Thursday, January 31, 2013

,

Arti Nama Disma


Perkenalkan, nama resmi ku Disma Ariyanti Widodo. Biasanya aku dipanggil Disma. Kalau orang cuma kenalan sama aku via sms atau denger pertama kali nama itu, mereka sering ngira aku cowok. Huaaa.

Layaknya segala sesuatu di dunia ini yang memiliki arti, namaku juga punya arti. Dulu waktu kecil, setiap aku Tanya ke mama, “Ma, nama Disma artinya apa sih ?”. Mama selalu jawab kalau artinya adalah bunga di sungai. Aneh kan ya? Makanya aku agak meragu.

Berdasarkan cerita, nama Disma adalah pemberian dari Papa. Dulu awalnya aku mau dikasih nama Ismi sama Mama karena waktu aku lahir bertepatan sama peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian diganti jadi Disma Dwi Ariyanti sama Papa. Eh, terus malah pas Mama bikin akte di kelurahan diganti lagi jadi Disma Ariyanti Widodo. Huehehe. Begitulah sejarahnya.

 *fyi* Anak Mama-Papa punya inisial yang sama semua : DAW -->
1.         My sista : Deviana Anggraeny Widodo
2.         My self : Disma Ariyanti Widodo
3.         My brada : Dafa Aditya Widodo
Nama aku paling unik kan ? Iya kan ? Pokokmen Iya #maksa

Nah, berhubung aku nggak begitu percaya sama penjelasan dari Mama, jadilah aku otak-atik sendiri arti nama ku. Berdasarkan hasil “pengawuranku”, beginilah arti nama ku sendiri :
Disma --> gaDis Manis
Ari --> Januari
Yanti --> Cewek (kalo cowok jadi Yanto dong)
Widodo --> nama Papa
Jadi, artinya adalah putri dari bapak Widodo yang lahir di bulan Januari dan anaknya jan manis. Huehehe.

Oke, selain Disma, orang-orang juga suka manggil aku dengan versi mereka masing-masing.
Adek -->
berhubung dulu pernah lama jadi anak paling kecil di keluarga (jarak umur aku ke adek aku 13 tahunan coy) makanya pada manggil aku adek sebagai panggilan kesayangan.

Nimo -->
sungguh aku nggak tau ini artinya apa, tapi udah dari bayi aku dipanggil Nimo sama om-tante aku dan kebawa sampe sekarang. Nimo ya, bukan Nemo. Nemo mah film ikan itu, dan menurutku nama Nimo lebih dulu ditemukan daripada Nemo kok. Jadi aku bukan plagiat.

Nok -->
ada 2 orang yang suka manggil aku nok, alm. Mbah Putri dan Erwin. Kalo mbah Putri, seringnya manggil “Nok Mimah”, duh apa pula itu ???

Mbek -->
 ini nih yang paling nggak nyambung. Dulu sih pas jaman-jaman sekolah ada juga temen yg manggil aku “Nyet”. Diambil dari “NimoNyet” katanya. Walaupun konotasinya jelek, tapi paling enggak ada sambungannya dikit-dikit lah. Nah kalo Mbek ???.

Jadi gini, pas awal masuk kuliah di Jogja aku ketemu sama temen-temen baru dari berbagai suku (#eh) dan asal daerah yang beda-beda. Mereka di sini pada bawa bahasa masing-masing termasuk aku. Nah, kalo orang Jogja bilang “bersama” dalam bahasa Jawa itu dengan kata “karo”, kalo aku sebagai orang Magelang bilang “bersama” dalam bahasa Jawa itu dengan kata “mbek”. Misal bahasa Jawanya “Rifa pergi ke Bromo bersama Sobur” versi temen-temen Jogja tuh jadi “Rifa lungo ning Bromo karo Sobur”. Kalo aku, aku biasanya bilang “Rifa pergi ke Bromo mbek Sobur”. Secara kaidah bahasa artinya sama kok tapi penggunaan kata nya aja yang beda.

Nah ternyata temen-temen tuh terlalu peka atau terlalu peduli atau terlalu kritis atau terlalu apalah nggak ngerti juga, ngerasa bahasa aku itu aneh dan mereka beraksi dengan mulai manggil aku dengan sebutan “Mbek”. Ini semua dipelopori oleh Andry disusul dengan pesat oleh semua teman yang lain. Mulai dari temen-temen sekelas, temen-temen sejurusan, sampe adek-adek angkatan semua jadi manggil aku Mbek. Huaaa, merusak nama indahku.

Aku luruskan sekali lagi ya, asal-usul aku dipanggil Mbek itu berawal dari kata “bersama” bukan “kambing”. See ? Got it ?

Perkenalkan, nama resmi ku Disma Ariyanti Widodo. Biasanya aku dipanggil Disma. Kalau orang cuma kenalan sama aku via sms atau denger pertama kali nama itu, mereka sering ngira aku cowok. Huaaa.

Layaknya segala sesuatu di dunia ini yang memiliki arti, namaku juga punya arti. Dulu waktu kecil, setiap aku Tanya ke mama, “Ma, nama Disma artinya apa sih ?”. Mama selalu jawab kalau artinya adalah bunga di sungai. Aneh kan ya? Makanya aku agak meragu.

Berdasarkan cerita, nama Disma adalah pemberian dari Papa. Dulu awalnya aku mau dikasih nama Ismi sama Mama karena waktu aku lahir bertepatan sama peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian diganti jadi Disma Dwi Ariyanti sama Papa. Eh, terus malah pas Mama bikin akte di kelurahan diganti lagi jadi Disma Ariyanti Widodo. Huehehe. Begitulah sejarahnya.

 *fyi* Anak Mama-Papa punya inisial yang sama semua : DAW -->
1.         My sista : Deviana Anggraeny Widodo
2.         My self : Disma Ariyanti Widodo
3.         My brada : Dafa Aditya Widodo
Nama aku paling unik kan ? Iya kan ? Pokokmen Iya #maksa

Nah, berhubung aku nggak begitu percaya sama penjelasan dari Mama, jadilah aku otak-atik sendiri arti nama ku. Berdasarkan hasil “pengawuranku”, beginilah arti nama ku sendiri :
Disma --> gaDis Manis
Ari --> Januari
Yanti --> Cewek (kalo cowok jadi Yanto dong)
Widodo --> nama Papa
Jadi, artinya adalah putri dari bapak Widodo yang lahir di bulan Januari dan anaknya jan manis. Huehehe.

Oke, selain Disma, orang-orang juga suka manggil aku dengan versi mereka masing-masing.
Adek -->
berhubung dulu pernah lama jadi anak paling kecil di keluarga (jarak umur aku ke adek aku 13 tahunan coy) makanya pada manggil aku adek sebagai panggilan kesayangan.

Nimo -->
sungguh aku nggak tau ini artinya apa, tapi udah dari bayi aku dipanggil Nimo sama om-tante aku dan kebawa sampe sekarang. Nimo ya, bukan Nemo. Nemo mah film ikan itu, dan menurutku nama Nimo lebih dulu ditemukan daripada Nemo kok. Jadi aku bukan plagiat.

Nok -->
ada 2 orang yang suka manggil aku nok, alm. Mbah Putri dan Erwin. Kalo mbah Putri, seringnya manggil “Nok Mimah”, duh apa pula itu ???

Mbek -->
 ini nih yang paling nggak nyambung. Dulu sih pas jaman-jaman sekolah ada juga temen yg manggil aku “Nyet”. Diambil dari “NimoNyet” katanya. Walaupun konotasinya jelek, tapi paling enggak ada sambungannya dikit-dikit lah. Nah kalo Mbek ???.

Jadi gini, pas awal masuk kuliah di Jogja aku ketemu sama temen-temen baru dari berbagai suku (#eh) dan asal daerah yang beda-beda. Mereka di sini pada bawa bahasa masing-masing termasuk aku. Nah, kalo orang Jogja bilang “bersama” dalam bahasa Jawa itu dengan kata “karo”, kalo aku sebagai orang Magelang bilang “bersama” dalam bahasa Jawa itu dengan kata “mbek”. Misal bahasa Jawanya “Rifa pergi ke Bromo bersama Sobur” versi temen-temen Jogja tuh jadi “Rifa lungo ning Bromo karo Sobur”. Kalo aku, aku biasanya bilang “Rifa pergi ke Bromo mbek Sobur”. Secara kaidah bahasa artinya sama kok tapi penggunaan kata nya aja yang beda.

Nah ternyata temen-temen tuh terlalu peka atau terlalu peduli atau terlalu kritis atau terlalu apalah nggak ngerti juga, ngerasa bahasa aku itu aneh dan mereka beraksi dengan mulai manggil aku dengan sebutan “Mbek”. Ini semua dipelopori oleh Andry disusul dengan pesat oleh semua teman yang lain. Mulai dari temen-temen sekelas, temen-temen sejurusan, sampe adek-adek angkatan semua jadi manggil aku Mbek. Huaaa, merusak nama indahku.

Aku luruskan sekali lagi ya, asal-usul aku dipanggil Mbek itu berawal dari kata “bersama” bukan “kambing”. See ? Got it ?

Tahu Diri

Tahu Diri - Maudy Ayunda
OST. Perahu Kertas

Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernapas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

(*)
Dan upayaku tahu diri
Tak s'lamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan s'gala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
(*)

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta api tak bisa
Berkali-kali ku t'lah berjanji
menyerah....
(*)

Pergilah, menghilang sajalah lagi...
***

Prok.. prok.. prok.. prok.. prok.. 
Maudy Ayunda keren banget nyanyiinnya. Nggak tau kenapa pokoknya jan terkena deh sama lagi ini. Pas awal dulu malah sempet pake nangis segala waktu dengerin, hehe.

Nyebelin banget kalo pas lagi usaha mau move on dan udah mau berhasil eh ada yang dateng lagi dan lagi. Iseng apa niat kok bisa ngepas gitu. Ibarat kata kayak hantu Nick-Si-Kepala-Nyaris-Putus di Harry Potter, tinggal beberapa milimeter lagi kepala itu putus tapi tetep nempel karena dulu nggak sempurna waktu menggal lehernya (makanya dikasih nama "Nyaris-Putus"). Jadinya nanggung, punya kepala tapi mau putus, nggak punya kepala tapi masih ada kepalanya. See ? Itu sakitnya berlipat-lipat kakak.

Intinya adalah, jangan kasih harapan apapun itu ke orang lain, jangan terlalu berharap juga ke orang lain, ndang move on dan ingetin diri sendiri buat selalu tahu diri kayak judul lagu di atas. That's it.

Tahu Diri - Maudy Ayunda
OST. Perahu Kertas

Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialku lah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernapas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

(*)
Dan upayaku tahu diri
Tak s'lamanya berhasil
'Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan s'gala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
(*)

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta api tak bisa
Berkali-kali ku t'lah berjanji
menyerah....
(*)

Pergilah, menghilang sajalah lagi...
***

Prok.. prok.. prok.. prok.. prok.. 
Maudy Ayunda keren banget nyanyiinnya. Nggak tau kenapa pokoknya jan terkena deh sama lagi ini. Pas awal dulu malah sempet pake nangis segala waktu dengerin, hehe.

Nyebelin banget kalo pas lagi usaha mau move on dan udah mau berhasil eh ada yang dateng lagi dan lagi. Iseng apa niat kok bisa ngepas gitu. Ibarat kata kayak hantu Nick-Si-Kepala-Nyaris-Putus di Harry Potter, tinggal beberapa milimeter lagi kepala itu putus tapi tetep nempel karena dulu nggak sempurna waktu menggal lehernya (makanya dikasih nama "Nyaris-Putus"). Jadinya nanggung, punya kepala tapi mau putus, nggak punya kepala tapi masih ada kepalanya. See ? Itu sakitnya berlipat-lipat kakak.

Intinya adalah, jangan kasih harapan apapun itu ke orang lain, jangan terlalu berharap juga ke orang lain, ndang move on dan ingetin diri sendiri buat selalu tahu diri kayak judul lagu di atas. That's it.

,

19 Tahun, Coy ! #Edisi Video Surprise

Buat gambaran dari post sebelumnya 19 Tahun, Coy ! #Edisi Surprise, ni ada video yang diambil sama salah seorang temen. Hehe, ternyata ada yang beda dari cerita aku. 

