Sunday, June 9, 2013

,

Met UAS

Selamat UAS bagi yang merayakan, eh yang menjalankan ding..
Media Digital, Bahasa Indonesia, Psikologi Pendidikan, Sistem Keamanan, Sistem Pendukung Keputusan, Rekayasa Perangkat Lunak, Kewirausahaan menanti di depan mata. Siapkan diri. Berdoa, belajar, istirahat. Semoga sukses untuk semester ini. Syemangat syalalaaa ;)


Selamat UAS bagi yang merayakan, eh yang menjalankan ding..
Media Digital, Bahasa Indonesia, Psikologi Pendidikan, Sistem Keamanan, Sistem Pendukung Keputusan, Rekayasa Perangkat Lunak, Kewirausahaan menanti di depan mata. Siapkan diri. Berdoa, belajar, istirahat. Semoga sukses untuk semester ini. Syemangat syalalaaa ;)


Saturday, June 8, 2013

, ,

Nice Day : Temu Perdana Panitia OSPEK FT 2013

Berakhir Survey FT Mengajar, bukan berarti hariku berakhir sampai di situ. Pulang dari makan, aku ke KPLT buat ikut Temu Perdana Panitia OSPEK FT 2013. Bukan, bukan sebagai panitia. Aku terlalu tua buat jadi panitia OSPEK (lagi). Hehe. Kemarin aku diundang buat ikut mendampingi temen-temen panitia 2013. Oke dets.

Aku inget saat dulu ngobrol dengan mbak Tyas, pasca OSPEK. Kata mbak Tyas, "Kemarin kan kalian sudah merasakan sendiri bagaimana sulitnya jika harus berjalan sendiri tanpa ada bimbimban dari pendahulu kalian. Apa besok kalian mau adek-adek kalian merasakan kesulitan yang sama ?". Jleb. Iya sih, berasa egois banget kalo kita punya sesuatu tapi nggak mau kita bagi. Apalagi yang namanya ilmu. Lagian, maneman banget kemarin kita udah ada progress tapi nggak dilanjutin. Ibarat kata panitia kemarin udah memahat batu untuk dijadikan patung. Sayang sekali kalau panitia tahun ini harus mengulang memahat dari awal padahal yang dibutuhkan pahatan itu cukup sedikit sihiran  perbaikan agar terlihat lebih baik. Ceilah.

Berawal dari hal itu, maka akupun berangkat. Melihat adek-adek panitia(maaf bukannya aku sok lebih tua, tapi hey, dalam hal ini aku udah pernah jadi panitia dan kalian kan belum :D) berkumpul di lapangan KPLT, menunggu dengan sabar dan semangat, mengingatkanku pada kami dulu. Ya, kami pun pernah sesemangat itu.

Skip. Panitia, SC dari BEM, dan eks Koordinator tahun lalu berkumpul di lapangan timur KPLT. Selain aku (eks Koor Data), ada beberapa teman koordinator lain yang datang. Ada Bani (eks Korfak), Aya (eks Bendahara), Radit (eks Koor Pemandu Kreasi), Gangsar (eks Koor Pemandu Umum), Ihti (eks Koor Pemandu Karis), dan Arya yang menyusul (eks Koor Acara). Ada juga Awi (eks PDD) dan Yasin (eks Pemandu Kreasi). Duduk berdampingan dengan kawan-kawan seperjuangan di OSPEK membuat otak seolah memutar kembali dokumentasi yang terekam di memori.

Setahun yang lalu, kami pernah berada di sini juga, di tempat yang sama tapi dalam posisi yang berbeda. Aku masih ingat mendapat sms dari mas Fajar pada malam hari sebelum temu perdana panitia, memberitahukan bahwa aku terpilih menjadi koordinator dan diminta untuk kumpul. Keesokan harinya, lebih awal dari teman-teman yang lain, aku dengan canggungnya datang ke KPLT lantai 2 dan bergabung dengan orang asing yang tidak kukenal.

Teman-teman Koordinator. Ada Bani, Miftah (Sekretaris 1), Nuna (Sekretaris 2), Aya, Fira (Bendahara 2), Danur (Koor Humas), Erika (Koor Konsumsi), Reza (Koor Keamanan), Gigih (Koor Perkap), Irfan (Koor PDD), Revan (Koor Sponsor), Anang (Koor P3K), Gangsar, Ari (Koor Pemandu PSDP), Izzudin (Koor Pemandu Operasional), Ihti, serta Radit. Teman-teman yang selanjutnya (mau tidak mau) kita jadi akrab karena sering dipertemukan dalam forum (yang sering disebut rapat) dalam rentang waktu (kurang lebih) 3 bulan. Suka, duka, marah, kecewa, lega, takut, bingung, puas, dll pernah kita rasakan bersama. Sepertinya lebih banyak emosi negatif yang kita rasakan daripada emosi positif. Tapi it was, sekarang kalau teringat lagi semua hal itu terasa manis semua. Hehe.

Hey, sekarang kalian apa kabar ?. Ayo kapan kita kumpul lagi ?. Pak Bani masih punya hutang buat nraktir kita makan lho. Owh iya, sekarang kita punya kesibukan masing-masing ya ?. Sesekali, bersama lagi yuk. It seems nice, must be.


Berakhir Survey FT Mengajar, bukan berarti hariku berakhir sampai di situ. Pulang dari makan, aku ke KPLT buat ikut Temu Perdana Panitia OSPEK FT 2013. Bukan, bukan sebagai panitia. Aku terlalu tua buat jadi panitia OSPEK (lagi). Hehe. Kemarin aku diundang buat ikut mendampingi temen-temen panitia 2013. Oke dets.

