Minggu, 18 Juni 2017

, ,

Review Jogja Scrummy: Sekarang Ada Premium Carrot Cake

Minggu depan udah mulai libur panjang (libur kenaikan kelas dan libur Lebaran, hampir sebulan bo'). Walaupun cuma mudik ke Magelang, tapi ternyata perlu persiapan juga. Packing apa aja yang perlu dibawa kayak baju, laptop, paketan lebaran dari sekolah, dan yang nggak kalah penting: oleh-oleh

Aku kan sering posting tentang makanan di Instagram. Eh jadilah ditagih sama mbak Devi (kakakku yang di Karawang) buat bawain oleh-oleh makanan yang khas dari Jogja. "Mingin-mingini doang", katanya. Hoho. 

Review Premium Carrot Cake dari Jogja Scrummy. Abaikan wajah lelahku yaa.

Biasanya aku bawain bakpia, tapi bosen. Apalagi di Magelang juga ada yang jual bakpia, hoho.  Mau bawain gudeg, tapi keburu basi. Jadilah aku memutuskan untuk beli Jogja Scrummy aja. Oleh-oleh kekinian dari artis Dude Harlino itu. Eh, ndilalah pas sebelum mudik ada undangan buka bersama Blogger Jogja sama Jogja Scrummy. Luckily aku bisa ikut. Jadi bisa icip-icip Jogja Scrummy sebelum beli buat dibawa pulang.


Jogja Scrummy

Kalau biasanya aku hanya sering lewat di outletnya Jogja Scrummy dan lihat postnya di Instagram, kemarin aku jadi makin kenal dengan Jogja Scrummy. Jogja Scrummy pertama membuka outlet di Jogja pada 23 Juni 2016, terbilang cukup baru ya karena baru berumur setahun. Outlet pertamanya bertempat di Jalan Kaliurang km 5,5. Ini deket banget dari kost. Di depan outletnya ada papan petunjuk Jogja Scrummy dengan foto Dude Harlino dan warna dominan oranye. Keliatan cetar-cetar segar gitu.

Di dalam outlet, selain ada produk dari Jogja Scrummy, kita juga bisa menemukan produk-produk dari UMKM Jogja. Misalnya aneka keripik, cokelat Monggo, kaos Jogist, dll. Jogja Scrummy memang terbuka untuk memberikan support pada masyarakat Jogja. Selain memberi wadah bagi UMKM, Jogja Scrummy juga merekrut warga Jogja sebagai karyawan. Kini jumlah karyawan di Jogja Scrummy sudah mencapai lebih dari 120 orang, berasal dari Sleman, Kulonprogo, bahkan Gunungkidul.

Lokasi dan Jam Operasional Outlet

Jogja Scrummy buka setiap hari dari pukul 07.00 - 10.00. Tenang saja, Lebaran tetap buka kok.
Sekarang sudah ada 4 outlet Jogja Scrummy di Jogja, yaitu:

1. Outlet Kaliurang
Ruko Cakra, Jalan Kaliurang km 5,5, Depok, Sleman

2. Outlet Malioboro
Jl. Jogonegaran, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta

3. Outlet Katamso
Jl. Brigjen Katamso no. 1988, Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta

4. Outlet Adi Sucipto
Jl. Laksda Adisucipto km 7,5, Depok, Sleman

Beruntunglah sekarang Jogja Scrummy ini punya beberapa outlet, jadi kalau mau beli nggak perlu antri panjaaaang. Aku sering lewat di outlet Kaliurang dan aman sentosa. Ramainya masih wajar lah, nggak yang antri sampai ke luar-luar outlet. Kata mbak Mentari, digital marketingnya Jogja Scrummy sih pernah kejadian kayak gitu. Makanya dibuat beberapa outlet itu tadi.

Jogja Scrummy tidak (atau belum) melayani order via online. Untuk yang di Jogja ingin beli online bisa via Go-Food di Gojek, walaupun belum jadi Go-Food Partner. Untuk yang di luar kota dan ingin beli Jogja Scrummy bisa titip teman, beli di reseller, atau menggunakan jasa titip beli. 

Menu dan Harga

Jogja Scrummy Rasa Srikaya, signature dish dari Jogja Scrummy

Jogja Scrummy ada 6 varian rasa, yaitu:
- Karamel harga Rp 45.000/box
- Taro (Talas) harga Rp 45.000/box
- Srikaya harga Rp 48.000/box
- Mangga harga Rp 48.000/box
- Coklat harga Rp 50.000/box
- Cheese/Keju, harga Rp 52.000/box

Premium Carrot Cake Caramel, Peanut, dan Coklat dari Jogja Scrummy
Ada juga menu baru dari Jogja Scrummy, Premium Carrot Cake, dengan 5 varian rasa yaitu:

- Frozting Cheese
- Cheese Original
- Peanut
- Karamel
- Coklat

Harga Premium Carrot Cake mulai dari Rp 65.000 - Rp 68.000. 

Daya Tahan

Karena Jogja Scrummy dibuat tanpa bahan pengawet, ketahanan kue hanya sekitar 3 hari jika disimpan di suhu ruang, dan 5 hari disimpan di kulkas yaa. 

Review

Jogja Scrummy ini bentuknya kue semacam brownies kukus, lalu di atasnya ada puff pastry yang di dalamnya ada isian sesuai rasa (misal keju ya isiannya keju, coklat ya isiannya coklat), Puff pastrynya lembut, nggak crunchy. Aku udah cobain yang rasa coklat, keju dan mangga. Rasanya... enak. Beneran deh, nggak bohong.

Searah jarum jam: Jogja Scrummy Coklat, Keju, dan Mangga

Untuk yang keju, aku suka kue "brownies"nya karena rasanya enak banget.

Untuk yang coklat, aku suka coklat di isian puff pastrynya. Coklatnya tuh penuh, dan rasanya asli enak.

Untuk yang mangga, rasanya segar khas mangga, manis-manis ada asamnya gitu.

Btw, karena yang mangga ini warnanya oranye jadi aku pikir ini yang rasa srikaya, ternyata bukan, huhu. Mau nyoba yang srikaya udah terlanjur kenyang. Padahal varian rasa srikaya adalah produk unggulannya Jogja Scrummy. Tuh kan, jadi masih penasaran.