Awalnya video ini cuma diupload di grup FB, tapi ya nggak pa-pa deh sekalian dishare di sini jadi kalo kangen bisa liat lagi. Check it out (maap, burem)

Buat gambaran dari post sebelumnya 19 Tahun, Coy ! #Edisi Surprise, ni ada video yang diambil sama salah seorang temen. Hehe, ternyata ada yang beda dari cerita aku. 

Awalnya video ini cuma diupload di grup FB, tapi ya nggak pa-pa deh sekalian dishare di sini jadi kalo kangen bisa liat lagi. Check it out (maap, burem)

Tuesday, January 29, 2013

Bye-Bye My 3rd Semester

Kayaknya baru 'kemaren' aku bikin posting dengan judul 'Bye-Bye My 2nd Semester', eh sekarang udah bikin posting dengan judul mirip tapi ganti angka. Waktu lagi-lagi berlalu, dan lagi-lagi berlalu dengan terasa amat cepat.

Review seputar dunia kuliah ya..
Ada 3 mata kuliah kunci di semester 3 ini : Basis Data, Struktur Data, dan Komunikasi Data (masing-masing ada kuliah praktek dan teori), keren kan pake kata Data semua. Jadi keinget pengalaman 3 bulan lebih jadi Koordinator Sie Data di OSPEK Fakultas, bihik :3.Tapi selain 3 itu, mata kuliah yang lain juga keren dan asik kok. Ada PBM (Pembelajaran Berbasis Multimedia) di mana kita diajarin tentang media pembelajaran yang baik dan menarik (teori) berbasis Adobe Flash sama Authorware (praktek), ada Pemrograman Visual yang pake nya Visual Basic, ada Ilmu Pendidikan yang disuruh bikin tugas akhir berupa kliping yang mengambil artikel tentang pendidikan dari koran setiap hari, ada Matematika Diskrit yang 1 semester ini cuma tatap muka 6 kali pertemuan aja (kurang lebih) karena Pak Dosen pergi naik haji. That's it. Over all, semua itu asik dan aku jan seneng kuliah selama semester ini. Coba liat aja di form presensi kuliah, aku nggak masuk tuh paling  cuma sekali aja dan nggak pernah TA lagi. Keren kan ?

Beda dari semester 2 kemarin yang rasanya totally tired phisically gara-gara kesibukan di kampus lebih banyak pake tenaga, semester 3 ini lebih ke ngasah otak, main logika, paham konsep, dan bla bla bla lainnya. Semester yang penuh kegalauan juga gara-gara you know what I mean lah, hehe. Oh iya, berhubung udah ada adek angkatan, sekarang jadi banyak yang manggil aku mbak deh, berasa tua T.T. Kita diajar sama 2 Mas Asdos yang beda lagi, jadi nambah kenalan. 2-2 nya onliners juga nih. Ece-ecean , tanya-tanyaan, guyon-guyonan di sosmed berasa biasa dan itu yang bikin kita akrab sama masnya. Nggak cuma di sosmed sih, di kelas juga akrab. Secara kelas F kan emang dari sononya pada "Ceria" semua. Buaha (if you know what I mean, again) #LOL. Kita tuh kalo di kelas jan suka dengan cueknya bercanda njuk rame tuh lho walaupun ada dosen. Tapi tau nggak ? ada 1 mata kuliah yang bisa membuat kita jadi berubah 180 derajat jadi begitu sunyi senyap kayak kuburan. Sumpe deh. Guess what !
Kayaknya baru 'kemaren' aku bikin posting dengan judul 'Bye-Bye My 2nd Semester', eh sekarang udah bikin posting dengan judul mirip tapi ganti angka. Waktu lagi-lagi berlalu, dan lagi-lagi berlalu dengan terasa amat cepat.

Review seputar dunia kuliah ya..
Ada 3 mata kuliah kunci di semester 3 ini : Basis Data, Struktur Data, dan Komunikasi Data (masing-masing ada kuliah praktek dan teori), keren kan pake kata Data semua. Jadi keinget pengalaman 3 bulan lebih jadi Koordinator Sie Data di OSPEK Fakultas, bihik :3.Tapi selain 3 itu, mata kuliah yang lain juga keren dan asik kok. Ada PBM (Pembelajaran Berbasis Multimedia) di mana kita diajarin tentang media pembelajaran yang baik dan menarik (teori) berbasis Adobe Flash sama Authorware (praktek), ada Pemrograman Visual yang pake nya Visual Basic, ada Ilmu Pendidikan yang disuruh bikin tugas akhir berupa kliping yang mengambil artikel tentang pendidikan dari koran setiap hari, ada Matematika Diskrit yang 1 semester ini cuma tatap muka 6 kali pertemuan aja (kurang lebih) karena Pak Dosen pergi naik haji. That's it. Over all, semua itu asik dan aku jan seneng kuliah selama semester ini. Coba liat aja di form presensi kuliah, aku nggak masuk tuh paling  cuma sekali aja dan nggak pernah TA lagi. Keren kan ?

Beda dari semester 2 kemarin yang rasanya totally tired phisically gara-gara kesibukan di kampus lebih banyak pake tenaga, semester 3 ini lebih ke ngasah otak, main logika, paham konsep, dan bla bla bla lainnya. Semester yang penuh kegalauan juga gara-gara you know what I mean lah, hehe. Oh iya, berhubung udah ada adek angkatan, sekarang jadi banyak yang manggil aku mbak deh, berasa tua T.T. Kita diajar sama 2 Mas Asdos yang beda lagi, jadi nambah kenalan. 2-2 nya onliners juga nih. Ece-ecean , tanya-tanyaan, guyon-guyonan di sosmed berasa biasa dan itu yang bikin kita akrab sama masnya. Nggak cuma di sosmed sih, di kelas juga akrab. Secara kelas F kan emang dari sononya pada "Ceria" semua. Buaha (if you know what I mean, again) #LOL. Kita tuh kalo di kelas jan suka dengan cueknya bercanda njuk rame tuh lho walaupun ada dosen. Tapi tau nggak ? ada 1 mata kuliah yang bisa membuat kita jadi berubah 180 derajat jadi begitu sunyi senyap kayak kuburan. Sumpe deh. Guess what !

Monday, January 28, 2013

Ada banyak hal...

Ada banyak hal..
yang kadang kita pikir
hal itu gampang,
hal itu sepele,
hal itu kecil,
hal itu tidak penting,
tapi ternyata kita bisa terjatuh karenanya,
tapi ternyata kita merasa sedih saat kehilangannya,
tapi ternyata kita tidak bisa mendapatkannya,
dan karena hal itu kita lantas terpuruk, lalu kita belajar untuk menyesal, kemudian belajar untuk lebih menghargai.

Ada banyak hal..
yang kadang kita pikir
hal itu besar,
hal itu luar biasa,
hal itu menakjubkan,
hal itu tidak mungkin,
tapi ternyata kita bisa berkawan dengannya,
tapi ternyata kita bisa memilikinya,
tapi ternyata kita bisa menjadi bagian darinya
dan karena hal itu, kita belajar untuk percaya, belajar untuk yakin dengan diri kita, kemudian menyadari bahwa kita bisa, bahkan kita HEBAT.
Ada banyak hal..
yang kadang kita pikir
hal itu gampang,
hal itu sepele,
hal itu kecil,
hal itu tidak penting,
tapi ternyata kita bisa terjatuh karenanya,
tapi ternyata kita merasa sedih saat kehilangannya,
tapi ternyata kita tidak bisa mendapatkannya,
dan karena hal itu kita lantas terpuruk, lalu kita belajar untuk menyesal, kemudian belajar untuk lebih menghargai.

Ada banyak hal..
yang kadang kita pikir
hal itu besar,
hal itu luar biasa,
hal itu menakjubkan,
hal itu tidak mungkin,
tapi ternyata kita bisa berkawan dengannya,
tapi ternyata kita bisa memilikinya,
tapi ternyata kita bisa menjadi bagian darinya
dan karena hal itu, kita belajar untuk percaya, belajar untuk yakin dengan diri kita, kemudian menyadari bahwa kita bisa, bahkan kita HEBAT.

Perhatikan Rani

Perhatikan Rani - Sheila On 7

Beranjak dewasa kakakku Rani tercinta
sudah saatnya belajar berpijak
tinggalkan Jakarta demi masa depan cipta
sudah waktunya kau mulai terjaga

Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik
jadikan masa depanmu menarik
ingat slalu pesan kedua orangtuamu
jalani dengan hatimu yang tulus

(*)
Dan jangan takut, jangan layu
pada semua cobaan yang menerpamu
jangan layu...
Kami slalu bersamamu
dalam derap, dalam lelap mimpi indah
bersamamu...

Padamkan sekejap warna warni duniamu
saat kau mulai kehilangan arah
Nyalakan sekejap warna-warni duniamu
saat berjalanmu kembali tegap
mungkin semua ini kan cepat berakhir
semoga semua ini adalah persinggahan sementara mimpimu
(*)
(*)

***

Duh, ngebayangin kata "Rani" di lagu ini diganti jadi namaku, "Disma", "Jakarta" diganti jadi "Magelang" dan dinyanyiin sama adekku Dafa, rasanya... jan terharu. Beruntung banget ya si kakak yang bernama Rani ini. Punya keluarga yang perhatian banget sama dia. Dan dari lirik lagu ini, kalo aku baca, seolah-olah Rani itu seorang yang baik, cantik, tulus, penuh mimpi, semangat, dan dicintai keluarganya. Boleh Ge-eR ? Kayaknya Rani itu aku banget deh, #eh :3


Perhatikan Rani - Sheila On 7

Beranjak dewasa kakakku Rani tercinta
sudah saatnya belajar berpijak
tinggalkan Jakarta demi masa depan cipta
sudah waktunya kau mulai terjaga

Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik
jadikan masa depanmu menarik
ingat slalu pesan kedua orangtuamu
jalani dengan hatimu yang tulus

(*)
Dan jangan takut, jangan layu
pada semua cobaan yang menerpamu
jangan layu...
Kami slalu bersamamu
dalam derap, dalam lelap mimpi indah
bersamamu...

Padamkan sekejap warna warni duniamu
saat kau mulai kehilangan arah
Nyalakan sekejap warna-warni duniamu
saat berjalanmu kembali tegap
mungkin semua ini kan cepat berakhir
semoga semua ini adalah persinggahan sementara mimpimu
(*)
(*)

***

Duh, ngebayangin kata "Rani" di lagu ini diganti jadi namaku, "Disma", "Jakarta" diganti jadi "Magelang" dan dinyanyiin sama adekku Dafa, rasanya... jan terharu. Beruntung banget ya si kakak yang bernama Rani ini. Punya keluarga yang perhatian banget sama dia. Dan dari lirik lagu ini, kalo aku baca, seolah-olah Rani itu seorang yang baik, cantik, tulus, penuh mimpi, semangat, dan dicintai keluarganya. Boleh Ge-eR ? Kayaknya Rani itu aku banget deh, #eh :3


Bayar SPP Semester 4

28 Januari 2013. 
Tau nggak ada apa dengan hari ini ? Hari ini hari pertama pembukaan pembayaran SPP UNY. Di kalender akademik (kalender sakti nya mahasiswa UNY), pembayaran SPP dibuka tanggal 28 Januari - 6 Februari 2013. Lewat dari itu, nggak ada cerita. Tegas bro.

Sebagai anak yang berbakti sekaligus mahasiswa yang tertib, aku rencananya mau bayar hari ini. Toh udah dikasih duit sama mama. So berangkat lah aku ke bank BNI samping UNY sama Aya. Berdua doang lho, jan so sweet kan. Kita menyusuri jalan di bawah terik matahari. Jiahh. Kudu sedikit buru-buru soalnya kita berangkat itu udah jam 11 lebih. Nggak mau deh gara-gara telat dikit terus ntar keburu masuk jam istirahat. 