Aku inget saat dulu ngobrol dengan mbak Tyas, pasca OSPEK. Kata mbak Tyas, "Kemarin kan kalian sudah merasakan sendiri bagaimana sulitnya jika harus berjalan sendiri tanpa ada bimbimban dari pendahulu kalian. Apa besok kalian mau adek-adek kalian merasakan kesulitan yang sama ?". Jleb. Iya sih, berasa egois banget kalo kita punya sesuatu tapi nggak mau kita bagi. Apalagi yang namanya ilmu. Lagian, maneman banget kemarin kita udah ada progress tapi nggak dilanjutin. Ibarat kata panitia kemarin udah memahat batu untuk dijadikan patung. Sayang sekali kalau panitia tahun ini harus mengulang memahat dari awal padahal yang dibutuhkan pahatan itu cukup sedikit sihiran  perbaikan agar terlihat lebih baik. Ceilah.

Berawal dari hal itu, maka akupun berangkat. Melihat adek-adek panitia(maaf bukannya aku sok lebih tua, tapi hey, dalam hal ini aku udah pernah jadi panitia dan kalian kan belum :D) berkumpul di lapangan KPLT, menunggu dengan sabar dan semangat, mengingatkanku pada kami dulu. Ya, kami pun pernah sesemangat itu.

Skip. Panitia, SC dari BEM, dan eks Koordinator tahun lalu berkumpul di lapangan timur KPLT. Selain aku (eks Koor Data), ada beberapa teman koordinator lain yang datang. Ada Bani (eks Korfak), Aya (eks Bendahara), Radit (eks Koor Pemandu Kreasi), Gangsar (eks Koor Pemandu Umum), Ihti (eks Koor Pemandu Karis), dan Arya yang menyusul (eks Koor Acara). Ada juga Awi (eks PDD) dan Yasin (eks Pemandu Kreasi). Duduk berdampingan dengan kawan-kawan seperjuangan di OSPEK membuat otak seolah memutar kembali dokumentasi yang terekam di memori.

Setahun yang lalu, kami pernah berada di sini juga, di tempat yang sama tapi dalam posisi yang berbeda. Aku masih ingat mendapat sms dari mas Fajar pada malam hari sebelum temu perdana panitia, memberitahukan bahwa aku terpilih menjadi koordinator dan diminta untuk kumpul. Keesokan harinya, lebih awal dari teman-teman yang lain, aku dengan canggungnya datang ke KPLT lantai 2 dan bergabung dengan orang asing yang tidak kukenal.

Teman-teman Koordinator. Ada Bani, Miftah (Sekretaris 1), Nuna (Sekretaris 2), Aya, Fira (Bendahara 2), Danur (Koor Humas), Erika (Koor Konsumsi), Reza (Koor Keamanan), Gigih (Koor Perkap), Irfan (Koor PDD), Revan (Koor Sponsor), Anang (Koor P3K), Gangsar, Ari (Koor Pemandu PSDP), Izzudin (Koor Pemandu Operasional), Ihti, serta Radit. Teman-teman yang selanjutnya (mau tidak mau) kita jadi akrab karena sering dipertemukan dalam forum (yang sering disebut rapat) dalam rentang waktu (kurang lebih) 3 bulan. Suka, duka, marah, kecewa, lega, takut, bingung, puas, dll pernah kita rasakan bersama. Sepertinya lebih banyak emosi negatif yang kita rasakan daripada emosi positif. Tapi it was, sekarang kalau teringat lagi semua hal itu terasa manis semua. Hehe.

Hey, sekarang kalian apa kabar ?. Ayo kapan kita kumpul lagi ?. Pak Bani masih punya hutang buat nraktir kita makan lho. Owh iya, sekarang kita punya kesibukan masing-masing ya ?. Sesekali, bersama lagi yuk. It seems nice, must be.


,

Nice Day : Gunung Api Purba

Gunung Api Purba… !. yup, itulah jawaban dari post ku sebelumnya. Akhirnya aku dan teman-teman pun ke Gunung Api Purba. Selo banget ya. Hm… sebenernya bukan masalah selo atau nggak selo, tapi diseloin atau enggak. Hehe. I’ve said it.

Selanjut dari lokasi SD Ngalang-alang Ombo, kita cuss ke Gunung Api Purba. Jalannya nggak separah yang kita takutin. Udah diaspal dan nggak terlalu naik-turun. Viewnya juga indaaah banget. Khas Gunungkidul. Kita sampai di lokasi Gunung Api Purba sekitar jam 12 dan itu mendung syekali. Omeeen. Jas hujan pun nggak lupa ikut kita masukin ke tas. O iya, objek wisata ini murah meriah lho. Cukup merogoh kocek 5.000 rupiah untuk masuk dan 2.000 rupiah untuk parkir motor. 

Kita semacam nekat mau naik ke atas tanpa persiapan apa pun. Gini ini nih baru yang namanya insidental, yeah^^9. Coba liat aja penampilanku, pake PDL hima, tanpa jaket, pake sepatu Crocs pula. Awut-awutan, nggak cocok blas buat naik gunung. Tapi tep dengan nekatnya ngelewatin jalan tanah yang licin kena rintikan air hujan (waktu kita mau naik udah mulai gerimis bro) dan nanjakin bebatuan. Takut kepleset sebenernya.

Tiba-tiba pas sampai di tengah jalan, ujannya mendadak jadi deres !. uh no >,<. Buru-buru kita berteduh dan ngeluarin jas hujan yang udah kita bawa. 3 jas hujan dipake buat payungan 7 orang. Selama 15 menit (kurang lebih) kita berdiam diri di bawah jas hujan. Hihi. Kalo diinget-inget lucu juga.  Untung nggak ada yang fotoin kita waktu itu. Pasti posisi kita konyil banget deh.

Akhirnya Wulan ngajak move on dan kita lanjutin perjalanan. Awalnya sempat ragu. Tapi kita nggak bisa selamanya stuck in the moment kayak gitu kan. Hujan pun kita terjang (ceileeh). Kita manjat ke sana ke sini. Naik batu pake tali, ngelewatin tangga dari kayu, mendaki di celah antara 2 batu yang sempit, terus berjalan sambil pegangan erat-erat ke batu dan pohon terdekat. Dan tarraaa, sampailah kita di pos 1.

