Saturday, August 13, 2016

,

Wisata Kebun Teh Nggak Perlu Jauh-Jauh ke Bandung, di Karanganyar Juga Ada

Berkali-kali merencanakan liburan, berkali-kali juga hanya berakhir sebagai wacana. Padahal stok foto udah menipis (huehehe). Apalagi karena lagi keranjingan main Pokemon Go, minum Float Gocengan di KFC aja udah bahagia. Nggak kepikiran deh buat main jauh. 

Main di hari biasa, bentrok sama jadwal ngajar. Main di akhir pekan, malas sama ramainya. Gitu aja terus sampai Pikachu berubah warna jadi Ijo. Eh, pas pulang dari sekolah kemarin tetiba kepikiran, “Bosen nih, main yuk”. Dan tanpa pikir panjang langsung short prepare terus tancap gas.

Menuju Destinasi: Karanganyar.

Main yang nggak main-main, sekalinya main langsung ke Karanganyar. Dari Jogja ke Karanganyar menurut aku cukup jauh. Perlu ngelewatin Klaten – Sukoharjo – Solo baru nyampe ke Karanganyar. Perjalanan kurang lebih 3 jam dengan motor (yang pake ngebut).  Khan maeen.

Berangkat dari Jogja siang hari, dan sampai sana sudah sore karena sebelumnya mampir dulu di Solo. Kita menuju ke daerah Kemuning namanya, sebelum Tawangmangu belok kiri. Udaranya sejuk sekali cenderung dingin. Mirip seperti Kaliurang kalau di Jogja.

Kebun Teh Kemuning

Di daerah Kemuning kita bisa dengan mudah menjumpai kebun teh beserta kedai minum tehnya. Abang menawarkan 2 pilihan: mau ke Resto Kemuning atau Ndoro Donker. Di Resto Kemuning lebih luas tempatnya, kebun tehnya juga luas, selain itu harga makanannya lebih murah. Sedangkan, di Ndoro Donker, tempatnya lebih hits, di sana juga ada banyak spot foto indoor. Akhirnya kita memilih Resto ke Resto Kemuning.

Resto Kemuning

Kebun Teh Kemuning, Karanganyar
Di Resto Kemuning, ada banyak pilihan tempat duduk. Ada yang lesehan biasa, ada yang di Pendopo, ada yang tempat duduk di bawah payung, ada juga yang berbentuk gazebo di tengah kebun teh. Kita memilih yang di gazebo tengah kebun teh karena viewnya lebih so sweet. Dari sana kami bisa melihat hamparan kebun teh dan bukit-bukit.


Teh Poci, salah satu menu andalan Resto Kemuning
Untuk makanan, di sana cukup banyak menu makanan dan minuman yang ditawarkan. Kebetulan kami datang terlalu sore. Karena mepet dengan jam tutup (batas jam pesan yaitu pukul 17.00) maka sudah banyak menu yang habis. Jadilah kami hanya memesan teh poci dan pisang goreng. Kata abang, tahu gorengnya enak padahal.

Harga teh poci (porsi bertiga) : Rp15.000
Harga pisang goreng (isi 5): Rp 7.000

Cukup dengan Rp 22.000 kita bisa makan, minum dengan view yang sangat cihui. Kita juga bisa eksplore kebun teh nya dan bebas mengambil foto. Tapi kita tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar.



Resto Kemuning, Karanganyar
Selain kami, ada beberapa orang yang juga berkunjung ke sana. Ada rombongan keluarga, ada juga rombongan anak muda. Resto Kemuning tidak hanya menawarkan wisata kebun teh, di sana tersedia pula kolam ikan, kolam renang, flying fox, paintball, dan pemancingan. Mushola dan toilet pun nyaman dan bersih.


Sayangnya karena kami datang terlalu sore, jadinya tidak bisa berlama-lama. Besok lagi perlu datang lebih awal supaya lebih leluasa menikmati pemandangan di sana. Kemuning ini adalah salah satu destinasi yang tidak cukup hanya didatangi satu kali. Sepertinya besok perlu nyoba ke Ndoro Donker, siapa tau pulang-pulang jadi anak hitzzzz.

Resto Kemuning, Karanganyar
Berkali-kali merencanakan liburan, berkali-kali juga hanya berakhir sebagai wacana. Padahal stok foto udah menipis (huehehe). Apalagi karena lagi keranjingan main Pokemon Go, minum Float Gocengan di KFC aja udah bahagia. Nggak kepikiran deh buat main jauh. 

