Sunday, March 27, 2016

Setting Domain Blogspot ke Domain Berbayar

Selamat petang, para pembaca (sambil macak gayanya Dodit). Pembaca sekalian (sekarang macak reporter berita) sudah punya akun blog?. Kalau punya, blog tersebut menggunakan alamat default dari blog atau sudah pakai domain sendiri?.

Nah, kalau misal temen-temen sekarang masih pakai domain default (seperti .blogspot.co.id) dan berencana akan pindah ke domain berbayar, di sini aku share cara setting untuk mengubah  domain .blogspot ke domain sendiri (.com, .co.id, .web.id, etc). Siapa tau jodoh perlu.

Untuk setting domain di Blogger (.blogspot.co.id), paling nggak ada 2 langkah utama:
1. Setting domain di Blogger
2. Setting DNS di penyedia Web Hosting

There are the steps...

Langkah 1: Setting domain di Blogger

1. Login ke Blogger.com dengan akun kamu, jangan pakai akun mantan kamu (eh). Lalu pilih blog yang akan menggunakan nama domain baru.

2. Pergi ke Setelan, pilih Dasar (Gambar 1, poin a)

3. Pada bagian Penerbitan, klik Edit di bagian Alamat Blog. Pilih "Gunakan domain pihak ketiga".

4. Pada Setelan domain pihak ketiga, isikan alamat domain baru. Jangan lupa menggunakan www. di awal alamat. (Gambar 1, poin b)

5. Klik Simpan
Jika muncul pesan error, jangan panik dulu, mari piknik. Blogger akan menampilkan pesan error seperti ini: Kami tidak dapat memverifikasi otoritas Anda untuk domain ini. Kesalahan 2/Kesalahan 3/Kesalahan 13/Kesalahan 14. Mau kamu cewek ataupun cowok, tetep aja bakal salah. (Gambar 1, poin c)

Nah, di bawah pesan kesalahan itu, ada petunjuk juga sebenarnya. Perhatikan bagian d pada gambar. Ingat baik-baik 2 baris kode ini karena setiap akun memiliki kode yang berbeda. Nantinya 2 kode ini bisa kita copy-paste untuk setting DNS di web hosting. (Gambar 1, poin d)

Gambar 1. Setting Alamat Blog di Blogger

Langkah 2: Setting DNS di penyedia web hosting

1. Login ke situs web hosting tempat kamu daftar domain. Misalnya karena aku beli di IDwebhost jadi aku login di member.idwebhost.com

2. Cari pengaturan DNS (Manage DNS/Kelola DNS), klik Edit.
Beda web hosting bisa beda tampilan menunya, jadi coba dicari-cari aja. Tuh, menu pengaturan DNS aja dicari, masa' kamu enggak :P

Gambar 2. Setting DNS di IDwebhost


Gambar 3. Setting DNS di IDwebhost


Gambar 4. Setting DNS di IDwebhost

3. Setelah masuk di menu Kelola DNS, tTambahkan dua kode dari Blogger tadi dengan copy paste (bisa lihat di gambar). Sesuaikan dengan kode yang kamu dapat ya. 

Record 1
Nama Host: www
Jenis Records: CNAME
Alamat: ghs.google.com

Record 2
Nama Host: qhvnvkizsg...
Jenis Records: CNAME
Alamat: gv-i74kjusjyltx6rdv.googlehosted.com

4. Selain dua itu tadi, kita perlu menambahkan 4 Record lagi. Fungsinya untuk me-redirect pengunjung yang mengetikkan URL domain pokok kita (misal.com) ke domain sebenarnya (www.misal.com). Kan kadang kita kalo ngetik suka nggak pake WWW tapi otomatis di URL langsung ketambah WWW gitu, nah ternyata di balik itu ada cara kayak gini gan.

Caranya sama seperti menambahkan record sebelumnya. Tapi ada yang membedakan.
Record 3
Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.32.21

Record 4
Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.34.21

Record 5
Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.36.21

Record 6 Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.38.21

Gambar 5. Menambahkan Record pada Menu Kelola DNS


Kok bisa nentuin alamatnya kayak gitu?. Ada aturannya atau ngasal aja?.

Sebenarnya cara setting ini bisa dilihat di Blogger. Klik link "Lihat petunjuk setelan" yang ada di bawah pesan kesalahan saat kita mengedit alamat blog tadi (poin e gambar 1).