Aaaak, indah. Pemandangannya cantik. Hujan juga semakin kecil dan akhirnya reda. Kita kayak nemuin “pelangi” kita. Ya, setelah adanya ujian berupa hujan, keraguan untuk menentukan pilihan antara akan turun atau tetap di tempat atau lanjut untuk naik, ketakutan akan jalan yang penuh rintangan, ternyata kekompakan kita diberi selamat sampai di tujuan (walaupun “hanya” pos 1) dan diberi hadiah berupa pemandangan yang menakjubkan serta teman baru yang saling peduli dan perhatian. Jargon pun kita serukan di sana, “FT Mengajar…. Siap Mencerdaskan”. Ucapan penuh semangat yang dipantulkan dengan tak kalah lantang oleh alam. Biarkan Gunung Api Purba menjadi saksi awal perjalanan Team FT Mengajar ini #eaak.



Satu ketakutan yang masih mengganjal saat di Pos 1 adalah, “ini cara turunnya gimana ?”. tadi sih pas naik kita semangat banget, tapi sumpe deh agak takut kalo turunnya harus ngelewatin jalan yang sama dengan jalan naik. Horror broh. Hey, tapi ternyata bisa lho. Berasa jalan mundur. Ngelewatin jalan bertali lagi, tangga kayu lagi, lorong sempit lagi, jalan licin lagi, batuan lagi. Nggak kerasa kita sampai di bawah. Padahal dari tadi naik sampe di atas trus turun lagi sampe bawa tuh kakiku buat jalan berasa gemeter gitu lho. Aku pikir aku bakal kepleset minimal 1 kali, tapi ternyata enggak sama sekali. Alhamdulillah.

Kita turun. Ke parkiran naik motor. Mampir mushola terdekat. Sholat berjamaah. Lalu lanjut, sekarang tujuannya makan, aaaak lapeeerr seharian ini belum makan. Kita makan di Mie Ayam Subhanallah. Apakah itu ? jadi ini adalah salah satu Mie Ayam di Jalan Wonosari yang porsinya super banyak. Kata mbak Anis, “Kalo mau makan, ini namanya Mie Ayam Subhanallah. Kalo udah selesai makan, namanya Mie Ayam Astaghfirullah. Soalnya bakal nggak abis”. Ah, mbak Anis ni bisa aja. Buktinya kita semua abis kok makannya. Hehe. Doyan apa laper tu ?.


***

Owh iya, Challenge Accepted. Ternyata aku bisa menjelajah alam, dan ternyata bener kata temen-temen, naik gunung itu asik. Oke dets, ayo kapan kita naik gunung ?. Aku ikuuut. Colek : @Cuplaxer @PH2013 hehe. Ini judulnya penasaran tur ketagihan.

Gunung Api Purba… !. yup, itulah jawaban dari post ku sebelumnya. Akhirnya aku dan teman-teman pun ke Gunung Api Purba. Selo banget ya. Hm… sebenernya bukan masalah selo atau nggak selo, tapi diseloin atau enggak. Hehe. I’ve said it.

Selanjut dari lokasi SD Ngalang-alang Ombo, kita cuss ke Gunung Api Purba. Jalannya nggak separah yang kita takutin. Udah diaspal dan nggak terlalu naik-turun. Viewnya juga indaaah banget. Khas Gunungkidul. Kita sampai di lokasi Gunung Api Purba sekitar jam 12 dan itu mendung syekali. Omeeen. Jas hujan pun nggak lupa ikut kita masukin ke tas. O iya, objek wisata ini murah meriah lho. Cukup merogoh kocek 5.000 rupiah untuk masuk dan 2.000 rupiah untuk parkir motor. 

Kita semacam nekat mau naik ke atas tanpa persiapan apa pun. Gini ini nih baru yang namanya insidental, yeah^^9. Coba liat aja penampilanku, pake PDL hima, tanpa jaket, pake sepatu Crocs pula. Awut-awutan, nggak cocok blas buat naik gunung. Tapi tep dengan nekatnya ngelewatin jalan tanah yang licin kena rintikan air hujan (waktu kita mau naik udah mulai gerimis bro) dan nanjakin bebatuan. Takut kepleset sebenernya.

Tiba-tiba pas sampai di tengah jalan, ujannya mendadak jadi deres !. uh no >,<. Buru-buru kita berteduh dan ngeluarin jas hujan yang udah kita bawa. 3 jas hujan dipake buat payungan 7 orang. Selama 15 menit (kurang lebih) kita berdiam diri di bawah jas hujan. Hihi. Kalo diinget-inget lucu juga.  Untung nggak ada yang fotoin kita waktu itu. Pasti posisi kita konyil banget deh.

Akhirnya Wulan ngajak move on dan kita lanjutin perjalanan. Awalnya sempat ragu. Tapi kita nggak bisa selamanya stuck in the moment kayak gitu kan. Hujan pun kita terjang (ceileeh). Kita manjat ke sana ke sini. Naik batu pake tali, ngelewatin tangga dari kayu, mendaki di celah antara 2 batu yang sempit, terus berjalan sambil pegangan erat-erat ke batu dan pohon terdekat. Dan tarraaa, sampailah kita di pos 1.

Aaaak, indah. Pemandangannya cantik. Hujan juga semakin kecil dan akhirnya reda. Kita kayak nemuin “pelangi” kita. Ya, setelah adanya ujian berupa hujan, keraguan untuk menentukan pilihan antara akan turun atau tetap di tempat atau lanjut untuk naik, ketakutan akan jalan yang penuh rintangan, ternyata kekompakan kita diberi selamat sampai di tujuan (walaupun “hanya” pos 1) dan diberi hadiah berupa pemandangan yang menakjubkan serta teman baru yang saling peduli dan perhatian. Jargon pun kita serukan di sana, “FT Mengajar…. Siap Mencerdaskan”. Ucapan penuh semangat yang dipantulkan dengan tak kalah lantang oleh alam. Biarkan Gunung Api Purba menjadi saksi awal perjalanan Team FT Mengajar ini #eaak.