Main di hari biasa, bentrok sama jadwal ngajar. Main di akhir pekan, malas sama ramainya. Gitu aja terus sampai Pikachu berubah warna jadi Ijo. Eh, pas pulang dari sekolah kemarin tetiba kepikiran, “Bosen nih, main yuk”. Dan tanpa pikir panjang langsung short prepare terus tancap gas.

Menuju Destinasi: Karanganyar.

Main yang nggak main-main, sekalinya main langsung ke Karanganyar. Dari Jogja ke Karanganyar menurut aku cukup jauh. Perlu ngelewatin Klaten – Sukoharjo – Solo baru nyampe ke Karanganyar. Perjalanan kurang lebih 3 jam dengan motor (yang pake ngebut).  Khan maeen.

Berangkat dari Jogja siang hari, dan sampai sana sudah sore karena sebelumnya mampir dulu di Solo. Kita menuju ke daerah Kemuning namanya, sebelum Tawangmangu belok kiri. Udaranya sejuk sekali cenderung dingin. Mirip seperti Kaliurang kalau di Jogja.

Kebun Teh Kemuning

Di daerah Kemuning kita bisa dengan mudah menjumpai kebun teh beserta kedai minum tehnya. Abang menawarkan 2 pilihan: mau ke Resto Kemuning atau Ndoro Donker. Di Resto Kemuning lebih luas tempatnya, kebun tehnya juga luas, selain itu harga makanannya lebih murah. Sedangkan, di Ndoro Donker, tempatnya lebih hits, di sana juga ada banyak spot foto indoor. Akhirnya kita memilih Resto ke Resto Kemuning.

Resto Kemuning

Kebun Teh Kemuning, Karanganyar
Di Resto Kemuning, ada banyak pilihan tempat duduk. Ada yang lesehan biasa, ada yang di Pendopo, ada yang tempat duduk di bawah payung, ada juga yang berbentuk gazebo di tengah kebun teh. Kita memilih yang di gazebo tengah kebun teh karena viewnya lebih so sweet. Dari sana kami bisa melihat hamparan kebun teh dan bukit-bukit.


Teh Poci, salah satu menu andalan Resto Kemuning
Untuk makanan, di sana cukup banyak menu makanan dan minuman yang ditawarkan. Kebetulan kami datang terlalu sore. Karena mepet dengan jam tutup (batas jam pesan yaitu pukul 17.00) maka sudah banyak menu yang habis. Jadilah kami hanya memesan teh poci dan pisang goreng. Kata abang, tahu gorengnya enak padahal.

Harga teh poci (porsi bertiga) : Rp15.000
Harga pisang goreng (isi 5): Rp 7.000

Cukup dengan Rp 22.000 kita bisa makan, minum dengan view yang sangat cihui. Kita juga bisa eksplore kebun teh nya dan bebas mengambil foto. Tapi kita tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman dari luar.



Resto Kemuning, Karanganyar
Selain kami, ada beberapa orang yang juga berkunjung ke sana. Ada rombongan keluarga, ada juga rombongan anak muda. Resto Kemuning tidak hanya menawarkan wisata kebun teh, di sana tersedia pula kolam ikan, kolam renang, flying fox, paintball, dan pemancingan. Mushola dan toilet pun nyaman dan bersih.


Sayangnya karena kami datang terlalu sore, jadinya tidak bisa berlama-lama. Besok lagi perlu datang lebih awal supaya lebih leluasa menikmati pemandangan di sana. Kemuning ini adalah salah satu destinasi yang tidak cukup hanya didatangi satu kali. Sepertinya besok perlu nyoba ke Ndoro Donker, siapa tau pulang-pulang jadi anak hitzzzz.

Resto Kemuning, Karanganyar

Thursday, August 11, 2016

,

Membuat List dalam HTML: Ordered List dan Unordered List

Dalam HTML (Hypertext Markup Language), kita bisa membuat tampilan berupa list (daftar). Contoh penggunaan list (daftar) yaitu: daftar menu, daftar isi, langkah-langkah, petunjuk, dll. List dibedakan menjadi beberapa macam, yang paling sederhana yaitu ordered list (daftar terurut) dan unordered list (daftar tidak terurut). Tag yang digunakan yaitu <ol>, <ul>, dan <li>. Berikut penjabarannya:

1. Ordered List

Ordered List digunakan untuk membuat daftar yang memiliki urutan. Contohnya yaitu: langkah-langkah, daftar isi, daftar siswa, susunan acara, dll. Tag yang digunakan untuk membuat ordered list yaitu <ol> - </ol>, dan untuk membuat isi dari list menggunakan elemen <li> - </li>.