Masuk di area bank BNI, ternyata cukup rame gitu. Banyak orang. Duh, perasaanku sama Aya udah nggak enak. Soalnya dulu pas semester 2 kita pernah bayar di sini dan antri jan lama juga. Kebetulan di depan aku persis ada ibu-ibu pake seragam coklat (PNS) yang masuk duluan dan disambut sama pak satpam. Nah karena pak satpam ngarahin ibunya, aku asal mak bludus aja masuk ke dalem. Mau ikut-ikutan ambil nomer antrian. Eh, pak satpam dengan tanggap nya tanya ke aku

Pak Satpam : "Mau apa dek ?"
Aku : "Bayar Pak"
Pak Satpam : "Bayar apa ?"
Aku : "SPP Pak"
Pak Satpam : "SPP mana ?"
Aku : "UNY Pak"
Pak Satpam : "Kalau UNY, langsung antri saja di sebelah sini"
Aku : "Eh... *sunyi sekejap* makasih Pak"

Woops. Aya langsung ngetawain aku. Tuh, makanya jangan suka sok tau.
Jadilah aku antri di barisan yang tadi ditunjuk bapak-satpam-yang-sangat-heroik-itu. Ternyata antri nya pendek, nggak sehorror yang ada di bayanganku. Aku sama Aya jadi heran sendiri. Padahal banyak orang yang duduk di tempat duduk tunggu. Lah mereka tak pikir mau antri buat bayar SPP :O. Lagi-lagi sok tau.

Sambil ngobrol ini-itu-ita-itu-ke sana-ke mari sama Aya, nggak kerasa sampe lah giliran kita buat ngadep teller. Aku serahin KTM ku buat diproses sama mbak teller-yang-cantik-tur-ramah itu. 
Mbak Teller : "PIN nya sudah habis (aku lupa bagian ini) sehingga tidak bisa KRS. Mau ditunggu sampai nanti atau tetap diproses tapi belum bisa KRS an ?"
Aku : "Tapi nanti PIN nya bisa dilihat di tagihan.uny.ac.id kan mbak ?"
Mbak Teller : "Dilihat bagaimana ya ?"
Aku : "PIN KRS kan mbak ? Lah kan kalau sekarang PIN nya habis terus nanti bisa disusulin jadi bisa dicek di sana, iya nggak to mbak ?" (sungguh, ini aku jan sok tau)
Mbak Teller : "bla bla bla (aku nggak mudeng apa yang dijelasin). Kalau mau diproses sekarang, nanti saya hubungi mbak lagi untuk memberi tahu PIN nya. Atau punya mbak nya dicoba dulu, siapa tau bisa (mengerling ke Aya)"
Aku : (beralih ke Aya)"Piye Sor ? Sekarang atau besok ?"
Aya : (ngomong ke teller)"Ya udah mbak, coba saja dulu punya saya"
Mbak Teller nyoba memproses KTM nya Aya
Mbak Teller : "Yang ini juga nggak bisa"
Aya : "O ya besok aja kalau gitu. Terima kasih mbak."
Aku : sepakat

***

Yaa gitulah kira-kira gambaran niat baikku buat bayar SPP tepat waktu kali ini. Emang selalu ada cerita di setiap kesempatan, salah satunya waktu bayar SPP gini. Ada hikmahnya ? Jelas ada dong. Satu, jangan sok tau (haha). Dua, apapun yang dilakuin bareng temen itu asik. Tiga, waktu berhadapan sama masalah dan pilihan, kita kudu bisa ambil keputusan cepat. Empat, saat kita punya niat baik dan udah kita coba dengan sepenuh hati, walaupun hasilnya nggak sesuai harapan, yaa yang ikhlas aja. Toh "innamal a'malu binniyat", segala amalan itu berawal dari niat. Jadi, walaupun hari ini intinya adalah aku belum jadi bayar SPP, tapi aku punya feeling kalo kejadian ini bakal punya efek di masa yang akan datang. Apapun itu. *kalo nggak ke aku, paling nggak Aya yang bakal ngerasain efeknya*

Kalo kamu, udah bayar SPP belum ??
28 Januari 2013. 
Tau nggak ada apa dengan hari ini ? Hari ini hari pertama pembukaan pembayaran SPP UNY. Di kalender akademik (kalender sakti nya mahasiswa UNY), pembayaran SPP dibuka tanggal 28 Januari - 6 Februari 2013. Lewat dari itu, nggak ada cerita. Tegas bro.

Sebagai anak yang berbakti sekaligus mahasiswa yang tertib, aku rencananya mau bayar hari ini. Toh udah dikasih duit sama mama. So berangkat lah aku ke bank BNI samping UNY sama Aya. Berdua doang lho, jan so sweet kan. Kita menyusuri jalan di bawah terik matahari. Jiahh. Kudu sedikit buru-buru soalnya kita berangkat itu udah jam 11 lebih. Nggak mau deh gara-gara telat dikit terus ntar keburu masuk jam istirahat. 

Masuk di area bank BNI, ternyata cukup rame gitu. Banyak orang. Duh, perasaanku sama Aya udah nggak enak. Soalnya dulu pas semester 2 kita pernah bayar di sini dan antri jan lama juga. Kebetulan di depan aku persis ada ibu-ibu pake seragam coklat (PNS) yang masuk duluan dan disambut sama pak satpam. Nah karena pak satpam ngarahin ibunya, aku asal mak bludus aja masuk ke dalem. Mau ikut-ikutan ambil nomer antrian. Eh, pak satpam dengan tanggap nya tanya ke aku

Pak Satpam : "Mau apa dek ?"
Aku : "Bayar Pak"
Pak Satpam : "Bayar apa ?"
Aku : "SPP Pak"
Pak Satpam : "SPP mana ?"
Aku : "UNY Pak"
Pak Satpam : "Kalau UNY, langsung antri saja di sebelah sini"
Aku : "Eh... *sunyi sekejap* makasih Pak"

Woops. Aya langsung ngetawain aku. Tuh, makanya jangan suka sok tau.
Jadilah aku antri di barisan yang tadi ditunjuk bapak-satpam-yang-sangat-heroik-itu. Ternyata antri nya pendek, nggak sehorror yang ada di bayanganku. Aku sama Aya jadi heran sendiri. Padahal banyak orang yang duduk di tempat duduk tunggu. Lah mereka tak pikir mau antri buat bayar SPP :O. Lagi-lagi sok tau.

Sambil ngobrol ini-itu-ita-itu-ke sana-ke mari sama Aya, nggak kerasa sampe lah giliran kita buat ngadep teller. Aku serahin KTM ku buat diproses sama mbak teller-yang-cantik-tur-ramah itu. 
Mbak Teller : "PIN nya sudah habis (aku lupa bagian ini) sehingga tidak bisa KRS. Mau ditunggu sampai nanti atau tetap diproses tapi belum bisa KRS an ?"
Aku : "Tapi nanti PIN nya bisa dilihat di tagihan.uny.ac.id kan mbak ?"
Mbak Teller : "Dilihat bagaimana ya ?"
Aku : "PIN KRS kan mbak ? Lah kan kalau sekarang PIN nya habis terus nanti bisa disusulin jadi bisa dicek di sana, iya nggak to mbak ?" (sungguh, ini aku jan sok tau)
Mbak Teller : "bla bla bla (aku nggak mudeng apa yang dijelasin). Kalau mau diproses sekarang, nanti saya hubungi mbak lagi untuk memberi tahu PIN nya. Atau punya mbak nya dicoba dulu, siapa tau bisa (mengerling ke Aya)"
Aku : (beralih ke Aya)"Piye Sor ? Sekarang atau besok ?"
Aya : (ngomong ke teller)"Ya udah mbak, coba saja dulu punya saya"
Mbak Teller nyoba memproses KTM nya Aya
Mbak Teller : "Yang ini juga nggak bisa"
Aya : "O ya besok aja kalau gitu. Terima kasih mbak."
Aku : sepakat

***

Yaa gitulah kira-kira gambaran niat baikku buat bayar SPP tepat waktu kali ini. Emang selalu ada cerita di setiap kesempatan, salah satunya waktu bayar SPP gini. Ada hikmahnya ? Jelas ada dong. Satu, jangan sok tau (haha). Dua, apapun yang dilakuin bareng temen itu asik. Tiga, waktu berhadapan sama masalah dan pilihan, kita kudu bisa ambil keputusan cepat. Empat, saat kita punya niat baik dan udah kita coba dengan sepenuh hati, walaupun hasilnya nggak sesuai harapan, yaa yang ikhlas aja. Toh "innamal a'malu binniyat", segala amalan itu berawal dari niat. Jadi, walaupun hari ini intinya adalah aku belum jadi bayar SPP, tapi aku punya feeling kalo kejadian ini bakal punya efek di masa yang akan datang. Apapun itu. *kalo nggak ke aku, paling nggak Aya yang bakal ngerasain efeknya*

Kalo kamu, udah bayar SPP belum ??

Monday, January 21, 2013

,

19 Tahun, Coy #Edisi Make A Wish

Hust, keinginan tu cukup diucapin dalam hati aja, jangan ada orang lain yang tahu. Hey, that's on your own world, it's on my own world. Nggak pa-pa lah ya make-a-wish dishare di sini, siapa tau makin banyak yang baca makin banyak yang doain juga jadi kemungkinan terkabul nya lebih gedhe, hehe. Bisa dibilang ini resolusi yang "general" , yang "special" ya malu dong yes kalo diceritain. Bihik :3

*inspired by halaman kosong yang ada di album kado dari temen-temen*
19 Hal yang ingin aku capai tahun ini (biar agak keren jadi disamain sama umur) :
Sembilan Belas
1. Jadi hamba Allah yang lebih bertakwa.
2. Jadi anak yang lebih berbakti sama orang tua.
3. Jadi adik yang lebih menghormati sang kakak.
4. Jadi kakak yang lebih menyayangi sang adik dan bisa menjadi contoh yang baik.
5. Jadi keponakan dan cucu yang lebih manut.
6. Jadi perempuan yang lebih cantik "dalam" dan "luar".
7. Jadi teman yang lebih menyenangkan.
8. Jadi warga negara yang lebih taat.
9. Jadi mahasiswa yang selalu semangat belajar.
10. Jadi manusia yang lebih banyak bersyukur.
11. Jadi aktivis yang lebih banyak berkontribusi.
12. Jadi orang mampu yang lebih banyak berbagi.
13. Jadi orang sibuk yang lebih banyak bermanfaat.
14. Jadi tetangga yang lebih toleransi.
15. Jadi fans yang akan selalu setia.
16. Jadi kepoers yang akan selalu ingin tahu.
17. Jadi creator yang tak kehabisan inspirasi.
18. Jadi Public Relation yang gaul, sopan, dan komunikatif.
19. Jadi diri sendiri yang memiliki kepribadian.

Diaminin nggak ni ? Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin dong ya *kedip-kedip*

Hust, keinginan tu cukup diucapin dalam hati aja, jangan ada orang lain yang tahu. Hey, that's on your own world, it's on my own world. Nggak pa-pa lah ya make-a-wish dishare di sini, siapa tau makin banyak yang baca makin banyak yang doain juga jadi kemungkinan terkabul nya lebih gedhe, hehe. Bisa dibilang ini resolusi yang "general" , yang "special" ya malu dong yes kalo diceritain. Bihik :3

*inspired by halaman kosong yang ada di album kado dari temen-temen*
19 Hal yang ingin aku capai tahun ini (biar agak keren jadi disamain sama umur) :
Sembilan Belas
1. Jadi hamba Allah yang lebih bertakwa.
2. Jadi anak yang lebih berbakti sama orang tua.
3. Jadi adik yang lebih menghormati sang kakak.
4. Jadi kakak yang lebih menyayangi sang adik dan bisa menjadi contoh yang baik.
5. Jadi keponakan dan cucu yang lebih manut.
6. Jadi perempuan yang lebih cantik "dalam" dan "luar".
7. Jadi teman yang lebih menyenangkan.
8. Jadi warga negara yang lebih taat.
9. Jadi mahasiswa yang selalu semangat belajar.
10. Jadi manusia yang lebih banyak bersyukur.
11. Jadi aktivis yang lebih banyak berkontribusi.
12. Jadi orang mampu yang lebih banyak berbagi.
13. Jadi orang sibuk yang lebih banyak bermanfaat.
14. Jadi tetangga yang lebih toleransi.
15. Jadi fans yang akan selalu setia.
16. Jadi kepoers yang akan selalu ingin tahu.
17. Jadi creator yang tak kehabisan inspirasi.
18. Jadi Public Relation yang gaul, sopan, dan komunikatif.
19. Jadi diri sendiri yang memiliki kepribadian.