Satu ketakutan yang masih mengganjal saat di Pos 1 adalah, “ini cara turunnya gimana ?”. tadi sih pas naik kita semangat banget, tapi sumpe deh agak takut kalo turunnya harus ngelewatin jalan yang sama dengan jalan naik. Horror broh. Hey, tapi ternyata bisa lho. Berasa jalan mundur. Ngelewatin jalan bertali lagi, tangga kayu lagi, lorong sempit lagi, jalan licin lagi, batuan lagi. Nggak kerasa kita sampai di bawah. Padahal dari tadi naik sampe di atas trus turun lagi sampe bawa tuh kakiku buat jalan berasa gemeter gitu lho. Aku pikir aku bakal kepleset minimal 1 kali, tapi ternyata enggak sama sekali. Alhamdulillah.

Kita turun. Ke parkiran naik motor. Mampir mushola terdekat. Sholat berjamaah. Lalu lanjut, sekarang tujuannya makan, aaaak lapeeerr seharian ini belum makan. Kita makan di Mie Ayam Subhanallah. Apakah itu ? jadi ini adalah salah satu Mie Ayam di Jalan Wonosari yang porsinya super banyak. Kata mbak Anis, “Kalo mau makan, ini namanya Mie Ayam Subhanallah. Kalo udah selesai makan, namanya Mie Ayam Astaghfirullah. Soalnya bakal nggak abis”. Ah, mbak Anis ni bisa aja. Buktinya kita semua abis kok makannya. Hehe. Doyan apa laper tu ?.


***

Owh iya, Challenge Accepted. Ternyata aku bisa menjelajah alam, dan ternyata bener kata temen-temen, naik gunung itu asik. Oke dets, ayo kapan kita naik gunung ?. Aku ikuuut. Colek : @Cuplaxer @PH2013 hehe. Ini judulnya penasaran tur ketagihan.

,

Nice Day : Survey FT Mengajar

Andai ada yang Tanya, “How’s your day today ?”. aku bakal jawab, “It’s not amazing, but it’s great !!”. yup, seneeeng banget rasanya. a long day, yes, but also being a nice day. Berjuta rasanya deh.

Survey With Team FT Mengajar

Diawali dengan bangun pagi dan langsung kaget karena termasuk bangun kesiangan. Soalnya jam 6.30 udah janji buat kumpul sama team FT Mengajar. Kita ada agenda survey ke lokasi hari ini. Singkat cerita kita kumpul dalam waktu yang lumayan lama (hehe) dan akhirnya berangkat lah menuju ke Gedangsari, Gunung Kidul. Aku nebeng mbak Juwita karena motornya Wulan matic dan takut nya nanti nggak kuat ngelewatin medan. Kalo Aya naik motor sama Annis.

Kali ini kita ke Gunungkidul lewat rute yang beda, lewat Klaten. Aku baru tau lho kalo ke sana bisa lewat Klaten, biasanya lewat Jl. Wonosari terus. Di tengah jalan, ternyata aku sama mbak Ju kecepetan, temen-temen yang lain ketinggalan di belakang. Kita pun berhenti dulu dan nyoba ngontak yang lain. Aku sms Aya, Tanya dia sampai di mana. Dia bales, “Ni kita udah sampai jalan Wonosari”. Duaarrr. Gubrak. Padahal nggak lama kemudian anak-anak lain pada lewat. Duh, ngalamat nyasar tu mereka berdua.

Singkat cerita, sampailah kita di SD Negeri Serut Baru, Gedangsari, Gunungkidul. Kita disambut ramaaah banget sama Ibu-Ibu guru di sana. Acara penyambutan berjalan dengan sederhana, ada sedikit kata pengantar, perkenalan, sharing, Tanya jawab, dan penyerahan surat. Intinya sih sedang mencoba pendekatan. Mereka welcome banget sama kita, aku sampai nggak enak hati karena malah ngerasa banyak ngerepotin. Tapi sekaligus bersyukur bisa dapet kesempatan bertemu dengan beliau-beliau guru di SD. Di balik kesederhanaan mereka, aku yakin mereka pasti luar biasa. Hey, masihkah kamu ingat dengan guru SD mu ?. Aku masih. Karena dari mereka lah aku banyak belajar tentang ketulusan, kejujuran, keberanian, dan blab la bla lainnya yang sekarang kita sebut sebagai softskill. Nggak kerasa udah hampir 3 jam kita ngobrol-ngobrol. Kita pun pamit.


Hey, lalu gimana nasib Aya dan Annis ? ternyata mereka fix nyasar. Lebih tepatnya kebablasan sih. Jadi tadi udah tak kasih tau ancer-ancer lokasinya, tapi mereka malah melangkah terlalu jauh lalu menyerah. Hoho. Pukpuk.

Abis dari lokasi SD pertama, kita pun lanjut untuk survey ke SD kedua. Kalau nggak salah namanya SD Ngalang-alang Ombo. Jaraknya sih nggak begitu jauh, tapi medan jalannya itu lho bro. horror. Nanjaknya keterlaluan deh. Tur jalannya bebatu gitu. Hallo pemerintah, mungkin kalau baca post ini ada yang berkeinginan buat memperbaiki jalan di daerah Gunungkidul begitu ?. sampai di sana udah sepi, ya maklum udah siang sih. Kita juga Cuma pengen liat daerah luarnya aja kok, paling nggak biar kita tau lokasinya. Oh iya, ini SD nya mas Sigit Purnomo lho. #njuk.



Hapeku bergetar. Aku dapet SMS dari Aya. Dia ngajak aku sama Wulan buat main aja ke Taman Pintar soalnya dia sama Annis udah otw ke sana. Ternyata abis dari nyasar tadi terus mereka mengalihkan tujuan buat jalan-jalan ke Tampin. Hehe. Di saat yang bersamaan, mb Anis ngajak kita buat ke Gunung Api Purba di Nglanggeran, mumpung deket dan buat refreshing sekalian sebelum liburan. Aaak, dilema. Di satu sisi dapet tawaran buat main ke Taman Pintar, di sisi yang lain dapet ajakan buat ke Gunung Api Purba. Lantas, manakah yang kemudian aku jalani ?
Andai ada yang Tanya, “How’s your day today ?”. aku bakal jawab, “It’s not amazing, but it’s great !!”. yup, seneeeng banget rasanya. a long day, yes, but also being a nice day. Berjuta rasanya deh.