Contoh penggunaan ordered list pada HTML


Hasil pada browser










Default dari ordered list yaitu berupa angka 1, 2, 3 dst. Kita bisa mengubahnya menjadi bentuk lain seperti A, a, i, dengan menambahkan atribut "type" pada tag <ol>. Contoh:

<ol type="a">...</ol>

maka hasilnya menjadi


atau

<ol type="i">...</ol>

maka hasilnya menjadi



Untuk mengubah nilai awal, kita bisa menambahkan atribut "start" pada tag <ol>. Contoh:

<ol start="10">...</ol>

hasilnya adalah



2. Unordered List

Unordered list digunakan untuk membuat daftar yang tidak terurut. Contoh penggunaannya misalnya pada daftar menu, daftar barang, dll. Tag yang digunakan untuk membuat unordered list yaitu <ul> - </ul>, dan untuk membuat isi dari list menggunakan elemen <li> - </li>.

Contoh penggunaan unordered list pada HTML


Hasilnya pada browser menjadi

Default unordered list yaitu berupa disc/bulatan hitam. Kita bisa mengubahnya menjadi bentuk lain seperti circle, square, dan line, dengan menambahkan attribut "type" pada tag <ul>. Contoh:

<ul type="circle">

maka hasilnya menjadi



Dalam HTML (Hypertext Markup Language), kita bisa membuat tampilan berupa list (daftar). Contoh penggunaan list (daftar) yaitu: daftar menu, daftar isi, langkah-langkah, petunjuk, dll. List dibedakan menjadi beberapa macam, yang paling sederhana yaitu ordered list (daftar terurut) dan unordered list (daftar tidak terurut). Tag yang digunakan yaitu <ol>, <ul>, dan <li>. Berikut penjabarannya:

1. Ordered List

Ordered List digunakan untuk membuat daftar yang memiliki urutan. Contohnya yaitu: langkah-langkah, daftar isi, daftar siswa, susunan acara, dll. Tag yang digunakan untuk membuat ordered list yaitu <ol> - </ol>, dan untuk membuat isi dari list menggunakan elemen <li> - </li>.

Contoh penggunaan ordered list pada HTML


Hasil pada browser










Default dari ordered list yaitu berupa angka 1, 2, 3 dst. Kita bisa mengubahnya menjadi bentuk lain seperti A, a, i, dengan menambahkan atribut "type" pada tag <ol>. Contoh:

<ol type="a">...</ol>

maka hasilnya menjadi


atau

<ol type="i">...</ol>

maka hasilnya menjadi



Untuk mengubah nilai awal, kita bisa menambahkan atribut "start" pada tag <ol>. Contoh:

<ol start="10">...</ol>

hasilnya adalah



2. Unordered List

Unordered list digunakan untuk membuat daftar yang tidak terurut. Contoh penggunaannya misalnya pada daftar menu, daftar barang, dll. Tag yang digunakan untuk membuat unordered list yaitu <ul> - </ul>, dan untuk membuat isi dari list menggunakan elemen <li> - </li>.

Contoh penggunaan unordered list pada HTML


Hasilnya pada browser menjadi

Default unordered list yaitu berupa disc/bulatan hitam. Kita bisa mengubahnya menjadi bentuk lain seperti circle, square, dan line, dengan menambahkan attribut "type" pada tag <ul>. Contoh:

<ul type="circle">

maka hasilnya menjadi



Tuesday, August 9, 2016

,

Bagaimana Cara Menghadapi Murid yang Ramai di Kelas

Dalam dunia belajar, saya sudah cukup kenyang "makan bangku sekolah" selama 17 tahun. Walaupun kalau ada kesempatan untuk "nambah" ya saya tetap siap. Tapi dalam dunia mengajar, saya benar-benar pendatang baru. Newbie. Amatir. 

Sebagai seorang guru dengan jam terbang yang belum tinggi, sering saya merasa kewalahan menghadapi murid-murid di kelas, misalnya ketika mereka ramai. Ramai di sini maksudnya adalah suasana kelas yang ramai karena siswa ngobrol sendiri-sendiri dengan temannya. 




Ngobrol memang adalah naluri, apalagi untuk orang Indonesia. Tapi ketika ngobrol dilakukan di kelas saat saya akan memulai pelajaran atau sedang menerangkan?. Saya tidak suka. Hehe, iya saya egois sekali untuk hal yang satu ini. Kenapa?. Karena:

1. Sesuatu yang belum selesai membuat mereka tidak siap menerima hal baru

2. Berbicara-dan-mendengarkan atau mendengarkan-teman-dan-mendengarkan-guru di satu waktu adalah hal yang tidak dapat dilakukan. Pasti ada satu yang "kalah", dan biasanya materi dari gurulah yang tidak terdengar.

