Tuesday, April 30, 2013

April on Review


Nggak kerasa udah sampai di akhir bulan April.. hayuk sedikit review yuk apa aja yang udah dijalankan dan didapatkan di bulan ini.

Awal bulan ini dibuka dengan ikut kunjungan ke tiap-tiap Fakultas di UNY, ke FT, FIP, FE, FIK (yang lain nggak ikut karena ada alasan lain). Walaupun nggak kunjungan, sekarang jadi agak sering main-main ke kegiatan ormawa, misalnya aja kemarin ke open house nya FIP, open housenya FIS, ke pameran Proyek Akhirnya PTBB, ke Pameran Budayanya Safel, dll. Ada kesempatan buat ikut aksi sosial di Dieng juga (untuk korban gempa). Tapia pa daya..ada beberapa hal yang nggak bisa ditinggalin. Ngomong-ngomong soal main-main, kemarin sempet main ke Jakarta buat lomba. Ada tawaran buat ikut kunjungan BEM ke Jakarta juga sih. Tapi, mmm… sedikit meragu setelah dipikir-pikir.

Ke Wonosari bisa diitung sebagai main nggak ? yup, kemarin sempet menghabiskan malam Minggu bersama konco-konco sedulur di rumah salah seorang sedulur di sana. Acaranya jangan ditanya, karena udah pasti asik, menyenangkan, kocak dan tetep dapet makna. Hehe.

3 dari 4 malam Minggu yang ada di bulan April aku lewatin bareng anak-anak Hima. Malam Minggu pertama di PNJ, malam Minggu ketiga di Wonosari itu tadi, dan malam Minggu keempat ngamen bareng di 0 KM. Malam Minggu yang banyak cerita.

Anak Hima ya… emm… akhir-akhir ini banyak anak Hima yang sakit ni. Beberapa aja, misalnya Adit yang kena cacar, Revan yang jatuh dari motor, Arif yang kena gejala DB, dan banyak yang lain. Jaga kesehatan ya. Ati-ati juga waktu di jalan. Penting itu. Kalo kita sakit kan nggak bisa ngapa-ngapain. Jan nggak enak. Tapi ada juga lho yang abis ultah. Happy birthday Adit dan Tri Nug… \^^/

April itu juga bulan nya UTS. Aak tapi nggak usah dibahas aja lah ya. Bikin mendadak pusing. Yang jelas UTS Grafika aku kerjain tanpa belajar sedikitpun (soalnya baru aja pulang dari Jakarta trus langsung ikut ujian), UTS SPK itu berasa lagi twitteran gegara di soal ada kata mention-mention, UTS Sistem Keamanan berjalan lancar, UTS Psikologi Pendidikan yang dapet tugas suruh bikin multimedia pembelajaran (bikin nostalgia ke jaman PBM), dan segudang kisah tentang UTS lainnya.

UTS itu akademik, kalo organisasi ? tetep jalan dong. Ada beberapa agenda yang ditunggu-tunggu di bulan ini, kayak Seminar Nasional, Kuliah I dan II ELS, Regenerasi Himatika, serta Orgaainzation Training.

Beberapa kabar mengejutkan datang, misalnya aja tentang seorang teman yang kini sudah tidak lagi sendiri. Ataupun tentang seseorang di masa lalu yang tiba-tiba datang lagi dan memberitahukan tentang suatu hal. Ataupun tentang pernyataan mengejutkan yang entah ini bahan lelucon atau sungguhan. Ataupun tawaran dari ibu dosen yang begitu tidak terduga tapi begitu menggiurkan dan menyenangkan.   Banyak hal baru lah.

Evaluasi tidak luput datang menghampiriku, yang paling mengena adalah dari orang-orang sekitar. Ada evaluasi dari kakak ku tercinta, saudara-saudara di rumah, dan saudara-saudara di kampus ini. Yang aku dapatkan adalah bahwa aku harus lebih bisa “memaksa” diri sendiri dan menjaga kepercayaan. Dan tetap harus ingat, Allah begitu mudah bisa membolak-balikkan hati dan keadaan manusia. Jangan lupa berpasrah kepadaNya J

Nggak kerasa udah sampai di akhir bulan April.. hayuk sedikit review yuk apa aja yang udah dijalankan dan didapatkan di bulan ini.

Awal bulan ini dibuka dengan ikut kunjungan ke tiap-tiap Fakultas di UNY, ke FT, FIP, FE, FIK (yang lain nggak ikut karena ada alasan lain). Walaupun nggak kunjungan, sekarang jadi agak sering main-main ke kegiatan ormawa, misalnya aja kemarin ke open house nya FIP, open housenya FIS, ke pameran Proyek Akhirnya PTBB, ke Pameran Budayanya Safel, dll. Ada kesempatan buat ikut aksi sosial di Dieng juga (untuk korban gempa). Tapia pa daya..ada beberapa hal yang nggak bisa ditinggalin. Ngomong-ngomong soal main-main, kemarin sempet main ke Jakarta buat lomba. Ada tawaran buat ikut kunjungan BEM ke Jakarta juga sih. Tapi, mmm… sedikit meragu setelah dipikir-pikir.

Ke Wonosari bisa diitung sebagai main nggak ? yup, kemarin sempet menghabiskan malam Minggu bersama konco-konco sedulur di rumah salah seorang sedulur di sana. Acaranya jangan ditanya, karena udah pasti asik, menyenangkan, kocak dan tetep dapet makna. Hehe.

3 dari 4 malam Minggu yang ada di bulan April aku lewatin bareng anak-anak Hima. Malam Minggu pertama di PNJ, malam Minggu ketiga di Wonosari itu tadi, dan malam Minggu keempat ngamen bareng di 0 KM. Malam Minggu yang banyak cerita.