Gambar 6. Petunjuk Setelan dari Blogger


Sekarang, coba buka lagi tab Blogger. Coba klik Simpan. Domain sudah berhasil diaktifkan. Sebagai tambahan, centang pilihan "Aktifkan nama-domain ke www-dot-nama-nama domain". Ini supaya ketika orang mengetikkan alamat domain kita tanpa www bisa otomatis dialihkan ke alamat domain yang benar (dengan menggunakan www). Klik Simpan.

Gambar 7. Setting Domain Berhasil


Selamat mencoba...
Selamat petang, para pembaca (sambil macak gayanya Dodit). Pembaca sekalian (sekarang macak reporter berita) sudah punya akun blog?. Kalau punya, blog tersebut menggunakan alamat default dari blog atau sudah pakai domain sendiri?.

Nah, kalau misal temen-temen sekarang masih pakai domain default (seperti .blogspot.co.id) dan berencana akan pindah ke domain berbayar, di sini aku share cara setting untuk mengubah  domain .blogspot ke domain sendiri (.com, .co.id, .web.id, etc). Siapa tau jodoh perlu.

Untuk setting domain di Blogger (.blogspot.co.id), paling nggak ada 2 langkah utama:
1. Setting domain di Blogger
2. Setting DNS di penyedia Web Hosting

There are the steps...

Langkah 1: Setting domain di Blogger

1. Login ke Blogger.com dengan akun kamu, jangan pakai akun mantan kamu (eh). Lalu pilih blog yang akan menggunakan nama domain baru.

2. Pergi ke Setelan, pilih Dasar (Gambar 1, poin a)

3. Pada bagian Penerbitan, klik Edit di bagian Alamat Blog. Pilih "Gunakan domain pihak ketiga".

4. Pada Setelan domain pihak ketiga, isikan alamat domain baru. Jangan lupa menggunakan www. di awal alamat. (Gambar 1, poin b)

5. Klik Simpan
Jika muncul pesan error, jangan panik dulu, mari piknik. Blogger akan menampilkan pesan error seperti ini: Kami tidak dapat memverifikasi otoritas Anda untuk domain ini. Kesalahan 2/Kesalahan 3/Kesalahan 13/Kesalahan 14. Mau kamu cewek ataupun cowok, tetep aja bakal salah. (Gambar 1, poin c)

Nah, di bawah pesan kesalahan itu, ada petunjuk juga sebenarnya. Perhatikan bagian d pada gambar. Ingat baik-baik 2 baris kode ini karena setiap akun memiliki kode yang berbeda. Nantinya 2 kode ini bisa kita copy-paste untuk setting DNS di web hosting. (Gambar 1, poin d)

Gambar 1. Setting Alamat Blog di Blogger

Langkah 2: Setting DNS di penyedia web hosting

1. Login ke situs web hosting tempat kamu daftar domain. Misalnya karena aku beli di IDwebhost jadi aku login di member.idwebhost.com

2. Cari pengaturan DNS (Manage DNS/Kelola DNS), klik Edit.
Beda web hosting bisa beda tampilan menunya, jadi coba dicari-cari aja. Tuh, menu pengaturan DNS aja dicari, masa' kamu enggak :P

Gambar 2. Setting DNS di IDwebhost


Gambar 3. Setting DNS di IDwebhost


Gambar 4. Setting DNS di IDwebhost

3. Setelah masuk di menu Kelola DNS, tTambahkan dua kode dari Blogger tadi dengan copy paste (bisa lihat di gambar). Sesuaikan dengan kode yang kamu dapat ya. 

Record 1
Nama Host: www
Jenis Records: CNAME
Alamat: ghs.google.com

Record 2
Nama Host: qhvnvkizsg...
Jenis Records: CNAME
Alamat: gv-i74kjusjyltx6rdv.googlehosted.com

4. Selain dua itu tadi, kita perlu menambahkan 4 Record lagi. Fungsinya untuk me-redirect pengunjung yang mengetikkan URL domain pokok kita (misal.com) ke domain sebenarnya (www.misal.com). Kan kadang kita kalo ngetik suka nggak pake WWW tapi otomatis di URL langsung ketambah WWW gitu, nah ternyata di balik itu ada cara kayak gini gan.

