Monday, November 21, 2016

,

Wisata Edukasi Murah dan Seru di Museum Gunung Merapi


Bulan ini kerjaan lagi banyak banget. Ada deadline nggarap LKS TIK buat anak SD, ada job blogger, ada ngoreksi laporan mahasiswa PPL, belum lagi mulai full nyusun materi dan full ngajar karena udah nggak ada mahasiswa PPL. Alhasil jadi belum sempat buat piknik deh. Giliran udah selo, eh udah akhir bulan. Masalah dompet siis. Hiks, hiks. 

But show must go on. Kalau punya keinginan, kita harus berusaha untuk mewujudkannya (aih). Akupun cari-cari referensi tempat piknik yang asik tapi ekonomis. Terus keinget dulu pernah liat postingan foto temen lagi di Museum Gunung Merapi dan fotonya keren gitu. Pas aku cek harga tiket masuknya, ternyata murah banget nget nget. Cuss lah meluncur ke sana.


Museum Gunung Merapi
Museum Gunung Merapi

Lokasi

Museum Gunung Merapi berada di Jalan Kaliurang km 22, tepatnya di desa Wonorejo, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Museum ini mudah kok untuk ditemukan. Kita cukup mengikuti papan penunjuk jalan yang ada di setiap tikungan menuju ke sini. 

Kalo dari arah kota lewat jalan Kaliurang lurus terus, belok kanan, belok kiri ke arah pasar Pakem, luruus lagi, nanti ada palang Museum Gunung Merapi belok kiri, lurus, ada palang lagi belok kanan, lurus, belok kanan, sampai deh. Huehe. 

Akses jalan ke sana juga sangat baik. Hanya beberapa meter sebelum sampai ada jalan yang aspalnya rusak tapi masih bisa dilalui dengan aman kok. 

Biaya

Sebelum masuk ke area museum, kita diminta untuk bayar parkir dulu. Murah kok, hanya 2.000 untuk parkir motor. Karena aku datangnya pagi, jadi masih sepi. Tempat parkirnya luaaas tur isinya Cuma 2 motor, hehe. Balada piknik kepagian.

Nggak hanya parkirnya yang luas, tamannya juga luasss sekali. Pepohonan di taman begitu asri. Udaranya sejuk, cenderung dingin. Maklum, namanya juga di Kaliurang. Di taman juga ada banyak tempat duduk, Gazebo dan ayunan. Di setiap ayunan ada 3 bangku, pas buat aku, kamu, dan anak kita (((imajinasi))). 

Setelah foto-foto di area depan museum, aku pun masuk ke dalam. Harga tiket masuknya hanya Rp 5.000 untuk pengunjung lokal. Kalau kita ingin menonton film Mahaguru Merapi, kita dapat membayar cukup dengan Rp 5.000. Sebelum masuk jangan lupa isi buku pengunjung dulu.

Rincian biaya

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Museum Gunung Merapi
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Museum Gunung Merapi


Harga Tiket Parkir: Motor Rp 2.000

Harga Tiket Masuk: Pengunjung lokal Rp 5.000, pengunjung mancanegara Rp 10.000

Harga Tiket Film (terpisah dengan tiket masuk): Pengunjung lokal Rp 5.000, pengunjung mancanegara Rp 10.000

Fasilitas

Kalau biasanya museum itu identik dengan membosankan, kuno, nggak menarik, nggak asik, dll, tapi enggak dengan Museum Gunung Merapi. Di sini, selain kita bisa tahu tentang fenomena yang sudah terjadi, kita juga bisa belajar tentang apa yang sedang dan akan terjadi. Deu, bahasa gue.

Gambaran rumah warga terkena debu vulkanik letusan Gunung Merapi
Gambaran rumah warga terkena debu vulkanik letusan Gunung Merapi

Tapi seriusan lho. Di sini ada display barang-barang yang selamat dari gempa. Displaynya nggak asal dipajang aja, tapi ditata apik seperti aslinya. Bahkan beneran ada abu vulkanik. 