Premium Carrot Cake Peanut dari Jogja Scrummy

Selain nyobain scrummy-nya, aku juga bawa pulang Premium Carrot Cake yang peanut. Pas dibuka wadahnya, emang kelihatan banget kenapa disebut premium. Topping peanutnya penuh banget, nggak pelit.

Slice Premium Carrot Cake Peanut dari Jogja Scrummy

Beda dengan scrummy, premium carrot cake ini bentuknya dua lapis kue wortel yang di tengah-tengahnya terdapat krim sesuai rasa, dan ditaburi topping sesuai rasa juga.

Premium Carrot Cake Frozting Cheese dari Jogja Scrummy

Aku udah sering baca tentang carrot cake (dari akun IG resep-resep masak), tapi ini pertama kalinya nyobain. Tadinya nggak yakin, gimana coba rasanya wortel kok dijadiin kue. Bakal aneh nggak ya rasanya.

Ternyata premium carrot cakenya Jogja Scrummy ini enak. Kuenya empuk, nggak begitu gampang ambyar, nggak seret, manisnya pas, dan rasa wortelnya tuh blend, familiar buat lidah aku. Di potongan kuenya, terutama bagian bawah, kita bisa menemukan serat-serat wortel. Kalo nggak jeli, paling orang-orang nggak nyadar kalo kue ini dibuat dari wortel. Kekeke.

Oh iya, aku makan setengah dari slice-nya Premium Carrot Cake juga udah berasa kenyang. Krim kacang di tengah-tengahnya padat banget, enak sih, tapi seret. Tau dong ya sifat kacang kayak gimana. Tapi aku penggemar kacang kok, jadi nggak begitu masalah.

Beli lagi nggak?. 

Iyap. Terutama buat Jogja Scrummy yang varian keju sama coklat. Enakkk.




Premium Carrot Cake Cheese dari Jogja Scrummy




Kamis, 08 Juni 2017

,

Foto-foto Seru di Museum Trick Eye De Mata dan Museum Patung Lilin De Arca

Bersama Mr. Bean yang lagi cemberut.


Free Entry untuk Pengunjung yang Ulang Tahun. Sebenarnya aku ke De Mata dan De Arca udah dari bulan Januari lalu. Hoho, latepost amat yak. Ceritanya bulan Januari lalu kan ulang tahun aku. Karena di De Mata ada promo Free Entry alias gratis masuk buat yang ulang tahun, jadi aku ke sana deh. Beneran gratis, cukup menunjukkan KTP atau kartu identitas aja.

Jam operasional di sini pukul 10.00-20.00 WIB. Untuk harga tiket masuk ke De Mata dan De Arca cukup terjangkau, tapi dibagi-bagi menurut waktu. Lebih hemat ke sana saat happy hour, yaitu pukul 10 pagi sampai pukul 3 sore. Dan karena dibagai menjadi 3 zona: De Mata 1, De Mata 2, dan De Arca, jadi ada tiket yang satuan, ada pula yang terusan. Lebih untung beli yang tiket terusan ya.

HTM
Hari Senin - Jumat (pukul 10-15)
De Mata 1: Rp 30.000
De Mata 2 : Rp 30.000
De Arca : Rp 35.000
Terusan Rp 90.000

Hari Senin - Jumat (pukul 15-22)
De Mata 1: Rp 40.000
De Mata 2 : Rp 40.000
De Arca : Rp 50.000
Terusan Rp 100.000

Hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional (pukul 10-22)
De Mata 1: Rp 50.000
De Mata 2 : Rp 50.000
De Arca : Rp 60.000
Terusan Rp 120.000

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka De Mata De Arca Museum
De Mata Trik Eye Museum. De Mata ini sudah buka di Jogja sejak tahun 2013. Di Museum Trick Eye De Mata kita bisa berfoto dengan latar belakang foto/lukisan 3 dimensi (3D). Kemudian De Arca menyusul buka pada tahun 2014. Berbeda dengan De Mata, De Arca berisi koleksi patung lilin seperti di Madame Tussaud yang terkenal itu lho. Lalu pada tahun 2016 ada penambahan ruang baru yaitu De Mata 2, dengan koleksi lukisan 3D yang baru. Tapi di De Mata 2 kita tidak hanya menemukan lukisan 3D, ada juga yang 4D, ilusi cermin, dan foto kostum.

Lokasi De Mata dan De Arca.  Sayangnya kemarin aku cuma ke De Mata 2 dan De Arca. Itupun awalnya nggak rencana masuk ke De Arca, tapi biar nggak penasaran jadi sekalian ke sana deh. Baik De Mata 1, De Mata 2, dan De Arca berada di lokasi yang sama, yaitu di XT Square. Agak bingung waktu nyari pintu masuknya, waktu itu salah masuk dari pintu belakang dan nggak dibolehin. Akhirnya nyari-nyari pintu depannya yang kudu muter dulu. Hoho.

Review De Mata De Arca. In the end, puas banget jalan-jalan ke sini. Kebetulan waktu itu hari Selasa, dan hari kerja, jadi di sana nggak begitu ramai. Bisa foto-foto sepuasnya tanpa perlu antri lama. Awal-awal rasanya canggung berfoto dilihat banyak orang. Tapi karena pengunjung lain juga totalitas dalam berpose, kitanya jadi ikutan cuek juga deh. Oh iya, kalau bingung bergaya bagaimana, di setiap spot foto sudah ada contoh foto dan rekomendasi pengambilan gambarnya kok.

Koleksi foto De Mata De Arca. Dan setelah 2 jam muter-muter, inilah beberapa hasil foto yang berhasil terabadikan di De Mata 2 dan De Arca. Sebagian sudah aku post di Instagram beberapa bulan yang lalu. Daripada nanti jadi spam di Instagram, dan daripada nganggur di HP menuhin memori, mending diupload di blog deh. Biar mejeng :D

Oppa Saranghae
Lomba tembem-tembeman. Dan, pemenangnya adalah....