Caranya sama seperti menambahkan record sebelumnya. Tapi ada yang membedakan.
Record 3
Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.32.21

Record 4
Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.34.21

Record 5
Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.36.21

Record 6 Nama Host: namadomain.com (misal)
Jenis Record: A
Alamat: 216.239.38.21

Gambar 5. Menambahkan Record pada Menu Kelola DNS


Kok bisa nentuin alamatnya kayak gitu?. Ada aturannya atau ngasal aja?.

Sebenarnya cara setting ini bisa dilihat di Blogger. Klik link "Lihat petunjuk setelan" yang ada di bawah pesan kesalahan saat kita mengedit alamat blog tadi (poin e gambar 1).

Gambar 6. Petunjuk Setelan dari Blogger


Sekarang, coba buka lagi tab Blogger. Coba klik Simpan. Domain sudah berhasil diaktifkan. Sebagai tambahan, centang pilihan "Aktifkan nama-domain ke www-dot-nama-nama domain". Ini supaya ketika orang mengetikkan alamat domain kita tanpa www bisa otomatis dialihkan ke alamat domain yang benar (dengan menggunakan www). Klik Simpan.

Gambar 7. Setting Domain Berhasil


Selamat mencoba...

Monday, March 7, 2016

,

Bingung Milih Jurusan Kuliah?

Kemarin malam aku ditelpon sama Om yang tinggal di Semarang. Aku pikir ada apa. Ternyata Om minta aku buat ngasih saran ke Irfan (Ipan), sepupu aku, anaknya Om yang sekarang kelas 3 SMK. Ceritanya Ipan mau daftar kuliah tapi bingung enaknya milih jurusan apa.

Nentuin jurusan kuliah emang sesuatu yang sesuatu. Opo sih dis. Iya, jadi nentuin jurusan apa yang akan kita ambil baiknya perlu dipikirkan dan dipertimbangkan masak-masak dari awal. Gimana enggak, nanti kita bakal berjibaku selama bertahun-tahun lho di sana. Masa depanmu lho gaes. 

Pada nyatanya, selama kuliah aku ketemu sama banyak temen yang ngerasa salah jurusan. Ada yang passionnya di dunia anak-anak tapi masuk Teknik Informatika. Ada yang passionnya di Teknik Informatika tapi masuk ke Teknik Busana. Ada yang nggak pengen jadi guru tapi masuk jurusan kependidikan. Ada juga yang ngerasa yang penting masuk PTN, jurusan apa aja nggak masalah. Endingnya... mayoritas banyak yang jadi nggak maksimal ngejalanin kuliahnya. Karena bagi mereka ini dirasa bukan dunianya. Walaupun ada juga yang akhirnya jatuh cinta sama dunia yang dia geluti sekarang. Hukum "witing tresno jalaran soko kulino" ternyata juga berlaku di antara mahasiswa dan mata kuliah. So sweet.

Nggak sedikit juga temen yang ambil jurusan kuliah karena diarahin sama orang tua. Aku percaya, orang tua pasti selalu pengen yang terbaik buat anaknya. Tapi yang terbaik kan belum tentu yang paling tepat. Ada ortu yang pengen anaknya ambil hukum, padahal si anak minatnya di DKV. Ada ortu yang pengen anaknya ambil ekonomi, padahal anaknya lebih suka sains. Aku sendiri pernah ngalamin sih. Dulu bokap ngedorong aku buat ambil jurusan akuntansi, syukur-syukur bisa keterima di STAN. Pegawai pajak atau pegawai bank kan terkenal gajinya gede (eh, aslinya iya nggak sih?). But waktu itu aku beraniin buat negosiasi. Aku bilang, 

"Pap, adek lebih minat di komputer. Adek pilih jurusan komputer dulu ya, pilihan keduanya akuntansi. Nanti kalo adek ga keterima di komputer, baru deh adek masuk akuntansi". 

Dan ternyata aku masuk ke TI. Aku nggak kebayang gimana kalo aku jadi masuk akuntansi. Mungkin sekarang aku udah kaya. Ahak. Kidding.

So, gimana saran yang aku kasih ke Ipan? Sebelum ngasih saran, aku coba ngajak Ipan buat ngenali dirinya sendiri

  • Punya cita-cita apa?
Anak SD kalo ditanya, "Cita-citanya mau jadi apa?", pasti bisa jawab dengan lantang, "Mau jadi presiden...", "Mau jadi polisi...", "Mau jadi dokter...", dll. Beda sama anak gede, yang notabene udah SMA/SMK. Kebanyakan malah pada bingung kalo ditanya kayak gitu.