Pengunjung wisata edukasi Museum Gunung Merapi
Pengunjung wisata edukasi Museum Gunung Merapi


Museum Gunung Merapi
Museum Gunung Merapi

Kita juga bisa menambah wawasan tentang gunung Merapi, gunung berapi di Indonesia, bahkan gunung berapi di dunia. Gambar-gambar berisi materi kegunungapian dipajang dengan apik. Jelas tapi artistik. Dari berkunjung ke sana, aku jadi tahu kalo kawah gunung Merapi tu ternyata bisa berubah-ubah. Aku juga tahu sekarang apa yang harus aku lakukan ketika terjadi bencana gunung meletus. Dan banyak pengetahuan yang lain.

Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi
Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi
Di sini ada beberapa alat peraga yang bisa kita simulasikan secara langsung. Misalnya alat simulasi gempa, simulasi titik-titik gunung Merapi, dan simulasi titik-titik gunung berapi di Indonesia.


Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi
Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi

Kayak yang aku bilang di atas tadi, di sini ada mini studio yang memutarkan film Mahaguru Merapi. Film berdurasi 24 menit itu bercerita tentang Merapi (ya iyalah ya). Mending nonton sendiri deh, viewnya keren. Nggak kalah sama film 5cm. Tapi nggak boleh mengambil gambar ya selama pemutaran film. Selain itu, karena kapasitas mini studio hanya 100 orang, jadi kalau sedang ramai kita harus antri nontonnya.

Suasana mini studio di Museum Gunung Merapi
Suasana mini studio sebelum penayangan film Mahaguru Merapi


Nah, buat yang ke sini untuk hunting foto, juga bisa banget ternyata. Ada beberapa spot kece yang bisa kita eksplore, baik di dalam museum maupun di taman. Ini beberapa contohnya aja.

Spot foto ikonik Museum Gunung Merapi
Spot ikonik Museum Gunung Merapi
Spot sejarah


Spot outdoor

Satu lagi yang penting. Di sini ada Pokestop dan Gym!. Keke, Pokemon Go player pasti tau. Pokemon di sini juga cukup bagus-bagus kok. Kemarin aku nangkep Rhyhorn, Nidoran, Jigglypuff, Clefairy dll. Hoho.

Fasilitas lain juga lengkap kok. Ada free wifi, kamar mandinya bersih, musholanya juga cukup luas dan tersedia mukena dan sajadah untuk yang nggak bawa. 

Oh iya, kalau ke sini jangan hari Senin ya karena Senin harga naik, Senin museum tutup.

Hari buka: Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu (Senin tutup)

Jam buka: 08.30 – 15.30 (kecuali Jumat pukul 08.30-14.30)



Batu sisa letusan di Museum Gunung Merapi







Bulan ini kerjaan lagi banyak banget. Ada deadline nggarap LKS TIK buat anak SD, ada job blogger, ada ngoreksi laporan mahasiswa PPL, belum lagi mulai full nyusun materi dan full ngajar karena udah nggak ada mahasiswa PPL. Alhasil jadi belum sempat buat piknik deh. Giliran udah selo, eh udah akhir bulan. Masalah dompet siis. Hiks, hiks. 

But show must go on. Kalau punya keinginan, kita harus berusaha untuk mewujudkannya (aih). Akupun cari-cari referensi tempat piknik yang asik tapi ekonomis. Terus keinget dulu pernah liat postingan foto temen lagi di Museum Gunung Merapi dan fotonya keren gitu. Pas aku cek harga tiket masuknya, ternyata murah banget nget nget. Cuss lah meluncur ke sana.


Museum Gunung Merapi
Museum Gunung Merapi

Lokasi

Museum Gunung Merapi berada di Jalan Kaliurang km 22, tepatnya di desa Wonorejo, Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Museum ini mudah kok untuk ditemukan. Kita cukup mengikuti papan penunjuk jalan yang ada di setiap tikungan menuju ke sini. 

Kalo dari arah kota lewat jalan Kaliurang lurus terus, belok kanan, belok kiri ke arah pasar Pakem, luruus lagi, nanti ada palang Museum Gunung Merapi belok kiri, lurus, ada palang lagi belok kanan, lurus, belok kanan, sampai deh. Huehe. 

Akses jalan ke sana juga sangat baik. Hanya beberapa meter sebelum sampai ada jalan yang aspalnya rusak tapi masih bisa dilalui dengan aman kok. 

Biaya

Sebelum masuk ke area museum, kita diminta untuk bayar parkir dulu. Murah kok, hanya 2.000 untuk parkir motor. Karena aku datangnya pagi, jadi masih sepi. Tempat parkirnya luaaas tur isinya Cuma 2 motor, hehe. Balada piknik kepagian.

