Rabu, 26 April 2017

,

Operasi Katarak Gratis dari Yayasan Dharmais, Dokter: "Jika Operasi Mandiri Biayanya Mencapai 10 Juta Lebih"


Perwakilan peserta Operasi Katarak dalam acara pembukaan

Katarak.

Sebelumnya aku hanya tahu bahwa katarak adalah nama salah satu penyakit mata. Aku tidak berminat untuk tahu lebih lanjut, sampai akhirnya Mbah Kakung, kakekku yang berusia 70an tahun, divonis menderita Katarak. Penglihatan mata kiri mbah Kakung saat itu sangat buruk, hampir tidak bisa melihat. Akhirnya mbah Kakung menjalani operasi Katarak pada tahun 2016 lalu dan kini penglihatan beliau membaik. Alhamdulillah.

Sejak itu aku semakin aware dengan penyakit Katarak. Bagaimana tidak, hampir saja mbah Kakung tidak bisa melihat karena penyakit yang satu ini jika tidak segera ditangani. Ternyata memang benar, katarak adalah penyebab utama kebutaan di dunia. Bahkan 50% kebutaan di Indonesia disebabkan karena katarak. Nah kan, bahaya.

Hingga akhirnya pada hari Minggu (23/4) kemarin aku mendapat kesempatan untuk ikut hadir di kegiatan Operasi Katarak Gratis. Tidak, tidak ada saudara yang akan menjalani operasi. Tapi aku punya sesuatu yang akan aku bagikan, semoga bisa bermanfaat.

Operasi Katarak

Rumah Sakit Hoslistika Medika Yogyakarta, tempat dilaksanakannya kegiatan Operasi Katarak
Operasi Katarak gratis Minggu pagi lalu, diselenggarakan oleh Yayasan Dharmais, bekerja sama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) dan Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Holistika Medika, Sleman, Yogyakarta.


dr. Albanza Muady, salah satu tim dokter penyelenggara dari PERDAMI


Aku juga sempat berbincang dengan dr. Albanza Muady, salah satu dokter yang menjadi tim penyelenggara operasi. Btw, dokternya masih muda, uhuk, eh fokus, fokus. Berdasarkan informasi dari masnya dokter Alba, ada lebih dari 170 daftar calon peserta, baik dari Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo bahkan dari kota-kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lain. Namun, dari sekian banyak yang mendaftar, hanya 74 orang saja yang akan mengikuti operasi. Kenapa?.

Hal ini karena sebelum pelaksanaan operasi, dilakukan screening atau tes pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu kepada calon peserta. Dari hasil screening akan diketahui apakah calon peserta benar mengidap penyakit katarak atau tidak.

"Sakit pada mata kan tidak hanya disebabkan karena katarak. Ada pula yang menderita sakit mata, tapi bukan katarak. Karena itu hanya ada 74 peserta saja yang bisa mengikuti operasi", kata dokter.

Untuk kegiatan kali ini, ada 2 metode operasi yang dilakukan yaitu menggunakan jahitan dan tanpa jahitan (laser). Apa perbedaannya?.

Metode jahitan digunakan untuk katarak yang sudah matang. Operasi dengan metode ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Metode tanpa jahitan (laser)  digunakan untuk katarak yang belum matang. Walaupun belum matang, tapi tetap bisa dilakukan operasi, apalagi jika sudah dirasa mengganggu oleh penderita. Waktu operasi dengan metode laser cukup singkat, yaitu hanya 10-15 menit. Lebih sebentar karena tidak perlu ada jahitan.

Suasana Ruang Operasi. Sumber: twitter @irfahudaya
Suasana ruang tunggu Operasi Katarak

Operasi Katarak dari Yayasan Dharmais ini gratis, peserta tidak dipungut biaya sepeserpun. Bahkan tidak hanya operasi, peserta juga akan mendapatkan fasilitas akomodasi (kaos, snack, menginap di rumah sakit,dll) dan juga pengawasan pasca operasi. Setelah operasi, peserta wajib melakukan kontrol untuk cek kondisi pada H+2, H+5 dan H+28.

Ketua PERDAMI Yogyakarta, bapak Dr. Agus Supartoto, SpM(k) sangat mengapresiasi program Operasi Katarak gratis dari Yayasan Dharmais. Program ini membantu program pemerintah yaitu Indonesia bebas buta katarak. Maka dokter Agus menghimbau bagi siapa saja yang menderita katarak agar tidak ragu untuk mengikuti kegiatan Operasi Katarak gratis ini.

"Jika operasi katarak sendiri di luar, biayanya bisa mencapai 12 juta rupiah, tapi kali ini gratis tanpa biaya apapun. Jangan sia-siakan kesempatan yang baik ini, ikut saja", kata dokter Agus saat sambutan.

Kegiatan Operasi Katarak gratis merupakan program tetap Yayasan Dharmais yang dimulai sejak tahun 1986 dan rutin diadakan setiap tahun sampai sekarang. Kegiatan ini terbuka bagi siapa saja, terutama penderita yang tidak mampu serta peserta tidak dibatasi kuota tertentu. "Semakin banyak yang ikut, semakin baik, akan kami tampung semua", begitu kata Bapak Indra Kartasasmita dalam kesempatan konferensi pers bersama Yayasan Dharmais, Sabtu (22/4).

Ibu Titek Soeharto memberikan obat tetes mata kepada peserta Operasi Katarak. Sumber: Instagram @hallomegh

Selain Operasi Katarak, di hari yang sama Yayasan Dharmais juga mengadakan Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit di Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB), Yogyakarta.

Poster Kegiatan Operasi Katarak

Poster Kegiatan Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit

Mengenal Yayasan Dharmais


Ibu Titiek Soeharto, Bapak Indra Kartasasmita, beserta jajaran pengurus Yayasan Dharmais
Yayasan Dharma Bhakti Sosial (Dharmais) merupakan yayasan di bidang sosial kemanusiaan yang berdiri di Jakarta sejak 8 Agustus 1975. Salah satu pendirinya yaitu Presiden RI kedua, bapak H. M. Soeharto, beserta bapak H. Sudharmono, dan bapak H. Bustanil Arifin. Yayasan ini masih aktif sampai sekarang. Sebagai pembina yaitu Putri dari bapak Soeharto, Ibu Hj. Siti Hardiyanti Hastuti Rukmana (Titiek Soeharto), dan sebagai Ketua yaitu bapak Indra Kartasasmita.