3. Suara bising bisa mengganggu konsentrasi murid lain yang sedang menyimak pelajaran.

4. Suatu materi biasanya berhubungan dengan materi lain. Jika murid tidak paham dengan materi ini, bisa jadi mereka juga akan tidak paham dengan materi berikutnya. Akibatnya guru harus mengulang menjelaskan lagi. Sekali, dua kali, tiga kali mengulang it's okay. Tapi jika sampai berulang kali, ini tidak efektif. Belum lagi jika materinya ada banyak sekali. 

Bukan berarti saya ingin semua murid diam duduk anteng seperti robot. Tidak. Ada kalanya mereka saya beri jeda waktu bebas untuk mengerjakan soal, diskusi, bahkan ngobrol, main, dsb. Masing-masing guru memiliki batasan tersendiri kondisi seperti apa yang kondusif, tenang, ramai, gaduh, dsb. Ketika bagi saya kelas sudah termasuk dalam kondisi ramai-gaduh padahal saya sedang menjelaskan materi pokok, maka saat itulah saya mencoba mengondisikan kelas supaya kondusif.

Nah, ini adalah beberapa usaha yang coba saya lakukan dalam mengondisikan kelas:

1. Saya diam cukup lama, duduk di meja guru sambil memperhatikan kelas. 

Jika murid peka, lambat laun mereka akan sadar bahwa gurunya sedang menunggu mereka tenang. Atau jika tidak, akan ada satu-dua murid yang peka, lalu mengingatkan teman mereka untuk tenang. Iya kan?. Atau jika tidak ada yang peka sama sekali, lalu


2. Saya berdiri, bicara dengan suara yang dapat didengar oleh sebagian atau semua murid di kelas. 

"Ibu tunggu sampai kalian siap mengikuti pelajaran ya". Setelah itu perlahan murid-murid akan mulai menghentikan aktivitasnya dan memberikan perhatian.


3. Saya memberikan pertanyaan untuk salah satu murid. 

Pertanyaan yang diberikan bisa yang berkaitan dengan mereka, misal "Siapa saja yang tidak masuk hari ini? Kenapa tidak masuk?". Atau bisa juga pertanyaan yang berhubungan dengan materi pelajaran, misal "Ada yang masih ingat materi minggu lalu?", "Ada yang tau apa itu sistem komputer?", dll. 

Dengan memberikan pertanyaan, akan terjadi interaksi antara guru dengan murid. Murid pun juga akan memberikan perhatian agar mereka bisa menjawab.


4. Saya menyampaikan alasan mengapa penting belajar materi tentang ini. 

Biasanya ada murid yang mengkritisi untuk apa sih ada materi tertentu. Dulu saya saat sekolah juga sering bertanya-tanya, kenapa sih saya perlu belajar matematika persamaan garis x dan y, cos, tangen dll, emang nanti kalo udah tau terus buat apa?. Matematika yang penting udah bisa tambah, kurang, kali, bagi kan cukup. Lalu bertahun kemudian saya baru tau kalau ilmu persamaan garis x dan y itu banyak digunakan, salah satunya yaitu di pemrograman.

Nah, untuk mengantisipasi hal ini, saya menjelaskan apa tujuan dari belajar suatu materi. Jika sudah tau apa kegunaannya, mayoritas murid akan paham di awal sekaligus semakin penasaran. Dengan demikian semakin mudah untuk menarik perhatian mereka dalam mengikuti penjelasan.


5. Saya mengaitkan materi dengan apa yang mereka ketahui.

Menjelaskan sesuatu yang baru, apalagi yang abstrak akan sulit diterima oleh murid. Jika mereka sulit menerima sesuatu, akibatnya murid menjadi tidak paham, lalu kadang tidak ingin mengikuti pelajaran ("ah, nggak mudeng"). Makanya saya mencoba menghubungkan sesuatu (yang masih asing bagi murid tersebut), dengan sesuatu yang lebih familiar dengan mereka.

Misalnya ketika saya menjelaskan tentang hardware/perangkat keras komputer dengan software/perangkat lunak komputer. Saya jelaskan perumpamaannya, bahwa ibarat manusia, tubuh adalah hardware sedangkan nyawa adalah software. Tubuh bisa kita lihat, sedangkan nyawa tidak. Tapi jika tubuh tanpa nyawa, maka seorang manusia akan mati. Ada, tapi tidak bisa beraktivitas. Begitu juga dengan komputer. Lalu saya tambahkan pula dengan memberikan contoh-contoh hardware dan software. Dan seterusnya.