Aku menetas ke dunia ini
Sini, puk puk sini Can
Sek ya, aku nembe otw

Bismillah, semoga amanah dengan tugas baru yang diemban #eh

Tante, minta pizzanya satu ya tante *lirik*

Waa, aku jadi ada banyakk

Foto sama Presiden Jokowi dulu

Om Thor, pinjem palunya Om

Om Iron Man, ajak aku terbang Om

Marhaban yaa Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa

HPku merk China om, Xiaomi


Nyimak

That moment when you foto sama patung Ibu Kita Kartini dan patungnya lebih cantik

Seems like a real one

Wis, antengo ning kono

Giant cats!  Ommo, they are huge but still so cute

Nyam nyam, mie ayam. Favorit! 

Ilusi cermin. Nah kan, akunya jadi ada banyak lagi

Rabu, 07 Juni 2017

Teman-teman dan Panggilan Kesayanganku Untuk Mereka




Nama adalah doa. Nama adalah identitas. Nama adalah entitas, penanda, pembeda.

Iya, sepenting itulah arti nama. Bayangkan ketika kamu ketemu seseorang yang kamu kenal, dia tau nama kamu tapi kamu lupa siapa namanya. Nah lho, jadi nggak enak ati kan. Ngomongnya jadi "aa ee aa ee" karena nggak bisa nyebut nama.

Ngomong-ngomong soal nama, sering kan ya kita punya nama panggilan. Misalnya aku, namaku Disma tapi punya panggilan macam-macam, ada nimo, dismo, adek, mbek. Nah aku juga sering tuh bikin nama panggilan buat temen-temen. Misalnya,

Alifia Revan Prananda, panggilan resminya Revan, panggilan dari aku jadi Repang. Padahal Revan, ini anaknya kalem lho, nggak punk.

Soraya Mir'atun Miswah, panggilan resminya Soraya/Aya, sama aku jadi Ayong. Kalo Ayang nanti ketuker sama... ehem.

Andry Yulianto, panggilan normalnya Andry, jadi Atun. Nggak nyambung amat ya.

S Amalana Murdivien, panggilan orang lain Divin, di aku jadi Dipong.

Rahmawati Nafi'ah, panggilannya Rahma/Nana, aku manggilnya Rahme. Kalo yg ini nggak jauh kan.

Tisha Fatimasari, biasa dipanggil Tisha, aku biasa manggil dia Tishong. Setelah dipikir-pikir, emang banyak yg tak ganti jadi ong ong gitu ternyata.

Fitriyani Candra Kurniawati, alias Candra, sohib aku pas SMA, yang kemudian tak panggil-panggil sebagai Chun-chun. So cute.

Rahmadhani, dipanggilnya Dhani, dia cewek btw. Salah satu sohib aku juga dan aku manggilnya Ndhonik. Kekeke biar mantep.

Ahmad Syaefudin, mantan pacarnya Ndhonik (eh, dibahas) sekaligus ketua kelas abadi pas SMK, orang lain manggilnya Ahmad, tapi kalo aku manggilnya Mamad, kalo temen sekelas lainnya pada manggil Madek bahkan Mbambon.

Wildan Reiza Fanani, panggilannya Wildan, tapi karena dulu pernah ada insiden di kelas terus aku nyebut nama dia di depan guru jadi Yusuf, sejak itu dia malah sering dipanggil Ucup. Laaah, jauh yak.



Itu beberapa temen tanpa aku sadari ternyata aku bikin nama panggilan sendiri buat mereka. Tapi ada juga temen-temen lain yang memang punya nama panggilan kecil. Contohnya:

Imron, jadi Iim

Wulan, jadi Cicik

Hanifah, jadi Ipeh

Guruh, jadi Sobur

Rifa, jadi Ripet

Reta, jadi Rete

Hilma, jadi Hilzone

Mifta, jadi Mimip

Ahmad Salahudin, jadi Emon

Pintoko, jadi Kiyok

Fitri, jadi Petruk

Riris, jadi Ninok

Yulia, jadi Chelow

Ana, jadi Anton

Latif, jadi Sujak

Erwin, jadi Uwin (eh, ini nama mantan)

Dll, banyak deh.

Nama panggilan kayak gini tu semacam Kasih sayang dalam bentuk yang lain. Semacam ada kedekatan tersendiri ketika kita manggil temen dengan nama panggilan yang lain dari biasanya.

Tapi kemarin aku abis baca, katanya nama adalah doa, terdapat harapan orang tua di dalamnya. Makanya memberi nama ke anak nggak boleh asal-asalan, harus yang memiliki arti baik. Setelah itu aku jadi dilema deh. Mau panggil pake nama panggilan yg aneh-aneh tadi, takut kualat sama orang tuanya temen. Tapi kalo manggil pake nama resmi, jadi kayak nggak akrab. Yah, gimana dong?



Minggu, 21 Mei 2017

, ,

Review Mamahke Jogja, Oleh-oleh Kekinian dari Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo

Satu lagi oleh-oleh kekinian dari artis ibukota buka gerai di Jogja. Setelah 2016 lalu ada Jogja Scrummy dari Dude Harlino, bulan Mei ini ada Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo yang membuka Mamahke Jogja. 

Apa itu Mamahke Jogja? 

Jadi, Mamahke Jogja adalah bisnis kue dari Zaskia Adya Mecca dan Hanung Bramantyo. Cara membaca huruf e di Mamahke sama dengan e di kecap ya, bukan e di keluar. Bagi orang Jawa, mamah sendiri berarti kunyah. Begini kata mas Hanung tentang penamaan kue ini, 
"Tadinya ingin diberi nama mamah cake, tapi  supaya Jogjanya kerasa, diubah jadi Mamahke. Mamah bisa berarti ibu, jika dalam bahasa Jawa bisa berarti "makan". Ini lho ada kue, tulung dimamahke, tulung dimakan"

Konon kue ini adalah resep dari ibunda mas Hanung yang dimodifikasi dengan konsep kekinian. Mas Hanung dan keluarga memang asli dari Jogja, sehingga menjadi alasan tersendiri kenapa membuka bisnis kue di sini. Alasan lain ternyata cukup lucu. Awalnya mas Hanung ingin membuka warung tengkleng, tapi karena tengkleng di Jogja sudah banyak dan enak-enak, jadi beralih ke toko kue aja. Hehehe.

Lokasi 

Mamahke Jogja berlokasi di Jalan Taman KT I, di Selatan Tamansari. Gampang dicari kok, pinggir jalan persis. Tempatnya juga seru gitu, instagrammable. Disediakan spot-spot foto ikonik untuk pembeli bisa bernarsis ria.

