Program Hamil di Dokter Narko, RSB Puri Agung Magelang (Bagian 2)

Setelah jeda beberapa bulan, akhirnya aku bisa melanjutkan blog post tentang program hamil ini dengan lebih ringan hati karena.... alhamdulillah aku menulis ini setelah positif hamil. Hehehe. Cita-cita yang akhirnya kesampaian setelah menulis 2 blog post tentang program hamil. 

Baca juga:

Program Hamil di Dokter Lusiana Irene, Sp.OG Jogja

Program Hamil di Dokter Narko (Bagian 1)


Di blog post sebelumnya tentang program hamil di dokter Narko, aku baru menceritakan ketika konsultasi pertama di akhir tahun 2019. Lebih dari setahun setelahnya, yaitu pada bulan April 2021, aku dan suami ke Dokter Narko lagi untuk konsultasi kedua.

Kenapa jaraknya lama sekali?. Sejujurnya karena Covid dan segala keparnoan tentangnya jadi aku memutuskan untuk menunda dulu program hamil.


Konsultasi Kedua

Kalau tidak salah, aku datang konsultasi kedua saat awal menstruasi (antara hari 1-3). Berdasarkan pengalaman, karena biasanya untuk program hamil diresepkan obat untuk diminum saat hari ketiga menstruasi.

Pada konsultasi kali ini, aku menyampaikan hal-hal ini:

  • Sebelumnya sudah mencoba program hamil tapi berhenti karena pandemi
  • Mens saat itu sudah lebih teratur, tapi kadang periode menstruasi lebih lama. Dari yang sebelumnya 7 hari, periode saat ini bisa hingga 15 hari karena volume darah yang keluar lebih sedikit tiap harinya. Pada hari-hari tertentu malah hanya berupa titik noda. Apakah itu bahaya?

Jawaban dari Dokter Narko:

  • Tidak apa-apa, program hamil tetap bisa dimulai lagi
  • Menstruasi masih terhitung normal jika volumenya normal. Hari pertama menstruasi dihitung dari keluarnya darah paling tidak satu sendok makan. Jika hanya titik noda, belum dihitung hari pertama mens. 

Dokter Narko kemudian memberikan resep obat dan menjelaskan tentang waktu minumnya dan masa subur. 

Obat diminum pada mens hari ketiga karena itu untuk merangsang sel telur supaya usia matangnya tepat dan kita bisa menentukan masa subur.

Masa subur dihitung mulai dari hari ke-11 setelah hari pertama menstruasi, paling baik selama 7 hari / 10 hari (cmiiw ya, agak-agak lupa). Supaya bisa terjadi pembuahan, hubungan suami istri bisa dilakukan 2 hari sekali pada masa subur.

Pesan dari dokter Narko, obat yang diresepkan bisa ditebus 4 kali (untuk 4 kali promil). Jika setelah 4 kali masih belum hamil, maka suami perlu uji sperma di lab.

Selesai konsultasi, aku pun menebus obat yang diresepkan, yaitu: GP Fertil. Obatnya berbeda dari obat yang diresepkan pada promil sebelumnya.


Biaya

Konsultasi dokter: Rp 220.000

Obat: 93.000

Total: 312.000


Program Hamil

Aku dan suami pun memulai program hamil lagi. 

Bulan pertama, gagal

Aku menstruasi. Tapi kali ini menstruasinya lebih baik dari sebelumnya. Dari segi waktu, lebih rutin walaupun mundur 2 hari, tetapi tetap. Aku rutin memasukkan tanggal menstruasi ke aplikasi Flo, supaya trackingnya jelas.



Dari segi lamanya, menstruasi ku pun lebih masuk akal, hanya 7 harian, dibanding sebelumnya yang bisa sampai belasan hari.

Bulan kedua, masih gagal.

Setiap kali gagal, aku dan suami coba evaluasi, kenapa ya kok bisa gagal. Asumsi kita, mungkin karena 1. Faktor LDR, jadi kita nggak bisa rutin untuk berhubungan ketika masa subur. 

2. Faktor tubuh, karena suami kerjanya luar kota-an terus naik motor, bisa jadi badannya capek. Aku pun ada banyak kerjaan yang bikin pikiran sering stres.

Kita putuskan untuk menunda program hamil kalau dua masalah di atas belum solved, daripada hasilnya nggak maksimal kan.

Bulan berikutnya, aku lupa ini promil ketiga atau keempat, alhamdulillah berhasil.

Selama promil, aku sering cek Flo untuk tahu kapan perkiraan waktu menstruasiku berikutnya. Saat itu, aku cek seharusnya aku mens, tapi belum ada tanda-tanda. Masih belum berpikir apa-apa, karena kadang juga mensku mundur. Barulah setelah "telat" 5 hari, aku beranikan untuk testpack. Hasilnya... ada dua garis!

Alhamdulillah...

Menurut aku pribadi...

Program hamil (maupun kontrol kehamilan) di Dokter Narko itu menenangkan. Karena pembawaan dokter yang tenang dan menentramkan, penjelasannya mudah dimengerti, welcome, tidak menakuti-nakuti (pengalaman sebelumnya aku didiagnosis PCOS itu bikin stres sih). Mungkin faktor psikologis juga berpengaruh ya. Karena dokter Narko sudah senior, bahkan obgyn legend di Magelang, jadi aku pun lebih percaya.

Kalau ingin bertemu dengan dokter Narko, saran aku datanglah ke RSB Puri Agung di hari Senin-Kamis. Jika ke sana pada hari Jumat-Sabtu, kemungkinannya akan bertemu dengan dokter Narko atau dokter Very Great Eka, SpOG. Sebenarnya sama saja, tapi kemantapan hati orang kan beda. Ada yang lebih cocok dengan dokter A, ada yang lebih cocok dengan dokter B.



Aside of that....

Lagi-lagi menurut aku... kalau kita ingin program hamil, sebaiknya memang cari opsi yang paling cocok untuk kita. 

Ada yang berhasil hamil setelah pijat.

Ada yang berhasil hamil setelah konsumsi herbal (madu, buah zuriyat, kurma muda, dll).

Ada yang berhasil hamil melalui program di dokter A, atau justru dokter B, C, D, dst.

Kalau program di dokter, sebaiknya jangan hanya berpatokan di satu dokter. Balik lagi ke prinsip cocok-cocokan.

Malah ada juga kan yang udah pasrah, justru hamil setelah travelling. 

Semangat untuk pejuang garis dua!. Bismillah ya bund. Mohon doanya juga buat penulis dan calon dedek supaya bisa selalu sehat ^^.

Post a Comment

2 Comments

  1. Selamat ya bun, semoga diberi kesehatan sampai lahir nanti ��.

    Di Magelang sekarang ada dr. Rukmono juga, cuma sub spesialisnya fetomaternal..

    ReplyDelete
  2. masya Allah..terima kasih udah berbagi pengalaman, semoga saya segera menyusul juga

    ReplyDelete