Memberikan perumpamaan adalah salah satu hal yang efektif. Ini sekaligus tantangan bagi guru untuk bisa mencari perumpamaan yang sederhana, tapi jelas dan bisa membuat murid paham.


6. Mengeraskan suara.

Ini bukan bagian favorit saya, tapi yaa kadang saya lakukan juga jika sudah menthok. Saya mengeraskan suara untuk bisa mengimbangi suara-suara berdengung di kelas. Dengan ini, saya bisa mendapatkan perhatian dari murid kembali.


7. Menghampiri murid

Walaupun sudah mencoba berbagai cara, kadang adaa saja murid yang ngobrolnya tidak berhenti. Biasanya saya hampiri, lalu saya tanya "Lagi ngobrolin apa to nduk?. Coba maju ke depan, biar kita semua bisa dengar".


8. Memberi peringatan

Ketika sudah pol menthok, memberi peringatan adalah salah satu cara instan menurut saya. Misalnya, "Yang ramai sendiri nanti Ibu suruh maju mengerjakan soal", "Kalau kalian masih ramai nanti pulangnya makin siang ya", dll.

---

Sekian dulu yang sejauh ini saya coba. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa saya sudah canggih, melainkan untuk sharing. Syukur-syukur ada yang mengalami hal serupa dan saya bisa dapat tambahan masukan yang sebelumnya tidak terpikirkan. 

Menjalin hubungan dengan manusia adalah sesuatu yang kompleks. Bagi yang punya pengalaman serupa atau yang memiliki tips yang lebih efektif, bisa tuliskan di komentar ya. Terima kasih dan salam hangat :)

Dalam dunia belajar, saya sudah cukup kenyang "makan bangku sekolah" selama 17 tahun. Walaupun kalau ada kesempatan untuk "nambah" ya saya tetap siap. Tapi dalam dunia mengajar, saya benar-benar pendatang baru. Newbie. Amatir. 

Sebagai seorang guru dengan jam terbang yang belum tinggi, sering saya merasa kewalahan menghadapi murid-murid di kelas, misalnya ketika mereka ramai. Ramai di sini maksudnya adalah suasana kelas yang ramai karena siswa ngobrol sendiri-sendiri dengan temannya. 




Ngobrol memang adalah naluri, apalagi untuk orang Indonesia. Tapi ketika ngobrol dilakukan di kelas saat saya akan memulai pelajaran atau sedang menerangkan?. Saya tidak suka. Hehe, iya saya egois sekali untuk hal yang satu ini. Kenapa?. Karena:

1. Sesuatu yang belum selesai membuat mereka tidak siap menerima hal baru

2. Berbicara-dan-mendengarkan atau mendengarkan-teman-dan-mendengarkan-guru di satu waktu adalah hal yang tidak dapat dilakukan. Pasti ada satu yang "kalah", dan biasanya materi dari gurulah yang tidak terdengar.

3. Suara bising bisa mengganggu konsentrasi murid lain yang sedang menyimak pelajaran.

4. Suatu materi biasanya berhubungan dengan materi lain. Jika murid tidak paham dengan materi ini, bisa jadi mereka juga akan tidak paham dengan materi berikutnya. Akibatnya guru harus mengulang menjelaskan lagi. Sekali, dua kali, tiga kali mengulang it's okay. Tapi jika sampai berulang kali, ini tidak efektif. Belum lagi jika materinya ada banyak sekali. 

Bukan berarti saya ingin semua murid diam duduk anteng seperti robot. Tidak. Ada kalanya mereka saya beri jeda waktu bebas untuk mengerjakan soal, diskusi, bahkan ngobrol, main, dsb. Masing-masing guru memiliki batasan tersendiri kondisi seperti apa yang kondusif, tenang, ramai, gaduh, dsb. Ketika bagi saya kelas sudah termasuk dalam kondisi ramai-gaduh padahal saya sedang menjelaskan materi pokok, maka saat itulah saya mencoba mengondisikan kelas supaya kondusif.

Nah, ini adalah beberapa usaha yang coba saya lakukan dalam mengondisikan kelas:

1. Saya diam cukup lama, duduk di meja guru sambil memperhatikan kelas. 

Jika murid peka, lambat laun mereka akan sadar bahwa gurunya sedang menunggu mereka tenang. Atau jika tidak, akan ada satu-dua murid yang peka, lalu mengingatkan teman mereka untuk tenang. Iya kan?. Atau jika tidak ada yang peka sama sekali, lalu


2. Saya berdiri, bicara dengan suara yang dapat didengar oleh sebagian atau semua murid di kelas. 

"Ibu tunggu sampai kalian siap mengikuti pelajaran ya". Setelah itu perlahan murid-murid akan mulai menghentikan aktivitasnya dan memberikan perhatian.