Mengusung visi dan misi "Memberikan bantuan di bidang sosial dan kemanusiaan", Yayasan Dharmais memiliki program-program yang mendukung visi dan misi tersebut. 

Untuk bidang sosial, program-programnya meliputi:
- Bantuan kepada panti asuhan
- Bantuan paket pakaian
- Pesantren singkat pelatihan usaha produktif
- Bantuan anak asuh, dan
- Perpustakaan yayasan.

Sedangkan untuk bidang kemanusiaan, Yayasan Dharmais menggerakkan program:
- Operasi katarak
- Operasi bibir sumbing dan langit-langit mulut
- Pengobatan Thalassemia
- Bank mata, dan
- Penanggulangan penyakit kusta

Tidak hanya itu, Yayasan Dharmais juga terbuka dalam memberikan bantuan di bidang lain, seperti:
- Bantuan operasional Puskesmas Seroja Bekasi
- Bantuan modal kerja bagi penderita cacat tubuh dan tuna netra
- Membangun rumah sederhana bagi Korps Cacad Veteran RI, dan masih banyak lagi.

Sekretariat Dharmais:
Gedung Granadi Lantai 5
Jl. HR. Rasuna Said Kav. 8-9
Kuningan - Jakarta Selatan 12950
Telp. 021-2522745 Fax. 021. 2521625
http://www.yayasandharmais.or.id


Senin, 24 April 2017

[Daily] Gimana Rasanya Lihat Teman-Teman Udah Pada Nikah Duluan?

Telah tiba masanya. Di mana undangan bergambar love berdatangan. 

Telah tiba waktunya. Di mana teman posting foto resepsi nikah. 

Dan telah tiba zamannya. Di mana akun sosmed teman nggak lagi dipenuhi foto selfie, tapi diganti dengan foto bayi. Iya, bayi lucu imut menggemaskan anak mereka.





Mari kita list... 

Teman sekelasku di SD, emm udah ada yang nikah, dan udah punya baby. Teman sekelas di SMP udah ada juga. Teman sekelas di SMK udah banyak. Tinggal teman sekelas pas kuliah yang belum. Tapi kayaknya sih bentar lagi ada yang ngirim undangan. Ehem, ehem *lirik temen sebelah* *bukan gue*.

Temen di BEM FT ada 1 yang udah nikah. Temen KKN udah 4 yang nikah (dan ini agak surprise sebenarnya). Kakak angkatan di HIMA udah banyak yang gendong baby. Kurang temen-temen PH HIMANIKA 2013 yang belum karena masih banyak yang jomblo *atau backstreet? (Uhuk Iim, uhuk Adit). 

Guru-guru di kantor pun udah nikah semua, kecuali beberapa yang belum(coba absen: aku, Rangga, bu Jannah, mas Subhan, siapa lagi?). Bahkan muridku di SMK juga ada yang udah nikah dan punya anak. Hohoho *ketawa getir*.

Sebagai seorang perempuan berumur 23 tahun, rasanya wajar jika lingkungan pergaulanku kini adalah orang-orang yang sudah berkeluarga. Secara usia boleh nikah di Indonesia kan mulai dari 17 tahun kan ya. Eh iya nggak sih? Atau 18? Atau berapa?. Kayaknya dulu mas A, anaknya ustad AI yang mau nikah tapi belum cukup umur terus harus ikut sidang dulu dan dibolehin nikah. Jadi sebenernya usia berapa aja bisa ya?. Eh ini nggak niat gosip, cuma info. 

Dulu aku pernah dapat nasehat, perempuan itu baiknya nikah mulai umur 20 tahun, kalau laki-laki mulai umur 25 tahun. Mungkin karena pertimbangan, makin berumur makin matang tingkat emosinya. 

Walaupun orang bilang, "tua itu pasti, dewasa itu pilihan", tapi buat aku ada benarnya juga dewasa itu berbanding lurus sama umur. Aku sewaktu umur 17 tahun jauh lebih alay daripada sekarang. Padahal sekarang juga masih alay. Kekeke, uwoo uwoo. Alaynya termasuk dalam hal emosi, tanggung jawab, konsistensi, persistensi, resistansi, apalah-apalah. 

Tapi aku menghargai teman-teman yang sudah menikah, usia berapa pun itu. Usia 18 tahun kalau mereka sudah siap, ya monggo. Usia 28 tahun kalau merasa belum siap ya disiapin dulu. Usia 23 tahun, kalau merasa sudah siap, tapi kok belum ada calon, ya nyari dulu gih

Sekarang aku sudah mulai terbiasa lihat postingan di sosmed tentang kehidupan rumah tangga mereka. Eh, maksudnya tentang persiapan pernikahan, atau lagi liburan sama pasangan ke mana, atau gimana rasanya waktu hamil, atau progress bayinya udah bisa apa, dll. Banyak lah ceritanya. 

Jadi, gimana rasanya lihat teman-teman sudah pada nikah duluan? 

Sincerely, I'm happy for them, a lot. Ya pastinya ikutan seneng dong lihat temen kita seneng. 

Kadang ada baper juga. "Ih gelo ya, temen-temen udah pada punya anak tapi akunya masih kayak anak-anak". Tapi abis itu jadi terpacu, "Oh iya berarti mulai sekarang aku kudu mulai dewasa".

Rasanya juga seru. Aku jadi bisa belajar banyak dari mereka. Bisa tanya-tanya apa aja yang perlu disiapin sebelum nikah. Bisa tau, wah ini mbak sama masnya LDR tapi langgeng terus, o gini to caranya. Bisa tau, mas sama mbak ini selalu kompak di manapun dan kapanpun, o itu rahasianya. Bisa nyimak cara parenting ke anak-anak, dll. 