Nggak hanya parkirnya yang luas, tamannya juga luasss sekali. Pepohonan di taman begitu asri. Udaranya sejuk, cenderung dingin. Maklum, namanya juga di Kaliurang. Di taman juga ada banyak tempat duduk, Gazebo dan ayunan. Di setiap ayunan ada 3 bangku, pas buat aku, kamu, dan anak kita (((imajinasi))). 

Setelah foto-foto di area depan museum, aku pun masuk ke dalam. Harga tiket masuknya hanya Rp 5.000 untuk pengunjung lokal. Kalau kita ingin menonton film Mahaguru Merapi, kita dapat membayar cukup dengan Rp 5.000. Sebelum masuk jangan lupa isi buku pengunjung dulu.

Rincian biaya

Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Museum Gunung Merapi
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Museum Gunung Merapi


Harga Tiket Parkir: Motor Rp 2.000

Harga Tiket Masuk: Pengunjung lokal Rp 5.000, pengunjung mancanegara Rp 10.000

Harga Tiket Film (terpisah dengan tiket masuk): Pengunjung lokal Rp 5.000, pengunjung mancanegara Rp 10.000

Fasilitas

Kalau biasanya museum itu identik dengan membosankan, kuno, nggak menarik, nggak asik, dll, tapi enggak dengan Museum Gunung Merapi. Di sini, selain kita bisa tahu tentang fenomena yang sudah terjadi, kita juga bisa belajar tentang apa yang sedang dan akan terjadi. Deu, bahasa gue.

Gambaran rumah warga terkena debu vulkanik letusan Gunung Merapi
Gambaran rumah warga terkena debu vulkanik letusan Gunung Merapi

Tapi seriusan lho. Di sini ada display barang-barang yang selamat dari gempa. Displaynya nggak asal dipajang aja, tapi ditata apik seperti aslinya. Bahkan beneran ada abu vulkanik. 

Pengunjung wisata edukasi Museum Gunung Merapi
Pengunjung wisata edukasi Museum Gunung Merapi


Museum Gunung Merapi
Museum Gunung Merapi

Kita juga bisa menambah wawasan tentang gunung Merapi, gunung berapi di Indonesia, bahkan gunung berapi di dunia. Gambar-gambar berisi materi kegunungapian dipajang dengan apik. Jelas tapi artistik. Dari berkunjung ke sana, aku jadi tahu kalo kawah gunung Merapi tu ternyata bisa berubah-ubah. Aku juga tahu sekarang apa yang harus aku lakukan ketika terjadi bencana gunung meletus. Dan banyak pengetahuan yang lain.

Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi
Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi
Di sini ada beberapa alat peraga yang bisa kita simulasikan secara langsung. Misalnya alat simulasi gempa, simulasi titik-titik gunung Merapi, dan simulasi titik-titik gunung berapi di Indonesia.


Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi
Salah satu alat simulasi di Museum Gunung Merapi

Kayak yang aku bilang di atas tadi, di sini ada mini studio yang memutarkan film Mahaguru Merapi. Film berdurasi 24 menit itu bercerita tentang Merapi (ya iyalah ya). Mending nonton sendiri deh, viewnya keren. Nggak kalah sama film 5cm. Tapi nggak boleh mengambil gambar ya selama pemutaran film. Selain itu, karena kapasitas mini studio hanya 100 orang, jadi kalau sedang ramai kita harus antri nontonnya.

Suasana mini studio di Museum Gunung Merapi
Suasana mini studio sebelum penayangan film Mahaguru Merapi


Nah, buat yang ke sini untuk hunting foto, juga bisa banget ternyata. Ada beberapa spot kece yang bisa kita eksplore, baik di dalam museum maupun di taman. Ini beberapa contohnya aja.

Spot foto ikonik Museum Gunung Merapi
Spot ikonik Museum Gunung Merapi
Spot sejarah


Spot outdoor

Satu lagi yang penting. Di sini ada Pokestop dan Gym!. Keke, Pokemon Go player pasti tau. Pokemon di sini juga cukup bagus-bagus kok. Kemarin aku nangkep Rhyhorn, Nidoran, Jigglypuff, Clefairy dll. Hoho.