Anak Hima ya… emm… akhir-akhir ini banyak anak Hima yang sakit ni. Beberapa aja, misalnya Adit yang kena cacar, Revan yang jatuh dari motor, Arif yang kena gejala DB, dan banyak yang lain. Jaga kesehatan ya. Ati-ati juga waktu di jalan. Penting itu. Kalo kita sakit kan nggak bisa ngapa-ngapain. Jan nggak enak. Tapi ada juga lho yang abis ultah. Happy birthday Adit dan Tri Nug… \^^/

April itu juga bulan nya UTS. Aak tapi nggak usah dibahas aja lah ya. Bikin mendadak pusing. Yang jelas UTS Grafika aku kerjain tanpa belajar sedikitpun (soalnya baru aja pulang dari Jakarta trus langsung ikut ujian), UTS SPK itu berasa lagi twitteran gegara di soal ada kata mention-mention, UTS Sistem Keamanan berjalan lancar, UTS Psikologi Pendidikan yang dapet tugas suruh bikin multimedia pembelajaran (bikin nostalgia ke jaman PBM), dan segudang kisah tentang UTS lainnya.

UTS itu akademik, kalo organisasi ? tetep jalan dong. Ada beberapa agenda yang ditunggu-tunggu di bulan ini, kayak Seminar Nasional, Kuliah I dan II ELS, Regenerasi Himatika, serta Orgaainzation Training.

Beberapa kabar mengejutkan datang, misalnya aja tentang seorang teman yang kini sudah tidak lagi sendiri. Ataupun tentang seseorang di masa lalu yang tiba-tiba datang lagi dan memberitahukan tentang suatu hal. Ataupun tentang pernyataan mengejutkan yang entah ini bahan lelucon atau sungguhan. Ataupun tawaran dari ibu dosen yang begitu tidak terduga tapi begitu menggiurkan dan menyenangkan.   Banyak hal baru lah.

Evaluasi tidak luput datang menghampiriku, yang paling mengena adalah dari orang-orang sekitar. Ada evaluasi dari kakak ku tercinta, saudara-saudara di rumah, dan saudara-saudara di kampus ini. Yang aku dapatkan adalah bahwa aku harus lebih bisa “memaksa” diri sendiri dan menjaga kepercayaan. Dan tetap harus ingat, Allah begitu mudah bisa membolak-balikkan hati dan keadaan manusia. Jangan lupa berpasrah kepadaNya J

Sunday, April 28, 2013

, ,

Ngamen for Dieng


Kalau malam Minggu tanggal 27 April 2013 kemarin kamu lagi di daerah Malioboro – 0 km dan ketemu 10 makhluk unyu membawa 3 kotak kardus dan 1 gitar sedang berjalan bergerombol sambil bernyanyi dengan kemampuan vocal yang teramat sangat minim (atau miris), maka boleh jadi saat itu kamu bertemu dengan “kami”. Kami ? siapa itu kami ?. Kami adalah makhluk-makhluk yang selo saat malam Minggu tiba #kode, ada @dismonimo(a.k.a aku sendiri), @soraisaya, @tishafat, @uaditioa, @fakhrieyuubie, @hardikast19, @hanijava, @niesnur, @oktavianifk, dan @imron.

Ngapain kami di sana ? Karena malam mingguan sama pacar itu sudah terlalu mainstream (dan juga karena kahanan yang tidak mendukung #eh), jadi malam ini kami ke 0 km dengan membawa misi “mulia”, ingin mengumpulkan sumbangan untuk Saudara kita yang menjadi korban gempa Dieng. Tahu beritanya kan tentang gempa di Dieng hari Jumat (19/4) kemarin ?. Nah, beberapa hari yang lalu Adit ikut aksi sosial sama temen-temen Mahasiswa UNY langsung terjun ke Dieng. Ternyata eh ternyata masih banyak bantuan yang diperlukan di sana, jadi kenapa enggak kita adain sedikit aksi kecil untuk mereka ?

Berawal dari sebuah keinginan dan ide yang sederhana, bertemu dengan tekad mantap dari kawan-kawan, fix malam ini sepulang dari agenda gladi kita menyusun konsep sederhana lalu meluncur ke lapangan. Awalnya kita membuat rencana akan ke mana kita, bagaimana pembagian tugasnya, bagaimana cara menarik simpatinya, dll. Nggak perlu lama-lama kita berangkat. Awalnya aku sama Imron karena tertinggal dari teman-teman karena ada urusan sebelumnya. Kami pun menyusul tanpa tau yang lain ada di mana. Berhubung Imron dapat info kalo di GOR UNY lagi ada acara dan ramai-ramai di sana, kita berdua pun ke sana dan mengkontak teman-teman (yang ternyata ada di dekat Fakultas Peternakan UGM) untuk menyusul ke GOR. Setelah kita ke GOR, ternyata acara di GOR adalah konser musik. Ngekk. Masa’ iya kita mau “ngamen” di acara “konser”. Ya udah kita pindah tempat lagi. Kita pilih Bundaran UGM, tapi lagi-lagi rasanya kurang srek. Jadilah kita pindah dan fix ke 0 km – Malioboro.

Setelah parkir motor di Vredeburg, kita lalu berjalan kaki dan menghampiri para penduduk (eh, apa sih namanya buat orang-orang yang duduk di jalan itu ?) yang lagi nongkrong di sekitar sana. Tadinya kita kayak anak hilang gitu, bingung harus ngapain di sana. Tapi lambat laun kita pun menemukan metode yang cocok buat kita : nyanyi bareng-bareng diiringi gitar dan mendekati para pejalan kaki ataupun penduduk, yang berpasangan ataupun bergerombol, yang remaja maupun yang dewasa, yang cowok maupun yang cewek, pokoknya semua kita samperin. Kita jalan dari parkiran Vredeburg ke 0km lanjut kea rah Taman Pintar terus balik arah lagi dan lanjutin ke Altar, setelah dari Altar kita balik lagi Vredeburg. Singkat sih perjalanannya, tapi kisahnya tak sesingkat itu untuk diceritakan di sini. Hehehe. Mulai dari dilihatin dengan pandangan bingung dari orang-orang sekitar,  ada yang request lagu galau, ada yang ternyata malah nggak tau kalo ada gempa di Dieng, dan ada juga yang cerita kalo Klub Motor nya juga akan aksi sosial ke Dieng (toss dulu Om).