Kamu kapan (nyusul nikah)? 




Ini nih, pertanyaan yang seolah nggak boleh ketinggalan ditanyakan ke orang-orang semacam aku yang umur segini masih single. Entah nanya dalam rangka basa-basi, nggak ada topik lain, atau seriusan mereka pengen tahu. 

Jadi gini, aku percaya kita punya zona waktu masing-masing. We have our own Greenwich Meredian Time. Nanti juga akan tiba masanya aku jawab pertanyaan itu, bahkan tanpa kalian tanya. Kalem aja, kalem. 

Yang suka nanya begitu, emang udah nyiapin kado apa? 

Senin, 10 April 2017

, ,

Kuliner All You Can Eat di Swiss-Belhotel Cafe, Edisi: Korean Buffet


Saat ini jumlah hotel dan restoran di Jogja semakin banyak. Masing-masing memiliki karakteristik konsep yang berbeda. Selain itu, masing-masing juga menyediakan berbagai tawaran yang menarik. Kita tinggal pilih, mau menginap atau makan di mana. Jika bingung pilih tempat mana yang recommended,coba ke Swiss-Belhotel Yogyakarta saja.

Lokasi

Swiss-Belhotel Yogyakarta merupakan hotel bintang 4 yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman. Itu lho, depan Gramedia. Tempatnya strategis sekali. Jalan sedikit, udah bisa ke Gramedia, Calais, KFC, McD, Pizza Hut, dll. Ke barat sedikit, udah sampai Tugu. Ke utara, udah sampai UGM. Ke Timur, ada Galeria Mall dan Rumah Sakit Bethesda. Akses ke mana-mana mudah karena Swiss-Belhotel terletak di pusat kota Yogyakarta.


Swiss Café 

Di Swiss-Belhotel, kita bisa mencoba kuliner di Swiss Café, restoran hotel yang bertempat di dekat lobby. Dari pintu utama, restoran ini sudah langsung terlihat. 

Uniknya dari Swiss Café, setiap bulan di sini ada sajian menu tematik pada hari Rabu dan Sabtu malam. Untuk bulan ini temanya adalah Oriental Food Festival. Hmm... seketika terbayang menu-menu masakan Asia yang khas.

Oriental Food Festival

Oriental Food Festival: Korean Buffet

Hari Rabu (5/4) lalu, aku mendapatkan kesempatan untuk mencoba Oriental Food Festival di Swiss Café dengan menu Korean Buffet. Aku tidak sendiri, namun juga bersama blogger Jogja, bapak Ang Tek Khun dan mbak Agata Vera.

Bersama Blogger Jogja, Mbak Agata Vera dan Pak Ang Tek Khun

Di undangan yang diberikan, tertulis acara dimulai pukul 18.30. Aku sampai sana lebih awal, eh ternyata makanan sudah siap tersaji. Aku pun bisa leluasa berkeliling selagi restoran masih sepi. 

Ada 3 meja utama yang menyajikan menu utama, menu pendamping, dan dessert.
Menu utama

Daegu Tang

Makgalbijjim
Gaji Bokkeum

Algamja Jorim

Guriltai Shul


Menu Pendamping
Kimchi
Kimbab


Cucumber and Wakame Seaweed Korean Salad

Sangchu Geotjori

Dessert

Yaksik
Hotteok

Hwagwaja, Korean Donut

Baesuk

Kkwabaegi
Masih ada beberapa menu lain yang tidak sempat terfoto. Yang jelas, semua menu bisa kita coba sepuasnya alias All-You-Can-Eat.

Lucunya, walaupun tema malam itu adalah Korean, tapi aneka krupuk dan aneka sambal tetap tersedia. Hehehe.

"Ini yang selalu dicari pengunjung", kata Chief Satrio

Live Cooking

Selain makanan yang sudah siap tersaji, ada juga makanan yang baru dimasak ketika kita pesan. Misalnya menu malam ini yaitu beef bulgogi. Kita pesan dulu, lalu Chief akan memasak sesuai jumlah pesanan. Live cooking gitu. Sehingga makanan tersaji fresh from the cook.

Live Cooking Beef Bulgogi oleh Chief Tyo

Tidak hanya itu, di Swiss Café kita juga bisa melihat proses memasak para Chief di dapur. Pilih spot tempat duduk di pojok, di sana dapur dan meja makan hanya dibatasi dengan kaca sehingga kita bisa menyaksikan kegiatan para Chief di dapur. Seru.

Serunya Live Kitchen di Swiss-Cafe
***

Di kesempatan kali ini, kita juga bertemu dengan Bapak Dedik selaku General Manager Swissbel Hotel Yogyakarta. Wah, kesempatan langka seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bisa menambah pengetahuan baru (ceileh pengetahuan).

Dari Pak Dedik, kita jadi makin tahu keunikan-keunikan lain dari Swissbel Hotel Yogyakarta terutama Swiss Café nya. Misalnya, Swiss Café ini terbuka untuk umum lho. Tidak hanya tamu hotel yang bisa makan di sini, pengunjung luar kayak aku pun sangat welcome untuk mencoba kuliner Swiss Café. Cocok untuk ibu-ibu yang mau arisan, reuni bersama teman-teman, anniversary bersama pasangan, dll.

Bersama Pak Dedik dan Pak Khun

Di Swiss Café menunya sangat variatif. Menu lokal Jogja pasti ada, seperti Gudeg (khusus untuk pagi hari), mie godhok, ayam geprek, dll. Tamu hotel yang ingin mencicipi masakan khas Jogja tidak perlu berkeliling jauh, cukup datang ke Swiss Café, dan menu ini sudah tersedia. Tidak hanya itu, ada juga menu Indonesia, Asia, dan Internasional. Pengunjung yang ingin wisata kuliner, mencicipi menu-menu ala daerah lain, sangat bisa ke sini.

Soal rasa bagaimana?