Kalo kata Bram, "Fokus Par, tujuan hidupmu tuh apa"

  • Punya passion apa?
Gampangnya, passion itu tentang apa sih yang kita suka, tentang apa sih yang kita senengin. 
Karena passion adalah panggilan jiwa. Kita dahaga tanpa kehadirannya. Aopo.

  • Punya potensi di bidang apa?
Kalo passion itu tentang what-we-like-to, then potensi adalah what-we-good-at. Aku yakin tiap orang pasti punya kelebihan masing-masing. Kadang ketika kita nggak nyadar kita punya potensi apa, coba tanya ke guru BK. Kenapa guru BK? Ya gapapa sih, suka-suka aja.

----------

Abis itu, aku cuma bisa nyaranin:

1. Cari info tentang perguruan tinggi yang dituju

Perguruan tinggi kan banyak macemnya tuh. Ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/ Perguruan Tinggi Swasta(PTS). Ada yang Universitas/Sekolah Tinggi/Akademi. Ada yang jenjang D1/D3/S1.

Lokasinya di mana, UKTnya berapa, syarat masuknya apa, akreditasinya apa.

Cek Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi di Situs Web BAN-PT


2. Cari info tentang jurusan yang kita pengen

Jurusan kuliah kan namanya keren-keren, tapi kadang nggak ngerti itu tentang apa. Teknik Sipil misalnya, tadinya aku pikir kuliahnya tu belajar buat jadi Pegawai Negeri Sipil (seriusan!), ternyata biar bisa jadi arsitek. Jurusan yang berhubungan dengan komputer juga mirip-mirip. Ada Teknik Informatika, ada Manajemen Informasi, ada Ilmu Komputer. Tapi materi kuliahnya kan beda-beda. Ipan misalnya, dia tanya, "Mbak, Ilmu komputer sama Ilmu komunikasi tuh sama nggak?". Nah.

Jadi, coba cari tahu tentang apa yang bakal dipelajari di sana, lihat daftar mata kuliahnya, lihat setelah lulus dapat gelar akademis apa.


3. Cari info peluang kerja setelah lulus

Nggak dinyana, setelah kita kuliah nanti, ujungnya kita bakal kerja. Masuk ke jurusan A ini memungkinkan kita buat kerja apa sih?. Kan itu pertanyaannya. Kalo mau kerja di kantor, jadi manager, ya ambillah manajemen. Kalo mau kerja di rumah sakit jadi perawat, ya ambillah keperawatan. Back to beginning, jurusan yang kita ambil ini selaras nggak sih sama cita-cita kita. 


4. Cari info tentang living cost

Kalo kuliah di sana kamu bisa tinggal di rumah terus nglaju, apa perlu ngekost. Biaya bensin berapa. Biaya kost berapa. Biaya makan berapa. Kira-kira sebulan butuh berapa. 

Kalo ortu kamu horang kayah sih no problem. Tapi kalo kondisi ekonomi ortu perlu itung-itungan, ya hitunglah biar ga jadi beban nantinya. Tapi lagi-lagi aku percaya, insya Allah rejeki orang tua mah bakal dilancarin kalo buat anak. *macak mamah Dedeh*

-------
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan kita. Mending agak ribet di awal, tanya-tanya sama yang lebih tahu, browsing di internet, dll buat cari informasi. Daripada ngerasa salah milih jurusan, terkungkung di dalamnya dalam kurun waktu tahunan, nggak enjoy, di tengah kuliah nanti pengen pindah, setelah lulus bingung mau ngapain karena nggak cukup punya kompetensi, atau setelah lulus akhirnya kejebak lagi di lingkungan yang nggak kita senangi tadi. Hayoo. Eh, enggak ding, aku cuma nakut-nakutin kok. 

Finally.. for everything you choose, for everything you do, let's just enjoy.
Kemarin malam aku ditelpon sama Om yang tinggal di Semarang. Aku pikir ada apa. Ternyata Om minta aku buat ngasih saran ke Irfan (Ipan), sepupu aku, anaknya Om yang sekarang kelas 3 SMK. Ceritanya Ipan mau daftar kuliah tapi bingung enaknya milih jurusan apa.

Nentuin jurusan kuliah emang sesuatu yang sesuatu. Opo sih dis. Iya, jadi nentuin jurusan apa yang akan kita ambil baiknya perlu dipikirkan dan dipertimbangkan masak-masak dari awal. Gimana enggak, nanti kita bakal berjibaku selama bertahun-tahun lho di sana. Masa depanmu lho gaes. 