Ternyata kayak gini ya rasanya “ngamen” di Malioboro (tempat yang mainstream di Yogya) untuk aksi sosial buat gempa Dieng pula. Jan sophisticated. Ada yang dengan senang hati langsung memberikan sumbangannya, ada pula yang sedikit meragukan kita dan enggan memberikan donasinya. Ya nggak pa-pa sih, mungkin tampang-tampang kita yang emang kurang kredibel atau suara kita yang malah ngganggu mereka kalik. Hehe. Yang jelas, insya Allah kita akan menyalurkan bantuan ini kepada mereka yang membutuhkan. Dan terima kasih tak terhingga untuk semua orang yang telah mengulurkan tangannya demi saudara kita yang tertimpa musibah di Dieng sana. Semoga diberikan ganti yang lebih baik dan bisa membawa kebaikan untuk kita semua. Semoga bermanfaat. Mari peduli, mari berbagi. Sedikit dari kita sangat berarti untuk mereka, kawan :).

***

**nb : tadi di jalan aku ketemu sama mas-mas yang dulu sempat kenalan waktu di E-Time PNJ. Dia nyapa aku duluan dan bilang, “mbaknya yang ketemu di PNJ dulu kan ? aku dari UGM”. O o.. surprise.. Makasih mas udah inget aku, tapi aku beneran lupa nama masnya siapa. Semoga lain kali bisa ketemu lagi deh yak mas. Jangan lupa ikut ELINFO #eh *malah promo*. Btw, waktu aku panggil “mas” si mas malah bilang kalo dia adek angkatanku. Kalo gitu aku ralat, aku panggil dek aja gimana. Hehe


Kalau malam Minggu tanggal 27 April 2013 kemarin kamu lagi di daerah Malioboro – 0 km dan ketemu 10 makhluk unyu membawa 3 kotak kardus dan 1 gitar sedang berjalan bergerombol sambil bernyanyi dengan kemampuan vocal yang teramat sangat minim (atau miris), maka boleh jadi saat itu kamu bertemu dengan “kami”. Kami ? siapa itu kami ?. Kami adalah makhluk-makhluk yang selo saat malam Minggu tiba #kode, ada @dismonimo(a.k.a aku sendiri), @soraisaya, @tishafat, @uaditioa, @fakhrieyuubie, @hardikast19, @hanijava, @niesnur, @oktavianifk, dan @imron.

Ngapain kami di sana ? Karena malam mingguan sama pacar itu sudah terlalu mainstream (dan juga karena kahanan yang tidak mendukung #eh), jadi malam ini kami ke 0 km dengan membawa misi “mulia”, ingin mengumpulkan sumbangan untuk Saudara kita yang menjadi korban gempa Dieng. Tahu beritanya kan tentang gempa di Dieng hari Jumat (19/4) kemarin ?. Nah, beberapa hari yang lalu Adit ikut aksi sosial sama temen-temen Mahasiswa UNY langsung terjun ke Dieng. Ternyata eh ternyata masih banyak bantuan yang diperlukan di sana, jadi kenapa enggak kita adain sedikit aksi kecil untuk mereka ?

Berawal dari sebuah keinginan dan ide yang sederhana, bertemu dengan tekad mantap dari kawan-kawan, fix malam ini sepulang dari agenda gladi kita menyusun konsep sederhana lalu meluncur ke lapangan. Awalnya kita membuat rencana akan ke mana kita, bagaimana pembagian tugasnya, bagaimana cara menarik simpatinya, dll. Nggak perlu lama-lama kita berangkat. Awalnya aku sama Imron karena tertinggal dari teman-teman karena ada urusan sebelumnya. Kami pun menyusul tanpa tau yang lain ada di mana. Berhubung Imron dapat info kalo di GOR UNY lagi ada acara dan ramai-ramai di sana, kita berdua pun ke sana dan mengkontak teman-teman (yang ternyata ada di dekat Fakultas Peternakan UGM) untuk menyusul ke GOR. Setelah kita ke GOR, ternyata acara di GOR adalah konser musik. Ngekk. Masa’ iya kita mau “ngamen” di acara “konser”. Ya udah kita pindah tempat lagi. Kita pilih Bundaran UGM, tapi lagi-lagi rasanya kurang srek. Jadilah kita pindah dan fix ke 0 km – Malioboro.

Setelah parkir motor di Vredeburg, kita lalu berjalan kaki dan menghampiri para penduduk (eh, apa sih namanya buat orang-orang yang duduk di jalan itu ?) yang lagi nongkrong di sekitar sana. Tadinya kita kayak anak hilang gitu, bingung harus ngapain di sana. Tapi lambat laun kita pun menemukan metode yang cocok buat kita : nyanyi bareng-bareng diiringi gitar dan mendekati para pejalan kaki ataupun penduduk, yang berpasangan ataupun bergerombol, yang remaja maupun yang dewasa, yang cowok maupun yang cewek, pokoknya semua kita samperin. Kita jalan dari parkiran Vredeburg ke 0km lanjut kea rah Taman Pintar terus balik arah lagi dan lanjutin ke Altar, setelah dari Altar kita balik lagi Vredeburg. Singkat sih perjalanannya, tapi kisahnya tak sesingkat itu untuk diceritakan di sini. Hehehe. Mulai dari dilihatin dengan pandangan bingung dari orang-orang sekitar,  ada yang request lagu galau, ada yang ternyata malah nggak tau kalo ada gempa di Dieng, dan ada juga yang cerita kalo Klub Motor nya juga akan aksi sosial ke Dieng (toss dulu Om).