Nggak perlu ditanya, enak-enak sekali makanannya. Aku mencoba hampir semua menu yang tersedia (pukpuk perut). Favorit aku: beef bulgogi, kimchi, baesuk, yaksik dan chocolate candy. Sayang aku nggak kebagian kimbabnya, huhuhu. Untuk rasa, sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia sehingga sangat aman, bikin doyan. Kecuali kimchi dan Korean saladnya yang korea banget. Satu yang penting, walaupun Korean Food, pastinya semua menu di sini halal.

Beef Bulgogi dari Swiss-Belhotel

Oh iya, sembari kita makan, ada alunan lagu keroncong yang menemani. Kata Pak Khun, setiap malam di sini selalu ada hiburan. Rabu malam jadwalnya keroncong. Hari Sabtu nanti ada sendratari kecil. Wih, lucu nih, makanannya Korea, lagunya Keroncong. 

Sedikit tips ketika ikut sajian All-You-Can-Eat seperti ini, yaitu: ambilnya sedikit-sedikit aja. Menunya kan ada banyak tuh, nah dari setiap menu cukup ambil sedikit, nanti dikumpulkan di piring juga jadi banyak. Biar apa? Biar kamu bisa nyoba setiap menunya, biar nggak penasaran. Terutama nasi, ambil nasi cukup sedikit aja atau nggak usah sama sekali. Kalau nanti ada yang kamu suka, boleh deh nambah lagi.

Karena tiap bulan temanya berubah, kira-kira bulan depan temanya apa ya?. Cek aja info ter-up-to-date dari Swiss-Belhotel Yogyakarta di

Facebook - swissbelhotelyogyakarta
Twitter - @swissbeljogja
Instagram - @swissbelhoteljogja

Harga: 175.000/pax net.


Selasa, 04 April 2017

,

Bakar-Bakar Daging Sesukamu di Hayaku Jogja

Bulan Maret kemarin, ada tempat makan baru di Jogja, namanya Hayaku. Konsepnya ala-ala Jepang gitu. Menu utamanya ada Yakiniku dan Steamboat (kayak Sukiyaki menurutku).





Hayaku Jogja ini buka hari Jumat tanggal 17 Maret. Selain di Jogja ternyata Hayaku juga ada di  Mumpung lagi promo, hari Sabtu tanggal 18 Maret aku ke sana deh. Waktu datang, masih sepi gitu. Baru ada 2 pengunjung lain. Maklum karena baru hari kedua buka mungkin ya.

Lokasi dan Tempat


Hayaku Jogja ini berlokasi di Ruko Raflesia, Babarsari. Satu kompleks dengan Larizzo, Bank Papua, dan GH Corner (baca juga: Review GH Corner Jogja). Gampang dicari kok, terlihat jelas dari jalan.

Tempatnya nggak begitu luas, tapi bisa muat beberapa meja. Ada bagian dalam dan bagian luar. Aku pilih bagian dalam supaya adem. Pertama masuk, wah nuansanya cukup eye catching. Terlihat bersih, rapi, dan cantik.

Di setiap meja ada 2 kompor yang menempel, yang 1 untuk memasak yakiniku, yang 1nya untuk memasak steamboat. Selain itu ada juga sumpit, garam, tisu, dkk.


Menu dan Harga

Kita pesan yakiniku mix, yang berisi campuran beberapa daging, ada daging sapi, daging ayam, sosis, dan udang. Di buku menu ada keterangan menu ini porsinya cukup untuk 2-4 orang. Wah, dapat banyakkah?

Selain yakiniku mix, ada juga menu lain. Dua menu utamanya yaitu yakiniku (bakar) dan steamboat (rebus).

Selain itu kita pesan nasi dan greentea latte. Greentea latte nya pas ada promo free, dengan syarat upload foto kita sedang makan di Hayaku di akun Instagram. Tapi di hari biasa kayaknya udah nggak ada promo ini lagi. Oh iya, akun Instagramnya Hayaku bisa dilihat di @hayakujogja.






Review

Sebenarnya aku dari dulu pengen nyoba makanan ala-ala gini. Efek sering liat drama korea, heheu. Kemarin nyoba nyari, adanya yang sukiyaki. Kalau sukiyaki kan rebus ya, kurang begitu ini. Eh, sekarang ada yang sedia yakiniku murah meriah. Suka, suka.

Dari segi konsep, menurutku asik. Kita bisa custom bakar-bakar sesuai selera. Sebenarnya bisa juga minta dimasakin pegawai nya sana sih. Tapi lebih seru masak sendiri. Masaknya yang agak lama ya biar matang. Nggak baik makan daging setengah matang.

Dari segi rasa, lumayan enak kok, dagingnya ada rasanya, nggak plain. Saosnya pedasnya pas. Greentea lattenya juga enak.

Kalau dari segi porsi, ternyata nggak sebanyak yang aku perkirakan. Walaupun tulisannya cukup untuk 2-4 orang, sebenarnya buat 1 orang aja masih sanggup itu abis sendiri. Tapi buat berdua juga okelah, nggak nyampe buat berempat menurutku.

Dari segi harga, masih terjangkau kok. Bisalah sesekali dicoba.



Senin, 20 Maret 2017

Puisi di Film Trinity The Nekad Traveller

Untuk yang sudah nonton film "Trinity, The Nekad Traveller", pasti jatuh Cinta dengan puisi yang dibacakan di akhir film. Tak hanya itu, ada kuis berhadiah jalan-jalan ke Maldives untuk penonton yang foto bersama sobekan tiket film dan posting di Instagram dengan bagian dari puisi ini. Bagi kamu yang pengen ikutan tapi lupa sajak puisinya,semoga ini bisa membantu ya.

---

Kadang tubuh di sini, hati di sana
Kadang tubuh di sana, hati entah di mana
Untuk itu aku membuka telinga dan mata

Mendengar dan membaca
Menapaki ruang-ruang baru di berbagai belahan dunia
Mempertemukan raga dan jiwa
Meniti rencana alam semesta

Tubuh dan hati ini perlu melanglang buana
Melihat cakrawala dari sudut yang berbeda

Keindahan setiap Negara memang tak terlupakan
Dan itu justru membuatku mengenang kampung halamanku
Banyak bahasa dan bangsa sudah kujelajah
Tapi tetap saja tanah airku yang punya ruang khusus dalam sukma

Karena ke manapun kaki melangkah
Rumahku.... Indonesia


Jumat, 17 Maret 2017

Review Film Trinity The Nekad Traveller, Bikin Pengen Ikut Keliling Dunia!