Menu dan Harga

Ada 6 variasi rasa: chocolate, cheese, choco banana, tiramisu, red velvet, dan greentea. 
Harga: 55.000/box, 60.000/box untuk greentea dan cheese. Di setiap box berisi 10 potong kue. 

Mamahke Jogja rasa Double Choco

Mamahke Jogja rasa Choco Banana

Mamahke Jogja rasa Cheese

Mamahke Jogja rasa Red Velvet

Mamahke Jogja rasa Tiramisu


Mamahke Jogja rasa Greentea


Review
Sebagai penggemar dessert, aku suka deh ada pilihan kue baru. Awalnya udah penasaran gitu, bakal kayak gimana resep dari ibu mas Hanung, apa bakal vintage-vintage gimana gitu ala mommy. Ternyata kuenya justru kekinian abis gini. Tapi lucu sih.

Kemarin aku nyoba 3 varian rasa: greentea, red velvet dan choco banana. Enak semua. Tiap rasa bener-bener kerasa, misal red velvet ya ada rasa red velvetnya, yang choco banana ya kerasa banget pisangnya. Kan kadang ada tuh yang namanya apa, warnanya beda, tapi rasanya sama semua. Kalo di sini emang kerasa. Favoritku yang.... favorit semua, kekeke. Kayaknya red velvet, karena rasanya lucu, apalagi warnanya ngejreng banget. Tapi kata temen yg tiramisu enak banget. Tapi yang greentea juga enak. Laah. 

As you can see, jadi mamahke ini bentuknya berlapis-lapis: kue - puff pastry (yg crispy) - coklat - puff pastry lagi - kue - topping.  Di setiap varian rasa pasti ada coklatnya gitu. Nah tekstur kuenya nggak moist (lembut), tapi nggak bisa dibilang seret juga, kalo aku bilang "gampang ambyar". Jadi kuenya gampang rontok dan tiap aku makan remah-remahnya jatuh ke mana-mana. Opo aku sek amatir yo?.

Sebenarnya lapisan-lapisan ini cukup ganggu si buat aku. Makannya jadi serba salah. Dia kan ukurannya gede, terus berlapis-lapis. Mau dimakan per lapis, ambyar. Mau digigit sedikit demi sedikit, kegedean. Mending makannya ditaruh di piring kecil terus pake sendok biar remah-remahnya nggak jatuh. Nanti dikerubung semut, aw aw.

Buat aku, kue mamahke jogja ini fine, bolehlah dicoba. Rasanya enak, varian rasanya up to date, kekinian. But sorry to say, belum istimewa rasane kayak jargonnya, apalagi dengan harga segitu.  Ini menurutku lho yaa. Tapi karena yang punya artis, feelingku ya tep bakal rame. Itu yang beli sampai antri-antri begitu.


Review Mamahke Jogja

Rabu, 17 Mei 2017

,

Calon Mahasiswa, Kooliah, dan Fenomena Salah Jurusan




Bulan-bulan ini, menjadi waktu yang krusial bagi para calon mahasiswa. Terutama calon mahasiswa dari siswa-siswi SMA/SMK yang baru lulus tahun ini. Di akhir bulan April kemarin telah keluar hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Tentunya dari sekian banyak yang mendaftar, ada yang lolos, ada pula yang gagal. Namun tak selesai sampai di sana, bagi yang tidak lolos SNMPTN bisa mengikuti tahapan masuk PTN selanjutnya, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). SBMPTN dilaksanakan pada pertengahan bulan Mei dan hasilnya akan diumumkan pada pertengahan bulan Juni. 

Bagaimana jika tidak lolos SBMPTN?. Masih banyak jalan menuju Roma, alias masih banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bisa "masuk kuliah". Caranya yaitu dengan mengikuti Ujian Masuk yang diselenggarakan oleh masing-masing PTN, berpindah mendaftar ke PTS (Perguruan Tinggi Swasta), atau mempersiapkan diri untuk mengikuti SBMPTN di tahun berikutnya.

Di tengah-tengah kesibukan mempersiapkan diri untuk tes ujian masuk, ada yang sering dilupakan oleh para calon mahasiswa. Banyak calon mahasiswa yang justru lupa tidak mempersiapkan bagaimana studi yang akan dijalani setelah masuk kuliah nanti. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan dan perlu diketahui oleh calon mahasiswa, seperti hal-hal berikut ini:

1. Pemikiran "Yang penting masuk Universitas Negeri. Jurusannya apa aja nggak masalah, yang penting keterima di negeri". 

Tak jarang masih ada yang memiliki pemikiran seperti di atas. Masuk ke Perguruan Tinggi Negeri seolah menjadi tujuan utama. Entah karena dorongan orang tua, merasa prestige-nya lebih tinggi, biayanya lebih murah, atau karena alasan yang lain. Padahal masuk ke kampus negeri itu nggak cukup. 

2. Hanya Tahu Nama Program Studi

Ada juga calon mahasiswa yang hanya mencari tahu nama jurusan atau program studi, tanpa mencari informasi lebih lanjut tentang studi yang diterima. Misalnya tahu ada program studi Teknik Sipil, tapi nggak tahu di prodi tersebut belajar apa. Karena ada "embel-embel" sipil dikira ada hubungannya dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Seriously, it happened to my friend. Padahal jauh sekali, karena PNS berhubungan dengan pemerintahan sedangkan kuliah di Teknik Sipil lebih ke belajar tentang arsitektur bangunan dan perencanaan kota.

3. Sekedar Cari Jurusan yang Dianggap Keren

Disadari atau nggak, tapi memang faktanya ada jurusan-jurusan yang dianggap keren dan ada jurusan yang dianggap sebaliknya. Misalnya coba kamu pilih, mau masuk jurusan Hubungan Internasional (HI) atau Peternakan?. Menurut kamu dari 2 jurusan tadi, mana yang termasuk jurusan keren dan mana yang nggak?. Pasti banyak yang setuju bahwa HI dirasa lebih keren daripada Peternakan. Padahal, ini sama sekali nggak benar. Tanpa peternakan, harga daging saat menjelang Lebaran akan terus tinggi lho karena pasokan yang nggak mencukupi.