Pada nyatanya, selama kuliah aku ketemu sama banyak temen yang ngerasa salah jurusan. Ada yang passionnya di dunia anak-anak tapi masuk Teknik Informatika. Ada yang passionnya di Teknik Informatika tapi masuk ke Teknik Busana. Ada yang nggak pengen jadi guru tapi masuk jurusan kependidikan. Ada juga yang ngerasa yang penting masuk PTN, jurusan apa aja nggak masalah. Endingnya... mayoritas banyak yang jadi nggak maksimal ngejalanin kuliahnya. Karena bagi mereka ini dirasa bukan dunianya. Walaupun ada juga yang akhirnya jatuh cinta sama dunia yang dia geluti sekarang. Hukum "witing tresno jalaran soko kulino" ternyata juga berlaku di antara mahasiswa dan mata kuliah. So sweet.

Nggak sedikit juga temen yang ambil jurusan kuliah karena diarahin sama orang tua. Aku percaya, orang tua pasti selalu pengen yang terbaik buat anaknya. Tapi yang terbaik kan belum tentu yang paling tepat. Ada ortu yang pengen anaknya ambil hukum, padahal si anak minatnya di DKV. Ada ortu yang pengen anaknya ambil ekonomi, padahal anaknya lebih suka sains. Aku sendiri pernah ngalamin sih. Dulu bokap ngedorong aku buat ambil jurusan akuntansi, syukur-syukur bisa keterima di STAN. Pegawai pajak atau pegawai bank kan terkenal gajinya gede (eh, aslinya iya nggak sih?). But waktu itu aku beraniin buat negosiasi. Aku bilang, 

"Pap, adek lebih minat di komputer. Adek pilih jurusan komputer dulu ya, pilihan keduanya akuntansi. Nanti kalo adek ga keterima di komputer, baru deh adek masuk akuntansi". 

Dan ternyata aku masuk ke TI. Aku nggak kebayang gimana kalo aku jadi masuk akuntansi. Mungkin sekarang aku udah kaya. Ahak. Kidding.

So, gimana saran yang aku kasih ke Ipan? Sebelum ngasih saran, aku coba ngajak Ipan buat ngenali dirinya sendiri

  • Punya cita-cita apa?
Anak SD kalo ditanya, "Cita-citanya mau jadi apa?", pasti bisa jawab dengan lantang, "Mau jadi presiden...", "Mau jadi polisi...", "Mau jadi dokter...", dll. Beda sama anak gede, yang notabene udah SMA/SMK. Kebanyakan malah pada bingung kalo ditanya kayak gitu.

Kalo kata Bram, "Fokus Par, tujuan hidupmu tuh apa"

  • Punya passion apa?
Gampangnya, passion itu tentang apa sih yang kita suka, tentang apa sih yang kita senengin. 
Karena passion adalah panggilan jiwa. Kita dahaga tanpa kehadirannya. Aopo.

  • Punya potensi di bidang apa?
Kalo passion itu tentang what-we-like-to, then potensi adalah what-we-good-at. Aku yakin tiap orang pasti punya kelebihan masing-masing. Kadang ketika kita nggak nyadar kita punya potensi apa, coba tanya ke guru BK. Kenapa guru BK? Ya gapapa sih, suka-suka aja.

----------

Abis itu, aku cuma bisa nyaranin:

1. Cari info tentang perguruan tinggi yang dituju

Perguruan tinggi kan banyak macemnya tuh. Ada Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/ Perguruan Tinggi Swasta(PTS). Ada yang Universitas/Sekolah Tinggi/Akademi. Ada yang jenjang D1/D3/S1.

Lokasinya di mana, UKTnya berapa, syarat masuknya apa, akreditasinya apa.

Cek Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi di Situs Web BAN-PT


2. Cari info tentang jurusan yang kita pengen

Jurusan kuliah kan namanya keren-keren, tapi kadang nggak ngerti itu tentang apa. Teknik Sipil misalnya, tadinya aku pikir kuliahnya tu belajar buat jadi Pegawai Negeri Sipil (seriusan!), ternyata biar bisa jadi arsitek. Jurusan yang berhubungan dengan komputer juga mirip-mirip. Ada Teknik Informatika, ada Manajemen Informasi, ada Ilmu Komputer. Tapi materi kuliahnya kan beda-beda. Ipan misalnya, dia tanya, "Mbak, Ilmu komputer sama Ilmu komunikasi tuh sama nggak?". Nah.