3. Saya memberikan pertanyaan untuk salah satu murid. 

Pertanyaan yang diberikan bisa yang berkaitan dengan mereka, misal "Siapa saja yang tidak masuk hari ini? Kenapa tidak masuk?". Atau bisa juga pertanyaan yang berhubungan dengan materi pelajaran, misal "Ada yang masih ingat materi minggu lalu?", "Ada yang tau apa itu sistem komputer?", dll. 

Dengan memberikan pertanyaan, akan terjadi interaksi antara guru dengan murid. Murid pun juga akan memberikan perhatian agar mereka bisa menjawab.


4. Saya menyampaikan alasan mengapa penting belajar materi tentang ini. 

Biasanya ada murid yang mengkritisi untuk apa sih ada materi tertentu. Dulu saya saat sekolah juga sering bertanya-tanya, kenapa sih saya perlu belajar matematika persamaan garis x dan y, cos, tangen dll, emang nanti kalo udah tau terus buat apa?. Matematika yang penting udah bisa tambah, kurang, kali, bagi kan cukup. Lalu bertahun kemudian saya baru tau kalau ilmu persamaan garis x dan y itu banyak digunakan, salah satunya yaitu di pemrograman.

Nah, untuk mengantisipasi hal ini, saya menjelaskan apa tujuan dari belajar suatu materi. Jika sudah tau apa kegunaannya, mayoritas murid akan paham di awal sekaligus semakin penasaran. Dengan demikian semakin mudah untuk menarik perhatian mereka dalam mengikuti penjelasan.


5. Saya mengaitkan materi dengan apa yang mereka ketahui.

Menjelaskan sesuatu yang baru, apalagi yang abstrak akan sulit diterima oleh murid. Jika mereka sulit menerima sesuatu, akibatnya murid menjadi tidak paham, lalu kadang tidak ingin mengikuti pelajaran ("ah, nggak mudeng"). Makanya saya mencoba menghubungkan sesuatu (yang masih asing bagi murid tersebut), dengan sesuatu yang lebih familiar dengan mereka.

Misalnya ketika saya menjelaskan tentang hardware/perangkat keras komputer dengan software/perangkat lunak komputer. Saya jelaskan perumpamaannya, bahwa ibarat manusia, tubuh adalah hardware sedangkan nyawa adalah software. Tubuh bisa kita lihat, sedangkan nyawa tidak. Tapi jika tubuh tanpa nyawa, maka seorang manusia akan mati. Ada, tapi tidak bisa beraktivitas. Begitu juga dengan komputer. Lalu saya tambahkan pula dengan memberikan contoh-contoh hardware dan software. Dan seterusnya.

Memberikan perumpamaan adalah salah satu hal yang efektif. Ini sekaligus tantangan bagi guru untuk bisa mencari perumpamaan yang sederhana, tapi jelas dan bisa membuat murid paham.


6. Mengeraskan suara.

Ini bukan bagian favorit saya, tapi yaa kadang saya lakukan juga jika sudah menthok. Saya mengeraskan suara untuk bisa mengimbangi suara-suara berdengung di kelas. Dengan ini, saya bisa mendapatkan perhatian dari murid kembali.


7. Menghampiri murid

Walaupun sudah mencoba berbagai cara, kadang adaa saja murid yang ngobrolnya tidak berhenti. Biasanya saya hampiri, lalu saya tanya "Lagi ngobrolin apa to nduk?. Coba maju ke depan, biar kita semua bisa dengar".


8. Memberi peringatan

Ketika sudah pol menthok, memberi peringatan adalah salah satu cara instan menurut saya. Misalnya, "Yang ramai sendiri nanti Ibu suruh maju mengerjakan soal", "Kalau kalian masih ramai nanti pulangnya makin siang ya", dll.

---

Sekian dulu yang sejauh ini saya coba. Tulisan ini tidak bermaksud untuk menunjukkan bahwa saya sudah canggih, melainkan untuk sharing. Syukur-syukur ada yang mengalami hal serupa dan saya bisa dapat tambahan masukan yang sebelumnya tidak terpikirkan. 

Menjalin hubungan dengan manusia adalah sesuatu yang kompleks. Bagi yang punya pengalaman serupa atau yang memiliki tips yang lebih efektif, bisa tuliskan di komentar ya. Terima kasih dan salam hangat :)

Saturday, August 6, 2016

Persiapan Wisuda: 4 Rekomendasi Hotel Murah di Jogja Untuk Menginap Keluarga

Welcome August...