Jadi sebenarnya apa sih yang penting dan benar buat calon mahasiswa? 

Ini persiapan-persiapan yang perlu kita lakukan sebelum melanjutkan studi:

1. Kenali Minat dan Bakat Dalam Diri Masing-Masing

Ini yang paling penting dan paling utama, kenali dulu minat dan bakat dalam diri sendiri. Ketika kamu tertarik dengan sesuatu, kamu akan merasa senang untuk mempelajarinya. Tapi sebaliknya, ketika kamu nggak suka, jadinya akan belajar dengan terpaksa dan justru nggak maksimal.

Kalau kamu minat dan berbakat dengan seni tari, ya kembangkan dengan masuk ke jurusan yang berhubungan dengan tari. Jangan paksakan diri untuk masuk ke Teknik Industri, apa hubungannya dengan tari?. 

2. Cari Tahu Tentang Program Studi yang Dituju Secara Lengkap 


Kamu tidak cukup hanya tahu daftar nama-nama program studi/jurusan lalu mengira-ira jurusan itu nantinya belajar tentang apa. Tapi kamu perlu tahu, jika masuk prodi A nanti akan mendapat mata kuliah tentang a, b, c, d. Berapa SKS yang perlu ditempuh, setelah lulus nanti akan mendapat gelar akademik apa, dan lain sebagainya.

Sebagai contoh, sama-sama berhubungan dengan komputer, tapi program studi Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Manajemen Informasi, dan bahkan Pendidikan Teknik Informatika, masing-masing memiliki perbedaan. Supaya tahu, maka cari informasi secara lengkap.

3. Cari Tahu Perguruan Tinggi Mana yang Memiliki Program Studi Tujuan Kamu

Perguruan Tinggi Negeri memang baik, tapi bukan berarti yang terbaik. Tentukan dulu program studi apa yang ingin kamu coba, lalu cari tahu perguruan tinggi mana saja yang memiliki program studi tersebut. Kalau kamu ingin menjadi dokter gigi, ya jangan masukkan UNY di list tujuan kamu karena di sini nggak ada jurusan Kedokteran Gigi. Selain itu, cari tahu juga akreditasi Perguruan Tinggi yang kamu tuju. Perguruan Tinggi yang berakreditasi A atau B tentu berbeda dengan Perguruan Tinggi yang tidak terakreditasi. Jangan sampai salah pilih dengan masuk ke kampus abal-abal.



Nah, untuk membantu kita agar tidak ikut terjerumus dalam fenomena "salah jurusan", kini telah hadir aplikasi Kooliah. Kooliah adalah mobile apps yang membantu kita untuk lebih mempersiapkan diri sebelum melanjutkan studinya di perguruan tinggi. Di aplikasi Kooliah, kita bisa membaca dan mempelajari materi-materi di berbagai program studi yang disediakan dalam bentuk presentasi/video. Tidak hanya itu, kita juga dapat mengukur kemampuan dengan mengikuti quiz yang ada di bawah materi.



Dalam perkembangannya, Kooliah menyediakan fitur-fitur layanan seperti:

1. Discussion, yang bisa kita gunakan untuk berdiskusi dengan mahasiswa terbaik dari jurusan favorit kita.

2. Study Trial, yaitu fitur yang memberikan kesempatan untuk mencoba model perkuliah di jurusan favorit kita.

3. Scholarship, yaitu fitur yang membantu meningkatkan keahlian kita sehingga bisa mendapatkan dana dari lembaga penyedia beasiswa.

4. Study Needs, di fitur ini kita bisa menemukan berbagai layanan untuk meningkatkan perkembangan studi selama kuliah seperti konsultasi jurnal, konferensi, seminar, dan lain-lain.


Seru sih, jadi di Kooliah ini kita bisa makin tahu materi-materi mata kuliah di jurusan yang kita mau, tampilan materi menarik karena disajikan dalam bentuk slide presentasi dan video, lalu kita juga tertantang menjawab quiz yang disediakan dengan benar. Sangat pas untuk membantu mempersiapkan studi. Apalagi cara menggunakannya sangat mudah, cukup dengan mendaftar menggunakan email dan kita bisa langsung mengakses setiap materi di sana. Selain itu kita juga bisa request tentang materi-materi tertentu dengan mengisi di menu Request. Mudah dan seru!.

Kooliah, Mobile Apps yang Membantu Mempersiapkan Studi


Karena Kooliah adalah mobile apps, untuk menggunakannya kita cukup download di Play Store lalu memasangnya di smartphone kita. Berbicara tentang smartphone, Asus Zenfone 2 Laser ZE601 KL bisa menjadi smartphone pilihan dalam penunjang kegiatan belajar dan kuliah. Asus Zenfone 2 Laser ZE601 KL memiliki spesifikasi yang menjadi dambaan setiap calon mahasiswa, mahasiswa, bahkan setiap orang. Berikut ini spesifikasi dari Asus Zenfone 2 Laser ZE601 KL :

Spesifikasi Asus Zenfone 2 Laser ZE601

- Processor Octa Core Snapdragon 616 64bit
- RAM 2 GB
- Baterai 3000 mAh
- Kamera belakang 13 mp, kamera depan 5 mp
- Dual SIM
- Layar IPS 6.0 inch dengan perlindungan Gorilla Glass
- Mendukung jaringan 2G/3G/4G 
- Sistem operasi Android Lollipop,  

Dengan spesifikasi seperti di atas, smartphone Asus yang satu ini bisa bekerja dengan cepat namun konsumsi daya baterai tetap hemat. Dari sisi konektivitas internet, kita bisa memilih untuk menggunakan jaringan 2G, 3G, ataupun 4G, tentunya dengan dukungan kecepatan internet yang tinggi. Layar 6 inch dengan teknologi IPS membuat tampilan apapun di smartphone-mu menjadi lebih tajam, dan kita tidak perlu takut layar HP pecah karena telah dilengkapi dengan Gorilla Glass. Untuk kamera, tidak perlu diragukan lagi karena resolusi kamera yang tinggi dan telah tersedia fitur auto-fokus, geo-tagging, HDR, dll. 

Nah kan, Smartphone Asus Zenfone 2 Laser ZE601 KL ini idaman bangetttt ya.