Salah satu buku favorit aku, The Naked Traveller, yang ditulis oleh kak Trinity, akhirnya dijadikan film layar lebar. Yeaay. Seketika ngebayangin film yang penuh pemandangan-pemandangan cantik dari tiap daerah yang pernah dikunjungi kak Trinity. Film yang berjudul "Trinity, The Nekad Traveller" ini tayang perdana di bioskop tanggal 16 Maret 2017.
Source gambar: 21cineplex.com

Jadilah tanpa nonton trailer, tanpa nyari teaser, tanpa baca sinopsis, langsung cuss ke Bioskop buat nonton ini film. Pilih hari pertama dan jam tayang awal. Dibelain pulang sekolah, masih pakai batik, tas ransel buat ngajar, antri dan nunggu sendirian pula. Wis, macak jones juga hayuk pokoknya.



Pemain

Maudy Ayunda memerankan tokoh utama yakni Trinity, yang dikelilingi oleh tokoh-tokoh lainnya, ada Cut Mini (ibu Trinity), Farhan (ayah Trinity), Babe Cabita (Ezra, sepupu Trinity), Ayu Dewi (bu boss Trinity), Rachel Amanda (Yasmin, sahabat Trinity), Anggika Bolsterli (Nina, sahabat Trinity), Hamish Daud (Paul, traveller), Ardit SUCI (Mantan Pacar Trinity), dan Tompi (cameo, penyanyi idola Trinity), dll.

Durasi waktu: 103 menit

Usia penonton: 13+

Sinopsis

Di awal cerita, penonton diberikan gambaran betapa Trinity amat menyukai travelling. Trinity bahkan membuat bucket list di buku catatan kecil yang selalu ia bawa ke mana-mana. Ada beberapa list yang tertulis di sana, seperti:

- Melihat Krakatau
- Nongkrong bareng Tompi
- Melihat Labuan Bajo
- Berenang di Maldives
dll

List yang bagi orang lain akan menganggap, "Ketinggian tuh, nggak mungkin".

Cerita tidak hanya tentang travelling Trinity, tapi juga pekerjaan Trinity sebagai karyawan kantoran. Karena sering cuti untuk pergi travelling, Trinity pun kerap dimarahi bu Boss. Ketika jatah cutinya habis padahal ada banyak rencana travelling yang dibuat, Trinity harus memutar otak agar bisa mendapatkan jatah cuti tambahan.

Tapi di sela-sela pekerjaannya, Trinity tetap bisa curi-curi waktu untuk pergi travelling. Seperti ketika ada HarPitNas (Hari Kecepit Nasional), dia secara dadakan pergi ke Festival Layang-Layang di Lampung. Tak hanya itu, dia juga pergi ke Krakatau!. Salah satu daftar di bucket listnya tercapai.

Di Lampung itu pula dia bertemu dengan Paul, pria tampan yang juga seorang traveller. Merasa keduanya tidak asing walaupun baru bertemu, Trinity meminta nomor Paul agar bisa keep contact. Tapi Paul justru berkata, "Gimana kalau kita bikin test. Kita nggak usah tukeran kontak. Kalau nanti kita ketemu lagi, berarti kita jodoh".

Lalu, apakah mereka bisa bertemu lagi?

Note: Oh iya, ketika scene di Krakatau, kita bisa lihat aktingnya kak Trinity yang asli lho. Kak Trinity yang asli berperan sebagai pemandu di Krakatau. Scene nya lucu juga

Liburan dadakannya selama HarPitNas lagi-lagi membuat Trinity kena marah Bu Boss. Akibatnya Trinity harus mengerjakan ekstra job. Tapi ekstra job inilah yang nantinya membuat Trinity bisa Nongkrong bareng Tompi di Makassar!. Waa, gimana tuh ya rasanya nongkrong bareng artis idola, di kota yang cantik pula?.

Masih banyak rencana travelling yang dibuat Trinity. Bersama sahabatnya, Yasmin, Nina, dan Ezra, Trinity pergi bersama ke Filipina. Di Filipina justru muncul konflik antara Trinity dan Yasmin yang disebabkan oleh bucket list Trinity. Bagi Trinity bucket listnya menunggu untuk dicoret, bagi Yasmin Trinity menjadi orang yang egois karena obsesinya terhadap bucket list itu.

Ketika pergi dari hotel karena pertengkarannya dengan Yasmin, Trinity justru mendapat email misterius dari Mr. X. Email tersebut hanya berisi pertanyaan singkat, "Jika kamu mendapatkan kesempatan untuk pergi sekarang, kamu akan ke mana?".

Kaget dengan email tersebut, Trinity pun coba-coba menjawab, "Maldives". 

Siapa sangka, ternyata kode tiket pesawat online dikirimkan saat itu juga ke email Trinity. Tiket pesawat ke Maldives!. 

Tanpa tau siapa itu Mr. X, Trinity pun nekat berangkat ke Maldives seorang diri. Tak hanya itu, dia juga mendapat fasilitas menginap di cottage mewah. Secara gratis, atas pemberian Mr. X. 

Tentu Trinity gembira bukan kepalang, tapi juga tak habis pikir, "Kenapa bisa?".

Jadi, siapa itu Mr. X?. Apakah dia adalah Paul?. Apakah Trinity bisa bertemu lagi dengan Paul?.

Coba tonton aja deh yaa.

Review

Overall, aku suka sama film ini. Pemainnya favorit-favorit aku semua, Maudy Ayunda sama Hamish Daud terutama. Tapi yang paling mencuri perhatian aku justru aktingnya Ayu Dewi sebagai bu boss. Karakter bu Boss sukses bikin gemes sekaligus geli di satu waktu.