Survey With Team FT Mengajar

Diawali dengan bangun pagi dan langsung kaget karena termasuk bangun kesiangan. Soalnya jam 6.30 udah janji buat kumpul sama team FT Mengajar. Kita ada agenda survey ke lokasi hari ini. Singkat cerita kita kumpul dalam waktu yang lumayan lama (hehe) dan akhirnya berangkat lah menuju ke Gedangsari, Gunung Kidul. Aku nebeng mbak Juwita karena motornya Wulan matic dan takut nya nanti nggak kuat ngelewatin medan. Kalo Aya naik motor sama Annis.

Kali ini kita ke Gunungkidul lewat rute yang beda, lewat Klaten. Aku baru tau lho kalo ke sana bisa lewat Klaten, biasanya lewat Jl. Wonosari terus. Di tengah jalan, ternyata aku sama mbak Ju kecepetan, temen-temen yang lain ketinggalan di belakang. Kita pun berhenti dulu dan nyoba ngontak yang lain. Aku sms Aya, Tanya dia sampai di mana. Dia bales, “Ni kita udah sampai jalan Wonosari”. Duaarrr. Gubrak. Padahal nggak lama kemudian anak-anak lain pada lewat. Duh, ngalamat nyasar tu mereka berdua.

Singkat cerita, sampailah kita di SD Negeri Serut Baru, Gedangsari, Gunungkidul. Kita disambut ramaaah banget sama Ibu-Ibu guru di sana. Acara penyambutan berjalan dengan sederhana, ada sedikit kata pengantar, perkenalan, sharing, Tanya jawab, dan penyerahan surat. Intinya sih sedang mencoba pendekatan. Mereka welcome banget sama kita, aku sampai nggak enak hati karena malah ngerasa banyak ngerepotin. Tapi sekaligus bersyukur bisa dapet kesempatan bertemu dengan beliau-beliau guru di SD. Di balik kesederhanaan mereka, aku yakin mereka pasti luar biasa. Hey, masihkah kamu ingat dengan guru SD mu ?. Aku masih. Karena dari mereka lah aku banyak belajar tentang ketulusan, kejujuran, keberanian, dan blab la bla lainnya yang sekarang kita sebut sebagai softskill. Nggak kerasa udah hampir 3 jam kita ngobrol-ngobrol. Kita pun pamit.


Hey, lalu gimana nasib Aya dan Annis ? ternyata mereka fix nyasar. Lebih tepatnya kebablasan sih. Jadi tadi udah tak kasih tau ancer-ancer lokasinya, tapi mereka malah melangkah terlalu jauh lalu menyerah. Hoho. Pukpuk.

Abis dari lokasi SD pertama, kita pun lanjut untuk survey ke SD kedua. Kalau nggak salah namanya SD Ngalang-alang Ombo. Jaraknya sih nggak begitu jauh, tapi medan jalannya itu lho bro. horror. Nanjaknya keterlaluan deh. Tur jalannya bebatu gitu. Hallo pemerintah, mungkin kalau baca post ini ada yang berkeinginan buat memperbaiki jalan di daerah Gunungkidul begitu ?. sampai di sana udah sepi, ya maklum udah siang sih. Kita juga Cuma pengen liat daerah luarnya aja kok, paling nggak biar kita tau lokasinya. Oh iya, ini SD nya mas Sigit Purnomo lho. #njuk.



Hapeku bergetar. Aku dapet SMS dari Aya. Dia ngajak aku sama Wulan buat main aja ke Taman Pintar soalnya dia sama Annis udah otw ke sana. Ternyata abis dari nyasar tadi terus mereka mengalihkan tujuan buat jalan-jalan ke Tampin. Hehe. Di saat yang bersamaan, mb Anis ngajak kita buat ke Gunung Api Purba di Nglanggeran, mumpung deket dan buat refreshing sekalian sebelum liburan. Aaak, dilema. Di satu sisi dapet tawaran buat main ke Taman Pintar, di sisi yang lain dapet ajakan buat ke Gunung Api Purba. Lantas, manakah yang kemudian aku jalani ?

Friday, June 7, 2013

Memorial OSPEK

Sekarang gaungnya OSPEK sudah terdengar di mana-mana. Persiapan OSPEK sudah dimulai lagi. Welcome :).

Nggak kerasa udah menjelang 3kali merasakan OSPEK di UNY. Tahun pertama, menjadi peserta. Tahun kedua, menjadi panitia. Dan di tahun ketiga ini, sepertinya akan jadi panitia (lagi, walaupun beda tingkat) sekaligus jadi pengarah (ecieeh)

OSPEK..

Sebagai peserta dulu, rasanya... berjuta rasanya. Hehe. Pertama kali menginjakkan kaki di kampus sih.

Sebagai panitia...
Ah, aku rindu masa-masa itu. Katanya suram ? Iya. Katanya berat ? Iya. Tapi walaupun suram dan berat dan apapun itu namanya, aku tetap boleh merasa senang kan ?.

Aku rindu rapatnya, aku rindu tugas-tugasnya, aku rindu perjuangannya, aku rindu kawan-kawan seperjuangannya, aku rindu gladi-gladinya, aku rindu hari TM nya, aku rindu hari H OSPEKnya, aku rindu persiapan Shibernika nya, aku rindu Shibernika untuk panitia nya, aku rindu Shibernika untuk kita, aku rindu semuanya. Bahkan kenangan dimarahin nya pun aku rindu.


Sekarang gaungnya OSPEK sudah terdengar di mana-mana. Persiapan OSPEK sudah dimulai lagi. Welcome :).