Diaminin nggak ni ? Amiiiiiiiiiiiiiiiiiiin dong ya *kedip-kedip*

How Could You

How Could You - The Triangle
ost Perahu Kertas

(just lyrics)
For all the things that you said
For all the lines that we played
For all the very best dates
How could you do this to me

The things we did to stay sane
The walks we had in the rain
The places we used to hang
How could you do this to me

Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire

Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire inside me

For all the love that we share
For all the times that we blend
For all the path we walk down
How could you do this to me

The laughter under the star
The time you slept in my car
The people we made fun of
How could you do this to me


Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire



Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire inside me
This fire inside me
This fire inside me
This fire inside me

***

Di Perahu Kertas, lagu ini diputar waktu bagian Kugy berantem sama Ojos gara-gara Kugy nggak mau pergi ke Bali bareng Ojos dan Ojos akhirnya ngasih pilihan, Kugy pergi sama dia atau mereka putus. Next scene, keesokan harinya ternyata Kugy lebih milih dateng nemenin anak-anak Sakolah Alit yang mau perform kesenian dan Ojos yang kecewa nunggu di Bandara tapi Kugy nggak pernah dateng. Mereka yang pacaran sejak SMA pun akhirnya putus.

Duh, andai aku yang jadi Kugy, walaupun cinta mati sama Keenan tapi tetep aja ada yang hilang kalo harus putus sama Ojos. Nah buat kamu yang lagi galau atau ngerasa "gagal", I recommend this. Lirik sama musik nya keren, sederhana tapi ngena. Saranku sih, cukup dengerin lagu ini trus nangis sampai puas, trus.. ya udah. Galau itu sederhana kok 
How Could You - The Triangle
ost Perahu Kertas

(just lyrics)
For all the things that you said
For all the lines that we played
For all the very best dates
How could you do this to me

The things we did to stay sane
The walks we had in the rain
The places we used to hang
How could you do this to me

Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire

Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire inside me

For all the love that we share
For all the times that we blend
For all the path we walk down
How could you do this to me

The laughter under the star
The time you slept in my car
The people we made fun of
How could you do this to me


Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire



Oh well.. Look at me now I'm falling in pieces
I don't know what to do now
I'm lost within this fire inside me
This fire inside me
This fire inside me
This fire inside me

***

Di Perahu Kertas, lagu ini diputar waktu bagian Kugy berantem sama Ojos gara-gara Kugy nggak mau pergi ke Bali bareng Ojos dan Ojos akhirnya ngasih pilihan, Kugy pergi sama dia atau mereka putus. Next scene, keesokan harinya ternyata Kugy lebih milih dateng nemenin anak-anak Sakolah Alit yang mau perform kesenian dan Ojos yang kecewa nunggu di Bandara tapi Kugy nggak pernah dateng. Mereka yang pacaran sejak SMA pun akhirnya putus.

Duh, andai aku yang jadi Kugy, walaupun cinta mati sama Keenan tapi tetep aja ada yang hilang kalo harus putus sama Ojos. Nah buat kamu yang lagi galau atau ngerasa "gagal", I recommend this. Lirik sama musik nya keren, sederhana tapi ngena. Saranku sih, cukup dengerin lagu ini trus nangis sampai puas, trus.. ya udah. Galau itu sederhana kok 

Sunday, January 20, 2013

,

19 Tahun, Coy ! #Edisi Surprise

10 Januari 2013...

Di antara kegelapan malam, samar-samar terdengar suara-suara berisik yang mengganggu lelap tidurku. Suara itu terasa jauh, tapi lambat laun menjadi semakin jelas.Ada apa itu ? Lalu di antara sayup-sayup suara yang lain, ku dengar ada seseorang yang memanggil namaku. "Disma...", masih tak ku hiraukan. Ternyata dia memanggil lagi, "Disma...". Tunggu, sepertinya aku kenal suara itu. Itu suara Aya, temanku. Aku pun sadar dan mengerjap-ngerjapkan mata. Pintu kamarku ternyata terbuka. Dari celahnya kulihat sedikit ke luar dan kulihat ada cahaya aneh dari lantai bawah rumahku.

"Dis, mati lampu dis. Ke bawah ya". Aku pun mencari HP dan kulihat jam di HP menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Segera kurapikan baju dan mengenakan jilbab karena di bawah sana ada teman-teman pria juga. Dalam hati aku merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. Kamar ku kosong, padahal seharusnya ada Annis, Akhi, dan Fatonah di sana. Aku pun menuruti kata-kata Aya. Aku beranjak ke luar kamar, turun ke lantai bawah dan...

***

SURPRISE.... !!
Hehe, baru aja aku sampe di pertengahan tangga, aku udah disambut sama temen-temen yang dengan kenceng-tanpa-berdosanya pada berisik. Lampu sengaja dimatiin, dan di lantai ada rangkaian lilin bertuliskan "HBD DISMA".
Coba hitung ada berapa lilin

Ciyee yang pada ngasih kejutan. Makasih ya :*

Aku lanjutin turun ke bawah, mereka nyuruh aku buat niup semua lilin. Gile lu Ndro, lilinnya ada banyak gitu (katanya 120an). Awalnya aku minta keringanan mau ngambil kipas dulu, tapi nggak dibolehin. Jahat -___- . Ya udah sih, mau nggak mau aku memusnahkan semua cahaya dari lilin itu sambil sebelumnya make a wish dulu. Suseh ya ternyata, mana banyak lagi. Tapi dasar pada rese, bukannya pada kasian malah pada protes "kok suwi, kok suwi". Zzzz *teman macam apa*. Semua lilin pun padam dan aku pun "monyong" instantly. Sebodo deh, pokoknya sisa lilin yg nempel di lantai kalian yang bersihin.

Abis itu aku dikasih kado. Guess what.. Walaupun bukan boneka Hello Kitty, tapi aku malah seneng banget dikasih ini. Album foto yang isinya ada foto aku sama temen-temen, dan ada ucapan "met ultah" ala mereka masing-masing yang lucu-lucu semua. Konyolnya, ada nota nya juga tau nggak ? . Kok bisa gitu ya ??

Nggak pernah bosen buat selalu dibuka ulang

Speechless deh, apalagi pas kita nyimak waktu tulisan-tulisan di sana dibacain sama Adit dengan ditambahin "bumbu-bumbu". Ada ucapan super cool dari Heri yang bilang "Mbek, HBD yak", see ? cool banget kan ? singkat, padat, mengena. Ada yang jleb dari Akhi yang bilang, "Karena udah 19 Tahun, harus Diet", hiks :(. Ada yang geje dan ini dari Sobur, kayak gini : "HBD Disma WYATB GWS GPL TK SD SMP SMA BPKB STNK SDM SNSD AKB JKT", apa coba ?? zzz. Yang jelas ngakak berjamaah deh malem itu. Tanpa mengurangi rasa terima kasih ke temen-temen yang lain, kalo boleh sih, ucapan dari Mifta aku jadiin favorit. Kata-katanya kayak gini nih : "Selamat ultah, Disma.. Tambah cantik luar dalam ya.."

Kata-kata dari temen-temen yang lain :
Fatonah --> Dismonimo si Pinki. Haha.... Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah dewasa, sukses selalu dan menjadi anak yang berarti bagi ortu.. Apa sih ? bingung (Sesama Pinky harus saling menjaga satu sama lain. Pink never die #yeah)
Hilma --> Happy birthday ya nimoo :* . All the best for u.. long live. Sorry nggak bisa ikut ngerayain api aku tetep doain kok dari manapun aku berada. Peluk cium dari @hiel_zone :D (Pas bagian ini mau dipraktekin sama temen-temen. Woo, la cethang sisan)
Aya --> Setiap fajar baru, setiap manusia diberi tawaran untuk memilih. HBD... nimo. Selalu berharap yang terbaik untukmu :D (Koncoku paling puitis. *keprok keprok*)
Hanifah --> Mbek, selamat tambah tua. Semoga segera menemukan cinta sejati yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Akuh padamuuuuh muah muah :* (amin, amin, amin, amin, amin, amin.... berjuta kali)
Irfan --> Meski udah bertambah 1 tahun tetep pake merah jambu2 begitu yaa... ^_^ biar tetep jadi gadis berkerudung merah jambu ^_^ . Met ulang tahun Gadis Berkerudung Merah Jambu... Disma (Jangan bilang kalo kamu mau buat cerita Gadis Berkerudung Merah Jambu Part II ya MIL)
Reta --> Buat Disma : hepi birthday ya mbek :) tambah cantik tambah manis tambah pinter tambah baik. Semuanya deh :3 WYATB (Speechless deh sama kakak Rete. Nggak berani ngomen apa-apa. Hihi)
Budi --> Sugeng tanggap warsa Disma. Selamat meh kepala 2, sukur umurmu kelong 1 :P (Woo la iki bocah malah ngajak sumuk. Nyukurke jhal >,<)
Farid --> Disma, selamat ulang tahun ya, semoga +cantik, pinter, unyu, rezeki lancar, sehat, enteng jodoh, dapet suami ganteng, kaya, soleh, baik, produktif dan memuaskan serta diberi umur yang panjang, barokah & bermanfaat. (Amiin. Doanya lengkap banget Rid :) . Tapi, "memuaskan" itu artinya apa ya ? --a )
Faza --> Disma e otonjoubi omedetou. 19 tahun ya ? mmm persiapkan diri buat kepala 2 aja. hahaha. Hope Allah bless you with wisdom and blessing life (Za, ngomong opo ee ??)
Fiani --> Nimo... syelamat memperingati tanggal lahir. Tambah umur tambah unik yes... :D (yeay Fhi, makasyih syekali yay)
Andri --> 1,5 tahun kita mengenal. Canda tawa telah sering kita lewati. Kata-kata selamat ulang tahun yang bisa terucap untukmu kawan. Semoga mimpi-mimpimu menjadi kenyataan (Kata-katanya Andri puitis kayak Aya ya. Cia cia cia)
Adit --> Buat Disma yang centil, selamat ulang tahun. Semoga tambah cakep, pinter, dan dewasa. Semoga apa yang ingin dicapai tahun ini dapat terwujud. (dan entah kenapa cuma quote dari Adit yang ditempel kebalik)
Wahyu --> Teman kita yang ngegemesin udah lebih tua dari aku, tambah dewasa tapi jangan berkurang semangatmu dan senyummu :D (Ngegemesin og piye. Bihik :3)
Rifky --> Selamat ulang tahun, dis. Tambah cantik ae (Aku cantik yak kik ? waak makasih, makasih)
Isnan --> Dis, tambah 1 tahun nih. Wish u all the best (Isnan juga cool ni)
Hanan --> Happy birthday... dis. Wish u all the best (Hanan juga jan cool)
Annis --> Sugeng tanggap warsa mbak Disma.. mugi-mugi warsanipun saged luwih migunani kagem sinten kemawon (Kamus mana kamus ???)

Mumuach spesial buat temen-temen Cuplaxer dan semua temen yang udah ngucapin "happy b'day" to me. 19 Tahun dimulai dari hari ini. 



10 Januari 2013...

Di antara kegelapan malam, samar-samar terdengar suara-suara berisik yang mengganggu lelap tidurku. Suara itu terasa jauh, tapi lambat laun menjadi semakin jelas.Ada apa itu ? Lalu di antara sayup-sayup suara yang lain, ku dengar ada seseorang yang memanggil namaku. "Disma...", masih tak ku hiraukan. Ternyata dia memanggil lagi, "Disma...". Tunggu, sepertinya aku kenal suara itu. Itu suara Aya, temanku. Aku pun sadar dan mengerjap-ngerjapkan mata. Pintu kamarku ternyata terbuka. Dari celahnya kulihat sedikit ke luar dan kulihat ada cahaya aneh dari lantai bawah rumahku.