Agustus, selain bulan yang identik dengan kemerdekaan negara kita tercinta, bulan Agustus juga merupakan bulan momentum untuk kalangan mahasiswa. Kok bisa?. Karena bulan Agustus adalah semacam bulan dimulainya tahun ajaran baru di mayoritas kampus, termasuk di Jogja. Di bulan ini ada OSPEK bagi mahasiswa baru. Ada KRS-an bagi mahasiswa lama. Ada pula acara Wisuda bagi para mahasiswa yang sudah "selesai" dengan tugas akademisnya. Uhuy.

Momen wisuda tentunya adalah momen yang sangat dinantikan. Tidak hanya dinantikan oleh sang mahasiswa, tapi juga oleh keluarganya (apalagi kalau dibiayain orang tua), oleh calonnya (uhuk), dan oleh keluarga calonnya (kekeke). Bahkan ada pula yang kelulusan seorang mahasiswa dirayakan oleh penduduk kampung, karena ilmu dan pengabdian sang mahasiswa ini sangat dibutuhkan di kampung halamannya.

Maka dari itu, ketika tiba saatnya wisuda, tidak hanya mahasiswa wisudawan yang perlu datang, ada pula undangan untuk keluarga atau orang-orang terdekat sang mahasiswa. Untuk keluarga yang tinggal di Jogja, datang ke wisuda cukup dengan berangkat pagi-pagi. Tapi untuk yang dari luar kota, lebih baik mencari penginapan di sekitar tempat penyelenggaraan wisuda.

Kalau takut anggarannya habis untuk menginap di hotel, padahal pengeluaran untuk wisuda sudah besar, tenaang. Berikut ini ada rekomendasi hotel murah di Jogja.

1. Sagan Hotel

Sagan Hotel berlokasi di Gondokusuman, tepatnya di Jalan Kartini. Lokasi Sagan Hotel dekat dengan Universitas Gadjah Mada (sekitar 0,89 km) dan pusat kota. Sagan Hotel adalah pilihan tepat bagi yang ingin menginap di Jogja dengan harga terjangkau, namun tetap memberikan pelayanan yang baik. Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, ada: wifi, restoran, kafe, ruang keluarga, taman, dll.

Sagan Hotel, Jalan Kartini Yogyakarta


2. Hotel Dafam Fortuna Seturan

Hotel Dafam Fortuna Seturan berlokasi di Depok. Lokasinya cukup strategis, dekat dengan beberapa kampus seperti UPN dan STIE YKPN. Selain itu dekat pula dengan Bandara Adi Sutjipto (sekitar 3,32 km), Plaza Ambarukmo, dan Ringroad. Fasilitas utama dari hotel ada: wifi, internet kamar, kolam renang, restoran, kafe, dll.

Hotel Dafam Fortuna Seturan, Yogyakarta


3. Tickle Hotel

Tickle Hotel berada di Jalan Urip Soemoharjo. Dari sini kita cukup mudah mengakses beberapa kampus, seperti UNY, UGM, dan Akprind. Karena masuk di area kota, maka kita juga mudah mengakses tempat-tempat lain seperti: Bandara Adi Sutjipto, Ambarukmo Plaza, Lippo Plaza, dll. Fasilitas yang bisa kita dapatkan: wifi, internet kamar, kafe, restoran, laundry, dll.

Tickle Hotel, Jalan Urip Soemoharjo, Yogyakarta

4. Edelweiss Hotel

Edelweiss Hotel berada di Jalan Affandi (Gejayan). Lokasinya dekat dengan kampus UNY, UGM, Akprind dan pusat kota. Fasilitas yang tersedia di sana ada: wifi, kolam renang, kafe, restoran, salon, sarapan, laundry, dll.

Edelweiss Hotel, Jalan Affandi (Gejayan), Yogyakarta


Yap, itu tadi 4 rekomendasi hotel murah di Jogja. Cukup sediakan anggaran sekitar 300.000 rupiah dan sekeluarga bisa ikut merayakan momen wisuda anggota keluarga tercinta. Kalau ingin mencari referensi hotel lain, aku paling suka cek di Traveloka. Kita bisa mencari info tentang hotel yang lengkap, mulai dari lokasi, harga, fasilitas, review, juga ada menu sortingnya (untuk mengurutkan harga,misalnya) dan filter (untuk menampilkan hotel bintang 5 saja, bintang 4 saja). Misal untuk wisuda kampus UMY, ISI, dll, referensi hotel yang dicari kan bisa berbeda.

At last... congraduation buat para calon wisudawan dan pasangan (kalo punya).
Welcome August...