Nggak kerasa udah menjelang 3kali merasakan OSPEK di UNY. Tahun pertama, menjadi peserta. Tahun kedua, menjadi panitia. Dan di tahun ketiga ini, sepertinya akan jadi panitia (lagi, walaupun beda tingkat) sekaligus jadi pengarah (ecieeh)

OSPEK..

Sebagai peserta dulu, rasanya... berjuta rasanya. Hehe. Pertama kali menginjakkan kaki di kampus sih.

Sebagai panitia...
Ah, aku rindu masa-masa itu. Katanya suram ? Iya. Katanya berat ? Iya. Tapi walaupun suram dan berat dan apapun itu namanya, aku tetap boleh merasa senang kan ?.

Aku rindu rapatnya, aku rindu tugas-tugasnya, aku rindu perjuangannya, aku rindu kawan-kawan seperjuangannya, aku rindu gladi-gladinya, aku rindu hari TM nya, aku rindu hari H OSPEKnya, aku rindu persiapan Shibernika nya, aku rindu Shibernika untuk panitia nya, aku rindu Shibernika untuk kita, aku rindu semuanya. Bahkan kenangan dimarahin nya pun aku rindu.


Sunday, June 2, 2013

,

Pengawas Try Out

Hai..
Kemarin (beberapa waktu yang lalu) aku ditawarin jadi pengawas buat bantuin teman-teman panitia Try Out di kampus. Oke deh, fix. Dan hari ini di sinilah aku, duduk di depan melihat ke seantero ruangan. Pengalaman pertama jadi pengawas. Oo ternyata kayak gini to rasanya. Duh adek-adeknya unyu-unyu banget. Tadi pagi aku berangkat jam setengah 7 buat briefing, aku liat udah banyak banget yang dateng. Padahal acara baru dimulai jam 8an lho.

Selesai briefing tadi, kita (pengawas) masih nunggu kode dari panitia. Kan di sini kita as “pembantu” nya mereka jadi ya manut aja deh. Selagi nunggu, aku liat ada beberapa masalah. Yang inilah, yang itulah. Tararempong juga ternyata. Hmmm, acara ini yang katakanlah (maaf) baru sekedar Try Out tingkat kampus dengan total peserta 800an aja kayak gini. Bayangin kalau SBMPTN beneran yang diikutin sama ribuan muda-mudi Indonesia, tararempong nya tingkat nasional juga dong. Jadi… ya agak maklum sih kalau kadang ngerasa ada yang kurang atau nggak pas sama pelaksanaan ujian. Nyiapin kayak gini tu nggak gampang lho. Jadi nggak boleh nyepelein ataupun malah pasrah. Tep kudu idealis pokokmen :3

Jadi pengawas itu… mbosenin. Kurang kerjaan sih (makanya tadi aku malah coret-coret di buku *dilirik mas Jaka). La daripada ngantuk to. Mas Jaka aja dari tadi udah bilang “aku ngantuk banget dis” gitu. hehe. Hiburannya kalo nggak mainan hp (dan kayaknya ini nggak etis), ya ngeliatin ekspresi adek-adek yang lagi ngerjain soal. Ternyata keliatan lho wajah-wajah bingung, wajah-wajah ngantuk, wajah-wajah bunuh-aja-gue, wajah-wajah santai, dan wajah-wajah tjakep (#eh #salahfokus).  Ada juga yang lirik-lirik ke LJK temen, tapi nggak ada yang lirik-lirik genit ke pengawas kok :D.

Iseng, aku buka-buka soal Try Outnya. OMEEEN. Iki ki opo. Makin tua kok makin nggak dong sama beginian. Hae adek-adek, kalian mumet nggak ? Kakak mumet ni (jedarr, kakak tua kalik :P)
Aku coba nginget-nginget lagi, kok dulu aku bisa ya ngerjain dan lolos SNMPTN ?. Aku curiga, jangan-jangan aku lolos bukan karena aku lebih bisa tapi karena lebih banyak orang yang nggak bisa. Atau mungkin karena X Factor (lalu nyanyi niruin Fatin #eh). Emang sih, wong bedjo tu selangkah lebih maju daripada wong pinter. Makanya nak, jangan Cuma banyak belajar, banyak-banyak berdoa dan sedekah juga jangan sampai lupa ya #menasehatidirisendiri *macak bijak* *macak tua.

Misalnya aja ni ada soal bahasa Inggris yang pilihan jawabannya a. made from b. made of c. is made for d. made into e. is made into. Aku kudu pilih mana jhal. Dulu kayaknya bisa deh, kok sekarang upa ya. Bisa karena biasa kayaknya. Iyalah, jaman dulu tiap hari dicekokin beginian.


Tapi yaa gini deh alur hidup. Jaman sekolah ada ujian tulis, jaman kuliah kalo S1 ada ujian skripsi, S2 ada ujian tesis, S3 ada ujian disertasi, dll. Tep yang paling rumit ya ujian hidup, yeah ^^9
Hai..
Kemarin (beberapa waktu yang lalu) aku ditawarin jadi pengawas buat bantuin teman-teman panitia Try Out di kampus. Oke deh, fix. Dan hari ini di sinilah aku, duduk di depan melihat ke seantero ruangan. Pengalaman pertama jadi pengawas. Oo ternyata kayak gini to rasanya. Duh adek-adeknya unyu-unyu banget. Tadi pagi aku berangkat jam setengah 7 buat briefing, aku liat udah banyak banget yang dateng. Padahal acara baru dimulai jam 8an lho.