Ternyata kayak gini ya rasanya “ngamen” di Malioboro (tempat yang mainstream di Yogya) untuk aksi sosial buat gempa Dieng pula. Jan sophisticated. Ada yang dengan senang hati langsung memberikan sumbangannya, ada pula yang sedikit meragukan kita dan enggan memberikan donasinya. Ya nggak pa-pa sih, mungkin tampang-tampang kita yang emang kurang kredibel atau suara kita yang malah ngganggu mereka kalik. Hehe. Yang jelas, insya Allah kita akan menyalurkan bantuan ini kepada mereka yang membutuhkan. Dan terima kasih tak terhingga untuk semua orang yang telah mengulurkan tangannya demi saudara kita yang tertimpa musibah di Dieng sana. Semoga diberikan ganti yang lebih baik dan bisa membawa kebaikan untuk kita semua. Semoga bermanfaat. Mari peduli, mari berbagi. Sedikit dari kita sangat berarti untuk mereka, kawan :).

***

**nb : tadi di jalan aku ketemu sama mas-mas yang dulu sempat kenalan waktu di E-Time PNJ. Dia nyapa aku duluan dan bilang, “mbaknya yang ketemu di PNJ dulu kan ? aku dari UGM”. O o.. surprise.. Makasih mas udah inget aku, tapi aku beneran lupa nama masnya siapa. Semoga lain kali bisa ketemu lagi deh yak mas. Jangan lupa ikut ELINFO #eh *malah promo*. Btw, waktu aku panggil “mas” si mas malah bilang kalo dia adek angkatanku. Kalo gitu aku ralat, aku panggil dek aja gimana. Hehe

Friday, April 19, 2013

12 hal, 4 dunia, 1 cinta



Wednesday, April 10, 2013

, ,

Line Follower Robot at E-TIME HME PNJ 2013

Jumat (4/4) kita berangkat ke Jakarta, Sabtu pagi (5/4) kita sampai di lokasi lomba sampai Minggu (6/4)   sore kita pulang ke Yogya, dan Senin (7/4) kita sampai di Yogya. Simpel kan. But not as simple as that. Banyak cerita yang nggak akan cukup diceritain di sini :)

Misalnya cerita tentang bus nya yang ada masalah dan kudu berhenti agak lama di Bantul, sambil nunggu bus nya bener eh malah pada makan di angkringan deket sana. Aku, Imron, sama Sobur yang notabene 1 team nyoba buat ngehias robot kita dengan nempelin stiker unyu-unyu, termasuk stiker foto kita bertiga biar tambah unyu (Hehe). Kita menghabiskan malam di bus dengan nonton vcd lagu Project Pop dan film Preman in Love yang sukses bikin kita ketawa ngakak. Pas malem-malem di bus juga banyak banget yang mabok darat, dan justru yang mas-mas yang nggak kuat, woo piye je.


Pas hari H di sana, kita konsen ke lomba aja sih. Aku naksir sama backdrop flash mereka, piala penghargaan, dan background super gedenya. Keren deh, keren.. Tapi eh tapi pas acara jalan, langsung sirna deh antusiasme ku dkk. Acaranya kurang greget buat kita (maap ya kakak-kakak panitia). Paling kaget tu waktu turun ujan gedhe dan air masuk ke ruang gymnasium, bahkan kena track !. Sampai-sampai background gede yang aku taksir tadi dicopot buat nutupin track dari air hujan. Hiks, maneman :'(. Nah berhubung suasana udah nggak kondusif, pertandingan ditunda deh. Peserta jadi selo dan nggak ada kerjaan. Anak-anak malah dengan pedenya dlosoran main UNO. Kurang selo apa coba. Kalo aku sih iseng-iseng cuma ngetwit aja, dan dibales sama admin twitter nya E-Time. Ndilalah pitstop kita deket sama tempat nya panitia kumpul. Dan berhubung ipeh, sobur, wulan, riyan pada ribut gegara aku mention-mentionan sama  akunnya E-Time, ada beberapa orang yang nengok ke arah kita. Aku curiga mereka adalah adminnya. Hehe.

Aku dapet beberapa kenalan baru di sana. Sempet ngobrol-ngobrol sama anak Elins UGM juga. Waktu aku promosi biar mereka ikut Elinfo, eh malah ada salah satu mas-mas yang bilang, "Mbak, sertifikat saya kok belum dibagi yak ?". Ngek. Tepok jidak. Salah ngomong ni aku.

Btw, miracle juga lho team ku (TIREK_4) bisa lolos ke babak 16 besar. Berawal di babak penyisihan, robot kita (kita ? yakin ... ? :3) di bawah kendali mas Imron ternyata ngadat, bahkan nggak sampe ke checkpoint 1. Abis itu robotnya dikarantina lagi. Ya jadinya nggak bisa dibenerin deh. Nah di babak penyisihan kedua, tiba-tiba aku digeret sama Imron sama Sobur, suruh jadi operator. Muke lele.. mau nggak mau kudu mau, jadi ya aku nekat masuk ke area track. Nekat senekat-nekatnya ini men. Aku aja nggak pernah pegang robot sebelumnya. Jadinya... ya inilah yang terjadi di track. Check this video out.


Berbekal bisa ngelewatin checkpoint 1 ternyata bisa bikin kita lolos ke babak 32 besar di hari berikutnya. Prok prok prok.. Dan tau nggak gimana cara team kita lolos ke 16 besar ? Jadi, kita dapet lawan tanding dari PNJ. Berhubung tim dari PNJ itu cabut, kita jadi nggak punya lawan tanding dan otomatis langsung melaju ke babak 16 besar tanpa tanding deh. Hehe. Sayangnya miracle nggak kerja 3 kali. Kita harus cukup puas sampe 16 besar aja.

Tim dari UNY nggak ada yang lolos babak final ni.. Paling banter robotnya Dhanang cs yang sampai 8 besar. Juara 1 dipegang sama tim dari Polinema Malang, Juara 2 dipegang sama tim dari PNJ Jakarta, Juara 3 dipegang sama tim Elins UGM, dan Best Design sama PNJ. Special pukpuk buat Agus, even you're not be the best, but you're so good kok ;).