Apalagi di film ini kita disuguhi view-view cantik. Mulai dari Lampung, ada festival layang-layang, gunung Krakatau, dan penangkaran gajah, hewan khas Lampung. Lalu ke Makassar, aku lupa nama tempatnya, tapi cantik. Ada juga kuliner coto gagak. Hehe, untung aku pernah baca kalau gagak itu bukan berarti daging burung gagak tapi daging sapi/kambing ya?.

Lalu ke Filipina, yang nggak terlalu banyak scene alamnya karena lebih banyak ke kuliner. Ada kuliner yang bikin ngiler. Tapi ada juga kuliner yang bikin, "What!?". Masa' ada dayold, jajanan ayam goreng yang baru berumur sehari, ada juga telur bayi bebek rebus. Rada-rada gimana gitu ngelihatnya.

Lalu yang paling juara adalah saat di Maldives. Haduuuh, mupeng banget pengen ke sana juga. Keluar dari kamar langsung nyemplung ke air. Apalagi waktu scene "sparkling wave". Cantik banget ombak di pantainya bisa bercahaya gitu. Keren serius!. 

Tapi, nggak ada film yang sempurna. Cerita utamanya justru kerasa kurang nendang. Okelah di awal Trinity bilang, "kisah cintanya berantakan", tapi sosok Paul menurutku malah maksa banget. Ibarat puzzle, bagian Paul justru seperti kepingan puzzle yang ditambah-tambahin walaupun nggak pas. 

Belum lagi sosok Mr. X yang nggantung. Siapa sih tu Mr. X?. Kenapa dia bisa bisa ngasih kesempatan travelling ke Maldives buat Trinity?. Pertanyaan ini nggak juga terjawab sampai akhir film.

Satu yang pasti, aku sepakat sama prinsip kak Trinity, "Kalau kita benar-benar menginginkan sesuatu, alam semesta seolah mendengar dan membantu kita mewujudkannya. Konspirasi Semesta".

Belum lagi travellingnya kak Trinity tu cukup realistis. Ketika bu boss tanya, "Trin, kamu kok bisa sih sering travelling gitu?".

Trinity menjawab, "Rajin nabung dan sering ngirit"

Hihihi.

Ditambah puisi yang indah di akhir film.

Kadang tubuh di sini, hati di sana
Kadang tubuh di sana, hati entah di mana

Ada yang tahu puisi lengkapnya?. Share dong ;)

Anyway, dengan lihat film ini, kita bisa makin nambah referensi travelling. Nice movie <3

Kamis, 16 Maret 2017

Tips n Trik Meningkatkan Followers di Instagram Secara Aman, Kenali Bahaya Beli Followers!

Di post sebelumnya, Dismo udah bahas tentang Perlu Nggak Sih Punya Banyak Followers di Instagram?. Di post kali ini Dismo akan bagi tips n trik ala Dismo untuk meningkatkan followers Instagram. Ala Dismo lho ya, yang masih ecek-ecek. Mohon koreksi dan tambahan dari para suhu yang sekiranya tengah membaca post ini. Huhu

Tips ini pernah Dismo baca di share blog di EmakBlogger, tapi lupa yang mana. Berbekal praktek dan pengalaman pribadi, tambahan di sana sini, berikut tips yang bisa Dismo bagi:

1. Pasang foto profil

Foto profil mungkin kita anggap sepele, tapi sebenarnya itu berarti besar. Kecenderungan yang terjadi, foto profil yang kita pasang biasanya adalah foto terbaik yang kita miliki. Entah karena itu yang paling baru, atau kita terlihat good-looking, atau unik, dan yang lain.

Memasang foto profil membuat pengguna menjadi tertarik untuk mem-Follow kita. Sebaliknya, tidak memasang foto profil membuat anggapan akun tersebut tidak aktif sehingga menurunkan minat orang lain untuk tertarik klik tombol Follow.


2. Tulis Bio yang Jelas

Lengkapi profil dengan mengisi bio yang menjelaskan diri kita secara umum. Misalnya, pekerjaan, kota tinggal, komunitas, quote, dll.



3.Rutin update (minimal 4x seminggu)

Posting foto sekali sehari lebih baik daripada tidak pernah posting tapi sekalinya posting langsung upload 10 foto. Posting foto banyak sekaligus akan dianggap menyebalkan oleh followers, apalagi kalau fotonya masih satu tema. Untungnya sekarang di Instagram sudah ada fitur multi photos.

Rutin update foto juga membuat kita terlihat aktif, sehingga lebih menarik untuk diikuti.

4. Pasang hashtag dan lokasi

Saat posting foto, boleh kok memberikan hashtag (pagar) di caption. Berikan hashtag sesuai dengan foto yang kita upload. Misal kita sedang upload foto Gunung Merapi, berilah hashtag seperti: #mountain #volcano #merapivolcano #jogja dll.



Selain itu, bisa juga kita beri info lokasi. Hal ini supaya orang lain bisa menemukan foto kita, jika dia tertarik dengan timeline kita maka dia akan follow.

5. Buat timeline yang menarik

Seperti yang kita tahu, timeline instagram ditampilkan dalam bentuk 3 grid kotak. Supaya timeline kita terlihat lebih menarik, kita bisa menggunakan tema yang sama. Misalnya dominasi warna pink, atau dominasi efek vsco, dll.

Sesekali kita juga bisa menggunakan aplikasi InstaGrid, yang membuat satu foto kita menjadi 3/9 bagian, pas dengan grid kotak di Instagram. Dengan Instagrid, tampilan timeline kita menjadi terlihat rapi. Tapi ingat, hanya gunakan sesekali saja, dan sebaiknya gunakan yang 3 kotak, bukan 9. Karena kembali ke poin 3, upload banyak foto di satu waktu itu cukup annoying bagi followers.

6. Likes dan Comment Back

Jangan pelit memberikan likes dan comment di post orang lain

7. Hubungkan ke akun sosial media kita yang lain

Instagram menyediakan fitur yang memungkinkan kita untuk share post di Instagram ke akun sosmed lain seperti Facebook, Twitter, Tumblr, Flickr.