Fasilitas lain juga lengkap kok. Ada free wifi, kamar mandinya bersih, musholanya juga cukup luas dan tersedia mukena dan sajadah untuk yang nggak bawa. 

Oh iya, kalau ke sini jangan hari Senin ya karena Senin harga naik, Senin museum tutup.

Hari buka: Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu (Senin tutup)

Jam buka: 08.30 – 15.30 (kecuali Jumat pukul 08.30-14.30)



Batu sisa letusan di Museum Gunung Merapi






Friday, November 11, 2016

,

Review Wardah Intense Matte No 8 Retro Red

Kalau selama ini aku cuma pakai lipgloss atau lipstick Haree yang warna hijau itu, akhirnya bulan ini nyoba beli lipstick matte. Satu, karena lipstick yang lama udah mulai habis. Dua, karena nyoba lipstick matte punya Mama dan ternyata enak dipakai (tapi merk lain).

Awal mau beli, bingung banget milih lipstick yang merk apa. Udah nentuin merk, bingung milih yang jenis apa. Udah nentuin jenis, bingung milih warna apa. Udah nentuin warna, ternyata warnanya nggak ada. Zzz.

Akhirnya kebeli juga Wardah Intense Matte Lipstick nomor 8 warna Retro Red. Kebetulan aku beli online. Karena sekalian pengen beli eyelinernya Wardah, yaudah deh beli lipsticknya Wardah juga biar satu pengiriman. Pengen beli Purbasari Matte tapi warna yang aku pengen kosong. Sekalinya warnanya ada, harganya sampai di atas 50.000, padahal harga normal 30.000an. Kan sayang, hehe.



Harga

Harga Intense Matte (di online) Rp 46.000. Cukup terjangkau karena ada merk lain yang lebih murah dan ada juga yang lebih mahal.

Packaging

Box Intense Matte memiliki warna yang menggambarkan warna lipstick. Di box tertera keterangan nomor dan warna, netto 2.5gram, dan tanggal kadaluarsa.

Untuk packaging lipsticknya cukup imut, berbentuk tabung ramping berwarna silver. Simple. Tapi bentuknya sama kayak Wardah Long Lasting. Kalau liat katalog di online agak susah dibedain, harus baca judulnya atau liat bentuk boxnya karena boxnya beda.

Warna

Untuk seri Intense Matte sebenarnya ada 12 pilihan warna. Warna Retro Red ini merah cerah dengan ada sedikit tone pink.



Review

Pertama kali nyoba, langsung kecium aroma lipstick yang enak, kayak aroma vanilla gitu. waktu diolesin ke bibir, tekstur lipsticknya cukup creamy, lembut dan cukup sekali oles udah well coverage.  

Warna Retro Red ini bagus sih menurut aku. Merah-pink cerah.  Kesannya dewasa tapi tetap ceria (halah). Warna aslinya lebih cerah daripada warna box anyway.  Tapi karena aku nggak terlalu suka kalo keliatan pake lipstick, jadinya aku pakenya Cuma dioles-oles tipis.

Untuk pemakaian, rasanya enteng, nggak kerasa kalau lagi pake lipstick. Karena creamy jadi nggak bikin bibir terlalu kering juga.

Untuk daya tahan, Intense Matte cukup tahan lama. Kalau kita nggak ngapa-ngapain ya bakal awet. Kalau dipakai untuk makan minum cantik tetap transfer tapi Cuma sedikit. Tapi kalau untuk makan besar, lipstiknya pudar dan hanya sisa sedikit, perlu touch up lagi supaya cetarr.


Sayangnya, lipstick ini ternyata bikin garis-garis di bibir jadi keliatan. Untuk warna Retro Red, aku nggak berani pakai satu oles penuh karena keliatan menor banget untuk aku. Masih penasaran sama Intense Matte yang warna Easy Brownie.

Tips

  • Pilih warna lipstick yang sesuai dengan warna kulit kamu. Beruntunglah untuk kamu yang berkulit putih karena hampir semua warna akan cocok. Tapi kalu warna kulit kita gelap, hindari warna-warna nude supaya nggak terlihat pucat. Sesuaikan juga dengan tingkat ke-PD-an kita. Kalo emang PD ya pakai apa aja mah OK.
  • Sebelum beli Lipstick, apalagi via online, jangan malas untuk browsing swatchnya ya.
  • Jangan keluarkan badan lipstick terlalu panjang supaya nggak patah. Keluarkan seperlunya pemakaian aja.
Oh iya, aku juga beli Wardah Exclusive Lipstick warna Orchid Pink. Next time bakal aku post reviewnya.