Jadi, coba cari tahu tentang apa yang bakal dipelajari di sana, lihat daftar mata kuliahnya, lihat setelah lulus dapat gelar akademis apa.


3. Cari info peluang kerja setelah lulus

Nggak dinyana, setelah kita kuliah nanti, ujungnya kita bakal kerja. Masuk ke jurusan A ini memungkinkan kita buat kerja apa sih?. Kan itu pertanyaannya. Kalo mau kerja di kantor, jadi manager, ya ambillah manajemen. Kalo mau kerja di rumah sakit jadi perawat, ya ambillah keperawatan. Back to beginning, jurusan yang kita ambil ini selaras nggak sih sama cita-cita kita. 


4. Cari info tentang living cost

Kalo kuliah di sana kamu bisa tinggal di rumah terus nglaju, apa perlu ngekost. Biaya bensin berapa. Biaya kost berapa. Biaya makan berapa. Kira-kira sebulan butuh berapa. 

Kalo ortu kamu horang kayah sih no problem. Tapi kalo kondisi ekonomi ortu perlu itung-itungan, ya hitunglah biar ga jadi beban nantinya. Tapi lagi-lagi aku percaya, insya Allah rejeki orang tua mah bakal dilancarin kalo buat anak. *macak mamah Dedeh*

-------
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan kita. Mending agak ribet di awal, tanya-tanya sama yang lebih tahu, browsing di internet, dll buat cari informasi. Daripada ngerasa salah milih jurusan, terkungkung di dalamnya dalam kurun waktu tahunan, nggak enjoy, di tengah kuliah nanti pengen pindah, setelah lulus bingung mau ngapain karena nggak cukup punya kompetensi, atau setelah lulus akhirnya kejebak lagi di lingkungan yang nggak kita senangi tadi. Hayoo. Eh, enggak ding, aku cuma nakut-nakutin kok. 

Finally.. for everything you choose, for everything you do, let's just enjoy.

Saturday, March 5, 2016

,

Makaroni Ngehe Jogja

Makaroni Ngehe.. ada yang ngerasa asing ketika denger nama ini?.

Setahu aku Makaroni Ngehe emang baru buka outlet di Jogja beberapa waktu yang lalu. Outlet pertamanya ada di Babarsari, dekat perempatan Happy Puppy. Lalu yang lain ada di sebelah GOR Klebengan. Pas pertama liat bikin penasaran aja, "Wih apaan tuh, jajanan baru nih". Barulah setelah Makaroni Ngehe buka di Gejayan, dan dibilangin temen di sana ada seblak, jadilah tertarik buat nyobain.

Hampir setiap hari ngelewatin outlet Makaroni Ngehe di Gejayan, tapi adaa aja kendalanya buat mampir. Yang ujanlah, yang panaslah. Tapi outlet yang di Gejayan emang rame sih. Kadang bisa sampe panjang banget gitu antrinya. Berhubung aku rada nggak telaten buat antri cuma buat beli makanan, jadilah baru hari ini sempet nyobain Makaroni Ngehe yang di outlet Klebengan. 

Walaupun outlet di Klebengan lebih dulu buka, tapi di sini relatif lebih sepi. Buktinya pas aku beli nggak ada pembeli lain. Mungkin karena Jogja juga pas lagi hujan. Tapi sayangnya di sini cuma ada menu-menu take away: makaroni kering/rebus, sama bihun. Jadi kalau mau nyari seblak adanya di outlet Gejayan karena di sini nggak tersedia. Kata aa'nya yang jaga, di Gejayan juga bisa buat nongkrong dari jam 3 sore sampai jam 12 (nggak tau ini mas nya salah ngomong apa kita yang salah denger). Di sana juga ada jajanan-jajanan lain khas Jawa Barat yang lebih lengkap, kayak: seblak, cireng, cilok, mie rebus.

Aku nyobain 2 menu makaroni kering, rasa balado level 2 dan rasa keju. Makaroni dan bumbunya  dimix langsung di depan kita. Kita diminta icipin dulu terus sama aa'nya ditanya udah ngerasa pas belum rasanya. Pas aa' ngemix makaroni yang balado, dikasih liat tuh bumbu cabenya yang banyak binggo. Serem juga. Tapi tengsin dong kalau minta dikurangin, jadi diiyain aja. Pas dicoba... wuih rasanya pengen nangis. Hehehe.