"Dis, mati lampu dis. Ke bawah ya". Aku pun mencari HP dan kulihat jam di HP menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Segera kurapikan baju dan mengenakan jilbab karena di bawah sana ada teman-teman pria juga. Dalam hati aku merasakan ada sesuatu yang mencurigakan. Kamar ku kosong, padahal seharusnya ada Annis, Akhi, dan Fatonah di sana. Aku pun menuruti kata-kata Aya. Aku beranjak ke luar kamar, turun ke lantai bawah dan...

***

SURPRISE.... !!
Hehe, baru aja aku sampe di pertengahan tangga, aku udah disambut sama temen-temen yang dengan kenceng-tanpa-berdosanya pada berisik. Lampu sengaja dimatiin, dan di lantai ada rangkaian lilin bertuliskan "HBD DISMA".
Coba hitung ada berapa lilin

Ciyee yang pada ngasih kejutan. Makasih ya :*

Aku lanjutin turun ke bawah, mereka nyuruh aku buat niup semua lilin. Gile lu Ndro, lilinnya ada banyak gitu (katanya 120an). Awalnya aku minta keringanan mau ngambil kipas dulu, tapi nggak dibolehin. Jahat -___- . Ya udah sih, mau nggak mau aku memusnahkan semua cahaya dari lilin itu sambil sebelumnya make a wish dulu. Suseh ya ternyata, mana banyak lagi. Tapi dasar pada rese, bukannya pada kasian malah pada protes "kok suwi, kok suwi". Zzzz *teman macam apa*. Semua lilin pun padam dan aku pun "monyong" instantly. Sebodo deh, pokoknya sisa lilin yg nempel di lantai kalian yang bersihin.

Abis itu aku dikasih kado. Guess what.. Walaupun bukan boneka Hello Kitty, tapi aku malah seneng banget dikasih ini. Album foto yang isinya ada foto aku sama temen-temen, dan ada ucapan "met ultah" ala mereka masing-masing yang lucu-lucu semua. Konyolnya, ada nota nya juga tau nggak ? . Kok bisa gitu ya ??

Nggak pernah bosen buat selalu dibuka ulang

Speechless deh, apalagi pas kita nyimak waktu tulisan-tulisan di sana dibacain sama Adit dengan ditambahin "bumbu-bumbu". Ada ucapan super cool dari Heri yang bilang "Mbek, HBD yak", see ? cool banget kan ? singkat, padat, mengena. Ada yang jleb dari Akhi yang bilang, "Karena udah 19 Tahun, harus Diet", hiks :(. Ada yang geje dan ini dari Sobur, kayak gini : "HBD Disma WYATB GWS GPL TK SD SMP SMA BPKB STNK SDM SNSD AKB JKT", apa coba ?? zzz. Yang jelas ngakak berjamaah deh malem itu. Tanpa mengurangi rasa terima kasih ke temen-temen yang lain, kalo boleh sih, ucapan dari Mifta aku jadiin favorit. Kata-katanya kayak gini nih : "Selamat ultah, Disma.. Tambah cantik luar dalam ya.."

Kata-kata dari temen-temen yang lain :
Fatonah --> Dismonimo si Pinki. Haha.... Selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah dewasa, sukses selalu dan menjadi anak yang berarti bagi ortu.. Apa sih ? bingung (Sesama Pinky harus saling menjaga satu sama lain. Pink never die #yeah)
Hilma --> Happy birthday ya nimoo :* . All the best for u.. long live. Sorry nggak bisa ikut ngerayain api aku tetep doain kok dari manapun aku berada. Peluk cium dari @hiel_zone :D (Pas bagian ini mau dipraktekin sama temen-temen. Woo, la cethang sisan)
Aya --> Setiap fajar baru, setiap manusia diberi tawaran untuk memilih. HBD... nimo. Selalu berharap yang terbaik untukmu :D (Koncoku paling puitis. *keprok keprok*)
Hanifah --> Mbek, selamat tambah tua. Semoga segera menemukan cinta sejati yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Akuh padamuuuuh muah muah :* (amin, amin, amin, amin, amin, amin.... berjuta kali)
Irfan --> Meski udah bertambah 1 tahun tetep pake merah jambu2 begitu yaa... ^_^ biar tetep jadi gadis berkerudung merah jambu ^_^ . Met ulang tahun Gadis Berkerudung Merah Jambu... Disma (Jangan bilang kalo kamu mau buat cerita Gadis Berkerudung Merah Jambu Part II ya MIL)
Reta --> Buat Disma : hepi birthday ya mbek :) tambah cantik tambah manis tambah pinter tambah baik. Semuanya deh :3 WYATB (Speechless deh sama kakak Rete. Nggak berani ngomen apa-apa. Hihi)
Budi --> Sugeng tanggap warsa Disma. Selamat meh kepala 2, sukur umurmu kelong 1 :P (Woo la iki bocah malah ngajak sumuk. Nyukurke jhal >,<)
Farid --> Disma, selamat ulang tahun ya, semoga +cantik, pinter, unyu, rezeki lancar, sehat, enteng jodoh, dapet suami ganteng, kaya, soleh, baik, produktif dan memuaskan serta diberi umur yang panjang, barokah & bermanfaat. (Amiin. Doanya lengkap banget Rid :) . Tapi, "memuaskan" itu artinya apa ya ? --a )
Faza --> Disma e otonjoubi omedetou. 19 tahun ya ? mmm persiapkan diri buat kepala 2 aja. hahaha. Hope Allah bless you with wisdom and blessing life (Za, ngomong opo ee ??)
Fiani --> Nimo... syelamat memperingati tanggal lahir. Tambah umur tambah unik yes... :D (yeay Fhi, makasyih syekali yay)
Andri --> 1,5 tahun kita mengenal. Canda tawa telah sering kita lewati. Kata-kata selamat ulang tahun yang bisa terucap untukmu kawan. Semoga mimpi-mimpimu menjadi kenyataan (Kata-katanya Andri puitis kayak Aya ya. Cia cia cia)
Adit --> Buat Disma yang centil, selamat ulang tahun. Semoga tambah cakep, pinter, dan dewasa. Semoga apa yang ingin dicapai tahun ini dapat terwujud. (dan entah kenapa cuma quote dari Adit yang ditempel kebalik)
Wahyu --> Teman kita yang ngegemesin udah lebih tua dari aku, tambah dewasa tapi jangan berkurang semangatmu dan senyummu :D (Ngegemesin og piye. Bihik :3)
Rifky --> Selamat ulang tahun, dis. Tambah cantik ae (Aku cantik yak kik ? waak makasih, makasih)
Isnan --> Dis, tambah 1 tahun nih. Wish u all the best (Isnan juga cool ni)
Hanan --> Happy birthday... dis. Wish u all the best (Hanan juga jan cool)
Annis --> Sugeng tanggap warsa mbak Disma.. mugi-mugi warsanipun saged luwih migunani kagem sinten kemawon (Kamus mana kamus ???)

Mumuach spesial buat temen-temen Cuplaxer dan semua temen yang udah ngucapin "happy b'day" to me. 19 Tahun dimulai dari hari ini. 



Kamu Adalah Siapa Teman-Temanmu

Beberapa hari belakangan ini sering denger kalimat-kalimat bijak dari temen-temen bijak yang intinya adalah "Bagaimana diri kita bisa dilihat dari teman-teman dekat kita". Hmm, coba diresapi dan direkambing #eh, dan direnungkan maksudnya. Emang bener sih. Berdasarkan kehidupan nyata aja, emang temen deket itu membawa pengaruh yang besar kok buat kita. Kalo temenan sama temen yang rajin ngaji, awalnya kita jadi ngeh buat ngaji terus ikutan ngaji. Kalo temenan sama temen yang suka nggosip, lama-lama kita jadi ketularan suka nggosip juga deh. Mengingat peran teman se-urgent itu nggak ada salahnya kok kita pilih-pilih temen deket. Temenan sama siapa aja itu boleh, bagus malah, tapi  buat temen deket agak diseleksi nggak pa-pa kan ya ?

Nah, aku yang bisa jadi kayak sekarang ini juga efek dari temen-temen yang aku punya lho. Ngeblog misalnya, awalnya aku anggep remeh temeh. Eh setelah tau kalo temen-temenku blog nya diisi yang keren-keren, bagus-bagus, kreatif-kreatif, jadilah aku semangat buat ngeblog yang agak bermutu dikit. Temenan sama orang-orang hebat emang bikin tambah semangat

Temenku alhamdulillah ada banyak, ada temen masa kecil, temen TK, temen SD di Semarang, temen SD di Magelang, temen SMP, temen SMK, temen Kuliah, temen FB, temen Twitter, temen di Hima, temen di Organisasi, dll, dll, sampe temennya Mas mantan pun jadi temenku, hehe. Tapi berhubung sekarang lagi di masa-masa kuliah, ini nih yang paling mumuach :* :3

Hilma, Disma, Fatonah, Soraya - semeter 1


Ada kakak Hilma (@hiel_zone) yang pake baju kuning dan cardigan ijo. Sama-sama tiyang Magelang ni jadi (dulu) bisa sering pulang bareng. Hilma ini jan rajin banget, beda tipis sama aku yang males banget (beda jauh dong ! | ya enggak, kan sama-sama ada "banget" nya). Segala macam tugas, laporan, program, apapun itu langsung set set set dikerjain deh sama Hilma. Kostnya juga selalu rapi dan comfort buat dijadiin tempat menggembel (istilah nya temen-temen F1 kalo lagi ada jam kecepit kuliah). Kalo penyakit "terlalu santai" ku lagi kumat terus keinget Hilma, aku jadi tertampar buat mulai "spaneng" belajar lagi. Hehe. Yang aku nggak suka dari Hilma, dia tu sering banget pulang ke rumah Magelang tiap minggu atau tiap ada kesempatan. Hiihh, pengen deh bikin Hilma biar nggak Kupu-Kupu (kuliah pulang kuliah pulang) lagi. Apalah daya, pilihan kan ada di tangan dia.

Di sampingnya Hilma ada Soraya (@soraisaya), tapi aku sering manggil "sor" atau "ayong". Selain temen sekelas, kita juga banyak kesamaan di organisasi. Sama-sama ikut HIMA, sama-sama ikut Kopma, sama-sama sering jadi panitia, dll. Dari Ayong aku belajar buat lebih telaten sama kalem. Notabene nya Ayong itu dari Sukoharjo, tapi berhubung banyak orang yang nggak tau Sukoharjo dia sering mendekatkan diri sama Solo. Ayong ini handal banget kalo jadi bendahara. Nah, berhubung aku terlalu murah hati (bihik :3), aku mulai belajar buat ngirit dan bikin keuangan yang jelas dari dia. Masih belajar dan belum sukses-sukses ni sampe sekarang T.T . Owh iya, Hilma sama Ayong jan gemar membaca. Aku dulu suka baca buku juga sih, tapi akhir-akhir ini mulai kerasukan sama jin online. Berkat mereka berdua aku bisa membangkitkan kembali hobi lama itu. Soalnya aku jadi bisa pinjem buku-buku mereka gitu. *nb : koleksi novel Tere Liye nya Hilma sama Ayong lengkap lho*

Yang di foto duduk di sebelahku itu namanya Fatonah (@fatonah_depe). Tau nggak, di antara kita ber4, dia yang paling muda. Tapi nggak kelihatan kan ? Emang patut diragukan sih. Malah sepintas dia bakal keliatan paling "dewasa" soalnya phisically, Fatonah itu tinggi tur kurus. Tuh kan, lagi-lagi kebalikan banget dari aku. Huaaaa. Fatonah juga dewasa kok, walaupun kadang alaynya sering kumat. Walaupun paling muda, tapi Fatonah udah mandiri, udah bisa cari duit sendiri. Kalo di bidang akademis, 11-12 lah sama aku. Bisa saling melengkapi. Dulu pas semester 1, aku nyontek matematika dari dia, eh, dia nyontek apa ya dari aku ?. Soal curhat tentang cinta biasanya aku lari ke Fatonee ini. Cie cie cie.