Senin, 15 Mei 2017

,

Bersyukur Hari Senin Kerja, Bukan Cari Kerja. Kamu Lagi Cari Kerja? Klik Di Sini

Hari Senin.

Biasanya tiap Senin adaa aja yang update di sosmed dengan keluhan-keluhan tentang hari Senin. Yang harus masuk kerja lagi lah, yang ada kuliah pagi lah, topi buat upacara nggak ketemu lah, dll. Padahal,

Bersyukurlah yang hari Seninnya diisi dengan kerja, bukan cari kerja. 

Nggak ada kerjaan itu nggak selamanya bikin bahagia lho, malah kadang bikin stress enough juga. Apalagi kalo udah lama lulus, temen-temen udah pada sibuk ngantor, eh kitanya belum juga dapat panggilan.

Tapi selama kita berusaha, pasti ada jalan. Yang penting coba, coba, coba terus. Ditolak sebelas kali, usahanya dua belas kali. Pokoknya sampai berhasil. Tsah, ini sih gue lagi curhat.

Nah, teman aku ada yang kece banget ni. Dia nggak nyari kerja, tapi malah membuka kesempatan kerja. Ada @kangkikur, lulusan (Pendidikan) Teknik Sipil dan Perencanaan yang jago desain dan akhirnya buka start-up desain icon sendiri bernama "IniPagi Studio". Eh, bener nggak sih Kur?.

Sekarang Kang Kikur lagi nyari "partner" buat kerja bareng di @inipagi. Buat kamu yang minat, merasa ada potensi, atau apapun itu, cobain aja gih. Nih ya tak kasih bocoran, Kikur itu orangnya penakan kok.

Kalo mau tau lebih lanjut, nih info lowongan yang lebih lengkap.... Check it dot.

***


Assalamualaikum

INIPAGI mencari 1 orang ICON DESIGNER untuk bergabung meramaikan studio kami. Tugas utamanya adalah memproduksi icon set berkualitas tinggi dengan software pengolah vektor. Mari berkreasi, membuat karya, dan mewarnai dunia bersama.

Persyaratan:
- Laki-laki/ Perempuan (usia max 24 tahun pada 2017)
- Muslim
- Rajin sholat berjamaah di Masjid
- Tidak merokok
- Tidak sedang menempuh jalur pendidikan (Sudah Lulus)
- Menguasai Adobe Illustrator dengan baik
- Terbiasa bekerja dalam tim
- Kreatif dan asik buat ngobrol

Segera kirim CV dan Portfoliomu (max 5 MB dalam bentuk .zip) ke:

Email: info@inipagi.com
Subject: "ICON DESIGNER"
Deadline: 26 Mei 2017

NB:
- Fulltime
- Pekerjaan dilakukan on site/ di kantor
- Jam kerja setiap hari Senin-Jumat (08.00-15.00 WIB)
- Hardware dan Software kami sediakan
- Tersedia dribbble invitation bagi yang belum memiliki
- Mulai kerja awal Juni 2017
- Penempatan di Yogyakarta

Terima kasih 🙂

Wassalamualaikum

Kenali kami lebih dekat di
http://inipagi.com/

Sabtu, 13 Mei 2017

Belajar Blogging di Rumah Kreatif Jogja

Weekend kali ini aku ikut kelas blogging bersama Oom Yahya di Rumah Kreatif Jogja (RKJ). Sebenarnya aku baru dengar ada tempat bernama RKJ, lucu uga. Akhirnya cek Google Maps dan ketemu lokasinya ada di Sagan. Ternyata RKJ memang baru berdiri sejak 12 Januari 2017, makanya masih terasa asing. 

Dari sini aku jadi tahu ada lebih dari 500 rumah kreatif yang tersebar di seluruh Indonesia. Rumah Kreatif ini didirikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi para penggiat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam hal pelatihan, manajemen dan pemasaran.  RKJ sendiri dikelola oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan menjadi satu-satunya center point di area Yogyakarta. Selama 4 bulan dibuka, RKJ telah memiliki banyak kegiatan, program dan tak pernah sepi pengunjung. Kegiatan "kelas blogging" ini, salah satu contohnya. 

Di RKJ, ada 3 zona yang bisa kita temui yaitu zona inspirasi, zona kreatif, dan zona produktif. Kelas blogging yang aku ikuti bertempat di zona kreatif. Tempatnya nyaman, dengan nuansa yang cozy abis. Kita bisa leluasa duduk lesehan sambil asik mengikuti materi yang diberikan. Fasilitas yang disediakan juga lengkap, ada proyektor, TV, AC, dan yang paling penting: colokan listrik!.



Di daftar hadir aku lihat ada 29 peserta terdaftar, beberapa udah aku kenal kayak Fiani, mas Priyo, bahkan panitianya ada Ibnu, staf di HIMANIKA dulu. Konyolnya, peserta lain pada bawa laptop gitu, tapi aku nggak bawa sendiri. Kata Fiani sih diSMS panitia suruh bawa laptop. Tapi pas aku cek SMS, nggak ada kata-kata suruh bawa laptop tuh. Di situ saya merasa bagaikan bawang putih. Heu, ngekk.

Pemateri kelas blogging yaitu Oom Yahya Kurniawan, gadget blogger yang tulisannya bisa kita baca di www.yahyakurniawan.net. Oom Yahya memberikan materi seputar blog dengan ringan. Kita diberi tips tentang SEO, teknik blogging menggunakan wordpress, dan motivasi untuk aktif update post di blog.

Nah postku kali ini sebenarnya adalah tugas nulis dari kelas blogging. Kita diberi tantangan untuk menulis dengan tema "Berkreasi di Rumah Kreatif Jogja". Jadi, jadi, menurut kalian tulisanku gimana?.  Boleh dong dikomen *wink*.



Jumat, 05 Mei 2017

, ,

Review Cultural Food Festival: Sahara Middle East, Ada Belly Dance nya!

Like I always say, aku tuh sering banget disangka keturunan Arab sama orang-orang yang baru ketemu. Entah kenapa, alasannya masih menjadi misteri. Mungkin karena mata aku yang "dalam" (istilah dari beauty blogger), jadi kesannya Arab. Padahal yaaa jauh lah, orang Arab kan mancung, putih, tinggi. Sesuatu yang nggak aku banget. Atau jangan-jangan aku keturunan kedelapan kalik ya.