Selesai briefing tadi, kita (pengawas) masih nunggu kode dari panitia. Kan di sini kita as “pembantu” nya mereka jadi ya manut aja deh. Selagi nunggu, aku liat ada beberapa masalah. Yang inilah, yang itulah. Tararempong juga ternyata. Hmmm, acara ini yang katakanlah (maaf) baru sekedar Try Out tingkat kampus dengan total peserta 800an aja kayak gini. Bayangin kalau SBMPTN beneran yang diikutin sama ribuan muda-mudi Indonesia, tararempong nya tingkat nasional juga dong. Jadi… ya agak maklum sih kalau kadang ngerasa ada yang kurang atau nggak pas sama pelaksanaan ujian. Nyiapin kayak gini tu nggak gampang lho. Jadi nggak boleh nyepelein ataupun malah pasrah. Tep kudu idealis pokokmen :3

Jadi pengawas itu… mbosenin. Kurang kerjaan sih (makanya tadi aku malah coret-coret di buku *dilirik mas Jaka). La daripada ngantuk to. Mas Jaka aja dari tadi udah bilang “aku ngantuk banget dis” gitu. hehe. Hiburannya kalo nggak mainan hp (dan kayaknya ini nggak etis), ya ngeliatin ekspresi adek-adek yang lagi ngerjain soal. Ternyata keliatan lho wajah-wajah bingung, wajah-wajah ngantuk, wajah-wajah bunuh-aja-gue, wajah-wajah santai, dan wajah-wajah tjakep (#eh #salahfokus).  Ada juga yang lirik-lirik ke LJK temen, tapi nggak ada yang lirik-lirik genit ke pengawas kok :D.

Iseng, aku buka-buka soal Try Outnya. OMEEEN. Iki ki opo. Makin tua kok makin nggak dong sama beginian. Hae adek-adek, kalian mumet nggak ? Kakak mumet ni (jedarr, kakak tua kalik :P)
Aku coba nginget-nginget lagi, kok dulu aku bisa ya ngerjain dan lolos SNMPTN ?. Aku curiga, jangan-jangan aku lolos bukan karena aku lebih bisa tapi karena lebih banyak orang yang nggak bisa. Atau mungkin karena X Factor (lalu nyanyi niruin Fatin #eh). Emang sih, wong bedjo tu selangkah lebih maju daripada wong pinter. Makanya nak, jangan Cuma banyak belajar, banyak-banyak berdoa dan sedekah juga jangan sampai lupa ya #menasehatidirisendiri *macak bijak* *macak tua.

Misalnya aja ni ada soal bahasa Inggris yang pilihan jawabannya a. made from b. made of c. is made for d. made into e. is made into. Aku kudu pilih mana jhal. Dulu kayaknya bisa deh, kok sekarang upa ya. Bisa karena biasa kayaknya. Iyalah, jaman dulu tiap hari dicekokin beginian.


Tapi yaa gini deh alur hidup. Jaman sekolah ada ujian tulis, jaman kuliah kalo S1 ada ujian skripsi, S2 ada ujian tesis, S3 ada ujian disertasi, dll. Tep yang paling rumit ya ujian hidup, yeah ^^9

Saturday, June 1, 2013

EPIC : The Legend of The Leaf Men (2013)

Akhirnya selo juga bisa nonton film di bioskop. Hari Rabu kemarin diajakin Akhi buat nonton film ini sih, tapi berhubung ada satu dan lain hal jadi nggak bisa nge-iya-in deh. Ndilalah kalo emang takdir tu ya nggak bakal ke mana sih. Pas iseng sms-an sama temen, eh malah diajak nonton hari Sabtu. Pas banget timing nya, ndilalah aku lagi nggak ada acara hari itu.

Jumat malem dapet sms, ada acara briefing besok Sabtu siang. Nah lho, nah lho, kudu reschedule lagi deh. But show must go on. Udah rencana buat nonton ya nonton, jangan cuma jadi wacana. Konsekuensinya, mau nggak mau nonton filmnya kudu dirundung rasa terburu-buru. 

Sabtu, jam setengah 12 aku sama temen meluncur ke XXI jalan Urip Sumoharjo sana. Deket kok dari kampus. Sampe sana, omeeen antrian panjang men, mana kita ngejar yang jam 12 lagi. Tapi kata temenku, nggak pa-pa paling cuma 10 menit. Oke, kita pun antri. Dan bener, kurang lebih 10 menit kita udah dapet tiket dan brb masuk ke dalem.

Di pintu teater, kita dikasih kacamata. Maklum, EPIC ini kan film 3D. Tadinya aku takut nggak dapet tempat duduk gegara beli tiket nya yang mepet jam tayang. Ternyata eh ternyata... sepi men. Kursinya banyak yang kosong. Jan.

EPIC... film animasi (atau orang awam menyebutnya kartun) yang ceritanya tentang perang antara kerajaan makhluk imut (kecil) di hutan. Kerajaan yang satu dipimpin sama Ratu Tara (pengisi suaranya tante Beyonce) mempunyai negeri yang damai, subur, asri, pokoknya indah. Kerajaan yang satunya dipimpin sama Mandrake (yang jelas pengisi suaranya bukan om Mandra) yang jahat, yang pengen menghancurkan kerajaan Hutannya Ratu Tara. Dia pengen membuat hutan jadi gersang, tandus dan nggak ada lagi tumbuhan hijau di sana. 

Cara Ratu Tara menyelamatkan hutan yaitu dengan mengambil salah satu benih teratai di kolam yang dijaga sama Mub dan Slub. Benih teratai itu adalah benih kehidupan yang bisa menyelamatkan hutan. Tapi di tengah perjalanannya, Ratu Tara diserang pasukan Mandrake. Walaupun sudah dengan segala upaya dilindungi oleh Ronin (Leaf Men senior) yang membawanya terbang dengan burung (apa itu namanya), panah Mandrake mengenai tubuh Ratu Tara dan dia pun jatuh dari udara.

Di sisi lain, ada gadis bernama MK yang bertengkar dengan ayahnya Prof. Bomba. Prof Bomba memiliki ambisi untuk mengadakan penelitian tentang makhluk kecil di hutan. MK merasa hal ini konyol, dia pun memutuskan untuk pergi dari rumah saat Prof. Bomba pergi melakukan penelitian lagi. Eh, anjing MK malah berlarian dan MK menyusulnya. Hingga tak terasa MK sudah sampai di hutan. Di sanalah dia menemukan Ratu Tara yang tergeletak. Sebelum ajal menjemput, Ratu Tara menyerahkan benih teratai kepada MK dan membuat MK menyusut menjadi makhluk kecil. Itulah awal petualangan MK di negeri Leaf Men. MK berpetualang untuk menyelamatkan hutan bersama Nod (Leaf Men cakep), Ronin, Mub, Slub. Gimana jalan ceritanya ? Nonton aja.