Tanpa mengurangi rasa cinta ke temen-temen lain, maaf ya yang tak ceritain cuma manusia tiga ini. Kalo tak ceritain semua bisa jadi novel nanti. Sebenernya masih banyak yang lain sih. Ada Rifa, Andryatun, Akhi, Ipeh, dll anak-anak F2. Ada kakak Rete, Fiani, Mifta, Budi, dll anak-anak kelas F. Ada Adit, Tisha, Imron, Arif, Revan, Eka, Annis, Wulan, Tri Nug, Sidiq, mb Mega, MIL yang jadi temen-temen PH. Ada Erwin, ada mas Arga. Aaakk pokokmen banyak wes. Terima kasih buat inspirasi-inspirasi yang mungkin tanpa kalian sadari telah aku ambil dari kalian.
Beberapa hari belakangan ini sering denger kalimat-kalimat bijak dari temen-temen bijak yang intinya adalah "Bagaimana diri kita bisa dilihat dari teman-teman dekat kita". Hmm, coba diresapi dan direkambing #eh, dan direnungkan maksudnya. Emang bener sih. Berdasarkan kehidupan nyata aja, emang temen deket itu membawa pengaruh yang besar kok buat kita. Kalo temenan sama temen yang rajin ngaji, awalnya kita jadi ngeh buat ngaji terus ikutan ngaji. Kalo temenan sama temen yang suka nggosip, lama-lama kita jadi ketularan suka nggosip juga deh. Mengingat peran teman se-urgent itu nggak ada salahnya kok kita pilih-pilih temen deket. Temenan sama siapa aja itu boleh, bagus malah, tapi  buat temen deket agak diseleksi nggak pa-pa kan ya ?

Nah, aku yang bisa jadi kayak sekarang ini juga efek dari temen-temen yang aku punya lho. Ngeblog misalnya, awalnya aku anggep remeh temeh. Eh setelah tau kalo temen-temenku blog nya diisi yang keren-keren, bagus-bagus, kreatif-kreatif, jadilah aku semangat buat ngeblog yang agak bermutu dikit. Temenan sama orang-orang hebat emang bikin tambah semangat

Temenku alhamdulillah ada banyak, ada temen masa kecil, temen TK, temen SD di Semarang, temen SD di Magelang, temen SMP, temen SMK, temen Kuliah, temen FB, temen Twitter, temen di Hima, temen di Organisasi, dll, dll, sampe temennya Mas mantan pun jadi temenku, hehe. Tapi berhubung sekarang lagi di masa-masa kuliah, ini nih yang paling mumuach :* :3

Hilma, Disma, Fatonah, Soraya - semeter 1


Ada kakak Hilma (@hiel_zone) yang pake baju kuning dan cardigan ijo. Sama-sama tiyang Magelang ni jadi (dulu) bisa sering pulang bareng. Hilma ini jan rajin banget, beda tipis sama aku yang males banget (beda jauh dong ! | ya enggak, kan sama-sama ada "banget" nya). Segala macam tugas, laporan, program, apapun itu langsung set set set dikerjain deh sama Hilma. Kostnya juga selalu rapi dan comfort buat dijadiin tempat menggembel (istilah nya temen-temen F1 kalo lagi ada jam kecepit kuliah). Kalo penyakit "terlalu santai" ku lagi kumat terus keinget Hilma, aku jadi tertampar buat mulai "spaneng" belajar lagi. Hehe. Yang aku nggak suka dari Hilma, dia tu sering banget pulang ke rumah Magelang tiap minggu atau tiap ada kesempatan. Hiihh, pengen deh bikin Hilma biar nggak Kupu-Kupu (kuliah pulang kuliah pulang) lagi. Apalah daya, pilihan kan ada di tangan dia.

Di sampingnya Hilma ada Soraya (@soraisaya), tapi aku sering manggil "sor" atau "ayong". Selain temen sekelas, kita juga banyak kesamaan di organisasi. Sama-sama ikut HIMA, sama-sama ikut Kopma, sama-sama sering jadi panitia, dll. Dari Ayong aku belajar buat lebih telaten sama kalem. Notabene nya Ayong itu dari Sukoharjo, tapi berhubung banyak orang yang nggak tau Sukoharjo dia sering mendekatkan diri sama Solo. Ayong ini handal banget kalo jadi bendahara. Nah, berhubung aku terlalu murah hati (bihik :3), aku mulai belajar buat ngirit dan bikin keuangan yang jelas dari dia. Masih belajar dan belum sukses-sukses ni sampe sekarang T.T . Owh iya, Hilma sama Ayong jan gemar membaca. Aku dulu suka baca buku juga sih, tapi akhir-akhir ini mulai kerasukan sama jin online. Berkat mereka berdua aku bisa membangkitkan kembali hobi lama itu. Soalnya aku jadi bisa pinjem buku-buku mereka gitu. *nb : koleksi novel Tere Liye nya Hilma sama Ayong lengkap lho*

Yang di foto duduk di sebelahku itu namanya Fatonah (@fatonah_depe). Tau nggak, di antara kita ber4, dia yang paling muda. Tapi nggak kelihatan kan ? Emang patut diragukan sih. Malah sepintas dia bakal keliatan paling "dewasa" soalnya phisically, Fatonah itu tinggi tur kurus. Tuh kan, lagi-lagi kebalikan banget dari aku. Huaaaa. Fatonah juga dewasa kok, walaupun kadang alaynya sering kumat. Walaupun paling muda, tapi Fatonah udah mandiri, udah bisa cari duit sendiri. Kalo di bidang akademis, 11-12 lah sama aku. Bisa saling melengkapi. Dulu pas semester 1, aku nyontek matematika dari dia, eh, dia nyontek apa ya dari aku ?. Soal curhat tentang cinta biasanya aku lari ke Fatonee ini. Cie cie cie.

Tanpa mengurangi rasa cinta ke temen-temen lain, maaf ya yang tak ceritain cuma manusia tiga ini. Kalo tak ceritain semua bisa jadi novel nanti. Sebenernya masih banyak yang lain sih. Ada Rifa, Andryatun, Akhi, Ipeh, dll anak-anak F2. Ada kakak Rete, Fiani, Mifta, Budi, dll anak-anak kelas F. Ada Adit, Tisha, Imron, Arif, Revan, Eka, Annis, Wulan, Tri Nug, Sidiq, mb Mega, MIL yang jadi temen-temen PH. Ada Erwin, ada mas Arga. Aaakk pokokmen banyak wes. Terima kasih buat inspirasi-inspirasi yang mungkin tanpa kalian sadari telah aku ambil dari kalian.

Monday, January 14, 2013

Pendahuluan

Hallo blogger tercintah..
Sedikit beralibi boleh dong ya. Ceritanya begini, banyak banget kejadian yang aku lalui so banyak banget juga yang mau aku tulis. Namun berhubung kemarin-kemarin itu aku ada di rumah Magelang yang berakibat nggak ada sinyal internet, terus sibuk belajar buat UAS, terus kuota modem pas abis juga, jadi baru sekarang deh sempet buat nulis di blog. Maaf yak kalo dirapel. Hehe. 
Atas pemakluman dari teman-teman blogger, saya ucapkan terima kasih.

Best Regards, 
Disma

(berasa ada yang aneh sama bagian penutup --" )
Hallo blogger tercintah..
Sedikit beralibi boleh dong ya. Ceritanya begini, banyak banget kejadian yang aku lalui so banyak banget juga yang mau aku tulis. Namun berhubung kemarin-kemarin itu aku ada di rumah Magelang yang berakibat nggak ada sinyal internet, terus sibuk belajar buat UAS, terus kuota modem pas abis juga, jadi baru sekarang deh sempet buat nulis di blog. Maaf yak kalo dirapel. Hehe. 
Atas pemakluman dari teman-teman blogger, saya ucapkan terima kasih.

Best Regards, 
Disma

(berasa ada yang aneh sama bagian penutup --" )

Tuesday, January 8, 2013

,

Hunting Kado

Di antara kesibukan UAS (emang sibuk ??), hari ini adalah hari free UAS alias kita nggak ada UAS. Ayeee \^^/. Walaupun free, tapi activity isn’t free. Harus punya aktivitas dong biar agak sibuk dikit. Agenda hari ini ada 2, belajar matematika diskrit bareng di kost nya kakak @hiel_zone sama hunting kado buat kakak gueh tercinta dan satu-satunya yg tanggal 6 januari kemaren b’day (happy bday mb Devi :*)

Berhubung belajar itu ya gitu itu, jadi aku cerita perjalanan mendapatkan kado aja lah yak. Berawal dari janjian sama salah seorang temen yang juga mau beli batik, jadilah kita pergi bareng. Siang-siang abis dari kost nya hilma aku sama temenku itu tadi, sebut saja dia Bunga #eh, iya deh sama Riyan, pun pergi. Awalnya aku pikir "manut Riyan ajalah, paling dia tau mau beli di mana". Laah ternyata Riyan juga mikir, "manut Disma ajalah, dia kayaknya lebih tau". Gubrakk !!. Kita sama-sama nggak tau mau ke mana pemirsah. Akhirnya kita putusin buat ke Malioboro aja. Biar banyak pilihan gitu, jadi kalo nggak dapet di toko 1 bisa pindah ke toko lainnya.

Sampe sana mendung gelap, pertanda bentar lagi bakal ujan. Bener deh, selang beberapa menit beneran turun ujan. Untung aja kita udah masuk ke daerah toko-toko jadi nggak keujanan. Nah, emang dasarnya kita berdua geje, jadilah tujuan kita juga geje. Really blank mau ke mana dulu. Lagi-lagi ya udah sih, semua toko baju batik kita masukin aja. Di toko 1, milih-milih, belum ada yang cocok, pindah. Di toko 2, milih-milih, belum ngerasa srek, pindah. Tugasku ngasih rekomendasi terus tugas Riyan ngasih komentar. Makin banyak rekomendasi yang aku kasih, makin banyak juga komentar yang Riyan kasih.  Begitu selanjutnya sampai kita punya ide buat nyari di Mirota Batik aja, siapa tau dapet yang bagus.

Oke, jalanlah kita ke Mirota Batik. Adem men. AC di dalem ditambah ujan di luar bikin adem nya tambah berlipat-lipat. Udah pernah ke Mirota Batik ? Tau dong ya kalo di sana ada banyak serba-serbi batik. Itu kita ubek-ubek semua deh. Milih-milih dari ujung sini sampe ujung sono, trus udah sampe sono, balik lagi ke sini. Jan. pas balik nyari ke bagian sini (bagian yang awal kita samperin), Riyan ngerasa suka sama satu model baju warna biru (padahal tadi pas awal juga udah aku rekomendasiin lho). Diminta lah aku buat nyobain di kamar pas terus hasilnya difoto. Jadi tugasku semacam nambah begitu. Konyolnya, pas aku cobain ternyata ga cukup men. Hehe. Aku bilang deh ke Riyan. Riyan malah bilang, kayaknya dia inget ada yang modelnya sama kayak baju itu dan warna nya merah marun. Dia kan obsessed banget tuh sama warna merah marun. Jadilah kita balik ke toko-yg-Riyan-keinget-ada-model-baju-yg-sama itu tadi.