Ngomong-ngomong soal Arab, Arab kan ada di Timur Tengah tuh. Nah hari Rabu (3/5) kemarin, ada Cultural Food Festival dengan tema Sahara Middle East di Swiss-Belhotel Yogyakarta. Seru gitu kayaknya. Aku penasaran makanan ala negara-negara Arab ada apa aja ya, biasanya cuma tahu Kebab sama nasi kebuli doang. Terus yang lebih seru, ada Belly Dance nya!. Dulu aku pernah punya boneka yang bisa nari-nari belly dance gitu, lucu kayaknya kalo bisa lihat langsung. Tanpa pikir panjang, aku pun segera daftar biar bisa ikutan. 

Invitation Culturan Buffet Dinner: Shara Middle East di Swiss-Belhotel Yogyakarta

Oh iya, bulan April kemarin aku juga ikut Cultural Food Festival di Swiss-Belhotel Yogyakarta. Tapi waktu itu temanya Oriental Fest Food, dan aku ikut yang edisi Korean (Baca juga: Kuliner All You Can Eat Edisi Korean Buffet). Jadi ini kali kedua aku ikutan. Seru sih, sekali aja nggak cukup.

Di undangan kan ditulis acara dari jam 18, tapi sebelum jam 18 aku udah sampai di hotel dan langsung ke Swiss-Cafe. Ternyata masih sepi gitu. Sambil nunggu pembukaan, aku bisa eksplore ke sana ke mari. Ngerencanain bakal ngambil makanan apa aja, pilih tempat duduk yang asik, selfie di segala sudut, wifi-an, nonton koki yang lagi masak di open kitchen sampai kokinya grogi, hoho. Random lah.


Tempat dudukku kemarin di dekat Open Kitchen. Di situ kita bisa lihat dapur tempat koki masak. Seru sih, jadi nggak bosen sambil makan bisa lihat para koki beraksi. Nggak enaknya, tiap ada orang yang keluar-masuk ke dapur, terdengar bunyi "tok tok" pintu yang ketutup gitu. Di awal-awal sih "it's okay", lama-lama bikin kezel juga. Sering yang keluar-masuk soalnya, jadi bunyi "tok-tok" mulu, kan gengges.

Jam 18.30 acara dimulai. Dipandu oleh MC, ada juga sambutan dari Pak Dedik Abdillah selaku General Manager, singkat tapi ramah. Kemudian, saatnya yang ditunggu-tunggu, pembukaan acara dengan Belly Dance. Waa, clap clap clap.









Seketika musik khas Arab diputar dan ada 2 penari cewek yang mulai menari dari lorong pintu masuk Swiss Cafe. Penarinya pakai baju yang menurutku kayak sari-nya orang India gitu. Mirip kayak boneka India yang aku punya dulu waktu kecil. Hihi. Ngeliat Belly Dance aku jadi kepikiran tentang bakar kalori perut. Tapi nggak tau deh kalo mas-mas yang liat jadi kepikiran apa. Heu.

Usai Belly Dance, langsung ke acara utama, apalagi kalau bukan.... makan!. Akhirnya... setelah serasa berjuta-juta tahun menunggu *lebay sih*. Dalam sekejap piringku udah langsung penuh.

Menu

Appetizer

Sebelumnya, aku mau jujur, bahwa sesungguhnya aku nggak tertarik sama appetizer jadi aku skip begitu aja. Nggak banyak yang aku dokumentasiin, bahkan nggak ada yang aku icipin. Huhu, maafkeun ya Chief. Tapi di sana udah disediain berbagai macam appetizer macam salad dan krim beraneka ragam ini. Sebenernya aku penasaran sama saus Balsamic, tapi ya itu tadi, nggak sempet buat aku cobain. Hehe.

Malfoof Salad

Salad dan Beraneka Saus Dressingnya

Main Course

Meja Main Course, lengkap dengan aneka sambal dan kerupuk

Karena ini temanya Timur Tengah, aku udah cukup kebayang sih pasti menunya bakal seputar daging, terutama daging kambing. Tapi nggak nyangka kalau dagingnya bisa diracik jadi berbagai varian menu yang belum pernah aku tau sebelumnya. Biasanya kalo makanan Timur Tengah kan identiknya nasi Kebuli, kambing guling, kebab, gitu-gitu, tapi ternyata ada banyak menu lain lho.

Shish Taouk
Shish Taouk. Menu ini di dalamnya ada daging ayam dibakar medium dan sayuran macam paprika, tomat ditusuk dengan lidi kayu kayak sate. Dagingnya empuk banget. Potongan sayurnya juga pas untuk dimakan dan berasa segar.

Fish Harrah

Fish Harrah, dari namanya aja udah ketahuan kalau ini dari ikan. Keliatannya enak ya, crispy di luar lembut di dalam, dengan saus yang segar. Tapi karena aku food combining dan menghindari makan daging darat (ayam, kambing, sapi) sekaligus laut di satu waktu, jadi aku nggak nyobain fish harrahnya karena udah ngambil makanan daging.


Kibbeh. Awalnya aku pikir ini ayam crispy. Pas aku cobain, ternyata ini adalah daging (entah sapi atau kambing) cincang yang dibentuk bulatan terus luarnya dikasih tepung biar crunchy. Asli, ini enak banget. Rasa dagingnya tu bisa pas banget gitu lho.


Talafel. Bentuk talafel ini mirip sama perkedel ya. Karena aku pecinta kentang, aku ambil satu dan nggak lupa aku kasih sedikit saus di atasnya. Ketika aku coba makan, eh ternyata teksturnya cukup keras, nggak empuk kayak perkedel. Isiannya ada kentang dan campuran daging kayaknya. Rasanya "strong" banget, pedes-pedes merica gitu. Emang harus dicombine sama saus putihnya deh biar rasanya lebih blend.

Babaghanous

Babaghanous. Aku nggak tau ini harusnya masuk di appetizer atau main course, tapi karena ada di meja main course jadi ya aku anggap ini main course aja. Hehe. Pas di awal dateng tadi, aku sempat ngobrol-ngobrol sama chiefnya. Nah pas ditanya makanan apa yang rekomended, chief langsung nunjukin babaghanous ini ke kita. 