8. Follow Selebgram atau akun dengan banyak followers

Tambahan dari aku, coba follow beberapa akun selebgram atau akun yg banyak followersnya. Nanti akan ada seberapa yg nge add kita dari sana (biasanya olshop).

9. Follow Back

Kalau sudah difollow oleh orang lain, ya follow back lah. Selama isi timeline dia positif, nggak ada salahnya untuk follow.

10. Buat Konten yang Punya Value

Last, but not least, bagikanlah sesuatu yang punya nilai sehingga akun kita lebih worthy untuk di-follow. Lama-lama orang juga akan bosan jika kita hanya upload foto selfie melulu. Upload lah sesuatu yang berbeda, bermanfaat, bernilai, jadi orang lain merasa nggak sia-sia sudah follow.

Bahaya Menggunakan AutoFollowers / Beli Followers

Mungkin ada yang mikir,

"Alah ribet-ribet, udah pakai autofollowers aja, kelar, tinggal bayar nanti dapet banyak followers."

Eits, tunggu dulu.

Sebenarnya ada bahaya tersembunyi lho ketika kita beli followers. Banyak yang nggak sadar, akun yang menggunakan autofollowers bisa meninggalkan komen secara otomatis di akun orang lain. Kalau ternyata komennya dianggap merugikan, nanti kita juga yang kena.

Jika berhubungan dengan faktor keamanan, lebih baik kita berhati-hati. Rentan peretasan dan penyalahgunaan data.

Perlu Nggak Sih Punya Banyak Followers di Instagram?

Hello, 

Kali ini Dismo akan share serba-serbi tentang followers Instagram. Dismo asumsikan yang baca ini sudah punya Instagram dan tahu sistem kerjanya yaa. Tambahan, untuk kali ini yang Dismo bahas yaitu akun Instagram personal, bukan akun Instagram untuk online shop. Next time deh bahas untuk olshop. 

So, perlu nggak sih punya banyak followers Instagram? 


Followers Instagram


Sebenarnya up to us, mau punya followers kalangan terbatas, atau mau punya followers dari kalangan luas. Kembali lagi ke niat utama kita punya akun sosial media. 

Tapi kita kayaknya perlu tahu juga, bahwa ada lho manfaat dari punya banyak followers. Seperti yang berikut ini: 

1. Main Instagram jadi makin seru

Dengan memiliki banyak followers, akan makin banyak interaksi yang bisa kita lakukan. Akan lebih banyak yang ngasih like, view video, atau meninggalkan comment. Kalau kita nge-post sesuatu, terus udah gitu aja, apa bedanya dong sama papan pengumuman?. Kurang seru. 

2. Kita bisa share informasi ke banyak orang 

Misal kita post tempat wisata seru di Jogja, followers kita yang lihat juga akan tahu tempat itu, terus bisa piknik ke sana deh. Atau kita post resep masakan, nanti followers bisa praktek sendiri di rumah. Atau share hal lain, daily tips, tempat makan enak, cerita inspirasi, dll. Makin banyak followers kita, makin banyak orang yang bisa kita bagi informasi. Makin bermanfaat deh sosmed kita. 

Note: so, please don't just upload your selfie photos, or at least, give a proper caption. 

3. Dapat keuntungan material

Jaman sekarang kita sering mendengar istilah endorse alias sponsor. Endorse yaitu ketika penjual melakukan promosi melalui seseorang (selebgram) dengan memberikan produk jualannya, kemudian selebgram tersebut berfoto dengan produk tersebut dan posting di akun Instagramnya. Dengan endorse, selebgram mendapatkan keuntungan berupa produk dan fee endorse dari penjual. 

Nah, untuk jadi selebgram, kita perlu punya followers yang banyak. Coba deh liat akun-akun selebgram, seperti @riaricis, @joyagh, dll, pasti followersnya banyak. Kalau followers kita sedikit, nanti penjual mana yang mau nitip promosi lewat akun kita?

source: Instagram @joyagh


Selain endorse, ada juga cara lain supaya kita bisa mendapat keuntungan material. Hal ini sudah beberapa kali aku coba. Bisa dengan ikut giveaway dari olshop, ikut campaign buzzer dari agensi, atau daftar di hometesterclub untuk dapat free produk. 

Karena kita mendapatkan keuntungan, maka masing-masing cara di atas memerlukan feedback dari kita. Misalnya giveaway, kita perlu memberikan likes dan comment di akun olshop. Campaign buzzer, kita perlu post foto dan memberi caption sesuai permintaan agensi. Free produk dari hometester, kita perlu menggunakan produk dan post review. Dan feedback lain sesuai kesepakatan. 

Nah untuk bisa ikutan campaign-campaign di atas, biasanya di awal ada persyaratan minimal followers Instagram (bisa juga tambah Twitter). Minimal followers kita 500 deh, biar aman. Makin banyak followers, makin besar peluang kita untuk bisa ikut campaign. 

---

Jaman sekarang, main sosmed sayang kalau cuma untuk main-main aja. Dulu aku main sosmed cuma sekedar iseng, eh sekarang setelah dioptimasi malah bisa jadi asset. Karena waktu jadi berkurang, kuota juga berkurang, paling nggak dengan main sosmed kita bisa dapet sesuatu yang lebih dari sekedar "perasaan sesaat".

So, perlu nggak punya banyak followers?. 

It's up to you, but for me: why not?

Jumat, 10 Maret 2017

Reaksi Setelah Nonton Berita Sopir Angkutan Umum Vs Transportasi Online

Aku udah lama nggak nonton TV. Karena ini lagi di rumah dan malas ngapa-ngapain, akhirnya nyalain TV. Pilih channel berita karena nggak tertarik sama tayangan lain. 

Ternyata keputusan ini membuat pikiran jadi keracunan. Banyak berita buruk!. 

Salah satu berita yang jadi sorotan yaitu tentang Transportasi Online. Ada 2 berita yang hangat dibahas:
1. Sopir angkutan umum menabrak driver ojek online Grabbike di Tangerang. Alasannya sepele: karena sopir angkutan umum dendam dengan ojek online yang dianggap membuat penghasilannya turun. Padahal sang sopir tidak kenal dengan driver yang ditabrak. Lah. 