Singkat cerita balik deh kita ke toko yang dimaksud. You know guys, itu toko ke-2 yang tadi kita datengin !. jaraknya jauh lho dari Mirota. Capek jalannya #fiuuh. Untung beneran di sana ada yang kayak kita taksir, warna merah marun sama biru muda. Lagi-lagi aku diminta buat nyobain. Aarrggh. Untungnya lagi kali ini pas. Aku pilihin yang merah marun soalnya ukurannya L, kalo yang biru itu M dan agak kekecilan buat aku. Bihik :3



Perjuangan nggak berhenti sampe di situ. Itu tadi kan baru nyariin baju batik buat “Ibu”nya Riyan. Sekarang nyari celana batik buat sepupunya dia. Kalo di toko, ukurannya pada gede-gede tur mahal, jadi kita coba buat nyari di non-toko nya. Hal konyol terjadi lagi saat ada 2 orang nggak bisa nawar lagi nyoba buat nawar sama penjual bapak-bapak yang nggak ramah blas. Sumpe cah, keder kitanya. Lagi-lagi, untung dapet. Nggak murah nggak pa-pa deh, asal nggak perlu muter-muter lagi.
After that, everything gonna be all right. Lancar jaya. Selanjutnya beliin kaos Jogja yang jadi pesenan mama, nggak perlu pake lama. Cuma milih bentar, ambil, bayar. Terus sebelum nyari kado buat mbak Devi, capek banget sumpe deh. Tadi tu kita berangkat jam 12 an, dan waktu itu udah jam setengah 16 an. 3 jam an jalan meen. Aku sama Riyan nyari toko sepatu terdekat deh. Bukan buat beli sepatu. Tapi buat nunut duduk. Hehe

Karena sadar diri aku nggak bisa nawar, nggak berani lagi deh beli di penjual non-toko. Padahal lucu-lucu lho  . hal ini menumbuhkan semangatku buat belajar nawar. Ada yang bisa nawar ? ajarin aku dong. Dulu aku pernah Tanya ke mama, enaknya ngasih kado apa ya ke Mb Devi. Balasan Mama jan bijak ni : “Apa aja juga nggak pa-pa. namanya dikasih mah pasti seneng” :O . berbekal nasehat itu, masuklah aku ke sebuah toko baju. Giliran Riyan yang sekarang ngasih rekomendasi dan aku ngasih komentar. Tapi ujung-ujungnya tetep aja aku milih pilihanku sendiri. Piss ya mas Coy ^^v

Sebelum keluar dari toko, Riyan sempet bilang gini “Keluar deh sifat emak-emaknya kalo lagi belanja”. Apa ini maksudnya ???. tapi aku dapet nice quote juga kok dari dia, “Banyak pilihan memang sulit, tapi lebih sulit lagi jika tidak ada pilihan”. Tumben kata-kata dia gampang dicerna. Plok..plok..plok..

Okee, dapet deh kado nya. Semoga mbak Devi suka dan semoga dipake. Kalopun nggak suka, mungkin karena selera mb Devi itu adalah selera ibu-ibu dan aku adalah selera anak muda. *bungkus* 


Di antara kesibukan UAS (emang sibuk ??), hari ini adalah hari free UAS alias kita nggak ada UAS. Ayeee \^^/. Walaupun free, tapi activity isn’t free. Harus punya aktivitas dong biar agak sibuk dikit. Agenda hari ini ada 2, belajar matematika diskrit bareng di kost nya kakak @hiel_zone sama hunting kado buat kakak gueh tercinta dan satu-satunya yg tanggal 6 januari kemaren b’day (happy bday mb Devi :*)

Berhubung belajar itu ya gitu itu, jadi aku cerita perjalanan mendapatkan kado aja lah yak. Berawal dari janjian sama salah seorang temen yang juga mau beli batik, jadilah kita pergi bareng. Siang-siang abis dari kost nya hilma aku sama temenku itu tadi, sebut saja dia Bunga #eh, iya deh sama Riyan, pun pergi. Awalnya aku pikir "manut Riyan ajalah, paling dia tau mau beli di mana". Laah ternyata Riyan juga mikir, "manut Disma ajalah, dia kayaknya lebih tau". Gubrakk !!. Kita sama-sama nggak tau mau ke mana pemirsah. Akhirnya kita putusin buat ke Malioboro aja. Biar banyak pilihan gitu, jadi kalo nggak dapet di toko 1 bisa pindah ke toko lainnya.

Sampe sana mendung gelap, pertanda bentar lagi bakal ujan. Bener deh, selang beberapa menit beneran turun ujan. Untung aja kita udah masuk ke daerah toko-toko jadi nggak keujanan. Nah, emang dasarnya kita berdua geje, jadilah tujuan kita juga geje. Really blank mau ke mana dulu. Lagi-lagi ya udah sih, semua toko baju batik kita masukin aja. Di toko 1, milih-milih, belum ada yang cocok, pindah. Di toko 2, milih-milih, belum ngerasa srek, pindah. Tugasku ngasih rekomendasi terus tugas Riyan ngasih komentar. Makin banyak rekomendasi yang aku kasih, makin banyak juga komentar yang Riyan kasih.  Begitu selanjutnya sampai kita punya ide buat nyari di Mirota Batik aja, siapa tau dapet yang bagus.

Oke, jalanlah kita ke Mirota Batik. Adem men. AC di dalem ditambah ujan di luar bikin adem nya tambah berlipat-lipat. Udah pernah ke Mirota Batik ? Tau dong ya kalo di sana ada banyak serba-serbi batik. Itu kita ubek-ubek semua deh. Milih-milih dari ujung sini sampe ujung sono, trus udah sampe sono, balik lagi ke sini. Jan. pas balik nyari ke bagian sini (bagian yang awal kita samperin), Riyan ngerasa suka sama satu model baju warna biru (padahal tadi pas awal juga udah aku rekomendasiin lho). Diminta lah aku buat nyobain di kamar pas terus hasilnya difoto. Jadi tugasku semacam nambah begitu. Konyolnya, pas aku cobain ternyata ga cukup men. Hehe. Aku bilang deh ke Riyan. Riyan malah bilang, kayaknya dia inget ada yang modelnya sama kayak baju itu dan warna nya merah marun. Dia kan obsessed banget tuh sama warna merah marun. Jadilah kita balik ke toko-yg-Riyan-keinget-ada-model-baju-yg-sama itu tadi.

Singkat cerita balik deh kita ke toko yang dimaksud. You know guys, itu toko ke-2 yang tadi kita datengin !. jaraknya jauh lho dari Mirota. Capek jalannya #fiuuh. Untung beneran di sana ada yang kayak kita taksir, warna merah marun sama biru muda. Lagi-lagi aku diminta buat nyobain. Aarrggh. Untungnya lagi kali ini pas. Aku pilihin yang merah marun soalnya ukurannya L, kalo yang biru itu M dan agak kekecilan buat aku. Bihik :3



Perjuangan nggak berhenti sampe di situ. Itu tadi kan baru nyariin baju batik buat “Ibu”nya Riyan. Sekarang nyari celana batik buat sepupunya dia. Kalo di toko, ukurannya pada gede-gede tur mahal, jadi kita coba buat nyari di non-toko nya. Hal konyol terjadi lagi saat ada 2 orang nggak bisa nawar lagi nyoba buat nawar sama penjual bapak-bapak yang nggak ramah blas. Sumpe cah, keder kitanya. Lagi-lagi, untung dapet. Nggak murah nggak pa-pa deh, asal nggak perlu muter-muter lagi.
After that, everything gonna be all right. Lancar jaya. Selanjutnya beliin kaos Jogja yang jadi pesenan mama, nggak perlu pake lama. Cuma milih bentar, ambil, bayar. Terus sebelum nyari kado buat mbak Devi, capek banget sumpe deh. Tadi tu kita berangkat jam 12 an, dan waktu itu udah jam setengah 16 an. 3 jam an jalan meen. Aku sama Riyan nyari toko sepatu terdekat deh. Bukan buat beli sepatu. Tapi buat nunut duduk. Hehe

Karena sadar diri aku nggak bisa nawar, nggak berani lagi deh beli di penjual non-toko. Padahal lucu-lucu lho  . hal ini menumbuhkan semangatku buat belajar nawar. Ada yang bisa nawar ? ajarin aku dong. Dulu aku pernah Tanya ke mama, enaknya ngasih kado apa ya ke Mb Devi. Balasan Mama jan bijak ni : “Apa aja juga nggak pa-pa. namanya dikasih mah pasti seneng” :O . berbekal nasehat itu, masuklah aku ke sebuah toko baju. Giliran Riyan yang sekarang ngasih rekomendasi dan aku ngasih komentar. Tapi ujung-ujungnya tetep aja aku milih pilihanku sendiri. Piss ya mas Coy ^^v

Sebelum keluar dari toko, Riyan sempet bilang gini “Keluar deh sifat emak-emaknya kalo lagi belanja”. Apa ini maksudnya ???. tapi aku dapet nice quote juga kok dari dia, “Banyak pilihan memang sulit, tapi lebih sulit lagi jika tidak ada pilihan”. Tumben kata-kata dia gampang dicerna. Plok..plok..plok..

Okee, dapet deh kado nya. Semoga mbak Devi suka dan semoga dipake. Kalopun nggak suka, mungkin karena selera mb Devi itu adalah selera ibu-ibu dan aku adalah selera anak muda. *bungkus* 


Sunday, January 6, 2013

Simbah Putri Meninggal


Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..
Telah berpulang ke rahmatullah istri, ibu, nenek, buyut kami, Siti Juariyah pada hari Sabtu, 5 Januari 2013 siang. Kami sekeluarga memohonkan maaf jika beliau ada salah, dan juga memohonkan do’a agar beliau dapat diterima di sisi Allah SWT.

***

Terkejut sekali rasanya saat mendapat telepon dari mama yang memberi kabar bahwa simbah putri meninggal. Ya Allah, baru kemarin rasanya bertemu dengan mbah, baru kemarin rasanya mendengar panggilan “nok” dari simbah, baru kemarin rasanya disuruh makan oleh simbah, baru kemarin rasanya kesal dengan semua nasehat-nasehat dari simbah. Sekarang semua justru terasa begitu jauh karena tak mungkin dapat terulang lagi.

Saat aku pulang ke rumah sewaktu libur minggu tenang kemarin, seperti biasa, masih ada simbah putri dan simbah kakung yang ada di rumah. Selama beberapa hari aku di rumah semua berjalan dengan normal. Mbah putri yang memang menderita sakit beberapa waktu terakhir justru terlihat sehat. Hanya saja memang mbah menjadi agak manja supaya lebih diperhatikan. Misalnya saja mbah minta disiapkan obat yang biasa mbah minum, padahal sebenarnya mbah yang lebih tau dan lebih bisa. Mbah putri juga meminta agar aku menyisir dan mengikat rambut  beliau 2x, padahal hasilnya tidak serapi hasil sisiran mbah sendiri. 

Yang paling aku sesali adalah saat mbah memintaku membelikan bubur untuk sarapan beliau. Biasanya memang aku langsung berangkat membeli bubur. Namun kebetulan sekali hari itu harus berangkat pagi ke Jogja karena ada ujian dan aku akan naik travel jam 8. Berhubung jarak rumahku ke tempat travel cukup jauh, aku pun bersiap-siap dari pagi. Permintaan dari mbah putri tersebut (yang ternyata menjadi permintaan terakhir beliau kepadaku) pun tidak aku indahkan. Hingga akhirnya saat akan berangkat aku berpamitan kepada beliau, beliau berkata, “Ra ditukokke tenan nok bubure ? (Buburnya tidak dibelikan ?, -red). Ya Allah, menyesalnya aku sampai sekarang. Padahal apa susahnya untuk meluangkan waktu untuk membeli bubur sejenak untuk beliau saat itu. Kini sudah tidak ada lagi kesempatan berbakti kepada mbah putri secara langsung. Aku hanya bisa berdoa semoga di sana mbah diberikan dengan yang jauh lebih baik :(

Hargai waktumu, hargai kesempatan yang tersedia untukmu..


Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..
Telah berpulang ke rahmatullah istri, ibu, nenek, buyut kami, Siti Juariyah pada hari Sabtu, 5 Januari 2013 siang. Kami sekeluarga memohonkan maaf jika beliau ada salah, dan juga memohonkan do’a agar beliau dapat diterima di sisi Allah SWT.

***

Terkejut sekali rasanya saat mendapat telepon dari mama yang memberi kabar bahwa simbah putri meninggal. Ya Allah, baru kemarin rasanya bertemu dengan mbah, baru kemarin rasanya mendengar panggilan “nok” dari simbah, baru kemarin rasanya disuruh makan oleh simbah, baru kemarin rasanya kesal dengan semua nasehat-nasehat dari simbah. Sekarang semua justru terasa begitu jauh karena tak mungkin dapat terulang lagi.

Saat aku pulang ke rumah sewaktu libur minggu tenang kemarin, seperti biasa, masih ada simbah putri dan simbah kakung yang ada di rumah. Selama beberapa hari aku di rumah semua berjalan dengan normal. Mbah putri yang memang menderita sakit beberapa waktu terakhir justru terlihat sehat. Hanya saja memang mbah menjadi agak manja supaya lebih diperhatikan. Misalnya saja mbah minta disiapkan obat yang biasa mbah minum, padahal sebenarnya mbah yang lebih tau dan lebih bisa. Mbah putri juga meminta agar aku menyisir dan mengikat rambut  beliau 2x, padahal hasilnya tidak serapi hasil sisiran mbah sendiri. 