Soal rasa... mmm, pedesnya dapet deh. Rasa kejunya juga enak, nggak ngebosenin. Sayang menurut aku makaroninya keras gitu. Gigi aku lama-lama sakit buat makan. Atau mungkin karena aku yang terlalu rapuh? #halah.

Menu dan harga:
  • Makaroni rasa balado (kering / rebus): 6.000
  • Makaroni rasa keju (kering/rebus): 6.000
  • Makaroni rasa pedas asin (kering/rebus): 5.000
  • Bihun rasa balado/keju: 6.000
  • Bihun rasa pedas asin: 5.000
Update
Cobain juga usus gorengnya. Harga usus goreng di Makaroni Ngehe 8.000 rupiah bisa ditambah bumbu seperti makaroni. Tapi original aja udah enak kok. Yumm. 

Buka: setiap hari, pukul 09.00-malam
Alamat: Outlet 1 Klebengan, Outlet 2 Jalan Gejayan (Seberang K24)




Makaroni Ngehe.. ada yang ngerasa asing ketika denger nama ini?.

Setahu aku Makaroni Ngehe emang baru buka outlet di Jogja beberapa waktu yang lalu. Outlet pertamanya ada di Babarsari, dekat perempatan Happy Puppy. Lalu yang lain ada di sebelah GOR Klebengan. Pas pertama liat bikin penasaran aja, "Wih apaan tuh, jajanan baru nih". Barulah setelah Makaroni Ngehe buka di Gejayan, dan dibilangin temen di sana ada seblak, jadilah tertarik buat nyobain.

Hampir setiap hari ngelewatin outlet Makaroni Ngehe di Gejayan, tapi adaa aja kendalanya buat mampir. Yang ujanlah, yang panaslah. Tapi outlet yang di Gejayan emang rame sih. Kadang bisa sampe panjang banget gitu antrinya. Berhubung aku rada nggak telaten buat antri cuma buat beli makanan, jadilah baru hari ini sempet nyobain Makaroni Ngehe yang di outlet Klebengan. 

Walaupun outlet di Klebengan lebih dulu buka, tapi di sini relatif lebih sepi. Buktinya pas aku beli nggak ada pembeli lain. Mungkin karena Jogja juga pas lagi hujan. Tapi sayangnya di sini cuma ada menu-menu take away: makaroni kering/rebus, sama bihun. Jadi kalau mau nyari seblak adanya di outlet Gejayan karena di sini nggak tersedia. Kata aa'nya yang jaga, di Gejayan juga bisa buat nongkrong dari jam 3 sore sampai jam 12 (nggak tau ini mas nya salah ngomong apa kita yang salah denger). Di sana juga ada jajanan-jajanan lain khas Jawa Barat yang lebih lengkap, kayak: seblak, cireng, cilok, mie rebus.

Aku nyobain 2 menu makaroni kering, rasa balado level 2 dan rasa keju. Makaroni dan bumbunya  dimix langsung di depan kita. Kita diminta icipin dulu terus sama aa'nya ditanya udah ngerasa pas belum rasanya. Pas aa' ngemix makaroni yang balado, dikasih liat tuh bumbu cabenya yang banyak binggo. Serem juga. Tapi tengsin dong kalau minta dikurangin, jadi diiyain aja. Pas dicoba... wuih rasanya pengen nangis. Hehehe.

Soal rasa... mmm, pedesnya dapet deh. Rasa kejunya juga enak, nggak ngebosenin. Sayang menurut aku makaroninya keras gitu. Gigi aku lama-lama sakit buat makan. Atau mungkin karena aku yang terlalu rapuh? #halah.

Menu dan harga:
  • Makaroni rasa balado (kering / rebus): 6.000
  • Makaroni rasa keju (kering/rebus): 6.000
  • Makaroni rasa pedas asin (kering/rebus): 5.000
  • Bihun rasa balado/keju: 6.000
  • Bihun rasa pedas asin: 5.000
Update
Cobain juga usus gorengnya. Harga usus goreng di Makaroni Ngehe 8.000 rupiah bisa ditambah bumbu seperti makaroni. Tapi original aja udah enak kok. Yumm. 

Buka: setiap hari, pukul 09.00-malam
Alamat: Outlet 1 Klebengan, Outlet 2 Jalan Gejayan (Seberang K24)