Sedikit cerita, ada sedikit kejadian nggak enak ni. Waktu perjalanan pulang, bus kita nabrak truk di jalan tol. Eh, truk nya nabrak mobil di depannya. Jadi semacam kecelakaan beruntun gitu. Untungnya nggak ada efek buat kita penumpang (kecuali yang tidur jadi bangun gegara kaget). Tapi kaca bus jadi retak cukup parah gitu. Duh, miris. Selain itu, harus ngurus lumayan lama juga di kepolisiaan. Sekali lagi, untungnya bisa diselesein baik-baik. Besok lagi kudu lebih hati-hati aja lah ya.

Jumat (4/4) kita berangkat ke Jakarta, Sabtu pagi (5/4) kita sampai di lokasi lomba sampai Minggu (6/4)   sore kita pulang ke Yogya, dan Senin (7/4) kita sampai di Yogya. Simpel kan. But not as simple as that. Banyak cerita yang nggak akan cukup diceritain di sini :)

Misalnya cerita tentang bus nya yang ada masalah dan kudu berhenti agak lama di Bantul, sambil nunggu bus nya bener eh malah pada makan di angkringan deket sana. Aku, Imron, sama Sobur yang notabene 1 team nyoba buat ngehias robot kita dengan nempelin stiker unyu-unyu, termasuk stiker foto kita bertiga biar tambah unyu (Hehe). Kita menghabiskan malam di bus dengan nonton vcd lagu Project Pop dan film Preman in Love yang sukses bikin kita ketawa ngakak. Pas malem-malem di bus juga banyak banget yang mabok darat, dan justru yang mas-mas yang nggak kuat, woo piye je.


Pas hari H di sana, kita konsen ke lomba aja sih. Aku naksir sama backdrop flash mereka, piala penghargaan, dan background super gedenya. Keren deh, keren.. Tapi eh tapi pas acara jalan, langsung sirna deh antusiasme ku dkk. Acaranya kurang greget buat kita (maap ya kakak-kakak panitia). Paling kaget tu waktu turun ujan gedhe dan air masuk ke ruang gymnasium, bahkan kena track !. Sampai-sampai background gede yang aku taksir tadi dicopot buat nutupin track dari air hujan. Hiks, maneman :'(. Nah berhubung suasana udah nggak kondusif, pertandingan ditunda deh. Peserta jadi selo dan nggak ada kerjaan. Anak-anak malah dengan pedenya dlosoran main UNO. Kurang selo apa coba. Kalo aku sih iseng-iseng cuma ngetwit aja, dan dibales sama admin twitter nya E-Time. Ndilalah pitstop kita deket sama tempat nya panitia kumpul. Dan berhubung ipeh, sobur, wulan, riyan pada ribut gegara aku mention-mentionan sama  akunnya E-Time, ada beberapa orang yang nengok ke arah kita. Aku curiga mereka adalah adminnya. Hehe.

Aku dapet beberapa kenalan baru di sana. Sempet ngobrol-ngobrol sama anak Elins UGM juga. Waktu aku promosi biar mereka ikut Elinfo, eh malah ada salah satu mas-mas yang bilang, "Mbak, sertifikat saya kok belum dibagi yak ?". Ngek. Tepok jidak. Salah ngomong ni aku.

Btw, miracle juga lho team ku (TIREK_4) bisa lolos ke babak 16 besar. Berawal di babak penyisihan, robot kita (kita ? yakin ... ? :3) di bawah kendali mas Imron ternyata ngadat, bahkan nggak sampe ke checkpoint 1. Abis itu robotnya dikarantina lagi. Ya jadinya nggak bisa dibenerin deh. Nah di babak penyisihan kedua, tiba-tiba aku digeret sama Imron sama Sobur, suruh jadi operator. Muke lele.. mau nggak mau kudu mau, jadi ya aku nekat masuk ke area track. Nekat senekat-nekatnya ini men. Aku aja nggak pernah pegang robot sebelumnya. Jadinya... ya inilah yang terjadi di track. Check this video out.


Berbekal bisa ngelewatin checkpoint 1 ternyata bisa bikin kita lolos ke babak 32 besar di hari berikutnya. Prok prok prok.. Dan tau nggak gimana cara team kita lolos ke 16 besar ? Jadi, kita dapet lawan tanding dari PNJ. Berhubung tim dari PNJ itu cabut, kita jadi nggak punya lawan tanding dan otomatis langsung melaju ke babak 16 besar tanpa tanding deh. Hehe. Sayangnya miracle nggak kerja 3 kali. Kita harus cukup puas sampe 16 besar aja.

Tim dari UNY nggak ada yang lolos babak final ni.. Paling banter robotnya Dhanang cs yang sampai 8 besar. Juara 1 dipegang sama tim dari Polinema Malang, Juara 2 dipegang sama tim dari PNJ Jakarta, Juara 3 dipegang sama tim Elins UGM, dan Best Design sama PNJ. Special pukpuk buat Agus, even you're not be the best, but you're so good kok ;).

Sedikit cerita, ada sedikit kejadian nggak enak ni. Waktu perjalanan pulang, bus kita nabrak truk di jalan tol. Eh, truk nya nabrak mobil di depannya. Jadi semacam kecelakaan beruntun gitu. Untungnya nggak ada efek buat kita penumpang (kecuali yang tidur jadi bangun gegara kaget). Tapi kaca bus jadi retak cukup parah gitu. Duh, miris. Selain itu, harus ngurus lumayan lama juga di kepolisiaan. Sekali lagi, untungnya bisa diselesein baik-baik. Besok lagi kudu lebih hati-hati aja lah ya.

Tuesday, April 2, 2013

,

Selebihnya Adalah Bonus


Berawal dari hal sederhana yang aku rasakan pagi ini, dan tergerak tangan ini untuk menuliskannya. Paling tidak, aku tulis dan aku simpan dalam blog agar suatu saat nanti aku akan ingat saat membacanya kembali.
***
Pagi ini ada salah satu mata kuliah yang kosong. Aku dan teman-teman punya ritual yang menjadi tradisi saat ada kuliah yang kosong atau saat kita senggang, yaitu : Makan Bareng. Yap, entah itu pagi hari untuk sarapan atau saat siang untuk makan siang, akan kita sempatkan untuk makan bersama. Rasa makanan sepertinya bertambah lezat 7 kali lipat saat kita menyantapnya diselingi obrolan akrab dengan kawan-kawan tercinta. Menu sarapan kali ini adalah Soto. Soto favorit kami ada di dekat kampus, di dekat kost Aya. Kami pun pergi ke sana dengan berjalan bersama-sama. Aku memesan seporsi soto rembang, 2 potong tempe mendoan, dan segelas teh hangat. Hmmm, enak lho. Hehe.