Yang paling aku sesali adalah saat mbah memintaku membelikan bubur untuk sarapan beliau. Biasanya memang aku langsung berangkat membeli bubur. Namun kebetulan sekali hari itu harus berangkat pagi ke Jogja karena ada ujian dan aku akan naik travel jam 8. Berhubung jarak rumahku ke tempat travel cukup jauh, aku pun bersiap-siap dari pagi. Permintaan dari mbah putri tersebut (yang ternyata menjadi permintaan terakhir beliau kepadaku) pun tidak aku indahkan. Hingga akhirnya saat akan berangkat aku berpamitan kepada beliau, beliau berkata, “Ra ditukokke tenan nok bubure ? (Buburnya tidak dibelikan ?, -red). Ya Allah, menyesalnya aku sampai sekarang. Padahal apa susahnya untuk meluangkan waktu untuk membeli bubur sejenak untuk beliau saat itu. Kini sudah tidak ada lagi kesempatan berbakti kepada mbah putri secara langsung. Aku hanya bisa berdoa semoga di sana mbah diberikan dengan yang jauh lebih baik :(

Hargai waktumu, hargai kesempatan yang tersedia untukmu..

Thursday, January 3, 2013

Hai Dunia

Sekali-kali mari berpuisi men *macak sastrawan*. Mau tau gimana sejarah puisi ini ? Ceritanya nanti ada UAS basis data dan nggak tau kenapa malam ini aku nggak bisa tidur. Berhubung udah memeng belajar, eh malah akhirnya menggalau dan terciptalah puisi ini. Walaupun sekarang galau udah nggak jaman, tapi nggak pa-pa lah ya. Sekali-sekali menggalau yang produktif :D . Check this out ya kakak, ketawa boleh deh asal jangan di depan aku biar aku nggak tau. Bihik :3


Hai dunia..
Pagi ini aku telah bersiap menyapamu.
Malam tadi aku tak bisa terlelap bersama mimpi-mimpi mu..
Aku dihantui oleh diriku sendiri
Aku dihantui oleh perasaanku sendiri
Hai dunia..
Adakah arti aku untuk dunia mu ? adakah arti aku untuk dunia nya ?
Kurasakan keberadaanku yang tak bermakna
di sini, di sana, di mana-mana
Hai dunia..
Adakah kawan sejatiku di sini ?
Adakah cinta sejatiku di sini ?
Adakah kebahagiaan menantiku di sini ?
Hai dunia..
Betapa cerdiknya dirimu
Mempermainkanku dengan begitu mudahnya
Kadang kau baik
Kadang kau jahat
Kadang kau menyenangkan
Kadang kau menyulitkan
Atau.. justru diriku sendiri yang baik, jahat, menyenangkan dan menyulitkan itu ?
Hai dunia..
Tapi tak mengapa
Tolong tetap beri aku harapan itu
Harapan untuk tetap bisa menciptakan mimpi
Tolong tetap beri aku kesempatan itu
Kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpi
Hai dunia..
Aku terlalu muda jika dibandingkan dengan kedewasaanmu
Ajari aku menjadi dewasa, ajari aku menjadi bijaksana
Hai dunia..
Aku terlalu papa dibandingkan dengan kekuatanmu
Kuatkan aku, tangguhkan aku
Hai dunia..
Aku terlalu miskin dibandingkan dengan kekayaanmu
Mungkin Cuma ini yang bisa kulakukan untukmu
Tersenyum pada dunia…

Sekali-kali mari berpuisi men *macak sastrawan*. Mau tau gimana sejarah puisi ini ? Ceritanya nanti ada UAS basis data dan nggak tau kenapa malam ini aku nggak bisa tidur. Berhubung udah memeng belajar, eh malah akhirnya menggalau dan terciptalah puisi ini. Walaupun sekarang galau udah nggak jaman, tapi nggak pa-pa lah ya. Sekali-sekali menggalau yang produktif :D . Check this out ya kakak, ketawa boleh deh asal jangan di depan aku biar aku nggak tau. Bihik :3


Hai dunia..
Pagi ini aku telah bersiap menyapamu.
Malam tadi aku tak bisa terlelap bersama mimpi-mimpi mu..
Aku dihantui oleh diriku sendiri
Aku dihantui oleh perasaanku sendiri
Hai dunia..
Adakah arti aku untuk dunia mu ? adakah arti aku untuk dunia nya ?
Kurasakan keberadaanku yang tak bermakna
di sini, di sana, di mana-mana
Hai dunia..
Adakah kawan sejatiku di sini ?
Adakah cinta sejatiku di sini ?
Adakah kebahagiaan menantiku di sini ?
Hai dunia..
Betapa cerdiknya dirimu
Mempermainkanku dengan begitu mudahnya
Kadang kau baik
Kadang kau jahat
Kadang kau menyenangkan
Kadang kau menyulitkan
Atau.. justru diriku sendiri yang baik, jahat, menyenangkan dan menyulitkan itu ?
Hai dunia..
Tapi tak mengapa
Tolong tetap beri aku harapan itu
Harapan untuk tetap bisa menciptakan mimpi
Tolong tetap beri aku kesempatan itu
Kesempatan untuk bisa mewujudkan mimpi
Hai dunia..
Aku terlalu muda jika dibandingkan dengan kedewasaanmu
Ajari aku menjadi dewasa, ajari aku menjadi bijaksana
Hai dunia..
Aku terlalu papa dibandingkan dengan kekuatanmu
Kuatkan aku, tangguhkan aku
Hai dunia..
Aku terlalu miskin dibandingkan dengan kekayaanmu
Mungkin Cuma ini yang bisa kulakukan untukmu
Tersenyum pada dunia…

Wednesday, January 2, 2013

UAS men


UAS men...

Apapun definisinya boleh deh, ada yang bilang Ujian Agak Serius, Ujian Amat Santai, Ujian Ampe Sakit, bla blab la definisi yang lain, tapi kepanjangan resmi yang dipakai di kampus untuk UAS adalah... jreng jreng… Ujian Akhir Semester. Hoho. Iya ni men, nggak nyangka udah sampe aja di akhir semester 3. Makin ke atas aja ni semester aku. Heweew.

Berhubung semester ini banyak SKS praktek dan kemaren ada salah satu Bapak Dosen yang pergi ke luar negeri terus ngasih UAS duluan, jadi buat kali ini kita UAS teori Cuma 5 makul. Itu pun tanggalnya cukup bersahabat, dari tanggal 2 – 9 Januari dan setelahnya free. Dibanding jadwal ujian resmi yang dari tanggal 2 – 15 Januari, jadi jadwal kita termasuk dalam kategori asik begitu.

UAS perdana bakal dibuka sama makul Pembelajaran Berbasis Multimedia, disusul sama Basis Data, lalu setelah itu ada Ilmu Pendidikan, lanjutnya ada Struktur data, and the last but not the least, menantilah Matematika Diskrit. Mohon doanya yak, moga nilai bisa bagus, IP bisa cumlaude (IP emang nggak penting-penting amat, tapi kan tetep aja keren kalo bisa cumlaude). Ujian dulu yuk blogger *salim*.


UAS men...

Apapun definisinya boleh deh, ada yang bilang Ujian Agak Serius, Ujian Amat Santai, Ujian Ampe Sakit, bla blab la definisi yang lain, tapi kepanjangan resmi yang dipakai di kampus untuk UAS adalah... jreng jreng… Ujian Akhir Semester. Hoho. Iya ni men, nggak nyangka udah sampe aja di akhir semester 3. Makin ke atas aja ni semester aku. Heweew.

Berhubung semester ini banyak SKS praktek dan kemaren ada salah satu Bapak Dosen yang pergi ke luar negeri terus ngasih UAS duluan, jadi buat kali ini kita UAS teori Cuma 5 makul. Itu pun tanggalnya cukup bersahabat, dari tanggal 2 – 9 Januari dan setelahnya free. Dibanding jadwal ujian resmi yang dari tanggal 2 – 15 Januari, jadi jadwal kita termasuk dalam kategori asik begitu.

UAS perdana bakal dibuka sama makul Pembelajaran Berbasis Multimedia, disusul sama Basis Data, lalu setelah itu ada Ilmu Pendidikan, lanjutnya ada Struktur data, and the last but not the least, menantilah Matematika Diskrit. Mohon doanya yak, moga nilai bisa bagus, IP bisa cumlaude (IP emang nggak penting-penting amat, tapi kan tetep aja keren kalo bisa cumlaude). Ujian dulu yuk blogger *salim*.

Tuesday, January 1, 2013

,

Happy New Year, Happy 2013


Happy New Masehi Year saudara-saudara, saudari-saudari, kakak-kakak, adik-adik, ibu-ibu, bapak-bapak, om-om, tante-tante, kawan-kawan, dan semuanya. Tahun baru itu sederhana kok, tahun baru = tahun lalu + 1, Cuma beda angka akhiran aja, hehe. But, maknanya boleh dibilang besar. Tahun baru berarti kita dikasih patokan awal buat sesuatu yang akan kita pijak nantinya. Got it ?

Karena tahun baru itu sederhana dan yang penting buat aku adalah maknanya, jadi.. nggak ada deh tu yang namanya special celebration buat menyambut tahun baru (ini alibi, sodara-sodara). Kemaren tanggal 31 Desember 2012 a.k.a malem tahun baru niatnya aku mau nonton tivi yg nayangin musik-musik, eh malah ketiduran. Ya udah sih. 

Tahun ini ada beberapa resolusi yang aku buat dan aku tulis. Ada target yang ingin aku capai, ada mimpi yang ingin gapai, ada tujuan yang ingin aku sampai (ini mekso :3), yang semoga di penghujung tahun nanti tulisan-tulisan itu Cuma tinggal coretan-coretan sebagai penanda sudah terlaksana. Amin. 

Kemarin sempet baca quote ini, benar-benar mantap dan bisa memantapkan hati.
"Saat Allah menjawab do'amu, DIA menambah imanmu.

Saat Allah belum menjawab do'amu, DIA menambah kesabaranmu.

Saat Allah menjawab do'amu, tapi ternyata tak seperti keinginanmu, maka DIA memilih yang terbaik untukmu."

Jadi… apa resolusimu ? Siapkah kamu mewujudkannya ?? *kedip-kedip*


Happy New Masehi Year saudara-saudara, saudari-saudari, kakak-kakak, adik-adik, ibu-ibu, bapak-bapak, om-om, tante-tante, kawan-kawan, dan semuanya. Tahun baru itu sederhana kok, tahun baru = tahun lalu + 1, Cuma beda angka akhiran aja, hehe. But, maknanya boleh dibilang besar. Tahun baru berarti kita dikasih patokan awal buat sesuatu yang akan kita pijak nantinya. Got it ?

Karena tahun baru itu sederhana dan yang penting buat aku adalah maknanya, jadi.. nggak ada deh tu yang namanya special celebration buat menyambut tahun baru (ini alibi, sodara-sodara). Kemaren tanggal 31 Desember 2012 a.k.a malem tahun baru niatnya aku mau nonton tivi yg nayangin musik-musik, eh malah ketiduran. Ya udah sih. 

Tahun ini ada beberapa resolusi yang aku buat dan aku tulis. Ada target yang ingin aku capai, ada mimpi yang ingin gapai, ada tujuan yang ingin aku sampai (ini mekso :3), yang semoga di penghujung tahun nanti tulisan-tulisan itu Cuma tinggal coretan-coretan sebagai penanda sudah terlaksana. Amin. 

Kemarin sempet baca quote ini, benar-benar mantap dan bisa memantapkan hati.
"Saat Allah menjawab do'amu, DIA menambah imanmu.

Saat Allah belum menjawab do'amu, DIA menambah kesabaranmu.

Saat Allah menjawab do'amu, tapi ternyata tak seperti keinginanmu, maka DIA memilih yang terbaik untukmu."

Jadi… apa resolusimu ? Siapkah kamu mewujudkannya ?? *kedip-kedip*