Agustus, selain bulan yang identik dengan kemerdekaan negara kita tercinta, bulan Agustus juga merupakan bulan momentum untuk kalangan mahasiswa. Kok bisa?. Karena bulan Agustus adalah semacam bulan dimulainya tahun ajaran baru di mayoritas kampus, termasuk di Jogja. Di bulan ini ada OSPEK bagi mahasiswa baru. Ada KRS-an bagi mahasiswa lama. Ada pula acara Wisuda bagi para mahasiswa yang sudah "selesai" dengan tugas akademisnya. Uhuy.

Momen wisuda tentunya adalah momen yang sangat dinantikan. Tidak hanya dinantikan oleh sang mahasiswa, tapi juga oleh keluarganya (apalagi kalau dibiayain orang tua), oleh calonnya (uhuk), dan oleh keluarga calonnya (kekeke). Bahkan ada pula yang kelulusan seorang mahasiswa dirayakan oleh penduduk kampung, karena ilmu dan pengabdian sang mahasiswa ini sangat dibutuhkan di kampung halamannya.

Maka dari itu, ketika tiba saatnya wisuda, tidak hanya mahasiswa wisudawan yang perlu datang, ada pula undangan untuk keluarga atau orang-orang terdekat sang mahasiswa. Untuk keluarga yang tinggal di Jogja, datang ke wisuda cukup dengan berangkat pagi-pagi. Tapi untuk yang dari luar kota, lebih baik mencari penginapan di sekitar tempat penyelenggaraan wisuda.

Kalau takut anggarannya habis untuk menginap di hotel, padahal pengeluaran untuk wisuda sudah besar, tenaang. Berikut ini ada rekomendasi hotel murah di Jogja.

1. Sagan Hotel

Sagan Hotel berlokasi di Gondokusuman, tepatnya di Jalan Kartini. Lokasi Sagan Hotel dekat dengan Universitas Gadjah Mada (sekitar 0,89 km) dan pusat kota. Sagan Hotel adalah pilihan tepat bagi yang ingin menginap di Jogja dengan harga terjangkau, namun tetap memberikan pelayanan yang baik. Fasilitas yang disediakan cukup lengkap, ada: wifi, restoran, kafe, ruang keluarga, taman, dll.

Sagan Hotel, Jalan Kartini Yogyakarta


2. Hotel Dafam Fortuna Seturan

Hotel Dafam Fortuna Seturan berlokasi di Depok. Lokasinya cukup strategis, dekat dengan beberapa kampus seperti UPN dan STIE YKPN. Selain itu dekat pula dengan Bandara Adi Sutjipto (sekitar 3,32 km), Plaza Ambarukmo, dan Ringroad. Fasilitas utama dari hotel ada: wifi, internet kamar, kolam renang, restoran, kafe, dll.

Hotel Dafam Fortuna Seturan, Yogyakarta


3. Tickle Hotel

Tickle Hotel berada di Jalan Urip Soemoharjo. Dari sini kita cukup mudah mengakses beberapa kampus, seperti UNY, UGM, dan Akprind. Karena masuk di area kota, maka kita juga mudah mengakses tempat-tempat lain seperti: Bandara Adi Sutjipto, Ambarukmo Plaza, Lippo Plaza, dll. Fasilitas yang bisa kita dapatkan: wifi, internet kamar, kafe, restoran, laundry, dll.

Tickle Hotel, Jalan Urip Soemoharjo, Yogyakarta

4. Edelweiss Hotel

Edelweiss Hotel berada di Jalan Affandi (Gejayan). Lokasinya dekat dengan kampus UNY, UGM, Akprind dan pusat kota. Fasilitas yang tersedia di sana ada: wifi, kolam renang, kafe, restoran, salon, sarapan, laundry, dll.

Edelweiss Hotel, Jalan Affandi (Gejayan), Yogyakarta


Yap, itu tadi 4 rekomendasi hotel murah di Jogja. Cukup sediakan anggaran sekitar 300.000 rupiah dan sekeluarga bisa ikut merayakan momen wisuda anggota keluarga tercinta. Kalau ingin mencari referensi hotel lain, aku paling suka cek di Traveloka. Kita bisa mencari info tentang hotel yang lengkap, mulai dari lokasi, harga, fasilitas, review, juga ada menu sortingnya (untuk mengurutkan harga,misalnya) dan filter (untuk menampilkan hotel bintang 5 saja, bintang 4 saja). Misal untuk wisuda kampus UMY, ISI, dll, referensi hotel yang dicari kan bisa berbeda.

At last... congraduation buat para calon wisudawan dan pasangan (kalo punya).