Lalu ? Sebenarnya bukan kelezatan soto itu yang ingin aku pamerkan. Jadi, saat makan soto tadi, tak lupa aku menambahkan jeruk nipis (yang diperas), sambal, dan kecap. Beberapa lembar tissue juga aku gunakan untuk membersihkan meja dan tangan yang terkena kuah soto. Tapi saat aku membayar ke bapak penjual, aku hanya menyebutkan menu yang aku pesan tadi. Pak penjual pun tidak menanyakan berapa sendok sambal yang aku ambil, berapa milliliter kecap yang aku tambahkan, berapa buah jeruk nipis yang aku peras, atau berapa lembar tissue yang aku pakai. Nah, ternyata itu bonus, gratis, dan merupakan fasilitas yang sudah disiapkan oleh Bapak penjual untuk kami para pembeli. Baik hati sekali ya.

Lagi-lagi berawal dari sederhana yang aku pikirkan itu, aku pun lantas memikirkan hal lain. Bisa jadikah hidup ini mengambil makna dari hal “sepele” seperti  hal di atas ?. Tujuan awalku pergi ke warung soto tadi yaitu untuk makan Soto, eh di sana aku dapat bonus macam-macam. Lalu selama ini aku kuliah, aku ikut organisasi, aku belajar, aku hidup itu sebenarnya apa yang menjadi tujuan utamaku ? Untuk sukseskah ? untuk eksis kah ? untuk bekal di dunia kerja kah ? untuk membahagiakan orang tuakah ? atau apa ?. Rasanya tertampar. Teringat salah satu ayat di Al-Qur’an, “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56).

Tolong ingatkan aku saat aku lupa. Tolong luruskan aku saat aku mulai berbelok.
Aku hidup untuk beribadah kepada Allah. Saat aku menjadi sukses, maka itu adalah bonus.
Aku kuliah untuk beribadah kepada Allah. Saat IPK ku tinggi, saat aku menjadi pandai, saat aku lulus Cumlaude, maka itu adalah bonus.
Aku ikut organisasi untuk beribadah kepada Allah. Saat aku mendapat amanah, saat aku mendapat perbaikan kapasitas, saat aku mempunyai banyak relasi, maka itu adalah bonus.


Berawal dari hal sederhana yang aku rasakan pagi ini, dan tergerak tangan ini untuk menuliskannya. Paling tidak, aku tulis dan aku simpan dalam blog agar suatu saat nanti aku akan ingat saat membacanya kembali.
***
Pagi ini ada salah satu mata kuliah yang kosong. Aku dan teman-teman punya ritual yang menjadi tradisi saat ada kuliah yang kosong atau saat kita senggang, yaitu : Makan Bareng. Yap, entah itu pagi hari untuk sarapan atau saat siang untuk makan siang, akan kita sempatkan untuk makan bersama. Rasa makanan sepertinya bertambah lezat 7 kali lipat saat kita menyantapnya diselingi obrolan akrab dengan kawan-kawan tercinta. Menu sarapan kali ini adalah Soto. Soto favorit kami ada di dekat kampus, di dekat kost Aya. Kami pun pergi ke sana dengan berjalan bersama-sama. Aku memesan seporsi soto rembang, 2 potong tempe mendoan, dan segelas teh hangat. Hmmm, enak lho. Hehe.

Lalu ? Sebenarnya bukan kelezatan soto itu yang ingin aku pamerkan. Jadi, saat makan soto tadi, tak lupa aku menambahkan jeruk nipis (yang diperas), sambal, dan kecap. Beberapa lembar tissue juga aku gunakan untuk membersihkan meja dan tangan yang terkena kuah soto. Tapi saat aku membayar ke bapak penjual, aku hanya menyebutkan menu yang aku pesan tadi. Pak penjual pun tidak menanyakan berapa sendok sambal yang aku ambil, berapa milliliter kecap yang aku tambahkan, berapa buah jeruk nipis yang aku peras, atau berapa lembar tissue yang aku pakai. Nah, ternyata itu bonus, gratis, dan merupakan fasilitas yang sudah disiapkan oleh Bapak penjual untuk kami para pembeli. Baik hati sekali ya.

Lagi-lagi berawal dari sederhana yang aku pikirkan itu, aku pun lantas memikirkan hal lain. Bisa jadikah hidup ini mengambil makna dari hal “sepele” seperti  hal di atas ?. Tujuan awalku pergi ke warung soto tadi yaitu untuk makan Soto, eh di sana aku dapat bonus macam-macam. Lalu selama ini aku kuliah, aku ikut organisasi, aku belajar, aku hidup itu sebenarnya apa yang menjadi tujuan utamaku ? Untuk sukseskah ? untuk eksis kah ? untuk bekal di dunia kerja kah ? untuk membahagiakan orang tuakah ? atau apa ?. Rasanya tertampar. Teringat salah satu ayat di Al-Qur’an, “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56).

Tolong ingatkan aku saat aku lupa. Tolong luruskan aku saat aku mulai berbelok.
Aku hidup untuk beribadah kepada Allah. Saat aku menjadi sukses, maka itu adalah bonus.
Aku kuliah untuk beribadah kepada Allah. Saat IPK ku tinggi, saat aku menjadi pandai, saat aku lulus Cumlaude, maka itu adalah bonus.
Aku ikut organisasi untuk beribadah kepada Allah. Saat aku mendapat amanah, saat aku mendapat perbaikan kapasitas, saat aku mempunyai banyak relasi, maka itu adalah bonus.