Kalau selama ini aku cuma pakai lipgloss atau lipstick Haree yang warna hijau itu, akhirnya bulan ini nyoba beli lipstick matte. Satu, karena lipstick yang lama udah mulai habis. Dua, karena nyoba lipstick matte punya Mama dan ternyata enak dipakai (tapi merk lain).

Awal mau beli, bingung banget milih lipstick yang merk apa. Udah nentuin merk, bingung milih yang jenis apa. Udah nentuin jenis, bingung milih warna apa. Udah nentuin warna, ternyata warnanya nggak ada. Zzz.

Akhirnya kebeli juga Wardah Intense Matte Lipstick nomor 8 warna Retro Red. Kebetulan aku beli online. Karena sekalian pengen beli eyelinernya Wardah, yaudah deh beli lipsticknya Wardah juga biar satu pengiriman. Pengen beli Purbasari Matte tapi warna yang aku pengen kosong. Sekalinya warnanya ada, harganya sampai di atas 50.000, padahal harga normal 30.000an. Kan sayang, hehe.



Harga

Harga Intense Matte (di online) Rp 46.000. Cukup terjangkau karena ada merk lain yang lebih murah dan ada juga yang lebih mahal.

Packaging

Box Intense Matte memiliki warna yang menggambarkan warna lipstick. Di box tertera keterangan nomor dan warna, netto 2.5gram, dan tanggal kadaluarsa.

Untuk packaging lipsticknya cukup imut, berbentuk tabung ramping berwarna silver. Simple. Tapi bentuknya sama kayak Wardah Long Lasting. Kalau liat katalog di online agak susah dibedain, harus baca judulnya atau liat bentuk boxnya karena boxnya beda.

Warna

Untuk seri Intense Matte sebenarnya ada 12 pilihan warna. Warna Retro Red ini merah cerah dengan ada sedikit tone pink.



Review

Pertama kali nyoba, langsung kecium aroma lipstick yang enak, kayak aroma vanilla gitu. waktu diolesin ke bibir, tekstur lipsticknya cukup creamy, lembut dan cukup sekali oles udah well coverage.  

Warna Retro Red ini bagus sih menurut aku. Merah-pink cerah.  Kesannya dewasa tapi tetap ceria (halah). Warna aslinya lebih cerah daripada warna box anyway.  Tapi karena aku nggak terlalu suka kalo keliatan pake lipstick, jadinya aku pakenya Cuma dioles-oles tipis.

Untuk pemakaian, rasanya enteng, nggak kerasa kalau lagi pake lipstick. Karena creamy jadi nggak bikin bibir terlalu kering juga.

Untuk daya tahan, Intense Matte cukup tahan lama. Kalau kita nggak ngapa-ngapain ya bakal awet. Kalau dipakai untuk makan minum cantik tetap transfer tapi Cuma sedikit. Tapi kalau untuk makan besar, lipstiknya pudar dan hanya sisa sedikit, perlu touch up lagi supaya cetarr.


Sayangnya, lipstick ini ternyata bikin garis-garis di bibir jadi keliatan. Untuk warna Retro Red, aku nggak berani pakai satu oles penuh karena keliatan menor banget untuk aku. Masih penasaran sama Intense Matte yang warna Easy Brownie.

Tips

  • Pilih warna lipstick yang sesuai dengan warna kulit kamu. Beruntunglah untuk kamu yang berkulit putih karena hampir semua warna akan cocok. Tapi kalu warna kulit kita gelap, hindari warna-warna nude supaya nggak terlihat pucat. Sesuaikan juga dengan tingkat ke-PD-an kita. Kalo emang PD ya pakai apa aja mah OK.
  • Sebelum beli Lipstick, apalagi via online, jangan malas untuk browsing swatchnya ya.
  • Jangan keluarkan badan lipstick terlalu panjang supaya nggak patah. Keluarkan seperlunya pemakaian aja.
Oh iya, aku juga beli Wardah Exclusive Lipstick warna Orchid Pink. Next time bakal aku post reviewnya.