Tambahan, ini aku baca di Line Today, driver Grab yang ditabrak sekarang koma dan dirawat di rumah sakit. Driver tersebut ternyata mahasiswa yang sedang cuti kuliah karena tidak punya biaya. 

Sedangkan sopir angkutan umum kini menjadi tersangka dan diancam hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. 

Illahi rabbi... 

2. Gerombolan sopir angkutan umum di Bandung melakukan perusakan mobil yang diduga mobil untuk taksi online, padahal itu mobil pribadi. Akibatnya satu keluarga, sebanyak 5 orang, menjadi korban dan mengalami trauma. Terlebih ada balita umur 14 Bulan di dalam mobil. Belum lagi kerugian materiil karena mobilnya rusak. 

Peristiwa ini bersamaan dengan adanya demo sopir angkutan umum di Gedung Sate, Bandung. Para pelaku awalnya dalam perjalanan mengikuti demo di Gedung Sate ketika kemudian bertemu dengan mobil yang mereka kira adalah taksi online ini. 

Yaa Allah... Lagi-lagi karena gelap mata jadi merugikan orang yang nggak bersalah. 

Ada apa sih ini?. 

Selain 2 berita ini sebenarnya masih ada banyak lagi. Yang driver taksi online dihajar tukang becak, yang taksi online dirusak taksi offline,dll. 

Aku nggak menemukan kata yang tepat selain: miris. Iya, miris!. 

Gimana yaa... 

Aku sendiri termasuk pengguna angkutan umum dan transportasi online. Baik angkutan umum ataupun transportasi online (ojek atau taksi) mempunyai kelebihan masing-masing. Angkutan umum bisa diakses di mana-mana dengan harga lebih murah. Transportasi online jangkauan areanya lebih spesifik, waktu tunggu dan biaya lebih pasti. 

Sebenarnya penggunaan keduanya berbeda, tergantung kebutuhan calon penumpang. Anak sekolah, ibu belanja ke pasar, biasanya lebih memilih angkutan umum. Apalagi di Magelang, yang armada angkutan umumnya banyak dan menjangkau tiap daerah, kita dapat dengan mudah menemui angkutan umum di mana-mana. 

Hal yang berbeda akan kita rasakan ketika di Jogja. Aku jarang sekali naik angkutan umum di Jogja. Hal ini karena armada angkutan umumnya sedikit, akibatnya kita perlu menunggu cukup lama. Belum lagi ketika berhenti ngetem, aduh lamanya. Masih ditambah jalannya angkutan umum yang timik-timik. Coba deh kalau di Jalan Magelang ketemu engkel D6, itu kecepatan jalannya saingan sama kecepatan jalan kaki. Aku juga pernah mengalami kejadian buruk, kecopetan HP di angkutan umum di Jogja!. Haduuh, semoga untuk pertama dan satu-satunya deh pengalaman kecopetan. 

Solusi angkutan umum di Jogja yaitu adanya Bus Transjogja. Bus Transjogja tarifnya murah, cukup Rp 3500 sepanjang jalan (selama tidak keluar dari halte). Busnya nyaman karena ber-AC, lebih aman dari copet, dan tidak ngetem berlama-lama. Tapi Transjogja juga punya kekurangan: rutenya muter-muter, tidak semua area tercover, dan waktu tunggunya lama (dan armada bus yang sudah mulai tua,tapi ada kabar bahwa dalam waktu dekat akan ada peremajaan armada bus). 

Nah ketika di Jogja, aku lebih suka naik kendaraan pribadi (sama si abang tentunya) atau ya itu, naik ojek online. Sekarang gini, aku tinggal di Demangan, tempat kerjaku di Jalan Kaliurang km 10. Jika nggak ada kendaraan pribadi, bagaimana caraku berangkat dari Demangan ke Jalan Kaliurang km 10?.

Naik angkutan umum ke Jakal atas tu juarang banget ada. Sekalinya ada, perlu naik dari Concat / Jakal bawah dulu, ga lewat Demangan. Aku nggak tau juga itu butuh waktu berapa lama ngetemnya. Wis, pokoknya aku nggak yakin. Akhirnya ya mending naik ojek online. Bayar 10ribuan tapi udah pasti berangkat dari Demangan nyampe ke Jalan Kaliurang dalam hitungan +- 20 menit. 

La kalo naik ojek biasa? Ya bisa, tapi bayarnya bisa 2-4 kali lipat. 

Endingnya pengguna bisa milih sendiri, mana yang lebih nyaman, lebih aman, lebih efektif, lebih efisien, syukur-syukur lebih murah. Harga mahal dikit tapi kita hemat waktu, ya pakai ojek. Hemat waktu ada ada yang lebih murah, ya ojek online. Atau perginya bareng-bareng pengen yang praktis dan murah, ya taksi online. 

Faktanya kita butuh sarana transportasi yang: cepat, coverage areanya luas, aman, nyaman, dan tarifnya jelas. Kebutuhan transportasi yang demikian bisa dipenuhi oleh transportasi online. 

Nah kalau sudah kayak gitu, ya yang udah di depan jangan diminta untuk mundur ke belakang dong. Justru yang di belakang perlu effort untuk maju ke depan. Jaman udah berganti. Kita nggak bisa stuck di satu titik terus. Ikuti perkembangan jaman, atau tertinggal. Emang gitu resikonya. 

I think sekarang udah waktunya pemerintah ambil bagian. Bisa kan pak dibuat regulasi supaya angkutan umum makin customer friendly. Pengaturan jadwal keberangkatan, pemerataan area yang dijangkau, pengontrolan tarif, pelatihan berkendara, seleksi dalam pemberian izin lisensi mengemudi angkutan umum, dll. 

Iya, kita butuh pemerintah untuk mengatur ini semua supaya nggak chaos. Kalo nggak diatur, entah akan ada berapa banyak kasus lagi yang ujungnya justru merugikan sesama rakyat kecil. 

This is just my 2 cents.