Monday, April 1, 2013

Perbedaan Individu


Di semester 4 ini, kami mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika mendapatkan mata kuliah Psikologi Pendidikan. Ya, karena selain sebagai anak Teknik kami juga anak Pendidikan yang disiapkan agar kelak dapat menjadi seorang pendidik. Pertemuan kali ini terasa berbeda karena saya, Andry, Panggih, Heri dan Wahyu Dani yang tergabung dalam Kelompok 2 mendapatkan kesempatan untuk presentasi tentang materi “Perbedaan Individu”. 1 jam waktu yang dipercayakan kepada kami untuk membawakan dan mengatur diskusi seputar materi tersebut. Usai presentasi, kami pun membuka sesi Tanya jawab dan diskusi dengan teman-teman sekelas. Ternyata antusiasme teman-teman begitu besar. Hal ini terlihat dari banyaknya teman yang ingin bertanya. Berikut ini sedikit saya rangkumkan pertanyaan yang menjadi bahan diskusi.

1. Apa sih yang dimaksud dengan kecerdasan naturalis ?
>> Kecerdasan naturalis yaitu kecerdasan seseorang yang berhubungan dengan alam. Kecerdasan naturalis yang baik biasanya dimiliki oleh orang-orang yang senang bekerja di alam, misalnya orang yang menyukai berkebun, memanjat gunung, menjadi pecinta alam, dan lain sebagainya.

2. Ada 2 teori Model dalam meninjau perbedaan kepribadian yaitu MBTI dan Big Five, manakah yang lebih baik dari keduanya ?
>> Setiap model memiliki kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing. Kedua model tersebut sama baik, kedua model tersebut dapat dicocokkan dengan kepribadian masing-masing dan yang lebih sesuai dengan kita maka itu yang lebih tepat. Kedua model tersebut berbeda karena sang penggagas melihat dari sudut pandang yang berbeda akan tetapi melihat dari objek yang sama sehingga tidak ada yang lebih baik, yang ada hanyalah yang lebih sesuai dengan kondisi kita.

3. Tadi telah dijelaskan tentang perbedaan kemampuan tiap individu berdasarkan IQ, bagaimanakah perbedaan kemampuan individu berdasarkan EQ dan SQ ?
>> IQ adalah kecerdasan yang paling gampang untuk diukur karena berhubungan dengan hal yang pasti, sedangkan EQ dan SQ tidak memiliki standar yang baku sehingga pengukurannya tergantung dari siapa yang menilai. Hal ini seperti mencoba menilai seberapa simpatik kah seseorang, seberapa marahkah seseorang, seberapa takwa kah seseorang, tentu kita tidak tahu berapa nilai yang pasti tapi kita dapat menilai dari pribadi masing-masing. Akan tetapi individu yang memiliki EQ dan SQ yang baik, maka akan memiliki kepribadian yang lebih baik dan lebih matang.

4. Bagaimana metode gaya belajar yang paling baik (secara umum) ?
>> Gaya belajar seseorang memang berbeda-beda, ada orang yang suka belajar di tempat yang sepi ada orang yang suka belajar di suasana yang ramai, ada yang bisa memahami materi belajar cukup dengan sekali membaca ada yang perlu berulang kali membaca terlebih dahulu. Akan tetapi, secara umum ada satu kesamaan pada tiap individu untuk dapat belajar dengan baik. Cara belajar yang lebih efektif yaitu dengan melibatkan indra yang kita miliki. Hasil belajar dari orang yang membaca dan menulis (melibatkan mata dan tangan) akan lebih baik daripada orang yang belajar dengan membaca saja. Orang yang belajar dengan membaca, menulis dan melakukan (praktek) akan lebih baik hasilnya daripada yang belajar dengan membaca dan menulis saja. Begitu seterusnya. Jadi, semakin banyak indra yang kita gunakan dalam belajar maka akan semakin baik pula hasil belajar kita.

5. Bagaimana sistem pembelajaran yang paling baik (secara umum) ?
>> Sistem pembelajaran yang diterapkan untuk siswa TK tentu berbeda dengan sistem pembelajaran yang diterapkan untuk siswa SMA karena kemampuan siswa yang berbeda. Bahkan sistem pembelajaran yang diterapkan untuk siswa SMA dan siswa SMK yang berada di jenjang yang sama pun juga berbeda karena perbedaan kebutuhan. Akan tetapi, dari sekian banyak sistem pembelajaran yang ada, dapat ditarik suatu teori bahwa sistem pembelajaran yang baik yaitu sistem pembelajaran “privat” di mana secara kuantitas pendidik berhadapan dengan peserta didik yang sedikit sehingga perhatian dan ilmu yang diajarkan dapat diperoleh secara lebih khusus.

6. Apakah IQ seseorang dapat berubah ? jika bisa, faktor apa yang dapat mempengaruhi ?
>> IQ adalah bawaan lahir sehingga tidak dapat berubah. Kalaupun terjadi perubahan hasil test IQ maka perubahan tersebut hanyalah kecil, tidak terlalu signifikan, dan berada di “range” yang sama dengan hasil test sebelumnya.

7. Apakah test IQ menjadi satu-satunya cara untuk bisa mengukur IQ seseorang ?
>> Tidak, seseorang dapat mengetahui IQ yang dimiliki dengan belajar memahami dirinya sendiri. Saat seorang individu merasa mudah paham, memiliki kemampuan yang baik dalam menerima pelajaran, maka bisa jadi individu tersebut memiliki IQ yang baik. Saat seorang individu mengalami kesulitan dalam memahami materi walaupun sudah berulang kali mencoba memahami, dan masalah yang lain, bisa jadi IQ yang dimiliki tidak setinggi individu sebelumnya.

Jawaban dari kami barulah seadanya karena terbatasnya referensi yang kami miliki. Jika teman-teman yang membaca post ini lebih tau jawaban yang tepat sangat saya nantikan sekali share infonya. 

