comments

  1. Hallo kak ,salam kenal nama saya endah ,saya juga tinggal di Magelang, maaf Kak mau tanya untuk program hamil nya apakah sudah berhasil, kebetulan saya lagi cari dokter untuk program hamil, terima kasih Kak

    ReplyDelete