*** 

Nonton EPIC tu berasa lebih muda 10 tahun. Jalan ceritanya lebih pas buat anak-anak soalnya. Tapi tetep nice kok. Pertama kali ngerasain nonton di XXI (iya, aku ndeso) sekaligus pertama kali nonton film 3D. Paling kaget tu waktu adegan ada banyak Kelelawar yang keluar. Sampe si Atun ketawa. Haha. Mub sama Slub lucu juga. Ngakak deh tiap adegan mereka berantem sama Nod. Nod... aaak cakeep #eh #salahfokus. Setting hutan nya juga indah. Sempet pengen-nangis deh waktu adegan bayangan Ratu Tara sebelum meninggal ditampilin lagi dan waktu MK mau pisah sama Nod. Hiks.

Quote dari film ini
Mandrake : "Ingat, hutan tidak tumbuh dalam sehari"
Dagda (Mandrake's son) : "Tapi hutan bisa kita hancurkan dalam sehari"
Nah !
Akhirnya selo juga bisa nonton film di bioskop. Hari Rabu kemarin diajakin Akhi buat nonton film ini sih, tapi berhubung ada satu dan lain hal jadi nggak bisa nge-iya-in deh. Ndilalah kalo emang takdir tu ya nggak bakal ke mana sih. Pas iseng sms-an sama temen, eh malah diajak nonton hari Sabtu. Pas banget timing nya, ndilalah aku lagi nggak ada acara hari itu.

Jumat malem dapet sms, ada acara briefing besok Sabtu siang. Nah lho, nah lho, kudu reschedule lagi deh. But show must go on. Udah rencana buat nonton ya nonton, jangan cuma jadi wacana. Konsekuensinya, mau nggak mau nonton filmnya kudu dirundung rasa terburu-buru. 

Sabtu, jam setengah 12 aku sama temen meluncur ke XXI jalan Urip Sumoharjo sana. Deket kok dari kampus. Sampe sana, omeeen antrian panjang men, mana kita ngejar yang jam 12 lagi. Tapi kata temenku, nggak pa-pa paling cuma 10 menit. Oke, kita pun antri. Dan bener, kurang lebih 10 menit kita udah dapet tiket dan brb masuk ke dalem.

Di pintu teater, kita dikasih kacamata. Maklum, EPIC ini kan film 3D. Tadinya aku takut nggak dapet tempat duduk gegara beli tiket nya yang mepet jam tayang. Ternyata eh ternyata... sepi men. Kursinya banyak yang kosong. Jan.

EPIC... film animasi (atau orang awam menyebutnya kartun) yang ceritanya tentang perang antara kerajaan makhluk imut (kecil) di hutan. Kerajaan yang satu dipimpin sama Ratu Tara (pengisi suaranya tante Beyonce) mempunyai negeri yang damai, subur, asri, pokoknya indah. Kerajaan yang satunya dipimpin sama Mandrake (yang jelas pengisi suaranya bukan om Mandra) yang jahat, yang pengen menghancurkan kerajaan Hutannya Ratu Tara. Dia pengen membuat hutan jadi gersang, tandus dan nggak ada lagi tumbuhan hijau di sana. 

Cara Ratu Tara menyelamatkan hutan yaitu dengan mengambil salah satu benih teratai di kolam yang dijaga sama Mub dan Slub. Benih teratai itu adalah benih kehidupan yang bisa menyelamatkan hutan. Tapi di tengah perjalanannya, Ratu Tara diserang pasukan Mandrake. Walaupun sudah dengan segala upaya dilindungi oleh Ronin (Leaf Men senior) yang membawanya terbang dengan burung (apa itu namanya), panah Mandrake mengenai tubuh Ratu Tara dan dia pun jatuh dari udara.

Di sisi lain, ada gadis bernama MK yang bertengkar dengan ayahnya Prof. Bomba. Prof Bomba memiliki ambisi untuk mengadakan penelitian tentang makhluk kecil di hutan. MK merasa hal ini konyol, dia pun memutuskan untuk pergi dari rumah saat Prof. Bomba pergi melakukan penelitian lagi. Eh, anjing MK malah berlarian dan MK menyusulnya. Hingga tak terasa MK sudah sampai di hutan. Di sanalah dia menemukan Ratu Tara yang tergeletak. Sebelum ajal menjemput, Ratu Tara menyerahkan benih teratai kepada MK dan membuat MK menyusut menjadi makhluk kecil. Itulah awal petualangan MK di negeri Leaf Men. MK berpetualang untuk menyelamatkan hutan bersama Nod (Leaf Men cakep), Ronin, Mub, Slub. Gimana jalan ceritanya ? Nonton aja.



*** 

Nonton EPIC tu berasa lebih muda 10 tahun. Jalan ceritanya lebih pas buat anak-anak soalnya. Tapi tetep nice kok. Pertama kali ngerasain nonton di XXI (iya, aku ndeso) sekaligus pertama kali nonton film 3D. Paling kaget tu waktu adegan ada banyak Kelelawar yang keluar. Sampe si Atun ketawa. Haha. Mub sama Slub lucu juga. Ngakak deh tiap adegan mereka berantem sama Nod. Nod... aaak cakeep #eh #salahfokus. Setting hutan nya juga indah. Sempet pengen-nangis deh waktu adegan bayangan Ratu Tara sebelum meninggal ditampilin lagi dan waktu MK mau pisah sama Nod. Hiks.

Quote dari film ini
Mandrake : "Ingat, hutan tidak tumbuh dalam sehari"
Dagda (Mandrake's son) : "Tapi hutan bisa kita hancurkan dalam sehari"
Nah !