*note
IQ = Intelligence Quotient
EQ = Emotional Quotient
SQ = Spiritual Quotient


Di semester 4 ini, kami mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika mendapatkan mata kuliah Psikologi Pendidikan. Ya, karena selain sebagai anak Teknik kami juga anak Pendidikan yang disiapkan agar kelak dapat menjadi seorang pendidik. Pertemuan kali ini terasa berbeda karena saya, Andry, Panggih, Heri dan Wahyu Dani yang tergabung dalam Kelompok 2 mendapatkan kesempatan untuk presentasi tentang materi “Perbedaan Individu”. 1 jam waktu yang dipercayakan kepada kami untuk membawakan dan mengatur diskusi seputar materi tersebut. Usai presentasi, kami pun membuka sesi Tanya jawab dan diskusi dengan teman-teman sekelas. Ternyata antusiasme teman-teman begitu besar. Hal ini terlihat dari banyaknya teman yang ingin bertanya. Berikut ini sedikit saya rangkumkan pertanyaan yang menjadi bahan diskusi.

1. Apa sih yang dimaksud dengan kecerdasan naturalis ?
>> Kecerdasan naturalis yaitu kecerdasan seseorang yang berhubungan dengan alam. Kecerdasan naturalis yang baik biasanya dimiliki oleh orang-orang yang senang bekerja di alam, misalnya orang yang menyukai berkebun, memanjat gunung, menjadi pecinta alam, dan lain sebagainya.

2. Ada 2 teori Model dalam meninjau perbedaan kepribadian yaitu MBTI dan Big Five, manakah yang lebih baik dari keduanya ?
>> Setiap model memiliki kelebihan, kekurangan, dan karakteristik masing-masing. Kedua model tersebut sama baik, kedua model tersebut dapat dicocokkan dengan kepribadian masing-masing dan yang lebih sesuai dengan kita maka itu yang lebih tepat. Kedua model tersebut berbeda karena sang penggagas melihat dari sudut pandang yang berbeda akan tetapi melihat dari objek yang sama sehingga tidak ada yang lebih baik, yang ada hanyalah yang lebih sesuai dengan kondisi kita.

3. Tadi telah dijelaskan tentang perbedaan kemampuan tiap individu berdasarkan IQ, bagaimanakah perbedaan kemampuan individu berdasarkan EQ dan SQ ?
>> IQ adalah kecerdasan yang paling gampang untuk diukur karena berhubungan dengan hal yang pasti, sedangkan EQ dan SQ tidak memiliki standar yang baku sehingga pengukurannya tergantung dari siapa yang menilai. Hal ini seperti mencoba menilai seberapa simpatik kah seseorang, seberapa marahkah seseorang, seberapa takwa kah seseorang, tentu kita tidak tahu berapa nilai yang pasti tapi kita dapat menilai dari pribadi masing-masing. Akan tetapi individu yang memiliki EQ dan SQ yang baik, maka akan memiliki kepribadian yang lebih baik dan lebih matang.

4. Bagaimana metode gaya belajar yang paling baik (secara umum) ?
>> Gaya belajar seseorang memang berbeda-beda, ada orang yang suka belajar di tempat yang sepi ada orang yang suka belajar di suasana yang ramai, ada yang bisa memahami materi belajar cukup dengan sekali membaca ada yang perlu berulang kali membaca terlebih dahulu. Akan tetapi, secara umum ada satu kesamaan pada tiap individu untuk dapat belajar dengan baik. Cara belajar yang lebih efektif yaitu dengan melibatkan indra yang kita miliki. Hasil belajar dari orang yang membaca dan menulis (melibatkan mata dan tangan) akan lebih baik daripada orang yang belajar dengan membaca saja. Orang yang belajar dengan membaca, menulis dan melakukan (praktek) akan lebih baik hasilnya daripada yang belajar dengan membaca dan menulis saja. Begitu seterusnya. Jadi, semakin banyak indra yang kita gunakan dalam belajar maka akan semakin baik pula hasil belajar kita.

5. Bagaimana sistem pembelajaran yang paling baik (secara umum) ?
>> Sistem pembelajaran yang diterapkan untuk siswa TK tentu berbeda dengan sistem pembelajaran yang diterapkan untuk siswa SMA karena kemampuan siswa yang berbeda. Bahkan sistem pembelajaran yang diterapkan untuk siswa SMA dan siswa SMK yang berada di jenjang yang sama pun juga berbeda karena perbedaan kebutuhan. Akan tetapi, dari sekian banyak sistem pembelajaran yang ada, dapat ditarik suatu teori bahwa sistem pembelajaran yang baik yaitu sistem pembelajaran “privat” di mana secara kuantitas pendidik berhadapan dengan peserta didik yang sedikit sehingga perhatian dan ilmu yang diajarkan dapat diperoleh secara lebih khusus.

6. Apakah IQ seseorang dapat berubah ? jika bisa, faktor apa yang dapat mempengaruhi ?
>> IQ adalah bawaan lahir sehingga tidak dapat berubah. Kalaupun terjadi perubahan hasil test IQ maka perubahan tersebut hanyalah kecil, tidak terlalu signifikan, dan berada di “range” yang sama dengan hasil test sebelumnya.

7. Apakah test IQ menjadi satu-satunya cara untuk bisa mengukur IQ seseorang ?
>> Tidak, seseorang dapat mengetahui IQ yang dimiliki dengan belajar memahami dirinya sendiri. Saat seorang individu merasa mudah paham, memiliki kemampuan yang baik dalam menerima pelajaran, maka bisa jadi individu tersebut memiliki IQ yang baik. Saat seorang individu mengalami kesulitan dalam memahami materi walaupun sudah berulang kali mencoba memahami, dan masalah yang lain, bisa jadi IQ yang dimiliki tidak setinggi individu sebelumnya.

Jawaban dari kami barulah seadanya karena terbatasnya referensi yang kami miliki. Jika teman-teman yang membaca post ini lebih tau jawaban yang tepat sangat saya nantikan sekali share infonya. 

*note
IQ = Intelligence Quotient
EQ = Emotional Quotient
SQ = Spiritual Quotient