Di meja ada semacam pangsit/keripik-atau-apalah-itu, terus di sampingnya ada krim-saus-bubur-entah-apa. Ternyata mereka berdua memang tercipta untuk bersama. Cara makannya, si pangsit ini dicocolin ke krimnya ini. Jadi semacam nachos tapi ala Timur Tengah. Uniknya, krimnya ini kan rasanya enak, aku pikir ini campuran tepung sama daging diblender apa gimana. Setelah abis, baru dikasih tau mbak Vera kalo ini dari terong. Lho???. Beneran deh nggak nyangka karena rasanya bukan rasa terong.



Tharid. Nah kalo tharid ini dari lihat aja udah langsung bisa ngebayangin rasanya ya. Iya, ini (semacam) semur kentang sama daging kambing. Enak. Dan lagi-lagi, dagingnya empukk banget.



Tufteh. Ini makanan misterius amat dah. Dari luar penampilannya amat menipu. Coba menurut kamu, ini apa?. Yang jelas bukan takoyaki, walaupun sama-sama bulat. Jadi ini tuh aslinya nasi yang dibalut sama daging yang entah dimasaknya gimana dan pake bumbu apa yang bikin rasanya endeus markendeus. Enakk banget. Ciyus.


Last but the best!!!. Batata Harrah. Ini menurutku main course paling favorit. Emang "cuma" kentang panggang, tapi rasanya tuh enak banget nget nget gitu. Berasa makan Chitato rasa sapi panggang tapi versi lembut. Beuh, kebayang kan enaknya.

Selain yang udah tersedia di buffet, ada juga menu yang fresh from the cook, masaknya secara live cooking oleh salah satu Chief. Malam ini menu live cookingnya yaitu Chicken Shawarma, atau aku taunya sih kebab.



Dessert


Meja Dessert



Pas aku dateng, ini belum dikasih papan nama. Tapi kata Pak Khun, ini Pistacchio Baklave. Jadi lapisan kulitnya pie crunchy gitu, terus isian di dalamnya kacang pistacchio yang udah ditumbuk lembut gitu. Favorit pertama. Biasanya kacang kan kalo dimakan bikin "seret" gitu, tapi aftertaste abis makan ini bener-bener moist kacangnya, nggak bikin buru-buru nyari air minum.


Aduuh, nggak perlu dijelasin deh kalo ini mah. Cheese cakenya tuh lembuuut banget. Enak, nggak enek, manisnya pas. terus di bawahnya ada lapisan kacangnya, kayaknya pistacchio juga. Saking enaknya, ini cake cepet banget abisnya. Pas aku ambil, tinggal setengah. Coba telat sedikit, mungkin udah ga kebagian. Btw, ambilnya dikit aja. Kalorinya tinggi, kata Pak Khun. Iya sih, secara... cheese cake pake kacang juga.


Tahini Bukeyes. Semua bagian dari Tahini Bukeyes bisa dimakan karena ini full coklat. Yang bentuk kerang itu bukan pajangan atau apa, itu tuh coklat. Wadah bulatan coklat-coklat yang kayak mika warna putih itu juga coklat. Coklat diwadahin, wadahnya juga coklat. Jadi.... makan aja semuanya. Hihihi.


Pisang Turki. Ini adalah nama makanan yang paling gampang diinget. Kekeke. Sayangnya aku nggak nyobain karena gede banget. Sepertinya enak. Btw, di Turki beneran ada pisang?. Aku ciyusan nggak tau ini.

Cookies

Bentuknya sih cuma buletin biasa, keras gitu macam kue kering. Tapi pas dicoba, lho kok dalemnya lembut. Lho kok enaknya pake banget. Kalo menurut aku, ini rasanya kayak kastengel tapi versi gede dan ada campuran kacang almond di kuenya. Enteng banget buat dicemil.


Pas pertama kali aku samperin meja dessert, "benda" satu ini letaknya di antara piring-piring gitu. Aku pikir kan cuma aksesoris pajangan aja kan. Setelah tak amatin, eeeh baru nyadar kalo ini full coklat juga. Ya amplop, mana tega makannya chief kalo coklat kok bentuknya cantik begini. Huhu.

*note: nggak semua makanan aku dokumentasikan

***

Sekitar jam 20 piring-piring mulai kosong, isinya udah pindah ke perut. Kenyaang, alhamdulillah. Karena all-u-can-eat, jadi kita bebas mau ambil makanan apa aja, sebanyak apa, dan bahkan mau nambah berapa kali, bebas sebebas-bebasnya. Makanya itu perlu kontrol diri. Nggak semua makanan perlu diambil. Kalo aku lebih suka ngambil sedikit-sedikit supaya bisa rata nyobain tiap menu. Perutku nggak muat banyak soalnya, hehe. Sesuaikan dengan kebutuhan yaa. Jangan lupa food combiningnya. (Tapi kalo urusan dessert, biasanya aku khilaf mulu nih, gimana dong?)
My plate full of main course

Dessert time! 


Dan... lagi-lagi, Cultural Dinnernya Swiss-Belhotel ini emang juara banget deh. Apalagi di sini nggak cuma menu makanannya yang sesuai tema (di mana tema kali ini temanya Timur Tengah), tapi semua konsepnya juga mendukung tema banget. Dekorasi meja menunya, hiburannya (Belly Dance tadi), dan ada juga petugas hotel yang pakai baju ala Timur Tengah.

Tapi apapun temanya, mau Korean, mau Timur Tengah, hiburan utamanya tetap... musik keroncong!. Hihihi. Lidah boleh udah sampai luar negeri, tapi Jogja tetap di hati.

Oh iya, aku kan penasaran ya, kenapa bulan ini dipilih tema Timur Tengah. Ternyata karena bulan ini udah memasuki bulan Ramadhan bagi umat muslim. Leh uga deh korelasinya. Swiss-Belhotel Yogyakarta selama Ramadhan juga udah menyiapkan paket khusus. Kan kalo puasa banyak tuh yang sering buka puasa bareng, hari Senin sama temen SMA, hari Selasa sama temen kuliah, hari Rabu sama temen kerja, hari Kamis sama temen arisan, dll. Cocok lah kalo buka puasanya ke SwissCafe di Swiss-Belhotel Yogyakarta aja.

Harga: 175.000/pax, buy 1 get 1 free.